{Chapter 2} Fight, Hate, and Love

Author : syipoh

Cast     : Kim Myung Soo, Lee Shin Rae, Lee Seung Yeol, Park Sanghyun (Cheon Doong), Nam Woo Hyun, Im Min Hee

Rate     : PG13

Genre : comedy, romance, action

Mumpung ide lagi bertumpuk di otakku, makanya langsung aja kutulis daripada ntar keburu lupa dan ilang mood. Kan ga asyik banget kalau ngetik ngga dapet ide ma mood. Buat yang nungguin silahkan dibaca.. >_<

***

Before in chapter 1….

Shin Rae’s P.O.V

Doongie?”tanyaku ragu.

Syukurlah kau masih mengingatku, princess~”ucapnya lembut. Aku yakin sekarang aku terlihat seperti orang bodoh karena aku melongo memandanginya. Cheon Doong! Doongie-ku telah kembali.

—-

Aku merasa mimpi yang selama ini kuimpikan sudah ada di hadapanku. Mimpi yang sejak dulu ingin kurasakan kenyataannya. Benarkan ini nyata? Atau aku terjebak di dunia fana? Ku tepuk-tepuk mukaku pelan. Sepertinya ini benar, karena namja tampan ini sekarang ada di sebelahku sedang duduk manis sambil terus memperhatikan arah jalan menuju rumahku.

Kenapa memandangiku terus, Shin Rae~ya?”tanyanya. masih fokus pada jalanan di hadapannya. Sial! Aku ketahuan!

A-ani.. Aku hanya memandangi jalan di luar saja. Kau terlalu pede, Doongie~ya..”jawabku tergagap. Dia pun tersenyum. Astaga! Itu adalah senyum paling indah yang pernah kulihat selama aku hidup di dunia ini. Senyum manusia terindah..

Hemm.. Kalau begitu tidak ada yang ingin kau tanyakan padaku?”tanyanya.

Emm.. Apa ya? Oh, kenapa kau tiba-tiba pulang ke sini? Apa alasanmu ke sini? Dan kenapa kau tidak pernah menghubungiku?”tanyaku antusias. Dia tertawa pelan.

Aigoo, Shin Rae~ya, nae princess.. Kalau kau tanyanya sebanyak itu, mulutku bisa berbusa menjawab semua pertanyaanku. Tapi, yang jelas jawabannya hanya ada satu sebenarnya.”jawabnya.

Apa?”

Kau.”

Aku?” tanyaku bingung.

Ya, karena semua yang kau tanyakan selalu berhubungan denganmu. Kenapa tiba-tiba aku pulang ke sini, alasanku pulang ke sini, dan kenapa aku tidak pernah menghubungiku. Itu semua karena kau, princess..” jawabannya itu membuatku kehilangan kata-kata. Alasan yang bagiku cukup tidak masuk akal, tapi dapat dengan mudah diterima oleh hatiku. Mukaku pun dengan segera berubah warna, bergradasi. Dari ujung kepala merah muda turun ke wajah menjadi merah hitam. Memang wajahku ini kanvas?

Ahaha.. Dasar kau ini.”candaku. aku berusaha menenangkan detak jantungku yang berbunyi semakin keras. Aku takut kalau dia bisa mendengar detak jantungku ini.

Tidakkah kau merindukanku, princess?” tanyanya tiba-tiba seraya menghentikan mobil.

End Of Shin Rae’s P.O.V

Cheon Doong’s P.O.V

Tidakkah kau merindukanku, princess?” tanyaku tiba-tiba seraya menghentikan mobil karena kami sudah sampai di depan rumahnya. Astaga! Apa yang barusan ku katakan. Yeoja di hadapanku ini membulatkan matanya. Dia sepertinya terkejut dengan pertanyaanku barusan. Ah, Shin Rae.. My little princess-ku yang kini sudah besar. Tadi sewaktu aku menjemputnya di sekolahnya, aku berusaha menahan diriku sebisa mungkin agar tidak memeluknya. Wajah kecilnya yang selalu ada di bayanganku kini begitu nyata terlihat. Sungguh. Membutakan.

Ahaha. Tentu saja aku rindu padamu. Seung Yeol oppa juga merindukanmu.”ucapnya. Aku menarik nafas lega. Ffuh.. Syukurlah.

Ayo, kita masuk!”ucapnya seraya menarik gagang pintu mobil dan keluar. Aku pun mengikutinya masuk ke dalam rumah.

Oppa! Oppa!”teriaknya. Haha. Gadis ini masih saja sama. Hobi berteriak-teriak.

