{HaeRi’s Story} : East Sea is in Love

Author : syipoh and elftodie21
Cast     : Lee Donghae, Kim Hyunri, Eun Hyuk, Cho Ahra, Cho Kyuhyun, Lee Hyora, Choi Siwon
Rate     : PG13
Genre : comedy, romance, family, friendship.
Ahahahha..alohaa!! we’re back!!
Mian.. Mian banget buat kkumers yang udah nunggu ini ff dari jaman Belanda. *halah*. Kali ini mengusung ff Donghae yang sedang jatuh cintrong kkkk…seperti janji kami. Donghae disini akan kami pasangkan dengan pemenang ‘Be The Partner of Him’ yaituuu jeng jeng jenggggg… Kim Hyun Ri.
Buat kalian yang ngerasa kasian melihat Donghae selalu dianggap pasangan homonya si monyet gunung, tenang aja. Ini sudah ada pasangannya. Buat yang belum beruntung dapetin Donghae di ff ini, tenang aja. Masih ada Eunhyuk menanti. Kekeke.

*****

Donghae’s P.O.V
Kruyuuukkkk…
Suara itu… Bukan. Itu bukan suara ayam yang sedang berkokok, yeorobun. Ah~… Itu suara perutku. Ya, Tuhan.. Aku lapar sekali…. Aku mengulet sebentar dan memukul-mukulkan tanganku ke punggungku. Untung editan yang aku kerjakan hari ini sudah selesai. Pas sekali dengan jam makan siang. Sebelum aku berdiri untuk pergi makan siang, hp-ku berbunyi.

From: Evil Ahra
Hai, kalian sedang luang tidak? Mau makan siang bareng?

Kalian? Pasti dia mengajak Eunhyuk juga. Aku sedikit curiga. Biasanya kalau kami sudah berkumpul pasti akan membahas rencana mengerjai dongsaengdeul kami yang membuat kami iri karena kemesraannya. Ahahaha… Yap, seperti yang kalian tahu. Aku, Ahra, dan Eunhyuk kan memang suka sekali memikirkan cara-cara setan yang bisa membuat mereka kalang kabut.
Aku baru tahu kalau Ahra itu lebih evil daripada si Kyuhyun. Ckckck. Dia lebih menakutkan! Apalagi kalau sudah memerintah kami. Entah kenapa, kami ini benar-benar tersihir dengan kata-katanya itu. Dan kami pasti langsung melaksanakannya. Huh. Dia ini seperti Ratu Iblis! Hahahaha… Jangan tanyakan kalau Ahra adalah ratu iblis maka Kyuhyun adalah Pangeran Setan. Ssstt.. Jangan bilang-bilang mereka, ya? Aku bisa dicekik mereka berdua kalau mereka tahu aku memberikan julukan itu kepada mereka berdua.
Buktinya, dia itu adalah otak dari rencana-rencana kami. Dan rencana-rencananya tidak pernah gagal. Malahan sebagian besar sukses!! Ahahaha… Omo!! Aku ini jadi keracunan kedua orang itu. Kalau boleh dibilang aku ini sudah tercemar oleh Eunhyuk dan Ahra. Aduhh hancur sudah image-ku sebagai oppa yang baik hati.
Aku segera membalas sms dari Ahra.

To : Evil Ahra
Boleh. Aku juga mau keluar makan siang. Di tempat biasa saja.

“Minri~ya… Aku makan siang dulu, ya? Editanku akan aku serahkan padamu setelah makan siang. Oke?” pamitku pada rekanku di sebelah sambil memakai jaketku.
“Oke, Oppa…” Dia menunjukan tanda oke padaku tanpa menoleh sedikitpun dari laptopnya.
Aku segera melajukan motor sportku ke arah café tempat kami biasa bertemu. Aku memarkirkan motorku di tempat biasa. Beberapa yeoja sempat berbisik saat melihatku. Ah… Jinjja! Aku tahu sebenarnya aku ini tampan. Hohoho. Aish.. Kenapa aku jadi tertular virus narsis adik iparku itu? =.=”
Beberapa teman kantorku pernah mengungkapkan rasa cintanya padaku. Tapi, entah kenapa aku tidak bisa menerima mereka. Aku ingin jatuh cinta. Tapi, sayang sekali bukan pada mereka. Jangan kalian pikir kalau aku menyukai monyet gunung itu! Aku bukan namja seperti itu. Jujur saja aku ini belum punya pacar. Ya, karena obsesiku yang sangat ingin merasakan chemistry jatuh cinta.
Aneh? Memang. Tapi, aku tidak peduli. Aku saja dilangkahi menikah oleh adikku. Aish!! Memalukan sebenarnya. Aku menolak mereka pun ada alasannya. Aku ini kan namja. Masa mereka yang mengungkapkannya.
Aku datang duluan. Kedua setan itu belum datang. Aku memutuskan untuk memesan pesanan biasa kami, satu cangkir cappucino kesukaan Ahra, Strawberry Milkshake kesukaan Eunhyuk, dan aku sendiri memesan Jus jeruk.
Sesaat kemudian aku melihat pintu Café yang terbuka, Eunhyuk yang datang. Dia memakai jaket kulitnya dan memakai kacamatanya. Sedikit tebar pesona kepada yeoja-yeoja tadi. Cishh… Dasar monyet gunung genit! Belum tahu saja mereka kebusukannya. Coba kalau sudah tahu. Pasti mereka akan menjauh darinya. Hahaha. Dia segera melihatku, melambaikan tangannya, dan tersenyum lebar sekali.
“Donghae~ya…” sapanya.
“Aigoo… Lama sekali kau…”
“Kenapa? Kau kangen padaku, ya??” ledeknya genit.
“Ya!! Hajima!! Banyak yang lihat, babo~ya…” Arghhh!! Dia ini menurunkan pasaranku saja. Bukan hanya sekali dua kali dia begini padaku.
“Muahahahahha… Ahra belum datang juga?” Aku mengangguk.
“Kira-kira dia mau merencanakan apa lagi ya untuk Kyuhyun dan Hyora?” tanyanya penasaran.
“Kau yakin kita akan membuat rencana untuk mereka?” tanyaku balik.
“Apa lagi? Sudah pasti.. Kalau dia memerintah kita berkumpul, pasti ada maunya.” Eunhyuk membolak-balik menunya.
“Aku sudah memesankan strawberry milkshake untukmu.” ucapku.
“Jinjja? Hihihihi.. Kau tahu saja kesukaanku.” Dia menyentuh daguku. Ayayayayay… Bocah ini benar-benar homo sekali.
“Ya!! Kau membuat pasaranku turun, tahu!!” bentakku.
“Kkkkkkk…” Dia malah terkekeh. Dasar bocah sinting!!
“Donghae! Eunhyuk!” Ada yang memanggil kami. Yeoja-yeoja yang sedari tadi memandangi kami pun memandang ke arah suara itu.
“Ahra!” kami berdua serempak membalasnya dan melambai. Dia segera menarik kursi di hadapanku.
“Kau sudah pesan makanan?” tanyanya.
“Sudah. Punyamu juga sudah kupesankan.” ucapku.
“Baguslah.. Aku jadi tidak perlu menunggu lama.” ucapnya seraya menutup buku menu.
“Ada apa kau memanggil kami kemari?” tanya Eunhyuk curiga. Dia mengerutkan alisku, bingung dengan maksud pertanyaannya.
“Maksudmu?” tanyanya tak mengerti.
“Yah, biasanya kalau kau memanggil kami kemari pasti ada yang ingin kau lakukan kan dengan adik-adik kita.” Jawabku santai.
“Hemm.. Jinjja? Ah, aku sedang tidak ada rencana.” ucapnya lalu menyesap capucino pesanan Donghae yang baru datang.
“Kupikir kau ada rencana gila lagi untuk mengganggu hubungan mereka berdua. Kekeke.” ucap Eunhyuk.
PLETAK! Ahra memberi hadiah jitakan pada Eunhyuk. Aku terkekeh. Lihat, betapa evil-nya yeoja ini.
“Memang aku kurang kerjaan seperti kalian?” jawabnya ketus.
“Yak! Appo!” ucap Eunhyuk sambil mengusap kepalanya yang terpukul tadi.
“Hahaha. Sudahlah.. Kenapa kalian jadi bertengkar terus. Ya sudah, Hyuk~ah. Mungkin dia memang sedang tidak ada rencana untuk mengganggu adik-adik kita.” kataku.
“Ya.. Aku sedang buntu ide untuk mengganggu mereka berdua.” ucap Ahra tiba-tiba. Eunhyuk dan aku kaget.
“Ya! Ahra~ya. Kenapa kau hobi sekali mengganggu mereka berdua?” tanyaku penasaran.
“Kenapa ya? Habis mereka lucu sih..” jawabnya asal. Aku dan Eunhyuk menggelengkan kepala.
“Hmm.. Tapi, benar juga. Mereka itu lucu sekali, sih. Apa ya kira-kira rencana kita untuk mereka?” Eunhyuk malah ikut mendukung Ahra.
“Ah.. Sekarang kan mereka sedang libur musim semi. Bagaimana kalau kita ajak mereka untuk melihat festival bunga cherry?” usulku tiba-tiba. Ahra menepukkan kedua tangannya. Kami pun mulai membicarakan rencana gila kami untuk mengganggu ah ani mengetes hubungan kedua adik kami. Hahaha.. Mianhae, Hyora~ya…

—–

Ahra memerintah kami untuk memasang tenda di salah satu spot yang sudah dipesannya. Ini untuk menjalankan rencananya yang gila itu. Setelah selesai, dia menjemput kami dan segera menuju rumah Boram yang merupakan tambahan anggota untuk membantu melancarkan rencana ini. Lalu, setelah itu kami langsung ke apartemen Kyura.
Dan dengan memaksa mereka berdua, kamipun berhasil mengajak mereka ke festival Musim semi. Saat sampai di festival, kami segera menjalankan rencana kami yang sepertinya akan berjalan lancar. Aku memutuskan untuk pergi meninggalkan Eunhyuk di kedai dimsum untuk mencegah pikiran-pikiran buruk orang lain tentang kami. Sial! Mereka pikir kami pasangan homo.
Aku berjalan tak tentu arah melihat banyak stand yang ada di festival itu. Ramai sekali. Tiba-tiba hp-ku berbunyi. Dari Boram rupanya. Dia menceritakan tentang rencana kami yang berhasil. Hohoho.. Tidak sia-sia aku dan Eunhyuk membangun tenda. Aku menutup teleponnya senang karena mendengar berita itu. Yah… kami memang ingin mereka bertengkar. Huahahahha… Aku tersenyum sendiri dan bisa kulihat kalau orang-orang memandangiku dengan tatapan aneh. Seolah aku ini orang gila. Aish. Baru saja aku dikatai gay sekarang mereka memandangiku dengan tatapan seolah aku orang gila. Ah, biarlah. Sekali-kali tak apa. Aku pun berjalan pelan.
Saat aku menengadah untuk melanjutkan jalan-jalanku sebentar, mataku itu tiba-tiba ingin melihat ke satu arah. Dan tepat pada saat itu juga aku melihatnya. Sepertinya aku merasakan jantungku tertohok. Bukan. Bukan karena aku mempunyai riwayat penyakit jantung. Ini berbeda. Rasa ini.. Rasa yang begitu kuinginkan. Rasa yang membuat jantungku berdegup abnormal. Apakah.. Apakah ini.. Cinta?
Aku terdiam sebentar di tempat aku berdiri. Memandangnya dan memperhatikan setiap gerak geriknya. Dia menata bunga-bunga yang dijualnya sembari tersenyum, cantik sekali. Aku ikut tersenyum dan tidak terasa otakku tiba-tiba memerintahkan kedua kakiku untuk melangkah ke arahnya, diiringi dengan suara detakan jantungku yang mulai berdetak abnormal.
“Annyeong haseyo…” Dia menyambutku dengan senyuman yang aku yakini adalah senyuman terbaiknya. Membuat jantungku berdetak lebih cepat lagi.
“A… Annyeong ha..seyo” Sial! Kenapa aku gagap?
“Ada yang bisa ku bantu?” Wah… Tipeku sekali, sangat feminin. Aku masih terpana olehnya.
End Of Donghae’s P.O.V

