{Chapter 3} Fight, Hate, and Love

Author   : syipoh

Cast       : Kim Myung Soo, Lee Shin Rae, Lee Seung Yeol, Park Sanghyun (Cheon Doong), Nam Woo Hyun, Im Min Hee

Rate       : PG13

Genre     : comedy, romance, action, family

Hola.. Hola… Author edan balik lagi di sini.. Oke, ini adalah lanjutan dari ff fight, hate, and love yang berikutnya. Hope u will like this. And, jangan bosen pantengin ini ff. *bow*

***

Before in chapter 2….

Myung Soo’s P.O.V

“Ne, arasseo.”ucapnya. Aku pun segera berlari ke arah tempat parkir. Mencari motor sport ku. Dari jauh aku melihat sosok yang kukenal. Shin Rae? Sedang apa dia di gedung kelas 3? Aku memicingkan mataku. Namja itu lagi? Siapa dia sebenarnya? Argh.. Tubuhku terasa mendidih lagi? Dia tertawa? Aku tidak pernah melihatnya tertawa seperti itu. Ck. Apa peduliku. Akhirnya kutemukan motor sportku dan segera kupacu secepat mungkin. Ada masalah apa sebenarnya?

—–

 “Please insert your passkey or you finger to acces to this gate.” suara itu bergema di depan pintu yang akan kumasuki ini. Segera kumasukkan kode rahasia. Access approval. Piipp. Pintu terbuka. Dapat kulihat beberapa orang hilir mudik sambil membawa beberapa file. Aku menyapa mereka sekedarnya karena tujuan utamaku ke sini bukan untuk beramah tamah dengan mereka tapi karena ada masalah penting yang akan diutarakan oleh appaku.

Kalian pasti bertanya. Sedang dimana aku dan apa yang kulakukan di sini? Baiklah, aku akan menceritakannya karena aku percaya kalian bisa menjaga rahasia. Aku sekarang sedang berada di markas besar kepolisian Korea Selatan, tepatnya divisi investigasi. Divisi ini merupakan divisi terpisah karena divisi ini bekerja untuk menangani masalah-masalah besar. Bukan hanya sekedar pembunuhan, perampokan, atau pemerkosaan. Tapi, lebih ke kasus kejahatan yang lebih yah kalian tahu menyulitkan. Divisi ini juga bekerjasama dengan CIA, FBI, dan agen rahasia lainnya. Keren bukan? Bahkan divisi ini mempunyai nama sendiri, KIN. Atau bisa kalian sebut dengan Korean Intelligent Nations.

Lalu untuk apa aku di sini? Aku di sini sebagai salah satu staff yang mengurusi bagian penyelusupan dan pencarian data musuh. Aku tidak perlu menggunakan pistol atau senjata laras panjang hanya untuk melumpuhkan musuh. Aku cukup berdiri di depan laptop atau komputer dengan kecepatan tinggi untuk menghack atau mengacaukan sistem kerja para musuh. Dan inilah alasan kenapa aku sering tidur di kelas. Waktu aku kelas 2 SMP appaku memergokiku sedang menghack atm milyarder untuk membeli game. Aku takut sekali waktu itu. Kupikir appaku akan memarahiku atau bahkan mengusirku. Tapi, anggapanku salah. Appaku malah mengajakku masuk divisinya dan yah aku dilatih selama bertahun-tahun sehingga aku bisa mahir seperti sekarang. Pada awalnya, aku merasa pekerjaan ini menyebalkan dan membosankan. Tapi, setelah melihat appaku bekerja keras dalam memecahkan kasus-kasus, akupun mulai merubah pandanganku. Appaku bahkan memberikanku pilihan. Jika aku ingin keluar dari divisi ini, aku bisa keluar kapan saja. Yah, tapi aku pikir bukan sekarang waktu yang tepat.

“Myung Soo!”teriak appaku. Sekarang aku tengah berada di ruangan appaku.

“Ne, appa. Ada apa appa meneleponku? Ada kasus baru lagi?”tanyaku. akupun segera duduk di kursi di hadapanku.

“Hmm… Masalah ini cukup serius dan seperti biasa appa meminta bantuanmu untuk menyelesaikan kasus ini.”jawabnya serius. Appa memberikanku sebuah map yang kuyakini berisi file penting. Segera kubuka file itu dan kubaca isinya.

Dari apa yang aku baca aku menangkap bahwa ada perusahaan pengembang software yang sedang mengembangkan software baru untuk pemerintah. Software ini nantinya akan digunakan untuk memblock akses orang luar dari data rahasia negara. Dan amannya lagi data tidak akan bisa bocor sehebat apapun orang yang akan menghack data tersebut karena jika data tersebut terus dicoba untuk di akses, maka yang terjadi data itu akan hilang dengan sendirinya dan komputer yang akan dipakai (harus komputer server dengan kecepatan tinggi) akan terkena serangan virus dan semua data yang ada akan hilang. Woah!! Hebat sekali orang ini.

“Lalu apa masalahnya appa?”tanyaku antusias.

“Masalahnya adalah software itu disimpan dalam sebuah chip dan sekarang sedang dipegang oleh direktur perusahaan itu. Kau tahu Black Roden?”

“Ne, aku tahu appa. Mafia besar yang sangat susah diatasai sampai sekarang, kan?”

“Betul. Mereka mengincar chip itu.”

“Tapi, untuk apa? Bukankah mereka bergerak di bidang obat-obatan terlarang? Bukan perusahaan software?” tanyaku tak mengerti.