Nae, dongsaengie~ Sudah ketemu pangeranmu?”godanya. Aigoo.. Kenapa sih Seung Yeol hyung suka sekali menggoda kami. Aku melihat ke wajah Shin Rae yang kini tengah bersemu merah karena ucapan kakaknya tadi. Imut sekali.

Oppa!”

Ahahaha. Hei, Doongie. Ayo kita makan malam. Shin Rae kau mandi dulu sana! Bau!”ucap Seung Yeol hyung sambil menutup hidungnya. Shin Rae pun berlari mendekatinya dan menjitak kepalanya. Seung Yeol hendak membalas, namun gadis lincah itu sudah berlari menghilang ke dalam kamarnya. Aku pun tertawa melihat kedua kakak beradik ini. Melihatku tertawa, Seung Yeol hyung mendekatiku. Mati aku! Sepertinya aku akan segera dipukulnya. Aku berjalan mundur dan tanganku sudah bersiap untuk melindungi kepalaku dari pukulan mautnya. Tapi ternyata pikiranku salah. Dia malah menepuk pundakku.

Doongie~ Bagaimana princessmu sekarang? Cantik kan?”

Sangat..”ucapku mantap.

End Of Cheon Doong’s P.O.V.

—-

Author P.O.V

Shin Rae, Seung Yeol, dan Cheon Doong makan malam bersama di ruang makan. Orang tua Shin Rae masih berada di kantor sehingga mereka makan malam duluan.

Shin Rae, mulai besok Doongie-mu ini akan sekolah di sekolahmu loh?”goda Seung Yeol.

Jinjja? Wah, aku senang sekali.”

Ne. Geundae, besok aku berangkat sekolah bersamamu ya?”tanya Cheon Doong.

Wah, ide bagus itu! Aku jadi tidak perlu mengantarnya ke sekolah.”ucap Seung Yeol semangat.

Yak, oppa!” teriak Shin Rae.

Ahahaha!” Seung Yeol dan Cheon Doong tertawa. Setelah usai makan, Cheon Doong segera kembali ke kamar yang sudah disiapkan keluarga Lee. Ya, karena orangtua Cheon Doong masih berada di Amerika, maka Cheon Doong dititipkan di keluarga Lee.

—-

Matahari sudah mulai keluar dari peraduannya dengan malu-malu. Shin Rae yang biasanya susah dibangunkan pun sudah bangun. Yah, memang ini bukan kebiasaannya untuk bangun pagi. Tapi, karena ada Cheon Doong di rumahnya mau tak mau ia harus bangun lebih awal agar tidak terlihat memalukan.

Setelah selesai mandi dan berpakaian, Shin Rae segera turun ke bawah untuk sarapan bersama. Terlihat semua keluarga Lee sudah lengkap, Cheon Doong pun sudah duduk di kursinya.

Tumben sudah bangun? Biasanya kalau belum kubangunkan kau masih tidur?”ejek Seung Yeol.

Yak, oppa! Aku kan tidak selalu bangun telat! Kau ini, menyebalkan!”ucap Shin Rae.

Sudah.. Sudah.. Pagi-pagi sudah mulai bertengkar. Ayo mulai sarapan.”eomma Shin Rae menengahi. Shin Rae menjulurkan lidahnya ke Seung Yeol.

End Of Author P.O.V

Shin Rae’s P.O.V

Sekarang aku sedang berada di mobil bersama Doongie oppa. Oppa? Oh,ya. Kalian lupa kuberi tahu kalau dia satu tahun lebih tua dariku. Doongie oppa segera menyalakan mesin dan mobil pun mulai bergerak ke luar dari rumahku.

Oppa, kau di kelas berapa?”tanyaku memecah kesunyian.

Kelas 3.”jawabnya singkat.

Maksudku, kelas 3 apa? 3-1? 3-2?”

Oh.. Aku di kelas 3-1.” Woah, berarti ia termasuk murid pintar dong? Di sekolah kami, sistem pembagian kelas adalah berdasarkan kepintaran. Siswa yang paling pintar di tempatkan di kelas yang berakhiran angka 1, seperti 1-1, 2-1 yang merupakan kelasku, dan 3-1 seperti kelas Doongie oppa.

Woah.. Berarti kau pintar dong, oppa?”

Ahaha.. Bisa saja kau.” Mobil pun sampai di pelataran parkir sekolah kami. Saat Doongie oppa turun para murid yeoja langsung memandanginya dengan tatapan kagum. Yeah, siapa yang tidak akan kagum melihat namja setampan dia.