Hyunri’s P.O.V
“Ahjumma… Aku pergi dulu ya…” ucapku seraya bangkit dari tempat dudukku.
“Hyunri Yang (nona Hyunri)… Ini bekalmu, jangan sampai kau tidak makan…” ucap Jung Ajuhmma, pengurus rumah tangga di rumahku sambil memberikanku sebuah kotak yang kuyakini adalah kotak bekal makananku.
“Ne~ ahjumma… kamsahamnida” Aku memasukkan bekal makananku di dalam tas.
“Appa dan eomma sedang di luar kota, kan?” tanyaku lagi pada ahjumma.
“Ne Yang…” jawabnya singkat. Aku menganggukkan kepalaku singkat.
”Berarti aku akan bisa sedikit bebas… Sepertinya hari ini aku akan pulang malam… ” ucapku.
“Pulanglah sebelum makan malam, Yang…” pintanya.
“Andwaeyo, Ahjumma… Hari ini aku bekerja seharian karena aku libur…” tolakku.
“Baiklah… Jika orang tuamu pulang, akan aku hubungi. Dan kau harus cepat pulang ya…”
“Arasseoyo… Doakan aku, Ahjumma… Hari ini hari pertamaku bekerja di toko bunga. Hehehehe..” ucapku.
“Baiklah.. Pergilah… Hati-hati Hyunri Yang…” nasihat Jung Ahjumma.
“Annyeonghi Kyeseyo…” Hyunri berpamitan.
Aku berhenti sebentar untuk melihat penampilanku di depan cermin besar. Hehehe… Aku memakai jeans,jaket sportku, dan juga sepatu nike baruku ahahaha…
Ah, sebelumnya perkenalkan… Kim Hyunri imnida. 23 tahun. Yeoja biasa. Sekarang adalah hari pertamaku kerja part time di sebuah stand kios bunga yang buka festival bunga cherry. Yay! Aku rasa ini akan sangat menyenangkan. Kulangkahkan kakiku dengan riang menuju stand bunga yang menjadi tempat kerjaku. Hmm… La Fleur Belle.. Bunga yang indah? Nama yang bagus. Aku ditugaskan distand ini karena ini kan sedang musim semi, dimana bunga-bunga mekar dengan indahnya. Pas sekali dengan tema festivalnya. Stand bunga ini hanya buka sampai festival bunga cherry ini selesai. Tapi tenang saja kami punya toko yang selalu buka kok. Aku melirik ke arah jam tanganku. Aigoo.. Aku telat lima menit!
Klining! Terdengar suara lonceng kecil saat aku memasuki kios bunga ini. Keadaan di luar tadi sangat ramai. Maklumlah.. Sekarang sedang musim semi dan jalanan Yeoido sangat ramai oleh lautan manusia. Hhh…. Tapi, aku harus tetap semangat.
“Hwaiting!” pekikku pelan pada diri sendiri.
“Apakah kau, Kim Hyun Ri?” tanya seorang gadis yang sepertinya sebaya denganku.
“Ah, ne.” Aku sedikit membungkukkan badanku.
“Ah… Kau sudah ditunggu sajangnim! Kaja!” ucapnya seraya menarik tanganku.
Aku pun mengikuti langkah gadis ini hingga kami akhirnya sampai di sebuah ruangan yang aku yakin ini adalah ruangan si empunya toko. Aku meneguk ludah. Semoga saja aku tidak dipecat.
“Kim Hyun Ri?”
“N-ne..” ucapku gugup.
“Ah… Akhirnya kau datang juga. Toko kami sangat kerepotan sekali karena sekarang sedang ada festival musim semi.” ucapnya ramah… Ffuh.. Untunglah pemilik tempat ini orangnya ramah.
“Ah, lalu kenalkan. Ini Han Chae Rin. Dia juga salah satu pegawai di sini. Kau bisa bertanya dengannya apabila ada hal yang tidak kau mengerti.” lanjutnya.
“Ah, annyeonghaseyo.. Han Chae Rin imnida..” ucap yeoja di hadapanku ini ramah. Aku menganggukkan kepalaku.
“Baiklah… Kapan aku bisa mulai bekerja?” tanyaku antusias.
“Sekarang juga kalau kau mau.”
“Hmm… Kalau begitu aku akan segera bekerja.” ucapku seraya berjalan meninggalkan ruangannya. Tapi, belum sampai di ujung pintu, aku sudah di panggil lagi.
“Kim Hyun Ri-sshi…” Aku membalikkan tubuhku.
“Ne?”
“Kau akan bekerja dengan pakaian seperti itu?”
“Ne~ waeyo sajangnim?”
“Andweyo…. Chaerin~ah… Berikan dia seragam toko kita.”
“Arasseoyo Sajangnim…” Chaerin mendekatiku dan berkata lagi sambil menarikku, “Ayo kita ganti kostum.”
“Igo…” Dia menyerahkan pakaian seragam yang tadi diperintah oleh sajangnim.
“Kamsahamnida…” Aku melihat model seragam itu sebelum memakainya.
“Chaerin-ssi haruskah aku memakai ini?” Aish! Kenapa rok lagi?
“Kau… Berapa umurmu?”
“23 tahun.” Aku tidak mengerti kenapa dia menanyakan hal ini… Tidak berhubungn sama sekali dengan pertanyaanku.
“Panggil aku Eonnie saja, agar kerja kita enak…”
“Ne, Chae Rin Eonnie… Jadi, aku harus memakainya?”
“Ya, tentu saja… Ini seragam wajib toko kita…”
“Jinjjayo?”
“Jinjja~ya… Ayo pakai… Kita akan segera membuka stand hari ini…Oh iya, sajangnim bilang kita harus feminim, ya? Kita ini kan penjual bunga. Oke?”
“Ah~ geureyo? Arasseoyo, eonnie…” Huftt… Kenapa harus memakai rok lagi? Padahal aku kira tidak akan pakai seragam. Aku berjalan gontai ke kamar ganti.
Baiklah aku akan menceritakan padamu beberapa hal tentangku. Sebenarnya aku ini anak dari salah seorang politisi terkenal di Korea. Haha.. Appa sih tidak pernah keberatan aku bekerja seperti ini. Keluargaku termasuk yang sangat demokratis.
Aku punya satu alasan kenapa aku mau bekerja part time seperti ini. Aku ingin menjadi diriku sendiri. Jadi, dengan bekerja part time aku ingin sekali bisa sedikit mandiri juga. Aku juga ingin jadi orang biasa saja. Aku sempat pindah ke Amerika saat SMA. Tapi, lagi-lagi appa khawatir padaku jadi dia menyuruhku pulang lagi saat aku lulus SMA dan menyuruhku kuliah di Korea. Padahal aku sudah sangat betah di Amerika. Disana aku bebas dan punya banyak teman dari hasil kerja part time. Akupun jadi lebih mandiri.
“Eonnie…” panggilku pada Chaerin Eonnie.
“Wahh… Jeongmal yeppeo…” pujinya.
“Aniyo…” Aku tersipu sambil membenarkan rokku. Hmm… Baju ini lumayan. Cantik sekali. Sajangnim kami memang hebat dalam mengatur toko. Sampai seragamnya pun sangat cantik.
“Ayo kita buka kios kita hari ini…” ajak Chaerin Eonni.
“Ne~” kami berdua pun membuka kios hari ini. Wahh… Bunganya benar-benar sangat indah. Membuatku gatal untuk merangkainya. Sebelumnya, aku pernah belajar Ikebana saat pertukaran pelajar di Jepang sewaktu aku SMP dulu. Yah… Walaupun belum terampil betul. Tapi, sedikit-sedikit aku mengerti dasarnya.
“Eonnie, boleh aku merangkai bunga?” tanyaku.
“Kau bisa?”
“Tenang saja… Nanti jika tidak laku akan aku bayar…” candaku sambil tersenyum.
“Baiklah… Hwaiting untuk hari ini, oke?”
“Oke!! Hwaiting!!”
Aku dan Chaerin Eonnie melayani beberapa pelanggan yang sudah mulai berdatangan. Kami melayani mereka dengan baik. Beberapa orang juga sempat memintaku untuk merangkaikan bunga.
“Eoso oseyo….” Aku berteriak saat ada yang memasuki kios kecil kami.
“Ada yang bisa aku bantu?” tanyaku pada seorang siswa SMA yang baru saja masuk.
“Eonnie, aku ingin memberikan semangat pada sunbae yang aku sukai. Bunga apa yang harus aku berikan padanya?” tanyanya.
“Hmmm…. Baiklah jika kau ingin memberikan dia semangat sebaiknya kita pilih…. Bunga-bunga yang berwarna orange, karena kau tahu warna orange itu berarti semangat. Tenang saja akan kurangkaikan juga bunga-bunganya untukmu…”
“Jinjjayo, eonnie? Waaa.. Kamsahamnida…” matanya berbinar.
“Ja! Sudah jadi. Yeppeoji?” tanyaku setelah memberikan sentuhan terakhir pada rangkaian bunga-bunga berwarna orange itu.
“Waaa… Yeppeoyo…”
“”Semoga berhasil!! Kau harus mampir lagi, ya?”
“Pasti, eonnie… Gomawoyo…” Dia mencium bunganya sekilas lalu tersenyum sangat lebar.
“Ne~ kamsahamnida…” Wajahnya kelihatan gembira sekali. Aku ikut tersenyum lebar saat mengantarkannya ke depan kios. Rasanya sangat menyenangkan jika dapat membuat orang-orang di sekitarku bahagia. Aku jadi lebih bersemangat. Aku kembali menata dan menyemprot bunga-bunga yang kami jual.
“Wah… Kau tahu juga soal arti-arti bunga? Tidak salah jika sajangnim langsung menerimamu. Dan kau ternyata jago sekali merangkai bunga.” puji Chaerin Eonni.
“Ah~ Eonnie ini… Aku hanya tahu sedikit soal merangkai bunga. Mungkin karena terbawa suasana hari ini saja yang begitu menyenangkan.” ucapku.
“O,ya. Aku ke belakang dulu, ya? Kau jaga sendiri dulu.” kata Chaerin Eonnie.
“Serahkan padaku, Sunbae…” Chaerin Eonnie segera kabur dari hadapanku, membuatku geli saja. Ini hari pertamaku bekerja tapi dia sudah bisa akrab denganku.
Hmmm… Hari ini sepertinya memang sangat menyenangkan. Aku memejamkan mataku sebentar menghirup bau bunga yang bercampur dengan bau musim semi yang sangat indah ini. Tak terasa otot bibirku tertarik membentuk sebuah senyuman. Aku dapat merasakan aura jatuh cinta yang kuat dari beberapa pasangan yang lewat didepanku. Mereka saling bergandengan tangan, tersenyum bahagia seakan mengirimkan sinyal-sinyal cinta itu kepada pasangannya tanpa kata-kata. Ah~ romantis sekali. Aku jadi iri. Hahaha… Tapi, aura mereka membuatku tersenyum lebih lebar.
“A… Annyeong ha..seyo..” Dia tiba-tiba gagap.
“Eoso osseyo…” Aku tersenyum menyambutnya.
“Ada yang bisa ku bantu?” tanyaku.
“Lee Donghae imnida…” katanya sambil tersenyum. Sekarang dia berusaha menenangkan dirinya sendiri. Aku terdiam, bingung.
“Ne??!!” jawabku setelah kembali dari alam bawah sadarku.
“Lee Donghae imnida…” Dia mengulurkan tangannya. Apa-apaan orang ini? Aneh sekali dia. Iya iya.. Aku sudah tahu namamu Lee Donghae.
“Ah~ iye… Donghae ssi, ada yang bisa aku bantu?” tanyaku seramah mungkin. Aku tidak mau dipecat saat hari pertama kerja.
“Siapa namamu?” tanyanya.
“Ne?” Setelah memperkenalkan namanya tanpa kuminta sekarang dia minta namaku? Isanghae…(sangat aneh)
“Apakah anda mau membeli bunga, Donghae ssi?” tanyaku. Ah~… Aku sudah biasa menghadapi konsumen yang aneh seperti ini.
“Kalau aku sudah membeli bunganya bolehkah aku meminta namamu?” Apa-apaan ini?? Memangnya aku murahan. Dasar namja gila!!
“Anda mau bunga yang seperti apa?” tanyaku. Awas saja kalau dia menjawab yang aneh-aneh lagi. Akan kudepak dia dari toko ini.
“Bunga apa ya?” Dia menggaruk-garuk kepalanya sambil melihat sekelilingnya kelihatan bingung.
“Apakah ada bunga yang sepertimu?” tanyanya.
“Ne?” Aku mengerutkan dahiku. Ya ampun… Dia suka sekali mengatakan hal-hal yang aneh.
“Ah~ aniyo… Maksudku…”
“Apa yang anda rasakan hari ini?” tanyaku berusaha tenang. Walaupun sebenarnya aku sedikit kesal karena dia ini daritadi melemparkan pertanyaan yang aneh-aneh.
Namja ini menatapku tanpa menjawab.
“Donghae ssi?” Karena aku sudah tahu namanya aku panggil saja namja aneh ini. Aish! Kenapa dia menatapku terus sih? Seperti akan memakanku bulat-bulat.
“Ne?” Dia tampak kaget saat aku memanggilnya.
“Apa yang anda rasakan hari ini? Biasanya konsumen kami membeli bunga sesuai suasana hati atau apa tujuan mereka membeli bunga.” ucapku.
“Kau…” Tiba-tiba dia menjawab.
“Mworagoyo?” Ini telingaku yang sedang bermasalah atau dia memang menyebut ‘kau’ padaku?
“A…Ani… Maksudku… Suasana hatiku saat ini sedang jatuh cinta…” Dia lagi-lagi menatapku.
“Ah~… Anda sedang jatuh cinta rupanya?” Aku langsung tersenyum. Haha. Pantas saja tingkahnya sedikit gila. Dia sedang jatuh cinta sih.. Aku maklum saja. Banyak orang jatuh cinta yang berbicara dan melakukan hal-hal gila.
“Adakah bunga yang melambangkan suasana yang seperti itu?” Namja yang bernama Donghae itu mengikuti langkahku.
“Keuromyo… Bunga mawar ungu melambangkan kau sedang jatuh cinta..” Aku melangkah mencari bunga itu. “Hmm… Yeoja itu pasti sangat beruntung, ya?”
End of Hyunri’s P.O.V

Donghae P.O.V
“Menurutmu begitu?” tanyaku sambil tersenyum.
“Tentu saja. Itu karena setidaknya dia sudah mendapatkan perhatian lebih darimu.” jawabnya.
“Yeah… Dia bilang sih dia mungkin merasa beruntung.”
“Begitukah? Aku juga ingin seperti itu.”
“Jinjja?”
“Ne~…” jawabnya singkat.
“Oh, iya… Aku inginnya bunga yang asli…” kataku sambil mengikuti yeoja yang membuatku tak karuan ini.
“Tentu saja saya akan memberi anda bunga yang asli.” Aigoo.. Kenapa dia seperti Hyora sih? Lemot begini. Dia pun mengambil bunga mawar ungu.
“Maksudku, kau…” Aku tahu ini gila, tapi aku hanya ingin tahu namanya saja. Mendengarnya ingin dicintai, degup jantungku segera berakselerasi.
Dia berhenti mengambil bunga mawar ungu, matanya membulat menatapku tak percaya.
“Ah~ mi..mianhaeyo…” Kami jadi sedikit awkward. Aish! Kenapa jadinya seperti ini.
“Chuisonghaeyo…” katanya sambil meninggalkanku masuk kedalam. Mataku tak mau lepas sedetikpun darinya sampai dia menghilang ke balik pintu dibelakang meja kasir. Sesaat kemudian, partnernya datang. Kemana dia?
“Chuisonghaeyo… akan saya bungkuskan bunga ini.” katanya sambil membawa bunga mawar ungu yang tadi ditinggalkan oleh yeoja itu.
“Jam berapa toko ini tutup?” tanyaku.
“Kami tutup jam 4 nanti.” jawabnya sambil tetap sibuk membungkus dan merangkaikan bunganya.
“Apakah pegawainya hanya kalian berdua?” Aku bertanya lagi.
“Tidak. Akan ada 2 orang pengganti kami lagi nanti.” jawabnya.
“Kalian selesai kerja jam berapa?”
“Sepertinya nanti jam 12 kami akan ganti shift.” Aku melihat jamku, berarti satu jam lagi.
“Apakah toko ini disini terus?” tanyaku lagi
“Aniyo, kami memang selalu membuka stand jika ada festival musim semi. Toko utama kami ada disini.” Pegawai itu memberikan sebuah kartu nama toko bunga itu. Aku mengangguk-angguk saat membaca alamat yang aku kenal.
“Jogiyo… Bisakah aku minta tolong padamu?” tanyaku sambil mengambil dompet untuk membayar bunga yang aku beli tadi.
“Tentu saja. Kalau aku bisa menolong akan aku tolong.” ucapnya sambil tersenyum ramah.
“Tolong sampaikan pada yeoja yang tadi melayaniku sebelum kau, aku minta maaf akan kelancanganku. Dan satu lagi, bilang padanya kalau seandainya dia bertemu aku lagi dia harus memberi tahu namanya…” ucapku panjang lebar.
“Hmm… Baiklah… Ini dia bunganya. Kamsahamnida… Silahkan datang kembali.” Dia membungkuk.
“Ne~ kamsahamnida…” Aku meninggalkan toko bunga itu.
End of Donghae’s P.O.V