“Ya, tapi negara baru saja menerima data mengenai kegiatan organisasi mereka dari bekas anggota mereka yang dibunuh beberapa hari yang lalu. Sebelum ia meninggal, ia sempat memberikan chip berisi data rahasia itu ke salah satu agen KIN. Data itu sangat penting karena berisikan kegiatan transaksi Black Roden yang tentu saja akan membantu kita dalam melakukan penangkapan terhadap sindikat mereka.”jelas appa.

“Dan?”

“Chip berisi data tersebut sedang diolah oleh perusahaan software tersebut agar datanya tidak bisa diakses dan sekarang chip yang sudah terprotect itu berada di tangan direktur perusahaan itu. Nyawanya dan keluarganya dalam bahaya.”

“Aku mengerti sekarang. Tapi apa tugasku? Appa sendiri kan tahu kalau aku tidak bisa memegang pistol?” tanyaku.

“Ne, kau tidak perlu memegang pistol. Tugasmu hanya menjaga anak dari direktur itu.”jawab appa.

“Hah? Menjaga anak? Yang benar saja! Appa, aku bukan babby sitter?”tolakku. Aku tak percaya dengan apa yang appa katakan barusan. Bagaimana bisa appa? Argh. Aku mengacak rambutku frustasi.

“Hahaha. Tenang dia bukan anak kecil, kok. Dia seumuran denganmu. Dia bahkan satu sekolah denganmu. Ah, ani satu kelas bahkan.” Huh? Siapa dia? Perasaanku tiba-tiba menjadi tidak enak. Jantungku mendadak berdetak lebih kencang. Ada apa ini?

“Nugu?”tanyaku malas.

“Lee Shin Rae!” jawab appaku.

“MWO? Appa aku tidak mau! Dia itu merepotkan, menyebalkan, dan cerewet sekali. Appa mau aku mengikutinya seharian dan menjadi pengawalnya?”tolakku mentah-mentah. Yang benar saja?

“Ayolah, Myung Soo. Ini adalah masalah penting. Dan lagi, kau tidak perlu mengikutinya kemanapun. Kau hanya perlu mengawasinya saat kalian berada di sekolah. Agen KIN tidak mungkin bisa masuk ke dalam sekolah dan itu malah akan membahayakan nyawa gadis itu.” mohon appaku.

“Tapi, appa..”

“Tolong appa, Myung Soo. Ini sangat penting.” Hhhh… Aku menghembuskan nafas panjang. Sulit bagiku untuk menolak keinginan appa.

“Baiklah, asal appa tidak memintaku yang aneh-aneh saja.”

“Gomawo, Myung Soo! Kau memang anak appa yang terbaik!”puji appa.

“Ne.. Ne.. Ne.. Appa aku kembali ke sekolah dulu. Masih banyak urusan di sana.” Aku pun segera berdiri dari kursiku, membungkuk pada appa dan berbalik untuk pergi. Sial! Kenapa harus seperti ini sih?

End Of Myung Soo’s P.O.V

Author P.O.V

Myung Soo keluar dari gedung KIN dengan tampang kusut. Ia kesal. Sangat kesal. Kenapa ia harus menjaga Shin Rae, yeoja yang akhir-akhir ini mulai mengganggu pikirannya. Ia sendiri tidak habis pikir, sejak kapan tubuhnya tidak mau bekerjasama lagi dengan otaknya. Susah sekali untuk mensinkronkan itu semua.

Dia menaiki motor sport nya lalu berlalu kembali ke sekolah. Di depan sekolahnya, ia melihat mobil yang biasa di pakai oleh para agen. ‘Ck. Untuk apa dia menjaga yeoja itu kalau di luar sekolah banyak agen yang bersiap menjaganya?’pikirnya.

“Hei, Myung Soo!”panggil Woo Hyun saat Myung Soo sudah kembali ke kelas. Anak-anak kelas sedang berada di luar untuk istirahat makan siang. Hanya ada beberapa anak yang tinggal di kelas.

“Hei!” balasnya lalu mendekat ke arahnya.

“Bagaimana? Ada tugas baru lagi?”bisik Woo Hyun. Myung Soo mengangguk.

“Lalu kenapa mukamu kusut sekali? Biasanya kalau kau mendapat tugas baru kau akan langsung semangat mengerjakannya?”

“Iya kalau tugasnya membobol password atau menghack akan lebih menyenangkan. Masalahnya aku di tugaskan untuk menjaga anak orang.”dengus Myung Soo kesal.

“Mwo? Menjaga anak. Haha. Bagaimana bisa? Kau beralih tugas menjadi baby sitter?”ucap Woo Hyun seraya menahan tawanya.

“Ah, sikkero. Aku bukan menjaga anak kecil. Dia seumuran dengan kita.”balas Myung Soo kesal.

“Ahahha. Nugu? Apa dia cantik?”tanya Woo Hyun.

“Lee Shin Rae.”ucap Myung Soo dingin. Woo Hyun memandangi Myung Soo lekat. Ia terdiam. Lalu menepuk pundak Myung Soo pelan.

“Yang tabah ya? Kekeke.”ejek Woo Hyun.

“Sial kau!”dengus Myung Soo diikuti tawa Woo Hyun.

—-

Sementara itu di lain tempat dekat Hanyoung High School, beberapa mobil tengah parkir di pinggir jalan. Salah satu mobil yang merupakan pimpinan menengah grup Black Roden sedang berdiskusi dengan bawahannya.