Aku dan Doongie oppa berpisah karena dia harus mengurus administrasi sekolah ke ruang guru. Tiba-tiba saat aku hendak berjalan ke kelas, seseorang menepuk pundakku. Aku membalikkan tubuhku.

Yak, Im Min Hee! Kau ingin membuatku jantungan?” teriakku kaget. Untung saja aku tidak punya penyakit jantung.

Hehehe. Mian, deh. Eh, siapa namja yang berangkat bersamamu? Tampan sekali dia?”cerocos Min Hee.

Oh, dia itu Cheon Doong!”

Doongie-mu?”ucap Min Hee tak percaya. Ya, Min Hee adalah satu-satunya orang lain yang tahu tentang Cheon Doong-ku itu.

Ne.”

Woah… Akhirnya keinginanmu tercapai juga. Keke.”godanya.

Ah, jangan menggodaku terus. Ayo kita masuk kelas. Jam pertama olahraga kan?”ajakku.

Ah, iya. Ayo, cepat.” ujarnya lalu menarik dan menggandeng tanganku menuju ruang ganti. Kami segera berganti baju dan pergi menuju ruang olahraga.

Hana… Dul.. Set..”teriak serentak siswa-siswa kelasku. HHuh.. Menyebalkan sekali guru olahraga itu. Menyuruh pemanasan, tapi sendirinya malah bermain hp. Aku hanya bisa mendengus kesal.

Yak, pemanasan selesai. Sekarang kalian bermain dodge ball saja. Kami para guru akan mengadakan rapat untuk pesta ulang tahun sekolah minggu depan.”ucap guru itu.

Ne, songsaengnim!”ucap anak sekelas kompak. Kami pun membagi regu menjadi dua kelompok. Pria dan wanita campur menjadi satu. Peraturannya, adalah lawan melempar bola ke daerah lawan dan harus mengenai tubuh lawan. Kalau tidak kena ya tidak apa-apa, nilai tidak bertambah atau berkurang. Tapi, kalau kena tubuh lawan, maka orang yang terkena lemparan bola harus keluar. Semakin sedikit orang yang keluar maka dia akan menjadi grup yang menang. Dan tebak! Si Myung Soo, shinigami menyebalkan itu ada di grup lawan. Hoho. Aku akan membalas semua perbuatannya. Kalian pasti bertanya kenapa dia bisa dipanggil shinigami? Itu karena dia seperti dewa kematian. Menurut yeoja-yeoja di kelasku yang tergila-gila padanya. Catat! Aku tidak termasuk yeoja gila itu. Senyumannya sungguh mematikan dan bisa melumpuhkan sistem syaraf yang ada di tubuhmu. Tubuhmu tidak akan bekerja maksimal dan mungkin akan kaku seketika kalau melihat senyumannya. Bahkan, yang paling parah kau akan lupa sesaat caranya untuk bernafas. Begitu kata yeoja-yeoja itu. Yaks. Yang benar saja? Aku tidak pernah merasa seperti itu ketika melihat senyumannya. Dasar yeoja aneh. =,=

Kami pun mulai permainan dodge ball ini. Tim lawan mulai melempar ke arah kelompok kami. Para yeoja berteriak ketakutan, sedangkan para namja berteriak memperingatkan. Aku? Aku hanya berlari ke sana kemari seperti orang bodoh. Biarlah. Aku kan paling benci olahraga.

Shin Rae, awas!”teriak seseorang. Aku melihat ke arah depan. Bola yang Myung Soo lemparkan sedang terbang ke arahku. Spontan aku menunduk dan untungnya tidak kena tubuhku, tapi kena perut si gendut. Ahaha. Kasian sekali dia. Aku pun mengambil bola tadi.

Bersiaplah Kim Myung Soo!”geramku. Aku mulai melempar bola ke arah kelompoknya. Sudah 4 orang yang keluar dari kelompoknya gara-gara amarahku. Tapi, bocah sialan itu tak kena juga. Aku sudah capek. Jadi, kualihkan pandanganku ke lantai atas. Ah, ada yang melambaikan tangannya kemari. Siapa dia? Aku memicingkan mataku untuk melihatnya. Doongie! Aku pun melambaikan tanganku kepadanya. Wajahku yang semula muram pun menjadi sumringah. Bibirku tertarik membentuk senyuman.

