{Prolog} Fight, Hate, and Love

Author : syipoh

Cast    : Kim Myung Soo, Lee Shin Rae, Park Sanghyun (Cheondoong), Lee Seung Yeol

Rate     : PG13

Genre : comedy, romance, action

Piiipp.. Piipp.. Author geje balik lagi. Tapi, kali ini saya kembali tidak dengan ff yang berbau Kyuhyun. Bukannya nggak cinta lagi sama dia, cuma ini adalah ff yang kujanjikan buat dongsaengku yang sedang menempuh uan ato un apalah itu namanya. Nah, aku juga minta maaf ama Shin Rae sebelumnya kalau ini ff kelamaan. Abis yang ada di otakku cuma Kyuhyun seorang. Jadi, susah membayangkan namja lain di otakku yang sudah terisi penuh oleh setan satu itu. Oke deh, daripada curcol mending langsung aja. *naik andong bareng Kyu sambil dadah-dadah ala miss universe* #plaakk

***

Fight.. You always fight with all of your strong..

Hate.. You hate with all of your detestation…

Love.. Your brain fell so wrong but your heart fell so right..

Trust me, when you fell that your heart is beating so fast..

It named love..

No matter your heart tell that you hate so much, it’s truly love..

——

Fight…

Sunbae! Sunbae! Kya!!”terdengar suara teriakan yeoja-yeoja yang sepertinya sudah gila. Ada apa sih? Aku berusah menjinjit. Meninggikan badanku yang tidak tinggi. Tapi, sepertinya percuma. =,=

Ah, ada celah. Aku pun bisa melihat apa yang jadi sumber keributan tadi. Cih, ternyata namja itu lagi. Kupikir apa? Menyebalkan. Aku sudah hendak berbalik ketika ada suara yang memanggilku.

Menungguku, Lee Shin Rae si nomor 2?” suara ini. Aku kenal betul nada menyebalkan ini. Kubalikkan tubuhku. Benar saja. wajahnya yang menyebalkan terpampang jelas di hadapanku. Ku kepalkan tanganku menahan amarah. Ingin sekali kupukul wajah angkuhnya itu.

Apa maksudmu?” orang-orang yang tadi hanya mengerubunginya kini mulai mengerubungiku. Sahabatku, Min Hee menarik-narik tanganku.

Sudahlah, Shin Rae~ya. Jangan cari masalah.”bisiknya pelan.

Kau kan tahu sendiri kalau yang suka cari masalah itu dia bukan aku?”bentakku. Min Hee mulai ciut. Ia hanya menundukkan kepalanya.

Apa maksudmu, hah?”teriakku pada namja satu ini. Sahabatnya yang berdiri di sebelahnya pun sama seperti Min Hee yang berupaya melerai kita berdua yang sudah mulai bertengkar.

Pura-pura tidak tahu, Nomor 2? Sudahlah. Aku rasa otakmu perlu di setrum aki biar bisa berjalan lagi.”ejeknya lalu pergi melewatiku.

Ya! Kemari kau! Beraninya sama perempuan! Dasar laki-laki tak tahu diuntung!” hampir saja kuucapkan kata-kata mutiara yang sudah berada di ujung lidahku. Tinggal dikeluarkan saja. namja satu ini. Untungnya buat dia, karena sekarang kami sedang berada di sekolah. Tidak mungkin kan, ku keluarkan semua kata-kata itu. Namja itu hanya melambaikan tangannya, berlagak mengusirku. Sial!

Kenapa rasanya kepalaku mau pecah kalau memikirkannya. Bukan, kalau kalian pikir itu cinta tentu saja bukan. Bagaimana bisa aku jatuh cinta kepadanya kalau tiap kali bertemu selalu saja bertengkar. Aku harus melakukan sesuatu agar dia semakin tak bertingkah.

Hate…

Argh..”teriakku. Dengan segera ku tutup mataku untuk mengurangi rasa sakitku kalau nanti tubuhku sudah jatuh mendarat ke lantai dan mengeluarkan bunyi debuman keras. Ku pasti akan segera masuk rumah sakit karena patah tulang. Tentu saja. aku terjatuh dari tangga yang jaraknya bisa dibilang tidak rendah dari atas sini. Tapi, kenapa rasanya tubuhku seperti terangkat ya? Aku membuka mataku. Astaga! Kenapa namja ini lagi yang menolongku? Dia mengeluarkan seringaian menyebalkannya lagi.

