{Chapter 1} Fight, Hate, and Love

Author : syipoh

Cast     : Kim Myung Soo, Lee Shin Rae, Lee Seung Yeol, Park Sanghyun (Cheon Doong), Nam Woo Hyun, Im Min Hee

Rate     : PG13

Genre : comedy, romance, action

Wes.. Wes.. Wes.. Akhirnya, author gemblung nan edan ini akan melanjutkan lanjutan dari ff ini. Buat yang nunggu syukurlah masih ada. Buat yang nggak timpuk sama batu. *apabanget* #plakk. Oke deh, langsung aja kita mule.

***

Shin Rae’s P.O.V

Dimana ini? Tempat ini sepi sekali? Kenapa tidak ada orang? Halo?? Aku pun hanya bisa berkeliling tempat ini. Aku baru sadar kalau pemandangan di tempat ini begitu indah. Bukit hijau membentang dan pohon-pohon rindang mengelilinginya menambah suasana asri. Kuselusuri jalan setapak yang ada di depanku sampai aku menemukan sebuah danau. Danau yang sangat indah. Ada sebuah perahu tertambat di sana. Dan banyak angsa putih yang berenang. Aku takjub. Belum pernah kulihat pemandangan seperti ini. Bunga khas musim semipun mengelilingi danau ini, menambah keindahan yang memang sudah indah sejak awalnya.

Aku mendekat. Mencoba mencari sudut terbaik untuk dapat menikmati apapun yang ada di sekelilingku. Tatapanku terhenti ketika mataku menangkap suatu objek yang terlihat silau karena matahari berada tepat di belakangnya. Dia bukan sesuatu, melainkan seseorang. Aku mendekat, mencoba untuk menerka apakah dia benar-benar seorang manusia atau hanya ilusiku belaka karena berada di tempat seindah ini. Saat aku mendekat, barulah aku sadar kalau sosok di depanku ini benar-benar manusia.

Siapa kau?”tanyaku. Wajahnya masih belum terlihat karena sinar matahari terlalu terang sehingga aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas.

Harusnya aku yang bertanya, siapa kau? Kenapa kau ada di sini?”balasnya. Yah, sekarang bisa kuketahui kalau manusia yang ada di depanku ini adalah seorang lelaki.

Aku? Aku Lee Shin Rae. Dan aku tidak tahu kenapa aku berada di sini.”ucapku. Namja itu kemudian bergerak ke sisiku, memutar tubuhnya dan sekarang dapat kulihat jelas kalau dia adalah…

Kim Myung Soo!”teriakku.

Yak! Kenapa kau berteriak! Aku belum ingin tuli!”teriaknya. Aku tak mengerti. Dari semua orang yang aku kenal, dia adalah orang terakhir yang ingin kutemui.

Cish. Bilang saja kau mengikutiku, Kim Myung Soo. Atau perlu kupanggil kau L alias dewa kematian?”ejekku.

Enak saja kau bilang aku mengikutimu. Kau yang mengikutiku. Sejak tadi aku berada di sini.”balasnya.

Sudahlah. Aku sedang tak ingin bertengkar denganmu.”kataku sinis.

Kamipun aish jangan gunakan kata kami. Itu terasa menjijikkan. Aku dan dia, catat baik-baik. Aku dan dia pun segera berkeliling untuk mencari dimana kami berada atau siapa tau ada spesies sejenis kami yang berada di sini. Tapi, hasilnya nihil. Aku hampir menyerah ketika melihat sebuah rumah kecil. Akupun langsung bersemangat. Tanpa melihat situasi, aku berlari dan dapat kudengar manusia menyebalkan itu memanggil namaku. Sialnya, entah karena aku terburu-buru aku menginjak sesuatu hingga aku mungkin yah akan segera terjatuh. Aku berusaha untuk menarik kembali berat tubuhku agar tidak terjatuh, tapi sepertinya waktu tak sedang bersahabat denganku dan sedikit lagi aku akan mencium tanah.

Tapi, kemudian aku tertarik seperti air yang pada suhu 40C mengalami anomali. Cish. Untuk apa membahas pelajaran fisika di saat seperti ini. Dan yah aku sekarang berada di pelukan namja menyebalkan ini.

Aish. Hati-hati kalau jalan!”