“Bagaimana keadaan sekolah gadis itu?”tanya seseorang yang memakai jas hitam. Ia sedang merokok.

“Sepertinya sudah cukup aman jika kita ingin menculiknya. Tadi sempat ada beberapa mobil dari agen KIN. tapi, mereka sudah pergi dari sekolah gadis itu. Aku sendiri juga heran.”jawab bawahannya itu.

“Baik, sepulang sekolah kita culik gadis itu. Jangan sampai gagal.”

“Baik, bos.”

End of Author P.O.V

—-

Shin Rae’s P.O.V

Asyik! Hari ini Doongie oppa mengajakku untuk makan es krim di kedai es krim yang baru buka. Aku senang sekali. Cepat-cepat aku kembali ke kelas untuk mengambil tasku. Tapi, wajahku yang ceria menjadi kusut seketika setelah melihat wajah namja yang menyebalkan itu. Ia menyeringai ke arahku.

“Hai, putih..”ejeknya. Sial! Dia masih ingat rupanya. Wajahku seketika menjadi merah. Aku malu sekali. Eomma, tolong aku!! >/////<

Aku hanya mengabaikan dan pura-pura tidak mendengarnya. Ia hanya memandangiku yang pergi ke luar kelas. Tiba-tiba ponselku berbunyi. Triiingg..

From : Doongie Oppa

Shin Rae ya~. Oppa masih ada sedikit pekerjaan yang harus oppa selesaikan. Kau tunggu oppa di depan pohon oak dekat sekolah ya? >_<

Aku pun tersenyum dan langsung membalasnya.

To : Doongie Oppa

Ne, oppa. Aku akan menunggu oppa di sana.

Message sent. Oke! Sekarang aku harus menunggu oppa!

End Of Shin Rae’s P.O.V

Myung Soo’s P.O.V

Shin Rae pergi ke luar kelas membawa tasnya. Mau kemana anak itu? Dia berhenti sebentar di depan pintu kelas karena ponselnya berbunyi. Dia tersenyum sekilas lalu sibuk dengan ponselnya lagi. Dia pun berjalan ke luar kelas. Aku bergegas mengambil tasku dan mengikutinya. Woo Hyun hanya geleng-geleng kepala.

“Hati-hati, Myung Soo!”teriaknya.

“Ne!” jawabku tanpa melihat ke belakang. Aku langsung berlari karena yeoja itu cepat sekali menghilangnya. Tiba-tiba jantungku berdetak kencang sekali. Entah kenapa aku mempunyai firasat buruk. Aku merasa akan terjadi sesuatu dengan gadis itu.

Ah.. Akhirnya aku menemukannya sedang berdiri di bawah pohon oak depan sekolah. Cukup sepi di situ. Dan.. Astaga.. Aku melihat ada beberapa orang menggunakan pakaian hitam dan menutup wajahnya dengan topeng. Mereka pasti.. Argh.. Sial!!! Aku segera berlari ke arahnya.

“Shin Rae, awas!!”teriakku. Ia nampak kaget sepertinya dengan teriakanku. Begitu pula orang-orang yang sepertinya hendak menculiknya itu. Orang-orang itu mendekat ke arah Shin Rae.

“Tolong!”teriak Shin Rae. Dia hanya bisa terdiam di tempatnya. Aku pun mempercepat langkahku dan berhasil. Aku bisa menutup tubuhnya dengan tubuhku. Shin Rae pun memegang ujung bajuku dari belakang.

“Tenanglah.”ucapku berusaha menenangkannya. Dia hanya mengangguk. Dapat kulihat, ia menahan air mata di pelupuk matanya.

“Minggir kau, anak muda!”ucap salah seorang dari mereka.

“Andwae! Pergi kalian!”teriakku. Kuakui aku sedikit takut karena aku tidak dilengkapi dengan senjata oleh appa. Dan mana orang suruhan appa? Sial! Kenapa tidak ada agen yang berjaga sama sekali?

“Minggir atau kami akan melukaimu, anak muda!” Oke nyaliku mulai ciut sekarang. Tapi, bodohnya aku. Aku malah memasang kuda-kuda. Memang aku mengikuti taekwondo dan sudah punya sabuk hitam. Tapi, aku tidak pernah menggunakan ilmuku untuk melawan orang sebanyak dan berukuran raksasa seperti yang ada di hadapanku ini.

“Beraninya kau!” teriak seorang yang lainnya. Dan sedetik kemudian mereka mulai melayangkan tinjunya ke arahku. Pertarungan sengit pun mulai berlangsung. Cukup sulit, karena tinjuku sepertinya hanya seperti sebuah kelitikan bagi mereka. Sial! Aku sudah mulai kewalahan. Bugh! Satu tinjuan mengenai perutku. Sakit sekali. Aku pun berusaha bangkit. Mereka mulai mengeluarkan pisau lipat. Sepertinya mereka sudah mulai tak sabar karena dari tadi aku masih dengan sengit melawan mereka.

“Myung Soo, awas!”teriak Shin Rae. Dan sialnya salah satu dari pisau yang dipegang mereka mengenai lenganku.
“Argh!”erangku. Sial! Darah mulai keluar dari lenganku. Bau amis mulai menyeruak keluar dari lenganku ini. Keadaanku pun makin terjepit. Mereka tanpa ampun masih memukuliku yang sudah mulai melemah karena darah masih terus menetes.