Author’s P.O.V
“Oh iya, Aku inginnya bunga yang asli…” kata Donghae sambil mengikuti Hyunri.
“Tentu saja saya akan memberi anda bunga yang asli.” Hyunri langsung mengambilkan bunga mawar ungu.
“Maksudku, kau…” Hyunri berhenti mengambil bunga mawar ungu, matanya membulat saat mendengar kata-kata Donghae yang seperti ahjussi-ahjussi yang mencari teman wanita. ‘Mwo?dia menginginkanku? Yang benar saja…’ pikir Hyunri. Dia merasa tidak nyaman dengannya.
“Ah~ mi..mianhaeyo…” Donghae berkata setelah mereka saling tatap. Dada Hyunri sedikit berdebar saat Donghae lagi-lagi menatapnya.
“Chuisonghaeyo…” suasananya jadi sedikit awkward dan Hyunri sedikit takut dengan Donghae. Dia memutuskan untuk meninggalkan Donghae dan meminta tolong pada Chaerin.
“Eonnie….” panggilnya setelah melihat Chaerin yang baru keluar dari kamar mandi.
‘Syukurlah aku selamat.’ kata Hyunri dalam hati.
“Eonnie, tolong gantikan aku melayani namja di luar itu. Aku juga harus kekamar mandi…” Hyunri beralasan. Dia berpikir bahwa tidak mungkin dia bilang tidak mau melayani dia karena takut padanya.
“Eo! Baiklah….” Akhirnya Chaerin yang keluar. Dari tempat persembunyiannya, Hyunri tidak bisa mendengar apa yang mereka perbincangkan di luar.
‘Semoga saja dia tidak menggoda Chaerin Eonnie seperti dia menggodaku dan berkata dia menginginkanku. Ya Tuhan… Namja bernama Lee Donghae itu sudah benar-benar gila rupanya.’ pikirnya. Hyunri pun tertawa sendiri.
‘Beruntung sekali yeoja yang dicintainya, aku tidak berbohong saat aku bilang begitu padanya. Tapi lama-lama dia jadi melantur begitu…’ Hyunri sedikit mengintip keluar setelah agak lama. Ternyata Donghae baru saja keluar dari stand.
“Eonnie… Gomawoyo…” Hyunri keluar dari tempat persembunyiannya dan membungkuk pada Chaerin.
“Gwenchanha… Oh, iya. Namja tadi bilang dia minta maaf padamu karena kelancangannya. Kalian mengenal satu sama lain?” tanya Chaerin.
“Jinjjayo? Aniyo, kami baru saja bertemu.” jawab Hyunri.
“Apa yang terjadi?” selidik Chaerin.
“Aniyo Eonnie… Tidak ada yang terjadi.” Hyunri menghembuskan nafas.
“Dan satu lagi. Katanya jika nanti kalian bertemu lagi, kau harus memberi tahu namanya…” ucap Chaerin. Hyunri tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Dia hanya bisa membuka mulutnya lebar-lebar.

——-

Donghae mencium bunga mawar ungu itu dan teringat kata-kata yeoja yang telah membuatnya jatuh cinta.
‘Bunga mawar ungu melambangkan kau sedang jatuh cinta’. Ucapan dari yeoja itu terngiang-ngiang di otak Donghae. Dia merasakan sesuatu yang membuncah di dalam dadanya.
“Baiklah… Aku akan mengejarmu mawar ungu-ku.” katanya sendiri. Dia kembali ke geng cecunguknya itu setelah keluar dari stand bunga itu. Eunhyuk, Ahra, dan Boram sudah menunggu di stand tempat penjual dimsum. Tempat dimana Donghae meninggalkan Eunhyuk sendirian.
“Ya! Kau darimana saja? Lama sekali.” keluh Ahra.
“Mianhae…” jawab Donghae sambil duduk.
“Oppa, mana popcorn nya? Kata Eunhyuk Oppa kau sedang membeli popcorn?” tanya Boram. Eunhyuk melihat ke arah tangan Donghae yang bukannya membawa popcorn malah membawa mawar ungu.
“Kau sudah gila ya? Katanya mau membeli popcorn kenapa jadi mawar ungu seperti itu?” komentar Eunhyuk.
‘Iya aku gila, Eunhyuk. Gila karena cinta.’ kata Donghae dalam hati. Dia belum ingin menceritakan ini pada teman-temannya.
“Popcorn nya habis jadi aku beli mawar saja…” jawab Donghae santai.
“Ya! Kau pikir ini bisa dimakan?” tanya Ahra sambil menjulurkan tangannya mencoba menyentuh bunga mawar yang ada di tangan Donghae.
“Andwaeee….” Donghae menyelamatkan mawarnya dari sentuhan Ahra.
“Oppa, kau itu kenapa? Aneh sekali…” tanya Boram sedikit curiga.
“Hehehe… Aniya… Kalian belum makan kan?” tanya Donghae. Mereka menggeleng.
“Kalau begitu kalian pesan dimsum saja. Biar nanti aku yang bayar.” ucap Donghae.
“Jinjja Oppa? Asyiikkk…” sorak Boram.
“Aku juga belummmmm…” jawab Eunhyuk bersemangat saat mendengar Donghae akan membayari Ahra dan Boram dan sambil mengacungkan tangannya seperti anak TK monyet.
“Iya. Kau itu belum makan 5 kali. Dasar perut karet.” Eunhyuk memajukan bibirnya diikuti sela tawa dari Ahra dan Boram.
“Oh, iya. Bagaimana Kyuhyun dan Hyora?” Donghae penasaran. Lalu sambil menunggu dimsumnya, Ahra dan Boram bercerita tentang Kyuhyun dan Hyora yang bertengkar. (Kyura Moment: The Oracle part 1 dan part 2). Donghae dan Eunhyuk mengangguk-anggukkan kepala mereka mendengar cerita mereka. Saat sedang asyik bercerita, mata Donghae terpaku pada jam tangannya yang menunjukan pukul 11.45.
“Aku harus pergi… Nanti aku akan mampir ke apartemen mereka.” Donghae beranjak dari tempat duduknya.
“Ya! Bagaimana denganku??” tanya Eunhyuk.
“Kau ikut mereka saja!!” teriak Donghae yang sudah menjauh.
“Kalian tidak keberatan kan, Ladies?” tanya Eunhyuk genit.
“Mau mati kau?” Ahra pura-pura akan melemparkan gelas yang sedang dia minum.
End of Author’s P.O.V

Hyunri’s P.O.V
“Eonnie, aku duluan ya…” pamitku pada Chaerin Eonni sambil memakai topiku dan menggulung rambut panjangku.
“Ya… Kau hati-hati, ya…” pesannya.
“Oke! Itabayo, Eonnie…” Aku harus cepat-cepat pergi ke tempat kerjaku yang selanjutnya. Sebuah café di pusat kota. Aku sudah beberapa bulan bekerja di cafe ini.
“Annyeong haseyo…” sapaku pada teman-temanku sesampainya dicafe tersebut.
“Annyeong Hyunri~ya.. Untung saja kau sudah datang…”
“Mianhaeyo, Sungje Oppa… Aku kan juga mengambil part time di tempat lain. Tapi tepat waktu kan?” Aku memamerkan sederet gigiku pada Sungje Oppa, temanku di café ini.
“Gwenchanha… Wah.. Kau ini rajin sekali sih? Kejar setoran ya?” candanya.
“Haha…Aniyo…” Aku tertawa keras mendengar ucapannya. Kejar setoran? Memangnya aku supir bis?
“Baiklah aku pergi dulu ya…” ucapnya seraya pergi meninggalkan ruangan khusus staf.
“Ne~…” Aku segera mengganti pakaianku lagi dengan seragam café ini yang lebih santai. Kami hanya memakai kaos seragam dan celana jeans. Syukurlah… Jadi, aku bisa bergerak dengan bebas.
“Annyeong haseyo, sajangnim…” Aku menyapa bossku, Choi Siwon.
“Eo? Hyunri~ya…Wasseo?”
“Ne, sajangnim…”
“Itu ada yang baru masuk. Kau layani dia, ya?” Siwon sajangnim menunjuk ke arah namja yang baru masuk itu.
“Siap, sajangnim…” aku mengambil buku catatan dan menunya.
“Oseo ose….” Aku menghentikan kata-kataku dan nafasku seketika berhenti saat melihat namja itu tersenyum padaku.
“Annyeong! Kita bertemu lagi…” Dia mencopot jaket yang tadi dipakainya. Aduh! Kenapa aku harus bertemu namja aneh ini lagi. Ah! Itu bunga mawar ungunya! Babo Hyunri! Kenapa tidak melihatnya?
“Ah~ ne.. Donghae ssi…” ucapku kaku.
“Apakah temanmu memberi pesanku padamu?” tanyanya.
“Kau mau pesan apa?” tanyaku tanpa menjawab pertanyaannya. Aku meletakkan menunya.
“Apa yang paling enak disini?” Ffuh… Untunglah.. Sepertinya dia agak sedikit babo. Jadi, aku bisa berkelit.
“Capuccino dan coklat kami paling enak…” jawabku.
“Baiklah, aku mau cappuccino satu cangkir.” pesannya.
“Itu saja?” tanyaku.
“Ne~…”
Aish! Jinjja! Kenapa aku harus bertemu dengan dia lagi? Aku jadi teringat kata-kata Chaerin Eonnie tentang pesannya yang meminta namaku jika kami bertemu lagi.
Aku menyerahkan catatan pesanan milik Donghae tadi. Sekarang aku harus menunggunya dan juga harus melayaninya lagi. Namja gila itu alias si Donghae melihat ke arahku terus. Aku berusaha tidak melihat ke arahnya, membuatku tidak nyaman saja. Huh… Menyebalkan sekali dia.
“Hyunri~ya… Ini pesananmu…” kata staff dari dapur.
“Ne~…” Aku mengambil pesanannya dan mengantarnya dengan malas. Donghae masih memandangku saat aku berjalan kearahnya.
“Silahkan…” Aku menaruh cangkir cappuchino, tissue, dan sendoknya.
“Jadi siapa namamu? Kita bertemu lagi, kan?” Dia tiba-tiba bertanya.
“Kau mengikutiku, ya?” selidikku. Aku curiga kalau dia ini mengikutiku terus.
“Ani… Aku juga baru pulang dari festival itu dan kebetulan lewat sini. Kemudian aku ingin mampir di café ini.” akunya. Cih… Pasti dia bohong.
“Kenapa kau mengikutiku, Donghae ssi? Jujur saja. ” Aku mulai kesal.
“Ya! Aku berkata betul. Kau pikir aku bohong? Sepertinya kita memang jodoh.” ucapnya.
“Mwo?” Jodoh kepalamu Lee Donghae!! Dasar namja anehhh… Sungguh. Aku ingin sekali melemparnya ke laut lepas agar dimakan ikan hiu.
“Kau kan sudah tahu namaku. Sekarang giliran kau memberi tahu namamu.” jawabnya santai.
“Mworago?!!” Aku sudah mulai tidak bisa menahan emosiku. Namja ini benar-benar ingin memancing emosiku rupanya.
“Kan aku sudah bilang… Kalau kita ketemu lagi kau harus memberitahu namamu, kan?” Dia sudah mulai memaksa rupanya.
“Memangnya kau siapa? Kenapa aku harus memberi tahu namaku padamu, hah?!” Aku sedikit berteriak padanya. Omo! Aku lupa aku sedang bekerja. Beberapa orang memandangi kami berdua. Donghae tertawa kecil sambil menutupi mulutnya berusaha menahannya.
“Chuisonghaeyo… Ada apa Hyunri~ya?” tanya Siwon Sajangnim.
“A… aniyo sajangnim…” jawabku gagap. Sial! Ini semua berkat tingkah Donghae ini.
“Maafkan karyawan kami yang tidak melayani anda dengan baik.” kata Siwon Sajangnim.
“Ah~ aniyo… Tadi aku hanya mengajaknya ngobrol sebentar.” kata Donghae sambil melirik padaku.
“Ya~… Kau minta maaflah padanya.” kata Sajangnim lagi sambil menyikutku.
“Iye Sajangnim… Chuisonghamnida…” ucapku tak rela.
“Layani dia dengan baik, araji?” nasehatnya lagi lalu meninggalkanku.
“Ah, jadi namamu Hyunri? Pangabda Hyunri~ssi…” Dia tersenyum.
“Ne~… Silahkan menikmati minuman anda…” Aku membungkuk dan berbalik menjauhinya. Bisa kudengar dia sedikit cekikikan. Aku terlihat bodoh sekali didepannya.
End of Hyunri’s P.O.V

Author’s P.O.V
Donghae memandang Hyunri dengan puas.
‘Assa! Aku sudah tahu namanya dan dimana saja dia bekerja… Hyunri. Hmm. Nama yang cantik. Secantik orangnya.’ batinnya senang.
Sebenarnya jantungnya itu sudah mau keluar saja saat melihat Hyunri yang lalu lalang terus melayani beberapa pengunjung café.
Dia sengaja duduk di café itu selama sekitar 1 jam. Sebenarnya dia belum puas melihat cinta pandangan pertamanya itu. Tapi, dia ingat rencananya untuk mampir ke rumah Kyuhyun. Jadi, dia memaksakan diri untuk menyudahi pengamatannya terhadap Hyunri.
Donghae mengeluarkan sesuatu dari saku jaketnya. Sebungkus biskuit bundar dengan icon smile rasa strawberry. Dia mengambil pulpen dan menulis sesuatu di tissue. Lalu setelah selesai dia meminum habis cappuchino-nya. Dia bangkit memakai jaket dan kacamata hitamnya yang sontak membuat beberapa yeoja berdecak kagum. Lalu, dia mengambil bunga yang tadi dibelinya dan menuju kasir.
“Bisakah aku meminta tolong?” tanya Donghae pada si kasir.
“Ne~… Ada yang bisa kubantu?”
“Hmm…. Tolong berikan ini pada Hyunri ssi..” Donghae menyerahkan tissue dan biskuit itu.
“Hmm? Kim Hyunri?” tanya kasir tersebut.
“Ne~… Kim Hyunri.” jawab Donghae seraya tersenyum.
“Baiklah, akan ku sampaikan.”
“Kamsahamnida…” Donghae mengangguk dan pergi meninggalkan café itu menuju apartemen Kyuhyun dan Hyora.
“Hyunri Nuna…” panggil Jungshin, si kasir.
“Ada apa Jungshin~ah?” Hyunri mendekatinya ke meja kasir.
“Igo…” Dia menyerahkan benda yang diberikan oleh Donghae untuk Hyunri.
“Mwoya?” Hyunri menerimanya dan membolak-balikan biskuit itu.
“Kau dapat ini dari siapa?” tanya Hyunri.
“Dari namja yang tadi membuat Nuna teriak-teriak.” Jawab Jungshin sambil tersenyum.
“Mworago?”
“Sepertinya dia naksir Nuna…” goda Jungshin.
“Yang benar saja kau…”
“Jinjjayo Nuna… Aku kan namja juga.” ucap Jungshin sambil menepukkan tangannya di dadanya.
“Sok tahu sekali kau… Hahaha…” Hyunri memasukkan biskuit itu ke dalam saku lalu membaca sebuah pesan yang tertulis di tissue.