Ne ne ne. Dasar cerewet!”

Apa kau bilang?” Dia membalikkan tubuhku karena posisi aku dan dia tadi tidak berhadapan. Sekarang wajahnya tepat berada di hadapan wajahku.

Garis rahangnya yang tegas, matanya yang berwarna coklat, dan well boleh kuakui kali ini dia terlihat menarik. Tapi, jangan kira aku akan tertarik.

Ani!”teriakku. Aku pun mencoba melepaskan tubuhku darinya karena tangannya mencengkeram tanganku kuat. Bukannya melepaskanku, namja ini malah memegangku semakin erat.

Aku mendengarnya, Shin Rae~ya.” Glek. Bisa gawat aku kalau berurusan dengan namja ini. Dia melepaskan pegangannya pada tanganku. Ah, selamat pikirku. Tapi, tangannya malah berpindah ke wajahku dan ia mulai mendekatkan wajahnya ke wajahku. Aku tak tahu kenapa, tubuhku serasa beku. Tak mau bergerak. Dan bodohnya, akupun menutup wajahku seolah merasa bahwa namja ini akan segera menciumku. Dapat kurasakan deru nafasnya di depan wajahku, hidungnya pun kini sudah menempel dengan hidungku. Perlahan ia mulai menempelkan bibirnya di bibirku dan..

YAK! LEE SHIN RAE! Mau sampai kapan kau tidur? Apa kau tidak mau sekolah!” Aish. Siapa yang berteriak itu? Mengganggu saja.

Yak! Bangun atau kau mau kusiram dengan air dingin!”teriaknya lagi. Aku pun terbangun. Sial! Kenapa aku harus bermimpi tentang namja menyebalkan itu? Hampir ciuman pula. Apa dosaku sih?

Iya, oppaku sayang!” Aku pun bangun sambil menepuk-nepuk pipiku pelan. Mimpi tadi terasa begitu nyata. Huh, yang benar saja. Tersenyum di depan wajahnya pun aku tak mau. Apalagi kalau aku disuruh berciuman dengannya. Bisa gatal-gatal aku. Aku pun melirik meja kecil di samping ranjangku dan tersenyum.

Halo, oppa! Selamat pagi!”ucapku pada foto yang ada di sampingku. Yah, itu adalah fotoku waktu berusia 9 tahun bersama oppaku yang sangat cerewet itu dan Park Sang Hyun oppa atau biasa kupanggil Cheon Doong, Doongie ku sayang. Dia adalah cinta pertamaku yang sekarang entah sedang ada dimana. Aku tersenyum kecil mengingat waktu kami harus berpisah karena keluarganya pindah ke luar negeri. Aku dan kakakku menangis waktu mengantarkannya dan keluarganya ke bandara. Hhh.. Kapan kau kembali Doongie-ku? Kau berjanji kan akan kembali ke sini?

End of Shin Rae’s P.O.V

Author P.O.V

Shin Rae bangkit dari kasurnya dan segera menuju kamar mandi yang ada di dalam kamarnya. Membersihkan diri dan memakai seragam sekolahnya, bersiap untuk sekolah. Dia mengambil tas yang tergeletak di kursi meja belajarnya lalu turun ke lantai bawah untuk sarapan. Kedua orang tuanya dan oppa nya sudah menunggunya untuk sarapan pagi.

Yak! Dongsaeng~ah. Lama sekali kau? Kalau sudah tidur benar-benar seperti kerbau.”ejek Seung Yeol, oppanya Shin Rae.

Oppa! Aku bukan kerbau!”balas Shin Rae. Shin Rae pun duduk di sebelah kakaknya dan mengambil roti di hadapannya.

Sudah, sudah. Kalian ini hobi sekali bertengkar sih?”ujar eomma Shin Rae berusaha melerai kedua anaknya.

Hemm.. Iya. Lagipula kalian kan sudah besar. Ayo, cepat habiskan sarapannnya. Nanti kalian terlambat.”ucap ayah Shin Rae bijak.

Ne, appa.”jawab Shin Rae dan Seung Yeol kompak.