“Berhenti!”terdengar suara teriakan. Ah, itu mereka! Akhirnya mereka datang. Orang yang sejak tadi memukuliku pun panik bukan main. Mereka segera berlarian masuk ke dalam mobil. Orang-orang KIN segera menghampiri kami.

“Gwaenchana?”tanya seorang dari mereka. Aku hanya mengangguk karena menahan perih di lenganku ini. Mereka sepertinya mengerti posisiku dan menjelaskan kepada Shin Rae kalau dari kemarin memang ada penculik yang menginginkannya. Mata Shin Rae kini sudah banjir dengan air mata.

“Shin Rae!”tiba-tiba ada suara yang memanggil nama yeoja itu. Namja itu lagi?
“Doongie oppa!”teriak Shin Rae. Gadis itu langsung berlari ke arah namja itu dan memeluknya erat. Namja itu hanya terdiam melihat Shin Rae menangis di pelukannya. Deg! Aku merasakan sakit. Bukan sakit karena luka yang menyayat lenganku. Tapi, luka ini serasa menyayat jantungku dan hatiku.

End Of Myung Soo’s P.O.V.

Cheon Doong’s P.O.V

Ah, akhirnya selesai juga pekerjaan mendekorasi kelas. Aku melihat ke arah jam dinding di kelasku. Woah!! Sudah jam 2. Sudah 15 menit princess ku menungguku. Aku segera menarik tas selempangku dan berlari ke luar kelas. Tak peduli dengan teriakan anak laki-laki yang memanggilku. Aku kan sudah menyelesaikan tugasku. Mau apa lagi? Aku berlari menuju pohon oak tempat di mana aku berjanji untuk bertemu dengannya. Aku melihat Shin Rae sedang dikelilingi oleh orang-orang berseragam. Apa yang terjadi?

“Shin Rae!”panggilku.
“Doongie oppa!”teriak Shin Rae. Gadis itu langsung berlari ke arahku. Matanya terliha sembab dan ia masih menangis. Di sebelahnya ada seorang namja yang astaga! Lengannya terluka dan banyak darah keluar dari lengannya. Shin Rae langsung memelukku erat dan aku hanya mendiamkannya saja. Aku menepuk puncak kepalanya pelan.

“Gwaenchana. Semuanya akan baik-baik saja.”ucapku. Aku pun mendekat ke arah namja dan orang-orang berseragam yang ternyata adalah anggota kepolisian. Mereka mengatakan bahwa ada orang yang mengincar keluarga Lee karena mereka mempunyai data penting tentang penjahat yang mengincar Shin Rae. Aku pun membawa Shin Rae pulang sementara namja tadi, yang ternyata menolong Shin Rae dari penculikan itu langsung di bawa para polisi untuk diobati dan mungkin dimintai keterangan. Shin Rae masih menangis dalam pelukanku hingga akhirnya dia tertidur.

Berita tentang kejadian itu tidak menyebar karena kejadian itu berlangsung di tempat yang sepi sehingga banyak orang yang tidak tahu. Aku menyesal karena menyuruh Shin Rae untuk menungguku di depan pohon oak itu. Orang tua dan Seung Yeol hyung pun sepertinya sudah tahu kalau ada yang mengincar nyawa mereka. Penjagaan di rumah mereka pun diperketat karena bukan hanya Shin Rae yang diincar. Tapi, semua anggota keluarga itu. Dalam hatiku aku berjanji untuk menjaga Shin Rae dari penculik itu, apapun resikonya.

End Of Cheon Doong’s P.O.V

—-

Shin Rae’s P.O.V

Sudah 2 hari sejak perisitiwa mengerikan kemarin. Aku masih sering takut untuk keluar rumah sendiri. Penjagaan di rumahku pun diperketat. Seung Yeol oppa dan Doongie oppa pun dengan setia menemaniku kemanapun aku pergi. Mereka sepertinya masih khawatir dengan keadaanku. Yang aku herankan adalah tingkah laku Myung Soo yang tiba-tiba berubah denganku. Ia menjadi pendiam dan tidak pernah menggangguku lagi. Memang itu lebih baik sih, tapi aku merasa ada yang kurang kalau seharipun aku tidak bertengkar dengannya. Entahlah. Aku merasa rindu mungkin dengan pertengkaran kami. Aish!! Apa yang aku pikirkan?

Sekarang adalah hari ulang tahun sekolah. Akupun segera bersiap-siap dengan pakaianku. Doongie oppa pun sudah siap di ruang makan bersama Seung Yeol oppa. Eomma dan appaku sudah pergi duluan untuk urusan bisnis. Aku segera menyelesaikan sarapanku.

“Oppa! Aku berangkat dulu.” Ucapku. Seung Yeol oppa mencium pipiku, tumben sekali orang ini. Biasanya dia akan mengejekku sapi terus menerus atau tukang tidur. Tapi, sudahlah. Setidaknya tidak apa-apa kalau dia baik seperti ini.

—–

Suasana sekolah ramai sekali. Banyak orang berkeliaran ke sana ke mari untuk sekedar melihat-lihat atau membeli sesuatu. Benar-benar seperti pasar malam sekolahku. =_=

Acara ulang tahun sekolahku sendiri akan berlangsung hingga malam hari karena di akhir acara akan ada pesta kembang api. Yaay! Aku dan Doongie oppa berpisah karena kami harus bertugas di kelas masing-masing. Sedih memang. Tapi, yah apa boleh buat.