‘Annyeong! Lee Donghae imnida ^^ Aku sangat senang bisa bertemu denganmu hari ini. Sudah tahu belum kalau senyumanmu itu sangat indah?’

“Omo… Dasar namja gila dan aneh!” gumamnya. Tapi, anehnya Hyunri merasakan ada suatu perasaan senang yang memercik di dalam hatinya.
End of Author’s P.O.V

Donghae’s P.O.V
Aku sampai di gedung apartemen Kyura. Aku berniat melihat kondisi mereka setelah mereka meninggalkan kami di festival tadi. Aku tersenyum terus menuju apartemen tak lupa ku bawa pula bunga mawar berwarna ungu tadi, aku baru tahu kalau ada bunga mawar berwarna seperti ini. Sungguh unik, dan ternyata ini menggambarkan suasana hatiku saat ini.
Aku sampai didepan apartemen Kyura. Langsung saja aku menekan kode pembuka kamar apartemen mereka.
“Code incorrect.” Ada tulisan itu muncul. Sial!! Mereka mengganti kodenya. Aku memutuskan untuk menenkan belnya.
“Kyuhyun~ah.. Na ya..(ini aku). Donghae Hyung.” Ucapku saat Kyuhyun melihat ke arah monitor.
“Ne~ Hyung.. Tunggu sebentar. Kau sendirian, Hyung?”
“Eo! Aku sendirian.” Aku menyembunyikan bungaku
Klik!
Pintu terbuka.
“Huattcccchhhiiiiii…” Kyuhyun bersin dengan tiba-tiba.
“Ya! Kenapa kau mengganti nomor kodenya, hah?” kataku kesal.
“Huatttcchhii….. Agar kau… Huatttcchhiiii… Tidak mengganggu Hyu…attchhiiii… Hyung!! Kau bawa bunga ya???!!!!” teriak Kyuhyun sambil mengusap hidungnya dan bersin sekali lagi.
“Iya… Kenapa bisa tahu?” Aku menerjang masuk.
“Hutcchiii.. Kau tidak lihat aku bersin terus? Huattcchiiii…!! Aku alergi serbuk bunga!!!”
“Jinjja?? Hahaha… Mianhae… Lihat ini!” aku nekat mengulurkan bunganya lebih dekat ke Kyuhyun. Kyuhyun otomatis meningkatkan volume bersinnya. Rasakan!!
“Hyung!! Jauhkan bunga itu!! Huattttcchiiii huattchhiiii huatcchhhii…”
“Kkkkkkk… Bagus kan???”
“Hyung…jebalyo…..” ujar Kyuhyun. Aku tertawa senang.
“Ara ara….” Aku tidak tega lalu meletakkan bunganya jauh-jauh dari Kyuhyun.
“Lalu waktu pernikahanmu itu bunganya bagaimana?” tanyaku.
“Semuanya plastik. Kau mau lihat aku bersin-bersin terus saat dulu aku menikah?” ucap Kyuhyun kesal.
“Ah~ geurae? Kkkk….”
“Ada apa kemari, Hyung?” tanya Kyuhyun.
“Kenapa kau pulang duluan tadi? Ngomong-ngomong dimana Hyo-ku?” Aku duduk di sofa.
“Kuge Hyung… Dia sedang marah padaku… Dia tidak keluar dari kamar sejak kami pulang.” bisik Kyuhyun takut Hyora mendengar.
“Jinjja?” aku berusaha tidak memperlihatkan excitement yang berlebihan.
“Ini gara-gara ramalan tak berguna itu…”
Kyuhyun lalu menjelaskan duduk permasalahnnya dengan Hyora tadi saat di festival. (The Oracle Part 1-2)
“Oke kalau begitu. Aku pulang dulu.. Aku hanya ingin memastikan kalian baik-baik saja…” Aku beranjak dari sofa, mengambil bunganya setelah mendengar Kyuhyun bercerita dan juga memberinya saran. Kyuhyun segera menjauhkan tubuhnya saat aku lewat denga bunga ditanganku.
“Aku pulang dulu. Cobalah bicara yang tenang padanya. Aku percaya padamu…..” Aku berjalan menuju pintu.
“Mianhae, Hyung… Aku tidak bisa mengantarmu…” Kyuhyun menutup hidungnya dengan leher kausnya.
“Gwenchanha…” jawabku.
“Hyung!!” Kyuhyun berteriak.
“Wae?” Aku bertanya sambil mengikat tali sepatu.
“Kau… Sedang jatuh cinta, ya???” tanya Kyuhyun.
Aku menyelesaikan ikatan sepatuku lalu berdiri dengan bunga mawar ungu yang sedari tadi kubawa dan tersenyum lebar menghadap Kyuhyun.
“Annyeong!!!” jawabku sekenanya dan keluar dari apartemen Kyura dan menggantungkan pertanyaan yang ditanyakan oleh Kyuhyun.

——

Sejak hari itu, aku bertekad untuk mendapatkan perhatian dari Kim Hyunri. Hampir setiap hari aku membeli bunga di tempatnya bekerja dan aku juga menghabiskan makan siangku di cafénya. Aku datang pada waktu yang sama. Ada kalanya dia tidak bekerja karena menurut Jungshin dia itu masih kuliah dan di cafe itu Hyunri bekerja part time.
Saat aku ke sana, aku selalu memberinya dia biskuit dengan rasa yang berbeda dan icon smile yang mengekspresikan perasaanku. Tidak lupa juga pesan yang selalu aku tulis di tissue. Well, aku jadi terkenal dicafe tersebut karena ulahku. Jungshin dan Sungje juga jadi dekat denganku karena mereka yang membantuku mengantarkan biskuit-biskuit dan note-note itu.
Seluruh pegawai di café itu sudah tahu kalau aku tergila-gila pada Kim Hyunri. Tapi, dia masih belum membalas perasaanku. Dia selalu bersikap dingin dan memandangku dengan aneh. Untungnya, dia masih melayaniku dengan baik. Bahkan saat di cafe, dia sudah hapal kesukaanku. Dia langsung menyebutkan pesananku jika aku datang. Di toko bunga juga. Hahaha… Tak apalah… Lagipula aku belum mau menyerah. Aku terlalu jatuh cinta dengan yeoja ini. Yeoja yang selalu membuatku penasaran.
Aku tahu jatuh cinta itu membuatmu gila. Apapun akan kau lakukan demi dia yang kau cintai, kan? Kyuhyun saja langsung melamar Hyora dengan melihat aura game-nya saja. Bukankah itu gila? Hahaha. Dia memang gila. Semua yang kau lakukan pun terasa tidak masuk akal, bukan?
“Ya! Kau sedang dimana?” Belum sempat aku mengatakan ‘yeoboseyo’ suara ini sudah menyolot duluan.
“Aku masih di kantor.”
“Kau ini ke mana saja, hah?! Ayo makan siang bersama… Kau sesibuk itukah selalu menolak undanganku dan Ahra?” Aish! Kok terdengar seperti undangan pernikahan saja.
“Yah, begitulah… Aku sangat sibuk.” Aku berbohong. Maafkan aku, Hyuk~ah…
“Ya! Dalam sebulan ini kau selalu menolak ajakan makan siang kami. Sebenarnya kau itu sedang apa sih? Aku saja masih sempat makan siang bersama geng kita walaupun sudah bekerja. Sombong sekali kau ini…” omel Eunhyuk si monyet gunung.
Aku kangen juga sih pada mereka. Tapi, aku lebih kangen lagi pada Hyunri. Jika tidak melihatnya sehari saja aku tidak bisa tidur dengan tenang. Inilah efek jatuh cinta. Sungguh mengerikan. Tapi, menyenangkan sekali.
“Mianhae, Eunhyuk~ah… Bagaimana kalau besok saja aku makan siang bersamamu dan Ahra?” tawarku.
“Hmm.. Baiklah kalau kau memang sibuk sekali. Sebenarnya aku kangen padamu, ikan…” Aish~! Jinjja! Bocah ini benar-benar membuatku merinding.
“Aku juga kangen sekali….. Menjitak kepalamu yang mesum itu.”jawabku.
“Muahahahahahahahahaha…” (bayangkan tawa setan ala Kyuhyuk di Golden Stage edisi Cooking)
“Dasar kau bocah sinting!” umpatku.
“Oke. Kalau begitu, besok kau harus menepati janjimu, ya?”
“Arasseo…”
“Baiklah kalau begitu. Hari ini aku akan makan siang dengan Ahra saja.”
“Salam untuk Ahra, ya?”
“Eo! Annyeong!!” Aku menutup teleponnya. Sudah waktunya makan siang. Hari ini dia tidak bekerja di toko bunga tapi hanya di café saja. Jadi, aku akan menstalk dia saat dia berangkat kerja. Aku bahkan sudah hafal jadwal kerjanya. Jadi, itu memudahkanku untuk mengikutinya dari belakang. Yah… Aku ini sudah seperti stalker artis-artis saja. Kadang aku mengambil beberapa fotonya dengan kameraku.
Lihat itu! Dia ada di depanku. Aku sengaja memarkir motorku jauh dari cafenya dan mulai membuntutinya dari belakang. Oke aku ini sudah gila karena kau Kim Hyunri. Aku juga tidak tahu kenapa aku melakukan hal ini. Hufttt… Seperti ahjussi-ahjussi mesum saja. Tapi, aku tidak peduli. Aku merasa senang.
Aku mengikuti Hyunri yang berjalan kira-kira 10 meter dariku. Aku sudah menutupi kepalaku dengan hoodie. Aku berhenti sebentar saat di belokan blok depan, mengintipnya. Aish! Aku benar-benar kelihatan seperti psyco. Hyunri’s love psyco. Kkkkk….
Duk! Ada yang menendangku.
“Auuu… Appeoooooo!!” jeritku tertahan karena tidak mau Hyunri tahu aku sedang mengikutinya. Aku sudah mau marah pada orang yang menendangku.
“Neo?” ucapku kaget.
End Of Donghae’s P.O.V