End of Author P.O.V

Shin Rae’s P.O.V

Hai! Selamat pagi! Perkenalkan sebelumnya, namaku Lee Shin Rae. Aku anak bungsu dari dua bersaudara. Namja cerewet sebelahku ini adalah kakaku, Lee Seung Yeol. Sekarang aku bersekolah di Hanyoung High School kelas 2.

Sudah sampai.”

Ne. Aku pergi dulu, oppa. Annyeong!” ucapku lalu mencium pipinya dan keluar dari mobil.

Yah, bisa dibilang keluargaku termasuk cukup kaya. Appaku menjalankan bisnis di bidang IT dan kakakku yang menyebalkan itulah yang nantinya akan menggantikan posisi appa. Sekarang oppaku sedang kuliah di jurusan IT semester 4. Aku melirik jam tangan putihku, lima menit lagi kelasku akan dimulai. Kelasku mulai jam setengah delapan. Akupun mempercepat langkahku, tak mau telat karena jam pertama adalah pelajaran fisika. Pelajaran yang gurunya terkenal killer. Aigoo..

Shin Rae~ya!” seseorang memanggilku. Aku memutar tubuhku dan menemukan sesosok yeoja mungil di depanku.

Min Hee~ya!”teriakku semangat. Dia pun datang menghampiriku dan kami berdua segera berlari ke arah kelas.

Sunbae! Sunbae! Kya!!”terdengar suara teriakan yeoja-yeoja yang sepertinya sudah gila. Ada apa sih? Aku berusahamelewati mereka. Tapi susah sekali. Aku pun berjinjit. Meninggikan badanku yang tidak tinggi. Tapi, sepertinya percuma. =,=

Ah, ada celah. Aku pun bisa melihat apa yang jadi sumber keributan tadi. Cih, ternyata namja itu lagi. Kupikir apa? Menyebalkan. Aku sudah hendak berjalan ketika ada suara yang memanggilku.

Menungguku, Lee Shin Rae si nomor 2?” suara ini. Aku kenal betul nada menyebalkan ini. Kubalikkan tubuhku. Benar saja. wajahnya yang menyebalkan terpampang jelas di hadapanku. Ku kepalkan tanganku menahan amarah. Ingin sekali kupukul wajah angkuhnya itu.

Apa maksudmu?” orang-orang yang tadi hanya mengerubunginya kini mulai mengerubungiku. Sahabatku, Min Hee menarik-narik tanganku.

Sudahlah, Shin Rae~ya. Jangan cari masalah.”bisiknya pelan.

Kau kan tahu sendiri kalau yang suka cari masalah itu dia bukan aku?”bentakku. Min Hee mulai ciut. Ia hanya menundukkan kepalanya.

Apa maksudmu, hah?”teriakku pada namja satu ini. Sahabatnya yang berdiri di sebelahnya pun berupaya melerai kita berdua yang sudah mulai bertengkar.

Pura-pura tidak tahu, Nomor 2? Sudahlah. Aku rasa otakmu perlu di setrum aki biar bisa berjalan lagi.”ejeknya lalu pergi melewatiku.

Ya! Kemari kau! Beraninya sama perempuan! Dasar laki-laki tak tahu diuntung!” hampir saja kuucapkan kata-kata mutiara yang sudah berada di ujung lidahku. Tinggal dikeluarkan saja. Namja satu ini. Untungnya buat dia, karena bel sekolah sudah berbunyi dan aku pun tak mau menyia-nyiakan waktuku hanya untuk bertengkar dengannya. Namja itu hanya melambaikan tangannya, berlagak mengusirku. Sial!

Kenapa rasanya kepalaku mau pecah kalau memikirkannya. Bukan, kalau kalian pikir itu cinta tentu saja bukan. Bagaimana bisa aku jatuh cinta kepadanya kalau tiap kali bertemu selalu saja bertengkar. Aku harus melakukan sesuatu agar dia semakin tak bertingkah. Dia hendak berjalan melewatiku. Aha! Aku punya ide. Kusilangkan kakiku di depannya dan…

BRUK! Bingo! Dia terjatuh. Dia pun melirik kesal ke arahku dan aku rasa dia menahan malu sekarang karena semua orang yang lewat ataupun yang menonton kami menertawainya.

Aku rasa kau perlu berhati-hati, Kim Myung Soo. Mungkin lantainya masih licin.”ejekku. Akupun berlalu melewatinya. Tak kupedulikan teriakannya yang memekakkan telinga itu. Huh, rasakan.