Aku masuk ke dalam kelas dan sudah banyak sekali pengunjung yang datang kemari. Yeah, mungkin karena namja di kelasku terbilang cukup tampan dan apa itu? Myung Soo? Woah, dia tam.. Oke untuk sekali ini kuakui dia tampan dengan pakaian itu. Kemeja putih lengan panjang dipadu dengan vest yang berpadu pas di tubuhnya. Ia juga menggunakan celana jeans hitam yang makin membuatnya terlihat tampan. Aduh, kenapa aku jadi tiba-tiba malu begini. >////<

Matanya tiba-tiba bertumbuk dengan mataku. Aku baru menyadari kalau matanya sangat indah. Aku yang tersadar kemudian langsung mengalihkan pandanganku ke arah lain. Aku melihat ke arah lengan Myung Soo, sepertinya lukanya sudah baikan. Aku harus berterima kasih padanya karena dari kemarin aku belum sempat untuk mengucapkan terima kasih.

“Shin Rae!”teriak Min Hee, siapa lagi kalau bukan dia?

“Ne!”teriakku.

“Kau lama sekali? Kaja!”ucapnya lalu menarikku untuk segera bekerja rodi. T_T

Kafe di kelasku ini ramai sekali, saat sore pun persediaan makanan dan minuman di kelas kami sudah habis. Yah, karena sudah tidak ada yang bisa dijual anak kelas kami pun langsung bubar untuk berjalan-jalan. Ah, akhirnya. Aku mencari Min Hee. Tapi, jangankan orangnya. Bayangannya pun tak terlihat. Sudahlah. Aku jalan sendiri saja.

Sekarang sudah mendekati puncak acara dan yeah tentu saja keadaan sekolahku semakin ramai. Doongie oppa yang kucari di kelasnya juga tidak bisa menemaniku karena ia dipaksa teman- teman sekelasnya untuk bekerja rodi. Kasian sekali dia. Aku yang sudah capai berkeliling akhirnya duduk di bangku dekat taman sekolah. Tempatnya tenang tapi tidak terlalu sepi. Aku sekarang jadi takut untuk berada di tempat sepi sendirian gara-gara kejadian itu. Aku menarik nafas panjang lalu menyenderkan kepalaku. Hhhh.. Benar-benar sejuk di sini.

“Sendirian saja?”tiba-tiba ada suara yang menyapaku. Kontan saja aku membuka mataku dan menegakkan tubuhku. Aku melihat ke arah sampingku dan mendapati Myung Soo tengah duduk di sebelahku. Deg! Deg! Deg! Aduh! Kenapa jantungku jadi berdetak kencang seperti ini? Wajahku pun langsung berubah warna. Merah merona.

End Of Shin Rae’s P.O.V

Myung Soo’s P.O.V

“Sendirian saja? aku duduk di sebelahnya dan langsung menyapa yeoja itu. Ia sedang sendirian. Duduk di bangku dekat taman sekolah. Tempat yang cukup bagus untuk bersantai sendirian. Yeoja itu nampak kaget sesaat lalu kemudia wajahnya menjadi bersemu merah. Ah, lucu sekali. Aku beusaha sekeras mungkin untuk menahan senyumku dan tanganku agar tidak mencubit pipinya. Aku kembali

“Ah, n-ne…”jawabnya tergagap. Aku kembali menatap ke depan untuk menahan tawaku. Kenapa yeoja ini bisa menjadi lucu sekali? Lalu kemudian suasana di antara kami menjadi sunyi. Aku tidak tahu mau membicarakan apa dengannya dan dia pun sepertinya tidak tahu apa yang akan dibicarakan denganku. Benar-benar sunyi.

“Myung Soo…” ia akhirnya membuka mulutnya.

“Hmmm..”jawabku tanpa menatapnya.

“Gomawo-yo…”

“Untuk?”

“Untuk menolongku.”jawabnya singkat. Ia menundukkan kepalanya. Sepertinya ia malu sekali dengan ucapannya barusan.

“Hmm.. Cheonmaneyo.”

Lalu mulai lagi sunyi seperti tadi. Aku meliriknya sekilas. Ia mengeluarkan permen dari sakunya dan mulai memakannya. Hemm, sepertinya ini saat yang tepat.

“Shin Rae~ya..”panggilku.

“Ne?”

“Kau punya permen lain?”

“Ah, mianhae. Permenku tinggal 1.”

“Emm.. Gwaenchana. Kalau begitu…Kita makan permennya bersama..”aku mulai mendekatkan tubuhku ke tubuhnya. Ia nampak kaget dengan gerakanku yang tiba-tiba mendekatinya. Namun, tubuhnya tak bergerak sedikitpun. Wajahnya kini sejajar dengan wajahku. Dapat kucium samar-samar wangi tubuhnya dan wangi karamel yang keluar dari mulutnya yang sedang memakan permen yang tadi dibukanya.

Tiga… Dua.. Satu…

Duar!!! Tepat setelah hitungan terakhir, aku menempelkan bibirku di bibirnya. Ia membulatkan matanya. Tampak sangat terkejut. Aku terus menciumnya dan melumat bibirnya lembut. Dapat kurasakan manisnya karamel dari permen yang dia makan. Dia pun mulai menikmati ciuman kami dengan menutup matanya. Ciuman kami semakin dalam hingga akhirnya kulepaskan karena aku yakin yeoja itu sudah mulai kehabisan nafas.