Ternyata kau penggemar warna putih ya?”ucapnya masih dengan posisi menggendongku. Kenapa dari semua posisi menggendong malah posisi ‘bride style’ sih? Aku menatap wajahnya bingung. Entah kenapa wajahnya yang terbiaskan sinar matahari terlihat lebih.. aish! Tidak mungkin aku melanjutkan perkataanku tadi. Bisa besar kepala dia!

Mulai dari bando, jam tangan, kaos kaki, sepatu, bahkan celana dalammu juga berwarna putih?”dia melanjutkan perkataannya.

Yeah, tentu saja karena aku menyukai warna putih.”ucapku malas. Tapi tunggu kalimat terakhir yang diucapkannya itu. Aku melotot dan dengan cepat melihat ke bagian bawah tubuhku. Astaga! Rokku tersingkap sampai ke pinggang! >////<

Aish… Jinjja! Neo! Sungguh menyebalkan!”ucapku sambil menutup rokku yang tersingkap dan turun dari gendongannya.

Hahaha.. Lihatlah wajahmu! Merah sekali. Seperti seragam sekolah kita saja, merah hitam kotak-kotak.” Aku takjub. Sungguh. Ini pertama kalinya kulihat dia tertawa lepas seperti ini. Suaranya, terdengar begitu merdu di telingaku. Aish! Tidak.. Tidak..

Dasar mesum!”teriakku di depan mukanya. Ia menghentikan tawanya dan kini wajahnya kembali berubah ke wajah seriusnya yang menyebalkan itu. Dia berjalan mendekat ke arahku. Aku pun melangkah mundur. Takut dengan tatapan matanya yang serasa sedang menelanjangiku.

Namja itu sekarang sudah berdiri tepat di hadapanku. Ia membetulkan letak kacamatanya dan mensejajarkan wajahnya denganku, tepat di depan wajahku. Lalu, ia membelokkan wajahnya ke telingaku. Aku menahan nafas, entah kenapa. Aku merasa kalau diriku dalam bahaya kalau saja aku masih terus bernafas di depan namja ini. Kenapa susah sekali bernafas di depan namja ini padahal persediaan oksigen di ruangan ini masih banyak. Nafasnya sekarang bisa kudengar jelas di telingaku. Wangi tubuh maskulinnya pun tercium oleh hidungku. Aku bisa merasakan bulu romaku merinding karena dua sensasi yang berbeda dalam satu waktu yang bersamaan.

Jangan-jangan kau juga memakai bra warna putih, ya?”ucapnya kemudian menunjukkan wajahnya di depan wajahku.

PLAK! Ku tampar wajahnya. Rasanya seluruh kebencianku terhadapnya sudah tak terbendung lagi. Namja itu, apa sih yang tidak bisa dilakukan olehnya agar rasa benciku tidak bertambah. Aku sudah berusaha untuk membuat rasa benciku terhadapnya berkurang tapi yang terjadi malah saat rasa benci itu sudah menurun perlahan, namja itu dengan mudahnya membuat rasa benciku terhadapnya melonjak ke tingkat paling maksimum. Akupun melengos pergi. Aku tidak ingin meluapkan semua emosiku secara berlebihan dengan namja ini. Bisa gila kalau aku terus meladeninya.

Hei, aku lebih suka kalau kau menggunakan warna biru! Lain kali pakailah warna itu. Ah, dan lebih baik jika kau memakai yang berenda!”teriaknya lalu ia tertawa. Aku membalikkan tubuhku dan mendelik ke arahnya. Argh!!! Bisa-bisanya tadi aku sempat berfikir untuk berhenti bernafas?

Love..

Kau tahu kenapa matahari dan bulan tidak pernah bersatu?”ucapnya tiba-tiba. Aku mengangkat pundakku.

Tidak tahu.”jawabku singkat. Dia menatapku lalu tersenyum. Senyum yang entah sejak kapan menjadi senyum favoritku. Senyum yang membuatku berpikir bahwa aku akan segera menjadi penghuni resmi rumah sakit jiwa. Senyum yang membuatku merasa bahwa hanya dengan senyumannya itu aku bisa hidup lebih lama tanpa perlu hal lain. Dia mengalihkan pandangannya dariku dan kembali menatap langit.