End of Shin Rae’s P.O.V

Myung Soo’s P.O.V

BRUK! Aku terjatuh. Sial! Ini pasti kerjaan yeoja sialan itu. Aku meliriknya kesal. Semua orang kini menertawakanku.

Aku rasa kau perlu berhati-hati, Kim Myung Soo. Mungkin lantainya masih licin.”ejeknya. Yeoja itu berlalu melewatiku.

Yak! Awas kau Lee Shin Rae!”teriakku. tapi sepertinya yeoja itu tidak mempedulikan teriakanku sama sekali.

Hahaha. Kau kena batunya, Kim Myung Soo!”ucap sahabatku, Nam Woo Hyun.

Ya! Kenapa kau menertawaiku! Bukannya menolongku!” teriakku.

Ara ara!” dia pun menarikku berdiri sambil masih terus tertawa.

Terus saja tertawa kau Nam Woo Hyun, akan kubuat kau menyesal.”ucapku kesal. Aku pun membetulkan letak kacamataku yang bergeser dari hidungku. Mendengar ucapanku tadi, Woo Hyun langsung diam.

Baiklah shinigami. Cih, tak bisakah kau bercanda sedikit?”

Tidak bisa.”ucapku. “Awas saja yeoja itu, akan kubalas perlakuannya tadi.”

Yak, sudahlah. Apa kalian tidak bosan bertengkar terus?” tanyanya.

Sayangnya belum.”jawabku santai. Aku dan Woo Hyun berjalan menuju kelas. Dan yeah saat aku masuk ke dalam kelas bisa kulihat yeoja itu tersenyum puas ke arahku. Sial! Awas saja yeoja itu.

Bagaimana pantatmu? MASIH sakit?”ucapnya dengan nada mengejek.

Sayangnya sudah sembuh, Lee Shin Rae~”jawabku tajam. Yah, meskipun masih sedikit sakit tapi aku tidak boleh menunjukkan kelemahanku di depan yeoja ini. Akupun segera menarik kursiku kasar dan duduk. Pelajaran akan dimulai karena gurunya sudah masuk. Ah, benar-benar membosankan. Aku rasa aku sudah mulai mengantuk dan yah aku akan segera terbang ke alam mimpi. Guru itu? Mana ada yang berani menegurku, si Jenius Kim Myung Soo. Lagian aku lelah sekali dengan tugas yang ku kerjakan semalam. Kalau kalian ingin bertanya apa yang aku kerjakan, aku akan menjawabnya. Tapi, tidak sekarang karena aku rasa aku sudah sangat mengantuk.

End Of Myung Soo’s P.O.V

Shin Rae’s P.O.V

Hoaamm.. Ini sudah ketiga kalinya aku menguap. Mengantuk sekali. Aish, ini gara-gara Seung Yeol oppa mengajakku bermain play station semalaman. Aku melirik bangku sebelahku, yah si menyebalkan itu lagi sedang tertidur. Haish! Sungguh tidak adil! Dia tidak pernah ditegur oleh guru kalau dia tertidur. Yeah, aku tahu dia ini memang jenius, si rangking 1 yang sombongnya bukan main dan juga ketua osis. Sedangkan aku, aku hanya si rangking 2 abadi dari sejak pertama masuk sekolah ini sekaligus wakil ketua osis. Bisa kalian bayangkan betapa sesaknya hidup dibayang-bayangi oleh orang seperti dia. Apalagi kami bermusuhan. Tidak usah kuceritakan awal mula bagaimana kami cih bahkan menyebut kata ‘kami’ pun terkesan tabu. Awal mula kami saling membenci karena aku rasa tidak cukup 3 hari untuk menceritakan semuanya. Yang jelas kami saling membenci dan tidak akan pernah bisa mensinkronkan pikiran kami saat rapat osis sekalipun. Kriing.. Kriing.. Akhirnya, bel pun berbunyi. Aku merenggangkan ototku. Pegal sekali.

Shin Rae~ya. Kau lapar tidak? Ayo ke kantin.”ucap Min Hee, sahabatku satu ini. Yah, untungnya dia sekelas denganku. Jadi, aku tidak terlalu bosan dan ada dia yang bisa menahanku untuk tak melayangkan tinju ke namaj menyebalkan itu.