“Hemm.. Manis.”ucapku. Aku pun segera beranjak dari tempatku duduk tadi dan meninggalkannya yang masih melongo di tempatnya duduk. Sepertinya benar apa yang dikatakan oleh Woo Hyun.. Aku..  Aku… jatuh cinta pada yeoja itu.

Flashback

Aku segera di antar oleh orang KIN ke rumah sakit untuk menangani lukaku. Untungnya, aku tidak terlalu banyak kehabisan darah sehingga aku langsung bisa pulang. Sesampainya di rumah, Woo Hyun sudah menungguku. Ah, aku lupa memberitahukan kalau Woo Hyun tinggal bersama keluargaku karena orang tuanya sedang berada di luar negeri dan Woo Hyun masih ingin tetap di Korea.

“Ya! Kim Myung Soo! Ada apa dengan lenganmu?”teriaknya panik lalu mendekatiku dan memegang lukaku.

“Yak! Appo!”teriakku.

“Aigoo.. Apa yang sebenarnya terjadi? Cepat ceritakan padaku?”ucapnya lalu menarik tanganku yang tidak luka dan segera berjalan ke arah kamar kami. Yeah, kami juga tidur sekamar. Bisa kalian bayangkan aku tidur dengan sepupu cerewet seperti dia.

Sesampainya di kamar, aku duduk di ranjangku dan melepaskan kacamataku. Ku taruh kacamataku di meja sebelah ranjangku. Lenganku masih terasa perih karena luka sayatan orang-orang Black Roden tadi. Tapi, aku merasa ada bagian lain yang lebih perih dari itu. Hatiku.

“Woo Hyun~a.. Kalau kau melihat seorang yeoja bersama namja lain dan tiba-tiba kau merasakan sakit di hatimu, itu apa?”tanyaku. Rasanya aku penasaran sekali dengan perasaan yang ada di hatiku ini.

“Maksudmu?”tanyanya tak mengerti.

“Kenapa tiba-tiba hatimu menjadi terasa sakit saat melihat seorang yeoja dekat dengan namja lain. Apa aku sakit ya?”tanyaku balik.

“Mwo? Kau.. Kau…”ucapnya tak percaya.

“Waeyo?” Aku menatapnya. Sepertinya dia tahu jawaban dari pertanyaanku tadi.

“Aku tidak percaya.. sungguh tidak percaya.” Kini ia menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Kau tahu itu gejala apa?”ucapku antusias.

“Tentu saja! Itu cemburu namanya! Aigoo.. Aku pikir kau jenius, Myung Soo~ah. Tapi, masalah seperti ini kau benar-benar lambat.” Dia menepuk pundakku dan tersenyum sinting, seolah menemukan sesuatu yang menarik.

“Mwo? Cemburu? Bagaimana bisa?” tanyaku tak mengerti. Ini benar-benar tidak masuk akal.

“Tentu saja bisa, itu karena kau cinta padanya. Aigoo.. Siapa yeoja yang tidak beruntung itu?” godanya.

“Yak! Apa maksudmu Nam Woo Hyun!”teriakku kesal.

“Appo! Aku kan hanya menceritakan fakta kepadamu. Jadi, siapa yeoja itu?” tanyanya sambil menaikkan kedua alisnya. Namja ini. Benar-benar ingin kutimpuk dia dengan kamus yang ada di sampingku, huh?

“Tidak akan kuberitahu. Kau itu kan omong besar.”dengusku kesal.

“Apa yeoja itu, Lee Shin Rae?”tebaknya. aku membelalakkan mataku. Bagaimana dia bisa tahu? Woo Hyun lalu tersenyum penuh arti. Aku tahu apa yang akan terjadi di detik selanjutnya. Dia pasti mengejekku habis-habisan setelah melihat ekspresi kagetku tadi.

“Jadi benar dia kan? Ah, sudah kuduga.” jawabnya malas.

“Mwo?Bagaimana kau bisa tahu?”tanyaku.

“Itu tergambar jelas di wajahmu, Kim Myung Soo. Lagian sadar atau tidak, sikapmu padanya akhir-akhir ini mulai berubah. Dan matamu saat menatap matanya seolah kau menganggap bahwa dia adalah benda yang mudah rapuh dan ingin selalu kau jaga. Tak sadarkah kau, Myung Soo?”jelasnya panjang lebar. Kini aku mulai tersadar dengan perubahan tubuhku belakangan ini. Otakku dan tubuhku serasa tidak mau bekerja sama.

“Tapi, bagaimana mungkin?”

“Cinta tidak membutuhkan alasan, Myung Soo~ah..”ucapnya menerawang.

“Cish, bagaimana kau tiba-tiba menjadi ahli dalam percintaan sementara kau sendiri belum mempunyai yeojachingu?”dengusku.

“Hahaha. Aku memang belum mempunyai yeojachingu. Tapi, akan kupastikan bahwa dia akan menjadi milikku.”sahutnya penuh percaya diri.

“Woah.. Jadi kau sedang jatuh cinta juga?”tanyaku tak percaya. Woo Hyun ini setipe denganku. Tipe orang yang tidak mudah dekat dengan orang lain.

“Ya, bahkan sejak dulu. Ketika aku bertemu pertama kali dengannya.” Aku takjub memandang wajahnya. Wajah yang penuh cinta. Yaiks. Ini memang menjijikkan untukku. Aku sendiri belum begitu yakin dengan perasaanku.

“Ya! Aku belum yakin dengan perasaanku. Apa aku benar-benar jatuh cinta dengan yeoja itu?”tanyaku.