Karena matahari selalu muncul di pagi hari dan bulan muncul di malam hari.”

Tentu saja, babo. Anak tk saja tahu kalau jawabannya seperti itu.”ucapku ketus. Namja ini bodoh atau bagaimana sih. Percuma saja ia menjadi namja terpintar di sekolah kalau dia menanyakan pertanyaan yang jawabannya sudah dia ketahui.

Aku belum selesai bicara.”dengusnya.

Lalu?”

Matahari dan bulan tidak pernah bersatu karena kalau mereka berdua muncul di waktu yang bersamaan maka sinar bulan akan kalah oleh sinar matahari yang terlampau besar. Lagipula, sinar bulan sendiri kan berasal dari pantulan sinar matahari, bukan?”

Aku tak mengerti maksudmu.” Dia kembali tersenyum. Oh, Tuhan! Selamatkanlah nyawa hambamu ini! Ampunilah dosa-dosaku.

Tapi, meskipun mereka tidak pernah bertemu di tempat yang sama dan waktu yang sama, bulan akan selalu bersinar ketika matahari bersinar. Kalau kau pernah bangun pagi, kau akan melihat bayangan matahari di dekat bulan. Dan sebaliknya. Tanpa masing-masing sadari, mereka saling melengkapi satu sama lain.”

Jadi, maksudmu?” tanyaku masih bingung dengan maksud perkataannya.

Artikan sendiri bodoh! Untuk apa kau jadi si Nomor 2?”teriaknya lalu menjitak kepalaku.

Ya! Mengapa kau menjitak kepalaku?”balasku. enak saja dia main jitak kepalaku.

Neo~ Lee Shin Rae, tidak mengertikah maksud ucapanku tadi?” Aku menggeleng lemah. Dia mendekat ke arahku.

Shin Rae…….” Sial! Kenapa di saat dia berbicara malah ada kereta lewat!

Apa?”teriakku. dia mengulanginya tapi tetap saja aku tak bisa mendengarnya karena terlalu bising. Aku pun mencoba melihat gerak bibirnya. Keretanya sudah lewat dan aku masih terpaku. Sementara, namja brengsek itu sudah membalikkan tubuhnya dan melengos pergi. Aku menutup mulutku, berusaha mengumpulkan nyawaku yang mungkin terlepas saat kereta lewat tadi. Benarkah apa yang barusan ku lihat? Mulutnya seolah berkata, “Shin Rae sa-rang-hae…”

***

Finish! Nah, inilah awal dari cerita Fight, Hate, and Love. Piye? Ini baru kubikin prolognya aja. Episode selanjutnya menyusul. Setelah kubaca ulang, kenapa tiba-tiba aku jadi romantis begini? Hoek. Ini bukan gayaku. Tapi, berhubung castnya bukan Kyu jadi ya nggak begitu menjijikkan kalau yang ngomong kalimat mengerikan seperti itu bukan dia. Hehe. Piss man.

16 thoughts on “{Prolog} Fight, Hate, and Love

  1. Aku mau nanya doooong…..!!!
    kamu nyari ilham buat nulis dimana sie…kok setiap aku bc ff mu bagus smua sie…????

    LANJUTKAN….!!!!
    “gaya ala SBY…!!!”

    • ga tw. tiba-tiba kok muncul gitu aja. jadi, langsung diketik gitu biar muncul semua ide. biar ga sia-sia gitu. daripada ngayal ndri. mndgan ngayal bareng..

  2. suka bgt kata2 yg ini unn :: ” meskipun mereka tidak pernah
    bertemu di tempat yang sama dan waktu
    yang sama, bulan akan selalu bersinar
    ketika matahari bersinar ”

    aneeh yaa lee shin rae abiz jatuh dari tangga masih sempet2.a berantem , kkkk~

    Okk lanjutttt >>>

  3. kak, cepetan diselesain ..
    aku menunggu iniii ..
    menunggu doongie n L😀
    *akirnya mereka berdua comeback juga

    udah nyampe part berapa c ni ff ?
    hehe, aku g pernah buka ..
    *mian

  4. baru baca prolognya adja dah bikin penasaran banget. . . .
    shin rae terima adja tu habis d katain habis2an trus L bilang saranghae????
    ato emg itu caranya L doang unt narik perhatiaannya shin rae?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s