——

Eunhyuk’s P.O.V
“Dasar kau bocah sinting!” jawab Donghae.
“Oke, kalau begitu besok kau harus menepati janjimu, ya?”
“Arasseo…”
“Baiklah kalau begitu hari ini aku akan makan siang dengan Ahra saja.”
“Salam untuk Ahra, ya?”
“Eo! Annyeong!!” Aku menutup teleponnya.
“Dia itu sombong sekali, sih…” kata Ahra.
“Ah~.. Sudah biarkan saja.. Mungkin dia memang sedang sibuk. Dia kan sudah janji akan makan siang bersama kita besok. Kaja! Kita berangkat saja. Aku sudah lapar….” Aku menepuk perutku. Aku dan Ahra pun segera pergi ke café langganan kami untuk makan siang.
Di tengah perjalanan kami menuju café itu, tiba-tiba Ahra menepuk pundakku sambil melihat ke arah lain.
“Ya! Jamkkan… Pelankan mobilmu, Hyuk…”
“Wae?” Aku memelankan mobilku.
“Itu bukannya Donghae, ya?” Ahra menunjuk ke satu arah.
Aku menepikan mobilku dan ikut melihat ke arah yang ditunjuk Ahra.
“Eo! Benar. Itu kan, si ikan… Sedang apa dia? Seperti mata-mata saja.”
“Sepertinya dia sedang memata-matai yeoja itu. Apakah dia seorang artis? Tapi, dia kan wartawan olahraga. Bukan koran gossip.” sahut Ahra.
“Yeoja yang mana?” tanyaku.
“Itu yang memakai topi. Siapa lagi? Kan hanya ada dia yang berjalan searah dengan Donghae.” jawab Ahra.
“Ada yang tidak beres… Ayo kita ikuti saja dia.” ajakku. Kamipun jadi ikut membuntuti Donghae.
Dia berhenti. Aku dan Ahra mempercepat langkah kami dan segera menghampirinya. Ahra sengaja menendang pelan kakinya dari belakang. Dasar yeoja setan.
Duk!
“Auuu… Appeoooooo!!” Dia mengusap kakinya lalu memandang ke arah kami dan sudah mau marah-marah.
“Neo?” tanyanya dengan muka kaget.
“Ya! Kau sedang apa, hah? Mengikuti seorang yeoja?” Mata Donghae membulat dia segera menutup mulut Ahra.
“Jangan keras-keras, babo!!” kata Donghae berbisik.
“Jadi, kau benar sedang mengikuti yeoja itu? Apakah dia artis? Dia kah yang membuatmu melupakan kami? Ckck…” ejekku.
“Aish!! Kalian ini memang pengganggu. Makanya Kyuhyun selalu kesal.” umpatnya.
“Ya! Kau juga salah satu pengganggunya, kan?” Enak saja mau lari dari dosanya sendiri.
“Kau itu benar-benar sedang jatuh cinta, ya?” tanya Ahra curiga.
“Dengan yeoja itu?” sambungku. Donghae memandang kami dengan mukanya yang sedikit panik. Sepertinya ada yang dia sembunyikan. Aku yakin dia memang sedang jatuh cinta. Auranya terlihat dari matanya. Aish! Apa yang sedang aku pikirkan? Aku seperti kekasihnya saja yang sedang cemburu. Sial!
“Baiklah baiklah… Aku mengaku saja… Iya. Aku sedang jatuh cinta pada yeoja itu…” jawabnya.
“Apakah itu dimulai saat kau dulu itu membeli mawar ungu?” selidik Ahra. Donghae mengangguk sambil menggaruk kepalanya.
“Dia bekerja?” tanya Ahra lagi.
“Dia part timer di café.” jawab Donghae singkat.
“Huahhahahaa…. Dasar kau! Jadi itu alasanmu tidak mau makan siang bersama kami?” kataku.
Akhirnya dia punya yeoja yang disukainya juga. Aku sudah sering menasehatinya untuk pacaran, Tapi, dia selalu bilang dia ingin merasakan chemistry jatuh cinta sendiri. Berarti yeoja yang disukai si Donghae ini pasti luar biasa. Aku tahu Donghae itu susah sekali jatuh cinta.
“Keurom, uri manahaja? (kalau begitu bagaimana kalau kita temui dia?)” usul Ahra sambil melirikku.
“Ani…” Belum sempat Donghae menjawab, kami berdua dengan senyuman setan langsung saja menggandeng Donghae yang sekarang meronta-ronta minta dilepaskan. Ahra menggandeng lengan Donghae di sebelah kanan dan aku di sebelah kiri. Kkkkkk….
“Hmmm… Ini sih café milik temanku.” kata Ahra setelah kami sampai di depan café tempat bekerja yeoja-nya Donghae.
“Ya! Kalian jangan macam-macam ya…” ancamnya padaku dan Ahra.
“Aish! Kapan sih kami pernah macam-macam?” gumamku yang lalu masuk diikuti Ahra.
Kami lalu duduk di salah satu spot yang lumayan enak untuk diduduki. Belum sempat kami pesan makanan, sudah ada yang memanggil Ahra.
“Ahra~ya…”
“Oppa!” sambutnya dengan berbinar. Seorang namja yang sangat amat tampan menghampirinya.
“Annyeong haseyo…” sapanya.
“Ini teman-temanku. Ini Lee Donghae dan ini Lee Hyukjae. Donghae, Eunhyuk ini Siwon Oppa.” Ahra memperkenalkan kami. Saat menyebut nama namja yang bernama Siwon ini matanya kembali berbinar sambil melirik Siwon. Di depan namja ini sikapnya jadi manis begitu. Cishh…
“Ne~.. Annyeong haseyo, Choi Siwon imnida..” ucapnya memperkenalkan diri.
“Annyeong haseyo, Donghae imnida..”
“Haha.. Iya, aku tahu kau Lee Donghae.” jawab Siwon.
“Hyukjae imnida. Tapi, panggil saja Eunhyuk.”
“Annyeong haseyo… Oh iya, akan kupanggilkan Hyunri untuk kalian… Jamkkanmanyo.” kata Siwon sambil melirik ke arah Donghae menggodanya.
“Jadi namanya Hyunri, ya?” Aku menyenggol lengan Donghae yang lalu tersenyum aneh. Hahaha… Akan kukerjai dia ini.
“Dia datang… Dia datang…” kata Ahra yang meyakini bahwa yeoja yang sedang berjalan kearah kami adalah Hyunri.
“Osseo oseyo…Ada yang bisa kubantu?” Wah… Selera Donghae lumayan juga. Terlihat pintar dan ramah.
“Aku pesan Orange juice, segelas air mineral, dan steak sirloin saja.” Hyunri segera mencatat pesanan Ahra. Aku mendekati Donghae dan berbisik.
“Donghae~ya.. Bagaimana kalau kita memesan yang sama hari ini?” bisikku mesra.
“Ya!! Apa yang kau lakukan??!!” Mata Donghae sudah mau keluar melihat perlakuanku. Ahra sudah mau tertawa, tapi masih ditahannya. Kkkkk!
“Kita pesan yang sama ya, ikanku…” Aku mulai melakukan kebiasaanku menyentuh pipi Donghae. Yeoja yang bernama Hyunri itu memandang kami aneh. Muahahahahaha….
“Mwoya!!” Donghae salah tingkah. “Ani, Hyunri~ya… Ini bukan seperti yang kau lihat…” Donghae panik menjelaskan pada yeoja itu.
“Gwenchanhayo…” jawabnya sambil mencatat pesananku.
“Baiklah, 1 Orange juice, 1 gelas air mineral, 1 steak sirloin, 2 spaggethi, 2 waffle bluberry, dan 2 Mango juice?”
“Minumanku diganti susu strawberry saja.” jawabku.
“Baiklah, jjamsimanyo…” Hyunri tersenyum lalu pergi.
“Ya! Kubilang jangan macam-macam kau!!” Donghae memukul bahuku.
“Huahhaahhhahaha…” Aku dan Ahra geli sekali melihatnya seperti itu.
“Seleramu bagus juga Donghae~ya… Dia samapai hafal sekali dengan pesananmu.” pujiku.
“Iya betul. Nomu yeppeo…” tambah Ahra.
“Jogiyo…” tiba-tiba Siwon mendekati kami lagi.
“Ada apa Oppa?” Cishh.. Lihatlah Ahra yang aneh ini setelah mendengar suara Siwon.
“Hmmm… Bolehkah aku meminjam teman kalian yang cantik ini untuk makan siang bersamaku?” tanyanya. Oh God! Tolong Siwon ssi jangan membuatku ingin muntah.
“Ah~ tentu saja… Tak usah minta ijin pada mereka, Oppa…” jawabnya. Hah! Masih saja ada kata-katanya yang seperti setan ini.
“Bawa saja Siwon ssi, kami malah senang dia tidak ada.” kata Donghae.
“Ya!” mata Ahra melotot pada Donghae.
“Iya, bawa saja dia… Dia kan makannya banyak. Mengganggu kami berdua lagi.” Rasakan Ahra. Kubalas kau! Bukan hanya mata Ahra yang sudah mau keluar sekarang, tapi mata Donghae sudah melihatku dengan pandangan membunuh. Kkkk… Hari ini aku bisa mengerjai mereka. Asyikkk!!
“Baiklah kalau begitu. Akan kusuruh pegawaiku mengantarkan makanan Ahra ke atas.” Siwon menggandeng Ahra.
“Annyeong Ahra~…” kataku. Ahra menyempatkan diri menjulurkan lidah pada kami. Ahahaha… Dasar evil yeoja.
End of Eunhyuk’s P.O.V

Author’s P.O.V
“Sekarang tinggal kita berdua Donghae~ya…” goda Eunhyuk. Donghae keliatan sangat panik mendapati dirinya bersama Eunhyuk si omes alias otak mesum itu.
‘Lebih baik bersama Ahra si evil yeoja dibandingkan bersama monyet mesum satu ini… Bisa gila aku…’ pikir Donghae.
“Neo… Jangan macam-macam ya…” ancam Donghae sambil menunjuk Hyuk. Yang ditunjuk malah terkikik, merasa lebih tergoda untuk meledek Donghae.
“Hmmmm… Seleramu boleh juga.” kata Eunhyuk.
“Ya! Aku mohon padamu jangan bilang siapa-siapa dulu tentang Hyunri. Hanya kau dan Ahra yang tahu…” mohon Donghae.
“Kau mau bayar aku berapa, hah?” tantang Eunhyuk.
“Bagaimana kalau aku bawakan pisang satu tundun?”
“Mworago??!! Ya!! Kau pikir aku monyet, hah??!!” protes Eunhyuk sambil melotot.
“Ahahahaha… Mianhae, Hyuk~ah.. Habis wajahmu selalu mengingatkan aku pada monyet tetanggaku. Makanya aku tawarkan kau pisang satu tundun. Kkkkk….”
“Masa sih, kau selalu mengingatku…” Hyuk mempunyai ide untuk membalas dendam pada si ikan. Dia mendekatkan mukanya pada Donghae.
“Ya~… Jika kau memanggilku monyet lagi, lihat saja akibatnya…” bisik Eunhyuk sambil menyeringai. Donghae melebarkan matanya.
“Kau ini sedang apa??!! Jebal… Hajima…” balas Donghae setengah memohon.
“Wahahahaha…” Eunhyuk benar-benar puas.
“Kau ini menyebalkan sekali… Jangan menggodaku terus.”
“Kau harusnya melihat wajahmu sendiri tadi.. Huahahahha… Lucu sekali, Donghae~ya…” Eunhyuk tertawa sambil memukul pelan dada Donghae.
“Harusnya kau membantuku… Susah sekali mendekati Hyunri ini…” wajah Donghae berubah sedih. Dia menunduk lalu melihat ke arah Hyunri yang sedang menunggu pesanannya untuk diantarkan. Hyunri kelihatan sedang mengobrol dengan Sungje. Dia sekarang tertawa lepas karena candaan Sungje.
“Lihatlah… Aku berharap aku bisa menggantikan Sungje disana…” ucap Donghae sedih.
“Kau sudah melakukan apa saja untuk mendapatkan perhatiannya?” tanya Eunhyuk penasaran.
“Aku setiap hari datang ke sini, dan ke toko bunga tempatnya bekerja.” jawab Donghae.
“Hanya itu?” Tanya Eunhyuk.
“Harus apa lagi?”
“Kau tahu jika kau mengejarnya seperti itu, itu hanya akan membuatnya bosan.”
“Lalu apa yang harus aku lakukan?”
“Kau ini benar-benar polos.” Eunhyuk mengacak rambut Donghae.
“Baiklah… Kali ini aku tidak menyangkalnya. Jadi, katakan padaku apa yang harus kulakukan untuk mendapatkan Hyunri.”
“Neo… Dengarkan baik-baik pada Love Expert, Lee Hyukjae ini.” Eunhyuk mengangkat tangannnya seperti pahlawan bertopeng saat berkata seperti itu.
“Mwo?”
“Begini Donghae~ya…” Eunhyuk merangkul Donghae dan berkata sambil berbisik. “Kau itu seharusnya jangan sering-sering menemuinya. Coba saja kau pergi dari hadapannya sesekali. Aku yakin dia pasti akan mencarimu.”
“Tapi, aku tidak pernah tahan untuk tidak melihatnya.” jawab Donghae sambil berbisik ke telinga Hyuk. Sesekali Eunhyuk terkikik, karena dia merasa geli dengan nafas Donghae di telinganya. Dan mereka berdua tidak menyadari kalau mereka sudah jadi tontonan karena mereka berdua kelihatan seperti dua orang homo yang sedang pacaran.
“Tahan dirimu untuk tidak menemuinya. Begini saja. Kau kesini dua hari sekali saja. Minta tolonglah pada waiter temannya untuk memata-matai dia. Kalau bisa malah kau yang lama saja sekalian jangan menemuinya.”
“Aku bisa gila, Eunhyuk~ah…”
“Itulah chemistry nya, buddy!!” Eunhyuk meninju ringan lengan Donghae.
“Jinjja? Akan kupikirkan. Tapi, untuk sekarang aku belum bisa. Aku masih ingin melihatnya…”
Saat Hyunri mengantarkan makanan, posisi EunHae ini masih berangkulan.
Brakk!! Hyunri menaruh nampannya sedikit keras. Dia melirik tajam ke arah Donghae. Donghae segera menyadari apa yang sedang ia lakukan bersama setan mesum satu itu, Eunhyuk.
“Ya!! Apa yang kau lakukan??!!” jerit Donghae menjauhkan tubuhnya dari Eunhyuk.
“Hyunri ssi…” Donghae terlihat panik. Dia langsung saja berdiri ingin memberikan penjelasan pada Hyunri. Kebetulan Donghae duduk di pojok, jadi dia harus melewati Eunhyuk jika ingin keluar dari tempat duduknya. Tanpa dia sadari, tali sepatu yang dia pakai lepas dari ikatannya. Dan ketika dia akan melangkah dia menginjaknya. Akibatnya, Donghae kehilangan keseimbangan dan….
End of Author’s P.O.V