“Coba saja. Kalau kau dekat dengannya atau menatapnya, rasakan detak jantungmu. Apa dia bisa membuatmu tercekat dan kehilangan suara tiba-tiba. Atau saat dia ada di dekatmu kau jadi bingung dan tidak tahu harus bicara apa. Seperti itulah..”jawabnya.

“Apa tidak ada cara yang lebih cepat? Maksudku aku juga merasa deg-degan bila aku sedang memecahkan kasus penting.”

“Aish, kau ini. Coba saja kau memeluknya atau…” ia menggantungkan kalimatnya.

“Atau?”

“Menciumnya. Itu cara termudah menurutku.”jawabnya. aku membelalakkan mataku. Mulutku tak bisa berbicara apa-apa lagi. Ini benar-benar gila. Apakah jatuh cinta membuatku bisa berubah menjadi orang gila seperti ini?

Flashback end

Dan sekarang aku berdiri di tempat yang cukup sepi. Aku berusaha menenangkan otakku yang dari tadi selalu memflashback adegan ciumanku dengan yeoja itu. Aku kini tahu, aku memang benar-benar jatuh cinta padanya. Ini benar-benar tidak masuk akal. Tapi, bukankah cinta memang selalu tidak masuk akal?

End Of Myung Soo’s P.O.V

Author P.O.V

Di lain tempat, grup Black Roden sedang mengadakan rapat untuk melancarkan aksinya dalam merebut chip di tangan direktur Lee, ayah Shin Rae.

“Jadi, apa langkah kita selanjutnya?”salah satu dari mereka angkat bicara.

“Kita rebut saja. Ini sudah terlalu lama. Setidaknya kalau data itu ada di tangan kita, semua catatan transaksi kita akan terhapus dan polisi tidak akan bisa melacak jejak kita.”ucap seorang yang lain.

“Benar! Ayo kita segera lancarkan aksi kita.”ucap anggota yang termuda.

“Jangan gegabah. Kita tidak tahu apa yang akan dilakukan polisi selanjutnya. Kita berusaha dulu untuk merebutnya dari tangan mereka. Kalau mereka melawan baru kita habisi mereka.”ucap seorang yang paling tua di antara mereka. Yang lainnya pun mengangguk mengerti.

“Baiklah, kapan akan kita laksanakan aksi kita?”

“Malam ini saja. Suami istri itu sedang berada di luar. Jadi, akan lebih mudah untuk menghabisi mereka kalau mereka berada di luar.”

“Baik, kita laksanakan sekarang.”

End Of Author P.O.V

Shin Rae’s P.O.V

Aku terdiam di sini, di bangku taman tempat aku duduk. Aku masih berusaha mengontrol otakku yang terus memutar kejadian barusan terus menerus. Aku merasa sangat kacau. Sungguh. Kalau kau menanyakan padaku, apa hal tergila yang pernah kau lakukan? Jawabannya adalah aku baru saja berciuman dengan namja yang selama hampir dua tahun ini menjadi musuhku dan aku hanya bisa diam saja menerima perlakuannya tanpa melakukan perlawanan apapun. Dan yang lebih gilanya, itu adalah ciuman pertamaku. Tuhan! Apa dosaku?

Aku memegang bibirku pelan. Masih terasa kehangatan bibirnya di bibirku. Dan, rasanya pun manis… Argh… Aku benci kata-kata itu. Kenapa namja itu dengan mudahnya menciumku dan meninggalkanku begitu saja? Aku juga dengan bodohnya merelakan namja itu untuk menciumku. Aku mengacak rambutku gusar.

“Shin Rae!”tiba-tiba aku mendengar suara orang meneriaki namaku. Akupun segera berbalik dan mendapati Doongie dan Seung Yeol oppa tengah berdiri di belakangku. Aku bangkit dari kursiku senang. Akhirnya, setelah hal gila yang aku lakukan barusan kini ada hal waras yang muncul di hadapanku.

“Shin Rae~ya..” Seung Yeol oppa memanggil namaku. Nafasnya terlihat ngos-ngosan. Seperti habis berlari saja.

“Waeyo oppa?” tanyaku. Aku mendekatinya.

“Kau harus sabar ya?”ucap Doongie oppa.

“Oppa. Aku tak mengerti maksudmu?”ucapku pelan. Entah kenapa ada firasat buruk menghampiriku.

“Eomma dan appa…”

TBC

***

Woah.. Woah.. Jangan bunuh saya kalau ff ini makin ga jelas. Ini emang di luar perkiraan saya karena susah juga membayangkan orang lain di otak saya, sementara otak saya sudah teracuni oleh setan peliharaan keluarga Cho, Cho Kyuhyun. Jadi, maaf-maaf saja kalau ff ini kurang memuaskan.

46 thoughts on “{Chapter 3} Fight, Hate, and Love

  1. entah kenapa aku selalu berimajinasi kalau muka myung soo itu adlh muka kyuhyun pas baca nie ff,, ya ampun.. evilnya sama kyk kyu,,
    makin romantis neh,, ayo chingu lnjutkan.. gag sabar next part..

    • mwo? kenapa jadi bayangin kyu? nyahaha. ternyata meskipun cast nya uda kuganti jadi myunsg soo ttp aja feel nya kyu ya? mianhae, myung soo..

      • author nih ff kayakny g mju2 yah….dri taun kapan gwa baenya te22p ajh stuck di chapter 3…..padahal seru banget lho….aku sam temen2 ku ajh mpe sekarng masih nungguin lanjutannya.