Ayo, aku lapar.”ucapku. Aku pun berlalu keluar kelas. Namja itu masih tertidur. Apa sih yang sebenarnya dilakukannya sampai tertidur di tengah pelajaran? Cih, apa peduliku.

—-

Sekarang sudah waktunya pulang sekolah, tapi aku masih berada di sekolah. Untuk apa? Untuk apa lagi kalau bukan rapat osis. Sebentar lagi sekolah akan mengadakan acara ulang tahun diikuti dengan pentas seni. Aku berjalan malas ke arah ruang osis yang letaknya di lantai 3. Aish, sekolah ini harus memasang lift atau setidaknya eskalator kalau tidak kakiku yang pendek ini akan bertambah pendek karena naik turun tangga terus. =.=

Saat aku hendak membuka ruang osis, kulihat Jin Hee sekretaris osis sedang berdiri dan sepertinya sedang berbicara dengan seseorang. Aku mendekatinya.

Aku menyukaimu. Tolong terima cintaku.”ucapnya pelan lalu menundukkan kepalanya. Astaga! Dia sedang menyatakan cintanya rupanya. Siapa namja yang beruntung itu? Aku pun mendekat lagi berusaha mencari tahu siapa namja itu. Aigoo. Mengintip ini bukan gayaku.

Maaf, tapi untuk sekarang ini aku sedang tidak memikirkan masalah percintaan.”ucapnya. ? Sepertinya aku pernah mendengar suara ini, tapi dimana ya. Aku melihat Jin Hee sudah mulai menitikkan air matanya. Ah, kasihan sekali gadis itu. Siapa sih namja yang menolaknya itu. Eh, tunggu kenapa aku serasa terdorong ke depan dan..

Akh!” BRUK. Aku terjatuh, sial! Ini pasti gara-gara aku memegang pintunya kurang kencang hingga aku terjatuh. Aku meringis kesakitan. Aku melihat ke arah mereka dan tebak yah ternyata namja beruntung itu adalah dia. Kim Myung Soo.

Sedang mengintip, Lee Shin Rae? Itu perbuatan tidak baik, loh…”ucapnya. Sial! Sial! Sial! Ini pasti gara-gara aku mengintipnya, aku jadi kena sial begini.

Ani. Aku tidak mengintip. Aku mau membuka pintu tapi aku melihat kalian ada di dalam jadi aku mengurungkan niatku untuk masuk. Eh, tidak tahunya.”kilahku. Ia tak menjawab.

Akupun bangkit dari lantai dan membersihkan debu. Tak lama kemudian anggota osis yang lain berdatangan. Kami pun segera memulai rapat. Jin Hee tak terlihat. Yah, mungkin ia masih menenangkan diri karena habis ditolak namja menyebalkan ini. Dia terlihat cuek sekali, seperti tidak terjadi apa-apa.

End Of Shin Rae’s P.O.V

Myung Soo’s P.O.V

Aku kaget saat melihat yeoja itu terjatuh. Nampaknya itu sakit. Ahaha. Rasakan! Aku tak perlu membalasnya kalau begitu. Aku berusaha menahan tawaku karena aku merasa tidak enak terhadap yeoja di sampingku, Jin Hee yang baru saja kutolak perasaannya. Bukan karena dia tidak cantik, dia cantik malahan. Tapi, entah kenapa hatiku merasa aku harus menolaknya. Jin Hee pun segera berlari keluar. Sepertinya, ia akan menenangkan diri. Aku harus memberinya waktu.

Sedang mengintip, Lee Shin Rae? Itu perbuatan tidak baik, loh…”ucapku dengan nada mengejek. Dapat kulihat raut mukanya berubah. Seperti sedang merutuki sesuatu. Kekeke.

Ani. Aku tidak mengintip. Aku mau membuka pintu tapi aku melihat kalian ada di dalam jadi aku mengurungkan niatku untuk masuk. Eh, tidak tahunya.”kilahnya. Aku tak menjawab karena kalau menjawab maka aku akan tertawa terbahak-bahak.