Hyunri’s P.O.V
Aku memandang tajam ke arah pelanggan nomor satu kami ini. Jadi dia itu seorang…. Aish! Bahkan aku tidak sanggup mengatakannya. Jadi dia mau pamer kalau dia itu sudah punya pacar? Jadi, biskuit dan semua kata-katanya yang dia berikan padaku itu berarti apa? Dia ini …
Omo!! Apa-apaan mereka?? Aku tiba-tiba melihat kelakuan mereka yang abnormal itu. Pacar Donghae itu mendekatkan wajahnya ke arah Donghae hampir menciumnya. Kemudian, dia mengacak rambut Donghae juga. Aku bisa merasakan tanganku menggenggam dengan kencang.
“Kau cemburu?” tiba-tiba Sungje Oppa sudah ada disebelahku.
“Ne? A… ani Oppa…”
“Hahaha… Lalu kenapa pandanganmu itu galak sekali ke arah mereka? Lihat tanganmu juga sudah putih seperti ini.” Sungje mengangkat tanganku yang menggenggam erat.
“Aniyo Oppa… Ini hanya… Mereka membuat pelanggan kita tidak nyaman, kan?” sangkalku.
“Kau kecewa karena dia itu ternyata abnormal?”
“Oppa!! Aku tidak punya urusan dengan mereka!! Untuk apa aku kecewa? Itu kan haknya. Memangnya aku siapa?” Aku memalingkan muka. Kenapa mukaku jadi panas begini.
“Ya~… Kau kelihatan lucu sekali saat marah seperti itu. Huhahahaha…” Sungje Oppa menggodaku.
“Aish, Oppa! Jinjja!!” Aku pura-pura marah dan memukulnya sambil tertawa.
“Pesanan untuk meja 12…”
“Oh, itu meja pesananku.” Pesanan milik Donghae dan pacarnya itu. Huh! Kenapa hatiku jadi panas begini menyebut hal itu. Mereka menyebalkan sekali.
“Jangan tunjukan cemburumu di depan mereka, ya?” goda Sungje Oppa.
“Oppa~… Jangan menggodaku terus!” jawabku sambil mengangkat nampannya. Aku menghela nafas, menyiapkan mental untuk mengantarkan pesanannya. Aish! Apa-apaan ini? Mengapa aku harus menyiapkan mental hanya untuk hal seperti itu? Aku kesal sendiri.
Mereka berdua ini memang benar-benar tidak tahu malu. Bermesraan seenaknya saja huh!! Dan kenapa Donghae ini malah berpelukan seperti itu? Apa-apaan sih orang ini. Semakin lama semakin aneh.
Brakkk! Entah kenapa emosiku memuncak saat aku melihat mereka dari jarak sedekat ini.
“Hyunri ssi…” Dia terlihat panik saat aku menggebrak meja mereka dengan nampan berisi makanan pesanan mereka. Donghae langsung berdiri. Saat dia berdiri dia tiba-tiba kehilangan keseimbangan dan….
Chu~!
“………” Hening sebentar. Semua mata memandang ke arah mereka dengan mata melebar. Dia mencium pipi pacarnya itu. Omo!! Mataku sudah mau keluar melihat pemandangan itu.
“Ah~ Donghae~ya… Kenapa kau melakukan itu di depan umum?? Aku tahu kau itu sudah mau menciumku sejak tadi.” Namja yang dia cium itu memukul lembut Donghae seperti yeoja. Donghae memandangku yang sedang terkaget-kaget. Aku segera sadar lalu cepat-cepat ku selesaikan tugasku.
“Hyu…Hyunri…ani…ini bu…bukan…seperti yang kau pikirkan, aku tidak….”
“Aigoo… Donghae~ya…” Namja itu lagi-lagi memanggilnya mesra. Dia meletakkan kedua tangannya di kedua pipinya.
“Ya!! Diam kau Lee Hyukjae!!!” bentak Donghae.
“Masigetjuseyo!!” kataku galak lalu pergi.
End of Hyunri’s P.O.V

—–

Author’s P.O.V
Donghae menyelesaikan makannya dengan Eunhyuk dengan suasana panik. Dia berniat untuk menunggu Hyunri pulang dari bekerja untuk menjelaskan bahwa dia bukan namja yang seperti Hyunri lihat.
“Uhuk uhuk….” Donghae sampai terbatuk karena dia makan dengan buru-buru.
“Pelan-pelan saja makannya…” Eunhyuk dengan baiknya mengelus punggung Donghae.
“Ya! Gara-gara kau hatiku jadi tak tenang, Hyunri pasti mengira aku gay gara-gara kelakuanmu tadi.” protesnya.
“Muahahahaha… Enak saja! Kau kan yang jatuh dan mencium pipiku.”
“Itu kan tidak sengaja..”
“Sudah tidak apa-apa. Kau jelaskan saja padanya.”
“Tidak apa-apa kepalamu! Tidak usah disuruh sudah mau aku lakukan…”
“Hahahaha… Pintar sekali dirimu, Donghae~ya…” kata Eunhyuk cuek.
“Aku sudah selesai!! Kau harus membayar makan siang ini, monyet sialan!! Aku tidak mau tahu!! Ini semua gara-gara kau! Moodku jadi jelek. Jadi, kau harus membayar semua makananku!!” Donghae meninggalkan Eunhyuk yang masih bengong karena kata-katanya.
“Ya!! Kau mau kemana??!!! Nanti dulu!!” Eunhyuk menghabiskan makanannya dengan cepat lalu menyusul Donghae yang sedang menuju kasir.
“Hyung~….”
“Annyeong Jungshin~ah…” Donghae mengambil sesuatu dari kantung jaketnya. Jungshin memberinya tissue seperti biasa. Lalu Donghae menulis di tissue tersebut.
“Berikan padanya ya…” kata Donghae setelah selesai. Hari ini dia memberikan biskuit dengan icon😥 .
“Hyung, kalian bertengkar ya?” tanya Jungshin.
“Semua gara-gara dia ini. Dan semua makananku dia yang bayar….”
“Kata Siwon Sajang hari ini kalian free…”
“Jinjjayo?” tanya Eunhyuk kaget.
“Ne…”
“Muahahahhaa.. Daebak!! Aku selamat…” Hyuk mengelus dadanya.
“Oh iya. Kita melupakan Ahra.” kata Donghae. Tiba-tiba hp Donghae berbunyi.

From: Evil Ahra
Ya! Deul saram!! Aku nanti pulang bersama Siwon Oppa saja, kalian pulang duluan, ya? Aku ada di atas, OK?

“Kau disuruh pulang duluan, Hyuk. Ahra pulang bersama Siwon ssi.”
“Mwo??!! Aish jinjja!! Kalian menelantarkanku. Kenapa hanya aku yang belum dapat pasangan?!! Ah… Menyebalkan.” gumam Hyuk sendiri.
Donghae membalas pesan Ahra.

To: Evil Ahra
Arasseo Ahra~ya… Kau selamat bersenang-senang dengan Siwon ssi. Tolong sampaikan salam kami untuknya. Dan terima kasih untuk free lunch-nya… ^^

“Baiklah… gomawo Jungshin~ah.. Kaja, Eunhyuk~ah…” ajak Donghae.
“Hyung! Tenang saja. Aku dan Sungje Hyung akan membantu Hyung membujuk Hyunri Nuna.” Donghae tersenyum lemah mendengar kata-kata Jungshin. Dia merasa sedih karena telah mengecewakan Hyunri.
Sepeninggalan Donghae, Jungshin langsung memanggil Hyunri.
“Nuna! Delivery!!” katanya.
“Ya! Itu Jungshin memanggilmu… Kiriman dari Donghae sudah datang.” Sungje menyenggol lengan Hyunri. Hyunri memandang tajam ke arah Sungje. Sungje terkikik melihat reaksi Hyunri.
“Nuna, kau ini kejam sekali pada Donghae Hyung!”
“Mwo?”
“Kau membuatnya menderita.”
“Mworago?”
“Igo…” Jungshin menyerahkan biskuit coklat dengan icon sedihnya dan tissue.
“Bersikap baiklah padanya. Dia itu sangat menyukai Nuna..” kata Jungshin.
“Tahu apa kau, anak kecil…” jawab Hyunri yang lalu pergi dari hadapan Jungshin dan menuju locker room nya.
Dibukanya tissue dari Donghae itu.

‘Mianhae…’

Hanya kata itu saja yang tertulis.
“Huff… Mengapa hatiku jadi tidak enak begini, ya?” Hyunri menghela nafasnya panjang.
“Haruskah aku minta maaf padanya? Tapi untuk apa? Aku tidak salah apa-apa kan? Lalu dia kan juga….” Hyunri teringat adegan Donghae dan Eunhyuk tadi.
“Aish!! Molla molla!! Kenapa hatiku tidak tenang, ya?” Hyunri menyimpan biskuitnya di dalam locker nya. Lalu kembali bekerja. Hari ini shiftnya sampai jam 7 karena menggantikan salah satu temannya. Untungnya kuliahnya hanya tadi pagi saja.

—–

“Sajangnim… Aku pulang dulu ya?” pamit Hyunri.
“Hati-hatilah di jalan. Kau bekerja keras hari ini. Gomabta.”
“Ne, Sajangnim…” Hyunri membungkuk sambil memakai topi kesayangannya lalu beranjak keluar dari café.
Appa dan Eommanya sedang pergi ke luar kota. Jadi, dia agak sedikit bebas hari ini. Sekarang dia melewati taman bermain dekat dengan halte tempat dia akan menunggu bis.
End of Author’s P.O.V

Hyunri P.O.V
“Kim Hyunri!!!” Suara itu, suara yang sangat kukenal. Aku berhenti dan melihatnya berlari kearahku.
“Ada apa, Donghae ssi?” tanyaku galak.
“Hyunri, aku hanya ingin menjelaskan tentang tadi siang…. Aku dan Eunhyukkie itu hanya berteman. Dia memang begitu. Tadi saat aku mencium pipinya juga karena aku jatuh, kan? Kami tidak ada apa-apa kok. Hanya sahabat…” jelas Donghae.
“Untuk apa kau menjelaskannnya, Donghae ssi? Toh hubungan kita hanya pelanggan dan pelayan kan?” ucapku.
“A…aku…” Donghae jadi salah tingkah. “Tapi, kenapa kau tadi marah begitu?”
“Ne?” Aigoo… Kenapa dia tanya seperti itu. Tadi itu aku juga tidak tahu kenapa bisa menggebrak mejanya dengan nampan yang ada ditanganku.
“Kenapa tadi kau memandangku dengan marah dan menggebrak meja?” tanyanya.
“I…itu ka..karena Moodku sedang tidak bagus hari ini.” sial! Kenapa aku gagap begini?!! Aku memandang ke arah lain.
“Ah…begitu…” Donghae menatapku. Ah~… Kenapa mukaku jadi panas begini saat dia memandangku?
“Waeyo?!!” bentakku.
“Ani. Hanya ingin memandangmu agak lama dari jarak sedekat ini.”
“A…aku harus pergi…” kataku yang lalu langsung pergi. Tapi, Donghae menahanku.
“Kajima…”
“Lepaskan aku, Donghae ssi!! Aku tidak suka kau selalu mengikutiku… Kau pikir aku tidak tahu kau selalu mengikutiku??!! Hanya karena kau ini pelanggan kami, jadi aku membiarkanmu mengikutiku!!!” Lagi-lagi aku membentaknya dengan keras. Aku tidak menyadari apa yang sudah aku ucapkan tadi. Itu pasti menyakitinya. Tiba-tiba aku ingin menangis. Aku harus pergi…
Tanpa menghiraukan perasaan Donghae ssi, aku langsung melepaskan tangannya dari lenganku. Donghae menatapku yang sudah berjalan cepat dengan sedih.
End of Hyunri’s P.O.V

Donghae’s P.O.V
“Lepaskan aku Donghae ssi!! Aku tidak suka kau selalu mengikutiku… Kau pikir aku tidak tahu kau selalu mengikutiku??!! Hanya karena kau ini pelanggan kami, jadi aku membiarkanmu mengikutiku!!!” Dia membentakku dengan keras.
Hyunri melepaskan tanganku dari lengannya dan mulai berjalan meninggalkanku. Aku merasa sakit. Sakit sekali. Tapi, dengan bodohnya aku masih memandangnya. Inikah rasanya patah hati?
Hyunri~ya… Aku ingin sekali memanggil namanya. Tapi, mulutku seakan terkunci dengan sendirinya. Aku menunduk dan membalikkan badanku berlawanan arah dengan Hyunri dan mulai berjalan dengan pandangan kosong. Jadi, selama ini dia memang tahu kalau aku mengikutinya? Dan dia membenci itu? Aku sudah tidak bisa berkata-kata lagi.
“KYAAAAAAA!!” Aku terperanjat mendengar suara itu. Segera saja aku membalikkan tubuhku dan melihat Hyunri dikelilingi tiga orang namja. Tanpa pikir panjang, aku yang jujur saja tidak bisa bela diri ini, nekat berlari ke arah Hyunri yang sedang dikeroyok ketiga namja itu.
“Ya!! Lepaskan dia!!” Aku berteriak dan mereka menatapku.
“Cih!! Neo, mwoya?” kata salah satu dari mereka.
“Kalian tidak tahu malu sekali, hah!! Mengeroyok seorang yeoja seperti itu…”
“Kau ini siapanya, hah?!”
“Aku…. Aku…”
“Buggghh!!!” Namja yang berada di depanku ini langsung saja memukulku. Dan seketika aku langsung terkapar di tanah dan aku merasakan nyeri di pipiku.
“DONGHAE SSI!!!” Aku mendengar Hyunri memanggil namaku. Aku sudah akan bangkit ketika namja yang memukulku menendang perutku. Ah~… Kenapa aku bisa lemah begini? Dalam keadaan setengah sadar, aku melihat Hyunri melepaskan diri dari kedua namja yang sejak tadi memegang kedua lengannya dan menghajarnya. Mwo? Aku pasti bermimpi… Hyunri menendang dan memukul ketiga berandalan itu dengan gerakan taekwondo nya. Mwoya ige? Keadaannya jadi terbalik? Hyunri yang menolongku?
Ketiga namja tadi berlari setelah dijatuhkan Hyunri.
“Hyunri~…” panggilku lemah.
“Donghae ssi… Gwenchanhayo?” Hyunri berlari panik kearahku saat aku memanggilnya.
“Mianhae…” ucapku pelan.
“Kaja…” Dia tidak menjawabku malah membantuku berdiri dan kami berjalan ke sebuah bangku panjang di arena taman bermain itu.
Dia mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Seperti krim untuk lebam dan sebuah plester. Aku masih menunduk. Argghh! Aku merasa sangat malu. Kenapa jadi dia yang menolongku begini?
Tiba-tiba dia mengulurkan tangannya dan membuat wajahku menatapnya. Ah~… Sudah pernahkah aku mengatakan kalau matanya sungguh indah?
“Kau benar-benar bodoh, Donghae ssi…” gumamnya yang lalu mengoleskan krim itu ke lukaku yang lebam tadi.
“Mianhae…” aku hanya bisa mengatakan mianhae saja dari tadi.
“Apanya yang mianhae?” jawabnya sedikit kesal.
“Apa lagi yang harus aku katakan? Aku tidak bisa menjagamu…”
“Hhhh…” dia menarik nafas panjang sebelum menempelkan plester di pipiku.
End of Donghae’s P.O.V