  2. hwaaa…. kyu nikin mupeng. mo nyobain permen cuma alasan buat nyium shin rae….
    hwaaaa… aku juga mau dicium #plak dilempar sparKyu. *dipelototin donghae^^ ralat… kissu nya ama abang ikan aja hehe^_*

      • Ne, Eon entah kenapa dalam khayalanku juga kyuhyun sepertinya aura kyu sma dg L -____-Ne, Eon entah kenapa dalam khayalanku juga kyuhyun sepertinya aura kyu sma dg L -____-Ne, Eon entah kenapa dalam khayalanku juga kyuhyun sepertinya aura kyu sma dg L -____-Ne, Eon entah kenapa dalam khayalanku juga kyuhyun sepertinya aura kyu sma dg L -____-a

  3. hehe mungkin karena cerita di sini kebanyakan kyu jd pas baca jd kebayang kyu hahaha🙂
    mana cocok lgi karakternya so cool n cute.
    itu adegan kissu2 nya bikin mupeng hahaha….
    ditunggu kelanjutannya🙂 sebisanya aja yah…. klo sempet hehe…. penasaran ama kisah selanjutnya.
    shin rae kyknya emang mulai suka myung so yah? tapi myung so aneh cara ngebuktiin klo dia suka shin rae haha… pake kissu wkwkwk…… *aku juga mau ama kyu wkwkwk😀

    • eya juga sih… keke. mau? coba aja ndri? jangn ajak saya. #plaaakk/ ini uda setengah jalan chapter 4 nya. Doakan pikiranku ga cabang. Biar bisa bkn crita bagus.

  4. mwoo~ main sosor aja nih myung soo hhahaha…
    moga-moga happy ending deh ceritanya *kepengennya hahaha* lanjutkan chingu, ffnya baguss~ suka banget sama karakternya myung soo. kyk di film bloody monday aja hahahaa

  5. yang ada makin keren ni ff…

    akk kirain mafia s myungsoo na… hahaha
    akk suka jalan crta nya…
    lanjtin donkk authoor klo lagi mood na baek…
    hehehehe

    gumawooo/…

  6. Ini perasaan udah komen? Qo gak muncul?? (˘̩̩̩~˘̩̩̩ƪ)
    Myungsoo centilll main cium2 hahaha
    Tp bloon masalah percintaan.. Dasarr!!
    Wkwkwkwk.. Mesumnya ketularan siapa sih nihh??😀

  7. 🙂 keren, maaf bru bisa komen . Crtax bgus banget, cock buat cuci otak bwt lepasin setmpuk pemikiran tgas hhehe.. Lanjut ya bwt ffx penasaran

  8. ngbyangin Myung Soo jd agen KIN psti keren…
    yh…yh… Eonni,apa yg trjdi dg ortu’a?knpa tba” TBC gtuh..?ck. Eonn,bkin pnasaran aj-_-palli eonni lnjutkn crta’a!!*pupy eyes*jebal…

  9. akhirnya si L bergerak.. hehehe… *tapi thor, nginget2 cerita death note, shinigami itu si Light Yagami kan… L itu kan si bocah detektip yang nyoba nangkap shinigami,, walopun pada akhirnya setelah Light ngebunuh L asli, dia yang ‘sok berperan’ jadi L* #plak *ini orang cerewet amat sih*

    gyaaaa…. kenapa on going??? kapan lanjutannya…. masih setia menanti niih thor… ~o~

  10. Annyeong eonnie
    min aku reders baru di sini
    Numpang baca ff nya ….
    Kak ffnya bagus banget kak….
    Daebakkk…
    Kak di tunggu kelanjutannya ya jeball…

  11. Hai,aq readers bru nih.seru.bkin deg”n.hehe.
    *dpt first kiss dr myung soo*ngarep*
    hehe.
    Thor mau tanya ff d sni yg bkin picture cover nya cpa?
    thor ndiri atau ada yg bkini’n.q suka bngt sma fto cover x.bgus smua.hehe.
    Skian dlu deh cuap” nya.*d’lirik myung soo*
    kbur. . .^_~
    slm knal. . .

  12. whoaaaa daebakkk
    pembuktian diri ttg teori jatuh cinta yg sangat menakjubkannn #plakk

    nahh nahhh itu tuhh knapa ortunya??

    eonn last eps nya please..
    awal bca emang iseng liat couple yg bda tp uda sampek sini pengn tau endingnya…🙂

  13. huwa. . ..
    knpa j dtegang gini ceritanya. . . .
    baru tau klo mau buktiin cint apa kag atu lgsg nyium. . .
    y untg diem adja,klo d dunia nyata psti lgsg d getok tu orang. . . .
    d tunggu lanjutannya chingu. .

  14. eonni… Knapa ga di lanjutin???
    Saya emang telat sih baru baca ff ini skarang, tapi sumpah ff nya keren…
    Kalo ngebayangin pemainnya sih, tetep bisa ngbayangin Myung soo, tapi kadang2 muka myungsoo berubah jadi muka kyuhyun,,, hahaha itu evil masih tetep bergentayangan aja di stiap ff yg cast nya bkan dia…

  15. ya ampun tor nanggung bgt ciy..lagi seru2ny malah bersambung..pokony jgn lama2 nextny y aq tungguin..emang feelny dpt ny ke kyu aq kira jg tdny kyu tp gpp ttp keren koq..ditnggu karya selanjutny y! hwaiting🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s