Dia bangkit dari lantai dan membersihkan debu yang tertempel di rok sekolahnya. Tak lama kemudian anggota osis yang lain berdatangan. Kami pun segera memulai rapat.

End Of Myung Soo’s P.O.V

—–

Author P.O.V

Ah, akhirnya selesai juga! Ffuh.. Aigoo. Sudah jam berapa ini?” Aku melirik jam tanganku. Omo! Sudah jam 5. Aku pun segera mengeluarkan samsung galaxy-ku. Kutekan angka 3, panggilan cepatku untuk kakakku.

Yeobseyo?”

Oppa, jemput aku.”

Aduh, oppa tidak bisa. Emm, kau mau teman oppa yang menjemputmu? Dia baik kok. Kau juga kenal dia.”

Oppa, aku tidak mengenal satupun teman oppa. Jemput aku. Atau kalau tidak suruh saja supir untuk menjemputku.” Jawabku kesal.

Tidak.. Tidak.. Biar dia saja yang menjemputmu. Aku akan menyuruhnya menggunakan mobilku. Jadi, kau tidak akan salah mengenalinya. Oke?” bujuknya.

Ne, baiklah. Daripada aku tidak pulang.” Sambungan telepon pun langsung diputus oleh oppaku. Aku menunggu di depan gerbang sekolah, di samping pos satpam. Supaya tidak bosan, aku pun mengajak satpam sekolahku untuk mengobrol. Yah, lumayan untuk membuang waktu. Tak lama mobil lexus hitam kakakku muncul di depan pagar dan keluarlah sesosok namja astaga!! Tampan sekali dia!! Dia menghampiriku. Dia menghampiriku saudara-saudara!! Astaga! Jantungku! Aku yakin wajahku sudah bersemu merah sekarang.

Sudah lama menunggu, princess?”ucapnya. Astaga! Suaranya adalah suara yang paling indah yang pernah kudengar. Kalau yang menjemputku tampan begini, aku rela dijemput tiap hari. Gomawo, Seung Yeol oppa. Kau memang kakakku yang terbaik. Tapi, tunggu. Aku sepertinya mengenal panggilan itu. Apakah mungkin??

Doongie?”tanyaku ragu.

Syukurlah kau masih mengingatku, princess~”ucapnya lembut. Aku yakin sekarang aku terlihat seperti orang bodoh karena aku melongo memandanginya. Cheon Doong! Doongie-ku telah kembali.

TBC

***

Keke.. Sudah cukup segini dulu. Gimana? Gimana? Buat para penggemar Doongie maaf ya baru muncul di akhir bagian, mana dikit banget lagi. Tapi, tenang aja. Di episode selanjutnya, dia bakal muncul lebih banyak, kok. Nah, kapan mulai acara cinta-cintaanya? Ahai, yang jelas bukan di episode ini. Jadi, sabarlah menanti.

29 thoughts on “{Chapter 1} Fight, Hate, and Love

  1. kyknya msh pnyesuaian honor nie m doongie nya…scr sdkt bnget sin nya…
    ha..ha..ha…!!!
    utk eps.1 ini kamu aku kasi jempol 1 dulu y….???

  2. Di ep ini (ceileh ep kaya sinetron z) Mirip ama novel yang pernah di filmn. Tapi ep selanjutnya smg bnyk surprisenya.senya.

  3. Minhee? Eh aku Minhee juga *gapenting*😀
    Myungsoo.. My bad namja.. Ahh ngebayangin muka sengak nyaa yg ganteng jd mesem mesem sendiriii..
    Nunna mau pelukk *hugs* hahaha
    Pasti muka tahan ketawanya dia minta ditinju deeh hahaha
    Mau lanjut ah part selanjutnya😀

  4. *apa sih artinya mimpi??*
    kalo di cerita, ngimpiin seseorang tandanya ada something special… lhah kalo di kenyataan, begitu jugakah??? *doeng, doeng, doeng*

    semangat ngelanjutiiin yaak thor…😀😀😀

  5. annyeonghaseo , aku reader bru diblog ini bangapta ^^
    Waahhh L oppa klian memang bgaikan Tom and Jery😀

  6. hoaaaaa daebakkk
    yapi whh itu mimpi asik bener y?? kkkkk
    lho.. doongie nya itu se angkatan ama abangnya shin rae y eonn??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s