End Of Shin Rae’s P.O.V

Myung Soo’s P.O.V

Sial! Yeoja gila itu terus menerus menyerangku. Aku akan membalasnya. Huh? Kenapa dia malah melamun? Ini kesempatanku. Aku melihat ke arah matanya memandang. Siapa dia? Kenapa dia tersenyum sendiri seperti orang gila? Aku memicingkan mataku. Namja? Sejak kapan dia dekat dengan seorang namja? Aku merasa darah di tubuhku mulai mendidih. Tubuhku terasa panas dan arghh… Kenapa aku ini?

““Shin Rae, awas!”teriak seseorang. Tapi, sepertinya kali ini ia tidak peduli dengan teriakan orang itu. Dia membalikkan tubuhnya yang tadi menyamping karena memandangi namja yang sudah menghilang entah kemana. Dan…

BUGH! Bola yang dipegang entah siapa mendarat tepat di wajahnya, dan ia pingsan seketika. Para yeoja berteriak karena melihat Shin Rae yang pingsan tiba-tiba, sedangkan para namja hanya bisa melongo.

Aish,jinjja!”dengusku. Aku pun berlari ke arahnya. Tak peduli dengan Woo Hyun yang terus memanggilku. Entah apa yang terjadi dengan tubuhku. Aku sendiri tidak dapat mengendalikannya. Tubuhku bergerak sendiri dan yah sekarang aku tengah menggendong yeoja ini. Yeoja yang selalu saja membuatku pusing karena ulahnya.

End of Myung Soo’s P.O.V

Author P.O.V.

Anak sekelas Shin Rae melongo melihat Myung Soo yang terlihat panik dan menggendong Shin Rae. Ini merupakan hal yang luar biasa mengingat mereka berdua seperti ini. Ini adalah kejadian langka yang sepertinya perlu masuk guiness world of record.

Ya! Ireona!” teriak Myung Soo. Tapi, yeoja yang berusaha dibangunkannya tidak bangun juga. Akhirnya, Myung Soo membawa Shin Rae pergi ke klinik sekolah.

Sepertinya aku mencium sesuatu dari kejadian ini.”gumam Woo Hyun.

Iya, sepertinya begitu.”ucap Min Hee. Mereka berdua kemudian bertatapan.

Kau?” kata mereka bersamaan. Min Hee kemudian tertunduk malu. Dia memang sudah lama menyukai Woo Hyun. Sejak pertama mereka bertemu dalam kelas yang sama. Dia berusaha untuk selalu sekelas dengan Woo Hyun karena otak Min Hee yang pas-pasan.

Err… Aku rasa kita lebih baik kembali ke kelas. Anak-anak yang lain sudah pada bubar.”ucap Woo Hyun memecah keheningan.

Emm, yeah. Aku rasa begitu.”ucap Min Hee. Mereka berdua berjalan berdampingan tanpa ada sepatah katapun yang keluar dari mulut mereka.

End Of Author P.O.V

Shin Rae’s P.O.V

Ah, kepalaku pusing sekali. Aku mencoba membuka mataku, tapi sulit. Setelah berusaha sekitar tiga kali aku akhirnya bisa membuka mataku.

Kau sudah bangun?”ucap seseorang.

Dimana aku?”ucapku berusaha untuk duduk.

Kau ada di klinik sekolah. Tadi kau pingsan waktu terkena lemparan bola. Ckck. Untung wajahmu tidak apa-apa. Ini ada kompres untuk hidungmu.”jelas orang itu yang ternyata adalah suster sekolah.

Terima kasih, suster. Tapi, kalau boleh aku tanya. Siapa yang membawaku kemari?”tanyaku sambil menempelkan kompres itu di hidungku.

Masa kau tidak tahu? Dia namjachingu-mu kan?” tanyanya.

Huh? Siapa?” Siapa yang membawaku kemari ya? Apa aku kenal?

Kim Myung Soo.” JEDAR! Aku kaget mendengarnya. Apa kupingku yang salah dengar?

MWO?! Yang benar saja. Suster, dia itu bukan namjachingu-ku!”bantahku.

Dasar anak muda! Begitu saja malu.”ucapnya.

Huh? Sungguh aku tidak bohong. Mana mungkin aku pacaran dengan namja menyebalkan seperti dia?”jawabku.

Jinjjayo? Hmm.. Tapi tadi dia membawamu ke sini dengan panik sekali. Aku pikir dia benar-benar namjachingu-mu?”ucapnya sambil mengusap-usap dagunya. Hah? Yang benar saja? Myung Soo? Anak itu? Sejak kapan dia mulai mengkhawatirkanku?