Author’s P.O.V
Sekarang Hyunri dan Donghae sudah berada di bis.
“Argghh…” Donghae mengerang karena perutnya yang tadi tertendang terasa sakit saat dia duduk.
“Gwenchanhayo?” Hyunri sedikit khawatir. Donghae mengangguk sambil meringis.
“Mian, membuatmu khawatir…” jawab Donghae sambil tersenyum lemah.
Mereka berdua terdiam agak lama selama perjalanan itu. Donghae memberanikan diri menyandarkan kepalanya di pundak Hyunri. Hyunri sedikit kaget. Jantungnya berdebar sangat keras saat kepala Donghae menyentuk pundaknya. Sepertinya karena perasaan bersalahnya, Hyunri akhirnya membiarkan Donghae beristirahat sebentar di pundaknya.
“Maukah kau mengantarku ke rumah?” Tanya Donghae.
“Ne?”
“Antarkan aku ke rumah…”
“Oh… ne…” jawabnya.
“Mianhago… Gomabtago, Hyunri~ya…” gumam Donghae. Hyunri hanya diam saja karena bingung ingin menjawab apa.
Beberapa saat kemudian mereka turun dari bis dan menuju rumah Donghae. Hyunri menuntun Donghae. Donghae menekan nomor kombinasi rumahnya.
“Kau sendirian?” Hyunri bertanya.
“Ani, ada appaku.”
“Eommaneun?”
“Dia sudah berada di surga dan adikku sudah menikah..”
“Mianhaeyo…”
“Gwenchanha…” Donghae tersenyum.
Mereka masuk ke dalam rumah. Tercium bau masakan yang enak. Mereka langsung menuju dapur.
“Appa!” teriak Donghae masih dalam tuntunan Hyunri sambil memegang perutnya.
“Donghaeya~… Neo… Ya!! Ada apa denganmu??!!” Donghae appa mematikan kompor lalu langsung berlari membantu anaknya yang sedang berada dalam pelukan Hyunri.
“Apa yang terjadi?” tanya Donghae Appa.
“Annyeong haseyo…” sapa Hyunri.
“Appa, ini Kim Hyunri. Dia yang menolongku… Tadi ada beberapa berandalan yang menyerangku..”
“Jinjja? Gomabta Hyunri~ah…”
“Ne, Abuji…” Donghae tersenyum senang saat Hyunri memanggil Appanya Abuji.
“Ya! Kenapa jadi dia yang menolongmu?” perhatian Donghae Appa berganti ke Donghae.
“Hahaha… Takdir.” jawab Donghae sekenanya. Hyunri sedikit tertawa.
“Mana yang terluka?” tanya Appa.
“Perutku. Tapi, sudah tidak apa-apa sepertinya. Aku hanya butuh kompres saja” kata Donghae.
“Biar kuambilkan… Jogiyo, dimana tempat kompres nya?” tanya Hyunri
“Ada di laci dapur. Kau cari saja.” jawab Appa.
“Nuguya?” tanya Appa tiba-tiba saat Hyunri sudah beranjak ke arah dapur.
“Chingu..”
“Geotjimal. Sama saja seperti Hyora saat membawa Kyuhyun kesini. Dia yeoja pertama pula yang kau bawa. Tidak mungkin dia hanya chingu biasa..” Appanya curiga.
“Abuji… Tunggu saja. Dia akan jadi menantumu. Hehehe… Auuu….” Donghae mengerang lagi saat dia tertawa.
“Ini kompresnya…” kata Hyunri menyerahkan kompresnya.
“Gomawo~…” Donghae menerimanya dan menaruhnya di bagian perut yang sakit.
“Chuisonghaeyo. Sepertinya aku sudah harus pulang…”
“Jinjjayo? Kau tidak mau makan malam bersama kami?” tanya Donghae Appa.
“Dwesseoyo (sudah) abuji… ”
“Kau harus makan malam bersama kami, Hyunri~ya… Adik Donghae akan segera datang.”
“Ne? Hyora akan datang, Appa?” Donghae bersemangat.
“Eo. Bersama seobangnya…”
“Hyunri~ya… Tinggallah sebentar lagi.” rayu Donghae.
“Mianhada… Tapi, aku benar-benar harus pergi.”
“Kure? Kalau begitu hati-hatilah di jalan, nak…”
“Ne, abuji. Donghae ssi, aku pergi dulu. Cepat sembuh…” katanya sambil membungkuk dan meninggalkan Donghae dan Appanya.
“Sudah kau istirahat dulu saja di kamar. Biar appa melanjutkan memasak untuk kita makan malam. Nanti akan kupanggil jika Hyora dan Kyuhyun sudah datang.” nasihat Donghae Appa.
“Arasseo Appa… Kamsahamnida…” Donghae dan Appanya berpisah. Donghae menuju kamarnya dan Appanya kembali ke dapur. Beberapa saat kemudian, pintu depan terbuka.
“Appa!! Na wasseoyo…” Suara putrinya tercinta ruapanya.
“Hyora~ya… Masuklah…”
“Appa!!” Hyora memeluk appanya.
“Annyeong haseyo, abunim…” sapa Kyuhyun.
“Annyeong Kyuhyun~ah…”
“Aku bawakan ginseng titipan dari appa, abunim…”
“Gomawo… Sampaikan pada appamu, ya?”
“Ne~…”
“Donghae Oppa ottisseoyo?” Tanya Hyora.
“Ah~… Aku lupa. Dia tadi membawa pacarnya.” ucap Hyora Appa.
“MWO??!!” Kyuhyun dan Hyora sama-sama berteriak.
“Dia yeoja pertama yang dia ajak kemari. Donghae tadi ditolongnya. Tadi dia diserang beberapa berandalan. Dan yeoja itu mengantarkannya kemari.” jelas Appa Hyora.
“Jinjjayo??” tanya Hyora. Kyuhyun menggelengkan kepalanya.
“Oppamu benar-benar payah…” komentar Kyuhyun.
“Kaja…” Hyora menarik tangan Kyuhyun dengan semena-mena.
End of Author’s P.O.V

Donghae’s P.O.V
Aku merebahkan tubuhnya pelan di kasurku. Bibirku kini membentuk sebuah senyuman yang sangat lebar saat mengingat wajah Hyunri. Aku senang sekali hari ini. Yah… Walaupun dengan beberapa hal yang terjadi.
‘Dia tidak menolakku saat aku tidur dipundaknya, dia bahkan marah saat kejadian di café.’ kataku dalam hati. Aku menutupi wajahku dengan bantal. ‘Ah~ johasseo!!!’
Aku pun berguling pelan di atas kasur.
BRRAKK!!
“Ya! Kau membuatku kaget saja Hyora!” bentakku saat melihat adikku dan suaminya datang.
“Oppa!!” Hyora menghambur masuk lalu duduk di tepi tempat tidurku.
“Annyeong Hyung~…” sapa Kyuhyun.
“Ya! Sopanlah sedikit Kyuhyun~ah…”
“Kkkkk…” dia hanya terkikik, dasar adik ipar evil.
“Oppa, nuguya? Geu yeoja?” tanya Hyora ingin tahu.
“Chingu..” Argghh!! Aku lupa. Seharusnya tadi aku tidak bercerita pada Appa. Aku lupa kalau Kyuhyun dan Hyora mau datang. Sial!
“Bohong! Dia pacar Oppa?” sergah Hyora.
“Berdoa saja, Hyora~ya…” Akhirnya aku mengaku.
“Hyung, benarkah kau yang ditolong olehnya?” Kyuhyun menyilangkan tangannya.
“Ah~ keuge…”
“Oppa, gwenchanha?” Hyora khawatir.
“Gwenchanha… Lukaku hanya ini dan di perut saja, kok. Kau tak perlu khawatir adikku..” Aku mengelus rambut Hyora.
“Jadi benar? Hyung ditolong oleh yeoja? Buahahahaha…” goda Kyuhyun.
“Ya!” Hyora memukul Kyuhyun menyuruhnya diam.
“Aku dipukul olah berandalan itu duluan bodoh…” Kyuhyun masih terkikik geli. Awas saja dia! Akan kupukul kepalanya kalau aku sudah sembuh.
“Oppa… Kenalkan aku pada yeoja itu…” kata Hyora manja.
“Mwo?”
“Kau harus mengenalkannnya pada kami, arasseo?” ancam Hyora. Sejak kapan adikku yang manis ini jadi suka mengancam? Aigoo.. Dia pasti ketularan suaminya yang pangeran setan itu. Kyuhyun hanya menyunggingkan evil smile nya. Dasar! Adik ipar tidak tahu diuntung!
“Aish!!” umpatku. Sial!! Aku ketahuan!!!

—–

“Ah~… Disini rupanya? Aku pernah bekerja disini.” kata Kyuhyun padaku esok harinya saat kami sampai di café tempat Hyunri bekerja.
Kemarin mereka memaksaku untuk mengajak mereka melihat yeoja yang aku sukai. Sial! Rencanaku untuk memberi mereka semua kejutan rusak sudah. Padahal, aku ingin saat aku sudah mendapatkan Hyunri baru akan kuberitahu mereka.
“Jinjja?” tanyaku kaget.
“Saat ulang tahun Hyora. Aku bekerja satu bulan disini. Café ini milik teman Nuna.”
“Ya! Ngomong-ngomong si Ahra itu juga sedang jatuh cinta dengan Siwon ssi.”
“Aku sudah tahu… Dia itu kan kalau suka pada seseorang terlihat dengan jelas.”
“Hyora kapan datang?” tanyaku.
“Katanya kuliahnya akan selesai sebentar lagi.” jawab Kyuhyun.
“Kaja! Siapa tahu kau kenal dengannya. Ya! Kau harus bantu aku mendapatkan perhatiannya ya? Jangan seperti Eunhyuk yang malah membuatku skak mat kemarin.” ajakku padanya.
“Jinjjayo Hyung? Ottokhaeyo? Pasti dia mengeluarkan jurus homonya padamu.” ucapnya yang memang tepat sasaran.
“Ottokhae ara??”
“Benar kan? Dasar Hyung gila!!”
“Aku kesal sekali. Gara-gara dia yeojaku jadi marah padaku. Dia menggebrak meja saat Eunhyuk bertingkah seperti gay. Aish jinjja! Kau mengingatkan aku lagi..”
“Eo! Hyung, jamkkanmanyo…” Kyuhyun pergi meninggalkanku menuju suatu arah yang dia lihat tadi. Mana Hyunri? Ah~ itu dia… Ya! Kyuhyun… Kenapa dia menuju Hyunri?
Mw..MWO!!!!! mereka saling kenal??!!!! Aku melihat Kyuhyun menepuk pundak Hyunri dan Hyunri terlihat sangat senang. Mereka kelihatan akrab sekali. Mereka melihat ke arahku. Hyunri mengangguk-angguk. Kyuhyun menyeringai ke arahku saat dia kembali ke meja kami.
“Ya! Apa yang kau lakukan dengan yeojaku?” tanyaku garang.
“Mwo??? Dia yeojamu itu, Hyung?? Wahahahhaha… Dia itu adalah mantan….”
“Mwo? Mantan pacarmu??!!” Aku segera menarik kerahnya. “How dare you, Kyuhyun~ah…”
“Aish! Jinjja Hyung… Biarkan aku…”
“Oppa!! Kau apakan suamiku??!!” tiba-tiba Hyora datang.
“Myeonjjang~ah… Tolong aku…” Kyuhyun menatap istrinya dengan manja memintaku melepaskan kerahnya.
“Oppa!! Apa-apaan ini? Lepaskan dia!!” bela Hyora.
“Ya! Katakan Kyuhyun~ah… Hyunri, yeojaku itu adalah mantan pacarmu?” ancamku.
“Mwo??!! Mantan pacarmu? Kau bilang kau belum pernah pacaran?” Hyora balas menatap Kyuhyun dengan marah.
“Memangnya dia sudah resmi jadi yeojamu, Hyung?” tanya Kyuhyun.
“Tapi kan aku sudah…”
“Dia mantan teman satu timku saat olimpiade matematika, kok…” jawab Kyuhyun sambil menahan tawanya. Aku dan Hyora berpandangan.
“Huahhahahaha…. Kalian ini memang benar-benar mudah sekali aku kerjai.” Seketika tawa setan Kyuhyun berkumandang.
“Aish! Jukeullae?!!(kau mau mati?)”
Hyunri datang membawa menunya. Jika aku yang datang sendirian dia pasti tidak akan memerlukan itu. Dia tersenyum.
“Annyeong haseyo…” katanya ramah sambil membagikan kami menunya.
“Hyunri, perkenalkan ini kakak iparku, Lee Donghae. Kau pasti kenal dia, kan?” Kyuhyun tiba-tiba berkata.
“Mwo?!! Ka…kakak ipar? Ja…jadi kau ini benar-benar sudah menikah?” tanyanya kaget.
“Eo! Ini istriku. Adik dari Donghae Hyung, Lee Hyora…” jawab Kyuhyun santai.
“Annyeong haseyo… Kim Hyunri imnida.” Hyunri memperkenalkan dirinya.
“Annyeong haseyo, Lee Hyora imnida…” Hyora tersenyum ke arah Hyunri. Huh! Yang benar saja masa aku diabaikan seperti ini?
“Kau tidak menyapaku Hyunri ssi?” tanyaku spontan.
“Ah~ minahaeyo… Bagaimana keadaanmu Donghae ssi? Sudah lebih baikkah?” tanyanya.
“Oh… Jadi kau yang menolong Oppaku? Kamsahamnida…” kata Hyora.
“Ehm… Jadi dia yang menolongmu, Hyung?? Kau ini bagaimana? Masa yeoja yang menolongmu?” Ingin rasanya kubungkam mulut Cho Kyuhyun dengan kaos kaki Eunhyuk agar dia bisa berhenti mempermalukanku. Dasar setan!
“Ya! Diam kau Cho Kyuhyun!” Hyora menyikut Kyuhyun membelaku. Kkkk… Yeodongsaeng kesayanganku.
“Aniyo, aku tidak menolongnya. Justru Donghae ssi yang menolongku.” Hyunri berkata sambil tersenyum ke arahku. Aku kaget dengan pernyataannya, membuatku bahagia. Akupun tersenyum membalasnya. Senyumannya seketika itu membuat rasa nyeri di pipiku sembuh seketika.
“Baiklah, apa kalian sudah siap memesan?” tanya Hyunri.
Sementara kedua adikku memilih makanannya, handphoneku tiba-tiba berbunyi dan aku mengangkatnya.
“Yeoboseyo?”
“Donghae~ya… Kau bisa ke kantor, tidak? Ini penting sekali…” kata suara Sunbae-ku di seberang.
“Ne~ sunbae…” Aku menutup handphoneku.
“Aku harus pergi… Bungkuskan untukku saja ya, Hyo~…” kataku.
“Oppa, mau kemana?” tanyanya.
“Aku harus ke kantor. Kalian makan saja…” aku mengalihkan pandanganku pada Hyunri dan tersenyum.
Aku mengeluarkan biskuit strawberry dengan icon smile bawaanku. Hari ini aku sengaja membawa lebih banyak seperti suasana hatiku saat ini.
“Igo…” Aku menyerahkannya.
“Gomawo untuk semuanya. Kau tahu artinya, kan?” tanyaku sambil tersenyum.
“Ne, kamsahamnida” jawabnya.
“Aku harus pergi… Hwaiting!” kataku memberinya semangat. Tanpa sadar, aku mendekatinya, memandangnya sebentar, membelai rambutnya, dan mencium keningnya.
Hyunri dan kedua adikku melebarkan mata mereka. Untung café sedang sedikit sepi.
“Ehemmm….” Kedua adikku berdehem.
“Annyeong!!” Aku melambaikan tangan pada mereka. Sebenarnya aku sangat berat meninggalkannya. Aku masih ingin bersama Hyunri karena aku merasakan bahwa dia sudah merasa nyaman bersamaku. Kenapa perasaanku mengatakan kalau aku tidak akan bertemu dengannya dalam waktu yang agak lama, ya?
End of Donghae’s P.O.V