Chogi. Apakah aku sudah boleh kembali ke kelas?”tanyaku.

Oh, kau sudah mau kelas. Bisa. Aku rasa kau sudah bisa kembali.”ucapnya.

Emm.. Baiklah, aku kembali kelas.”ucapku seraya turun dari kasur. Uh, badanku juga pegal ternyata. Aku pun berjalan kembali ke kelas.

Sesampainya di kelas, yah aku tak tau kenapa tapi anak-anak sekelas menyorakiku. Ugh.. Menyebalkan. Ada apa dengan mereka sebenarnya? Untung saja tidak ada guru yang mengajar. Mereka semua sedang rapat untuk pesta ulang tahun sekolah. Dan murid-murid pun disuruh rapat juga. Aku lihat si menyebalkan itu berdiri di depan kelas sedang memimpin rapat. Huh? Tidak cukupkah jabatan ketua osis? Ketua kelaspun di sambarnya. Aku mendengus kesal dan berjalan ke arah kursiku.

Shin Rae~ya. Gwaenchana?”ucap sahabatku, Min Hee cemas.

Gwaenchana.” Ucapku lirih. Aku mmiringkan kepalaku di meja. Masih terasa pusing sih sebenarnya. Hanya saja aku tidak suka bau obat di klinik sekolah itu. Makanya aku kembali ke kelas.

Hei, apa benar si menyebalkan itu yang membawaku ke klinik sekolah?” tanyaku. tiba-tiba saja aku teringat kata suster sekolah itu.

Nugu? Myung Soo maksudmu? Ne, dia yang membawamu. Tahu tidak kalau tadi dia terlihat cemas sekali waktu kau pingsan. Hei, sebenarnya apa yang terjadi di antara kalian? Kenapa dia jadi tiba-tiba baik begitu padamu?”cerocosnya.

Mwo? Jinjayo? Molla. Aku tidak melakukan apa-apa. Mungkin saja dia sudah sadar kalau dia bersalah selama ini terhadapku. Keke.”bisikku.

Aish, pede sekali kau. Ngomong-ngomong, tadi aku berbicara dengan Woo Hyun loh..”ucap Min Hee masih berbisik tapi nadanya terdengar semangat.

Ahaha. Akhirnya kau bisa mengobrol juga dengannya. Kenapa tidak dari dulu saja? Dasar!”ejekku. Kulihat semburat merah di wajahnya. Ya, Min Hee memang sudah dari dulu menyukai Woo Hyun. Tapi, dia terlalu malu untuk mendekati Woo Hyun.

Ah, jangan mengejekku. Kau sendiri bagaimana? Mau pilih pangeran Doongie-mu itu atau Myung Soo?” tanyanya.

Hah? Kenapa jadi bawa-bawa Myung Soo? Kau pasti sudah gila.”jawabku sambil menempelkan tanganku di dahinya.

Yak! Aku belum gila. Lagipula aku mencium sesuatu antara kau dengannya.”balasnya.

Mencium apa? Huh, seharusnya aku yang bilang begitu padamu. Lihat dari tadi Woo Hyun melihatimu terus.”balasku tak mau kalah. Dia pun langsung melihat ke arah Woo Hyun yang memang sedang melihat ke arah kami. Ketauan kepergok oleh kami, Woo Hyun pun segera membalikkan tubuhnya. Pura-pura menatap ke arah depan. Padahal, wajahnya sudah memerah. Aku melihat ke arah Min Hee yang juga sedang menunduk malu. Ck. Benar-benar pasangan menyebalkan.

Aish, jinjja. Bisa gila aku melihat pasangan malu-malu yang memalukan seperti kalian.” Ucapku lalu mengangkat kepalaku. Dan tebak! Apa yang ada di hadapanku. Dia! Namja itu.

Bagaimana?”tanyanya singkat.

Apanya?”balasku dingin.

Hidungmu.”

Sudah baikan.”

Hmm. Syukurlah.” Dan detik selanjutnya adalah masa yang paling mengagetkan dalam hidupku. Sungguh. Kalau aku punya riwayat penyakit jantung mungkin aku sudah terkena serangan jantung ringan yang dapat menyebabkan pingsan di tempat. Akupun merasa waktu berhenti sesaat dan anak-anak kelasku yang tadinya berisik bukan main menjadi tenang seketika. Seperti ada magnet yang membuat mereka menghentikan aksi mereka.

Dia.. Dia.. Dia dengan tenangnya menepuk pelan kepalaku dan tersenyum padaku. Catat! Tersenyum! Bukan seringaian menyebalkan yang biasa dia perlihatkan padaku. Tapi senyuman! Apakah ini senyuman mematikan yang dibilang para yeoja gila itu? Aku rasa aku sebentar lagi akan menjadi gila.

Hu-uh..”aku membalasnya tergagap.

Berterimakasihlah padaku karena aku sudah membawamu ke klinik. Kau tahu? Kau itu sangat ‘berat’!”bisiknya tepat di telingaku dan mengatakan kata berat dengan penuh penekanan.

Neo!” dia tertawa lalu duduk di bangkunya. Sial! Lupakanlah ucapanku tadi kalau aku mengatakan senyumannya itu sangat indah. Ternyata dia tidak berubah. Dia masih tetap Myung Soo yang menyebalkan. Grr…

—-

Kelasku memutuskan untuk membuat host cafe dimana anak lelakinya yang akan menjadi pelayannya dan anak perempuan yang akan mencari tamu di luar. Yah, setidaknya kalau membuka stand cafe tidak begitu melelahkan dibanding stand rumah hantu. Anak-anak sekelas mulai sibuk mendekorasi ruang kelas. Selama 3 hari menjelang pesta ulang tahun sekolah, sekolah meniadakan kegiatan belajar mengajar. Yah, lumayan untuk menyegarkan otak. Dan yang menyenangkannya lagi si Myung Soo menyebalkan itu tidak mengganggu lagi. Keke. Akupun dan Doongie oppa semakin dekat. Yeah! Sekarang aku sedang memasang hiasan di kelas bersama Min Hee. Yang lain? Mereka sedang melukis dekorasi di luar kelas.

Ah.. Shin Rae aku kebelet pipis. Aku ke belakang dulu ya?”ucapnya lalu berlari ke luar kelas. Akupun hanya geleng-geleng kepala dan melanjutkan pekerjaanku.

Nah, selesai yang di bawah. Tinggal yang di atas. Ah, harus naik tangga. Menyebalkan.”sungutku. aku pun menaiki tangga untuk memasang dekorasi di bagian atas. Terdengar suara pintu terbuka.

Ah, kau sudah kembali. tolong ambilkan gunting.”ucapku tanpa melihat ke bawah karena aku yakin itu adalah Min Hee. Tanganku meraba-raba dan Min Hee pun memberikan guntingnya padaku. Aku menaruh gunting di bagian atas tangga lalu mulai menempelkan hiasan. Saat aku hendak mengambil hiasan lagi, entah karena ada angin atau apa badanku tiba-tiba kehilangan keseimbangan.

““Argh..”teriakku. Dengan segera ku tutup mataku untuk mengurangi rasa sakitku kalau nanti tubuhku sudah jatuh mendarat ke lantai dan mengeluarkan bunyi debuman keras. Ku pasti akan segera masuk rumah sakit karena patah tulang. Tentu saja. aku terjatuh dari tangga yang jaraknya bisa dibilang tidak rendah dari atas sini. Tapi, kenapa rasanya tubuhku seperti terangkat ya? Apa Min Hee yang menggendongku ya? Aku membuka mataku. Astaga! Kenapa namja ini lagi yang menolongku? Dia mengeluarkan seringaian menyebalkannya lagi.

Ternyata kau penggemar warna putih ya?”ucapnya masih dengan posisi menggendongku. Kenapa dari semua posisi menggendong malah posisi ‘bride style’ sih? Aku menatap wajahnya bingung. Entah kenapa wajahnya yang terbiaskan sinar matahari terlihat lebih.. aish! Tidak mungkin aku melanjutkan perkataanku tadi. Bisa besar kepala dia!

Mulai dari bando, jam tangan, kaos kaki, sepatu, bahkan celana dalammu juga berwarna putih?”dia melanjutkan perkataannya.

Yeah, tentu saja karena aku menyukai warna putih.”ucapku malas. Tapi tunggu kalimat terakhir yang diucapkannya itu. Aku melotot dan dengan cepat melihat ke bagian bawah tubuhku. Astaga! Rokku tersingkap sampai ke pinggang! >////<

Aish… Jinjja! Neo! Sungguh menyebalkan!”ucapku sambil menutup rokku yang tersingkap dan turun dari gendongannya.

Hahaha.. Lihatlah wajahmu! Merah sekali. Seperti seragam sekolah kita saja, merah hitam kotak-kotak.” Aku takjub. Sungguh. Ini pertama kalinya kulihat dia tertawa lepas seperti ini. Suaranya, terdengar begitu merdu di telingaku. Aish! Tidak.. Tidak..

Dasar mesum!”teriakku di depan mukanya. Ia menghentikan tawanya dan kini wajahnya kembali berubah ke wajah seriusnya yang menyebalkan itu. Dia berjalan mendekat ke arahku. Aku pun melangkah mundur. Takut dengan tatapan matanya yang serasa sedang menelanjangiku.

Namja itu sekarang sudah berdiri tepat di hadapanku. Ia membetulkan letak kacamatanya dan mensejajarkan wajahnya denganku, tepat di depan wajahku. Lalu, ia membelokkan wajahnya ke telingaku. Aku menahan nafas, entah kenapa. Aku merasa kalau diriku dalam bahaya kalau saja aku masih terus bernafas di depan namja ini. Kenapa susah sekali bernafas di depan namja ini padahal persediaan oksigen di ruangan ini masih banyak. Nafasnya sekarang bisa kudengar jelas di telingaku. Wangi tubuh maskulinnya pun tercium oleh hidungku. Aku bisa merasakan bulu romaku merinding karena dua sensasi yang berbeda dalam satu waktu yang bersamaan.

Jangan-jangan kau juga memakai bra warna putih, ya?”ucapnya kemudian menunjukkan wajahnya di depan wajahku.

PLETAK! Ku pukul kepalanya yang keras itu. Rasanya seluruh kebencianku terhadapnya sudah tak terbendung lagi. Namja itu, apa sih yang tidak bisa dilakukan olehnya agar rasa benciku tidak bertambah. Aku sudah berusaha untuk membuat rasa benciku terhadapnya berkurang tapi yang terjadi malah saat rasa benci itu sudah menurun perlahan, namja itu dengan mudahnya membuat rasa benciku terhadapnya melonjak ke tingkat paling maksimum. Akupun melengos pergi. Aku tidak ingin meluapkan semua emosiku secara berlebihan dengan namja ini. Bisa gila kalau aku terus meladeninya.

Hei, aku lebih suka kalau kau menggunakan warna biru! Lain kali pakailah warna itu. Ah, dan lebih baik jika kau memakai yang berenda!”teriaknya lalu ia tertawa. Aku membalikkan tubuhku dan mendelik ke arahnya. Argh!!! Bisa-bisanya tadi aku sempat berfikir untuk berhenti bernafas?

End of Shin Rae’s P.O.V

Myung Soo’s P.O.V

Hei, aku lebih suka kalau kau menggunakan warna biru! Lain kali pakailah warna itu. Ah, dan lebih baik jika kau memakai yang berenda!”teriakku lalu aku tertawa keras. Dia membalikkan tubuhnya dan mendelik ke arahku. Wajahnya tampak merah sekali. Ahaha. Dia nampak lucu apa? Apa yang barusan kukatakan? Cish. Mana mungkin aku bisa suka dengan yeoja menyebalkan seperti dia? Shin Rae melesat pergi ke luar. Lalu, Woo Hyun pun masuk ke dalam.

Ada apa dengannya?”tanya Woo Hyun.

Ahaha. Kau harus melihat mukanya tadi. Lucu sekali.”ucapku berusaha menahan tawaku yang mulai meledak lagi. Woo Hyun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

Ah, hampir lupa. Tadi paman telepon ke handphone ku. Katanya ada masalah penting. Dia mencoba meneleponmu tapi handphone mu tidak aktif.”ucapnya serius. Ah, aku lupa. Woo Hyun sebenarnya adalah sepupuku. Dan dia adalah satu-satunya orang di sekolahku yang mengetahui rahasiaku.

Appa? Ah, aku lupa. Tadi aku mematikan handphone ku.”tanyaku lalu mengaktifkan hape ku. Benar saja. Ada 15 miss call dari appa. Wajahku langsung menegang mendengarnya. Kalau dia bilang ada masalah penting itu berarti benar-benar penting. Akupun segera menelepon appa.

Yeoboseyo?”ucap suara di seberang sana.

Appa? Waegeurae?”tanyaku.

Ah, Myung Soo. Ada hal penting sekarang. Bisa kau datang ke markas?”ucapnya serius.

Baiklah. Aku akan segera ke sana.” Aku pun mematikan sambungan telepon ku.

Dipanggil lagi?”tanya Woo Hyun.

Begitulah. Sepertinya ada masalah penting lagi. Woo Hyun, aku titip anak-anak kelas ya? Kalau mereka menanyakanku erikan alasan untuk mereka.”ucapku lalu beranjak pergi.

Ne, arasseo.”ucapnya. Aku pun segera berlari ke arah tempat parkir. Mencari motor sport ku. Dari jauh aku melihat sosok yang kukenal. Shin Rae? Sedang apa dia di gedung kelas 3? Aku memicingkan mataku. Namja itu lagi? Siapa dia sebenarnya? Argh.. Tubuhku terasa mendidih lagi? Dia tertawa? Aku tidak pernah melihatnya tertawa seperti itu. Ck. Apa peduliku. Akhirnya kutemukan motor sportku dan segera kupacu secepat mungkin. Ada masalah apa sebenarnya?

TBC

***

Hoho. Akhirnya berkat pelukan sepanjang hari dari Kyu aku bisa menyelesaikan ini ff bagian ke dua. *belibet* #plaakk.. Buat yang pengen tahu sebenarnya ada apa ada apa dengan Myung Soo baca saja kelanjutan ceritanya. Keke. Mulai chapter 3 konflik udah mulai terjadi. Meskipun di part 1 ama 2 uda ada konflik. Tapi kan baru konflik fisik. Nah, ntar uda mulai konflik batin. *halah*. And, buat para pecinta Cheon Doong atau Doongie, mianhae kalau disini part nya dia sedikit sekalee.. Kuusahakan deh di part selanjutnya dia lebih banyak ngomong.

21 thoughts on “{Chapter 2} Fight, Hate, and Love

  1. hyaa!!!
    kakak!!!
    :DDD

    akirnya saya bisa comen sekarang.
    ngahaha.

    pertama-tama saya ingin mengucapkan terimakasih atas kesediaanmu membuatkan saya FF.
    :))
    *saya benar2 tidak percaya, kalau saya akan berbagi permen dengan L :>, yang sekaligus menjadi first kiss saya dengannya.😀
    * untung pas adegan itu, suamiku tidak memergokinya.😀
    aku suka FHL!! Daebak!🙂

    pokoknya pada intinya FF buatan kakak sendiri maupun FF kolaborasi kakak dengan guru kakak, itu bagus!! Daebak!!

    bener2 bikin ngakak. apalagi yang kyura ma yang eunhae. jan, bener2 sampe mules aku.
    oia, sedikit curhat, aku pas baca yang eunhae tu lagi di bus dalam perjalanan ke jogja, jadi di jalan ntu aku ngempet ketawa! :DD

    pokoknya menurutku bagus lah! hahaha
    tidak ada kata2 lain..

    sgitu dlu kak comen dari aku. hhe

    oia, jangan lupa FHLnya diterusin!!!!
    tak tunggu sampe tamat.

    dadaaaah

    • kansahamnida commentnya…ini author elftodie21… aku yang bikin eunhae aja bacanya gak bosen2 ampe ngakak2 sendiri kkkkkkkkkkk… brarti di bisa itu udah bisa dibilang hampir jadi gila ya??karena ketawa2 sendiri kkkk xD
      @syipoh:ditagih tuh FHLnya ^^

  2. Aahhh bocahhh..
    Makin suka dehh!! Pelukpelukkkk😀
    Jail jail gemesinn hihihiii..
    Ini yg part4 nya mana yah thor?? Coba dipost🙂

  3. Ngebayangin uri woohyun oppa malu malu kyaaaa kwiyowo >,<
    aku rasa yeoja sekelas shinrae itu bener, kim myeongsu memang mematikan hahahaha

  4. wakakaa.. script lama yang nggak pernah bosen buat diulang.. saingan-musuhan-cinta2an… kekeke… *kan nenek udah bilang, witing tresna jalaran saka kulina, yang kalo di basa indonesiakan cinta tumbuh karena terbiasa* #nggak nyambung amat >.<

  5. hehh hohhh??

    yakk shin rae neo.. kau pikir mau di gendong model apa kalo gendongan itu tercipta buat nolong kmu yg lg jatohh?? gendongan di punggung?? gmana caranya cba?? -_-

    putihhh?? y ampunnn.. gk kbayang dhh malunya, ama musuhh bebuyutan pula..

    ehhh jgn” myungao itu agen y eon? sejenis dwtektif ato intel gitu..

  6. huwa pasti myungso detektif y?ato ato. . . .
    ank sma dah jd agen rahasia,gag heran klo dia jenius. . .
    tapi knp mesum kali kau myungso. . .
    sempatnya menyuruh shin rae pake bra wrna biru berenda
    aaaaa tidak. . . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s