Hyunri’s P.O.V
“Hufffttt…” Aku menghela nafas panjang di meja kasir.
“Kau kenapa?” tanya Chaerin Eonnie.
“Aniyo Eonnie…” Sudah dua minggu dia menghilang sejak dia mencium keningku. Aku tidak melihatnya di café atau di toko bunga. Biasanya dia ke café saat makan siang. Atau ke toko bunga saat sebelum berangkat kantor. Dia pasti akan mampir untuk membeli bunga sesuai suasana hatinya.
Aku baru ingat kejadian saat dia mau menjelaskan tentang dia dan temannya di café dulu. Aku sempat mengatakan padanya aku tidak suka dia mengikutiku. Apakah ciuman keningnya itu tanda bahwa dia meninggalkanku dan tidak mau menemuiku lagi? Eottokhae?!
Ah~… Kenapa tiba-tiba aku merindukannya? Namja itu, Lee Donghae. Apa dia hanya mempermainkanku? Kenapa dia tiba-tiba menghilang di saat aku mulai mendengar jantungku berdebar lebih keras dan cepat ketika aku memandangnya dari jauh? Ketika dia mengatakan sesuatu padaku, ketika dia menatapku, ketika dia tertawa bersama teman-temannya, ketika dia tersenyum padaku. Aku begitu merindukan senyumannya itu. Aku bahkan merindukannya saat dia mengikutiku…
Aku melayangkan pandanganku ke luar toko. Sebentar lagi toko akan tutup. Selama dua minggu ini aku selalu berharap dia akan datang ke toko bunga kami atau ke café. Setiap ada yang datang aku berharap dia yang datang dengan senyumannya itu melambaikan tangannya padaku dan memberiku biskuit-biskuit itu lagi.
“Kau kangen padanya ya? Pelangganmu itu?” tanya Cherin Eonnie.
“Ne? A..aniyo…” mukaku memerah.
“Kau tidak meneleponnya?”
“Telepon? Aku tidak memiliki nomernya…” jawabku polos.
“Mwo??! Jadi selama ini kalian tidak pernah berhubungan??” tanya Chaerin Eonnie. Aku menggeleng.
“Aigoo, jeongmalya?” Chaerin Eonni menggelengkan kepalanya.
“Ne, aku tidak tahu nomor teleponnya. Dia juga tidak pernah menghubungiku.”
“Mwo?? Jinjja? Lambat sekali dia…” Aku tertawa dengan komentae Chaerin Eonnie.
“Ayo kita tutup saja. Sepertinya sudah tidak ada pelanggan.” ajaknya.
“Baiklah Eonnie…” Aku beranjak untuk merapikan bunga-bunga di depan toko. Tiba-tiba telepon toko berbunyi, Chaerin Eonnie mengangkatnya.
“Yeoboseyo, ah~ ne ne ne… Bunga apa saja yang dipesan?…. Araseoyo… ” Dia menutup teleponnya dan memanggilku.
“Hyunri~ya… Ada yang memesan bunga. Dia ingin memesan bunga mawar ungu, bunga-bunga yang berwarna orange, mawar pink, mawar peach, lily, carnation merah, dan mawar merah.”
“Ne, Eonnie…” Aku segera mengambil catatan yang diberikan olehnya dan segera mengambil bunga-bunga yang dipesan.
“Kau sudah selesai merapikan bunga-bunganya?” tanya Chaerin Eonnie ketika aku selesai merangkaikan bunganya.
“Sudah Eonnie… Lalu pelanggannya mana?” tanyaku.
“Dia baru bisa kemari jam 9. Kau pulang saja dulu. Nanti aku yang menutup tokonya.”
“Ne?”
“Iya, pulanglah dulu…” Chaerin Eonnie mendorongku untuk segera merapikan barang-barangku.
“Keureyo?”
“Iya… Kau pulanglah dulu… Annyeong!” Dia tersenyum padaku.
Aku memandangnya dengan banyak pertanyaan di dalam kepalaku. Ah.. Sudahlah.. Itu tidak penting. Aku melihat jam tangan ku, sudah menunjukan pukul setengah sembilan malam rupanya.
“Annyeonghi kyeseyo, Eonnie…” Aku melambaikan tanganku, lalu keluar toko dan mulai berjalan menuju halte bis yang biasa. Rute perjalananku ke toko bunga maupun café tempatku bekerja selalu sama. Ketika aku melewati café yang belum tutup itu, aku melihat sekilas. Masih tetap berharap dia ada di sana. Tapi, karena sudah mau tutup suasana café pun tidak terlalu ramai. Tapi, diantara pelanggan-pelanggan kami aku tidak bisa menemukannya.
“Hhhhffttt…” Lagi-lagi aku menghembuskan nafasku. Dadaku terasa agak sakit ketika aku menyadari kenyataan bahwa dia memang tidak kembali.
Aku meneruskan kembali perjalananku ke arah halte bis. Aku berhenti sebentar ketika melewati taman bermain tempat dia menolongku tapi malah keadaannya terbalik. Aku tertawa. Namun, aku merasa sangat sedih. Maka dari itu, air mataku tiba-tiba keluar saat aku tertawa. Aku merasa bodoh telah mengabaikannya. Sekarang aku hanya bisa menyesal dan baru menyadari kalau aku menyukai namja bodoh dan aneh itu. Aku mendekati kursi panjang tempat aku mengobati lukanya dulu dan berniat duduk sebentar.
Saat duduk, air mataku malah semakin deras mengalir. Aish!! Ada apa denganku? Aku begitu merindukannya. Aku menutup wajahku dengan kedua tanganku, mencoba menahan aliran air mata yang tidak kunjung berhenti ini.
“Hhhh…” Aku menghela nafas lagi dan menurunkan tanganku. Tiba-tiba, aku merasa melihat namja itu berdiri tepat di hadapanku dalam jarak yang jauh. Aku tersenyum hambar pada diriku sendiri. Aku terlihat sangat bodoh. Lihat saja sekarang aku sudah berkhayal dia sudah kembali. Aku menghapus air mataku lalu memandang ke arah lain. Melihat bayangan yang aku yakini adalah ciptaanku sendiri itu membuat dadaku semakin sesak.
“Hyunri~ya…” Bahkan aku mendengar suara yang selama ini kurindukan. Aish! Kenapa suaranya saja bisa terekam dan terdengar sangat jelas di telingaku. Aku mencoba menghadapi bayangan itu.
Dia tersenyum saat melihatku menghadap ke arahnya lalu melambaikan tangannya. Persis seperti namja itu. Dia berjalan mendekatiku.
“Kim Hyunri…” panggilnya lagi.
‘Tidak! Ini tidak nyata Hyunri~ya.. Ini pasti hanya khayalanmu saja.’ kataku pada diriku sendiri.
“Kau tidak merindukanku, Kim Hyunri? Kenapa kau menangis?” tanyanya lagi. Kali ini wajahnya sudah semakin jelas. Kini dia berdiri tepat didepanku.
“Lee… Dong… Hae?” Aku berdiri perlahan dan memanggilnya sedikit tidak yakin.
“Igo… Noe ege (untukmu)…” Dia menyerahkan sebuket bunga sambil tersenyum. Aku membuka mulutku membentuk huruf O. Ani.. Ini bukan karena aku ingin memakan bunga itu. Tapi, bunga itu adalah bunga yang tadi aku bungkuskan. Iya benar. Itu bunga yang tadi aku bungkuskan. Aku memandang namja itu tidak percaya.
“Kau tahu kenapa aku membeli bunga-bunga ini? Bunga mawar ungu, bunga pertama yang kubeli darimu. Kaulah cinta pandangan pertamaku. Bunga-bunga yang berwarna orange ini, menandakan bahwa kau itu adalah semangatku. Mawar pink berarti kita berbaikan. Kau ingat kan kejadian disini? Gara-gara perkelahian itu kau tidak marah lagi padaku?” Namja itu tertawa kecil saat mengingat kejadian disini lalu melanjutkan lagi, “Mawar peach ini tanda terima kasihku karena telah mewarnai hari-hariku. Lily ini menandakan bahwa aku menyukaimu yang sederhana dan cantik. Bunga carnation merah ini berarti…. Aku menginginkamu Kim Hyunri, dan mawar merah ini berarti….”
End of Hyunri’s P.O.V

Author’s P.O.V
Hyunri sudah menghambur memeluknya sebelum Donghae menyelesaikan kalimatnya sambil menangis. Donghae membalas pelukannya sambil tersenyum lebar.
“Nan bogoshiposseo. Nomu geuriwo, Kim Hyunri….” katanya. Mereka berpelukan agak lama tanpa kata-kata.
Hyunri merasa sangat lega, seakan beban yang ada di dadanya terangkat. Akhirnya, dia bisa melihat namja yang disukainya ini bahkan dia sekarang berada dalam pelukannya.
“Kau merindukanku, Hyunri~ya?” tanya Donghae. Hyunri hanya mengangguk.
“Hhhhh… Aku sangat lega. Ternyata bukan hanya aku saja yang merindukanmu tapi kau juga merindukanku. Mianhae, aku tidak memberimu kabar. Aku tidak tahu nomor teleponmu karena aku ingin menanyakan langsung padamu. Tapi, aku pikir waktunya belum tepat dan walaupun aku tahu Sungje atau Jungshin mempunyainya tapi aku hanya ingin mendapatkanmu dengan usahaku sendiri.” jelas Donghae.
“Kau pergi kemana saja, Donghae ssi?” tanya Hyunri sambil menahan air matanya yang akan keluar lagi.
“Tak bisa kah kau memanggilku Oppa? Donghae Oppa.. Lebih enak di dengar sepertinya.” ucap Donghae. Hyunri tersenyum.
“Kau pergi kemana saja O… Oppa?” Suaranya bergetar saat memanggilnya Oppa.
“Ya~… Kau masih menangis?” Donghae melepas pelukannya dan memandang Hyunri yang kini banjir dengan air mata.
“Kau kan sudah bertemu denganku… Uljima…” Donghae menghapus air mata Hyunri dengan kedua tangannya.
“Mianhae… Aku ditugaskan ke Jepang selama dua minggu kemarin. Dan aku tidak bisa berhenti memikirkanmu, Kim Hyunri…” Mereka berdua saling bertatapan, melepaskan dahaga kerinduan mata mereka karena dua minggu tidak bertemu.
“Dan bunga mawar merah itu berarti…..” Hyunri berkata pelan. Donghae tersenyum lembut lalu mencium kening Hyunri. Ciumannya kemudian berpindah ke kedua mata Hyunri yang sekarang terpejam. Mata yang Donghae rindukan selama dua minggu ini.
“Saranghae…” Donghae menyentuh pipi Hyunri lembut lalu memiringkan kepala dan menutup matanya. Begitu juga Hyunri. Bibirnya membentuk lengkungan dan menutup matanya juga. Dan Donghae pun akhirnya mencium lembut bibir Hyuri. Ciuman pertama mereka…

*****

Fiuhhhhhh…. Selesai jugaaaaaaaaa!!! Haduh haduh….. Setelah sekian lama berselingkuh dengan Donghae akhirnya feelnya dapet juga. *aku gak loh, eon?*
Donghae Oppa~ kok kamu ganteng banged sih di Skip beat *ditabok Novonn*. Aku berjanji akan menontonnya biar kamu mau liburan ke Bali, ajak – ajak yang laennya ya…terutama namja setanku hahahaha…
Tapi, mianhae kalau sedikit aneh jalan ceritanya dan tidak sesuai yang diharapkan. Lain kali saia bakal berusaha lebih keras lagi dalam membuat cerita. Masalahnya cast-nya ini bukan ama Kyuhyun jadi mangap ajah kalau feelnya gak terlalu dapet kkumers sekalian!!
This ff especially for my beloved Eonnie, Novonn a.k.a Kim Hyunri. Mian ya onn kalo rada2 ni ff, kkkkk…. Udah untung tuh ada adegan kisseu-kisseunya. Tadinya, di ff ini mau dibikin si Kyura lebih ngeksis. Tapi, ini kan ff nya bang Ikan. Masa Kyura yang ngeksis?
And… To our beloved kkumers… Buat kalian yang suka sama Eunhyuk, si Monyet Gunung #plaakk *ditabokbibirhyuk* kita akan membuka audisi buat cast jadi ceweknya Hyuk! Ayo! Yang pengen jadi lawan maen film yadong bareng Eunhyuk di sini, segera daftarkan diri kalian! Tanpa dipungut biaya! Gretong gretong….hehehehe…

173 thoughts on “{HaeRi’s Story} : East Sea is in Love

  1. akhir_y ff donghae keluarrrrrrrrr………..
    ayankkuw…………
    aku bacanya besok aja …
    udah sore mau pulang…
    annyeong…..

  2. yeyyy 1st comment..
    knpa kalian ga pede sih. nih FF bagus koq as usual🙂 feelnya dapet, msh
    ada ngakaknya ^^ hahaa.
    andweee, suami saia ga selemah itu #plakkkk

    ini ada part’nya ga dongsaengii??

    eniwei, suami saya udh cfm klo jadi ke Bali
    1st honeymoon kkkk~

    ayoo kalian bdua semangkaaaa buat FF lagi
    hwaiting /

    • hahaha.. abis bkin yang ini ga kaya bikin ff dengan cast utama Kyu.. Nyahaha. *mian,haeppa..*. ada kok.. kaya kyura moment. ga bakal berenti. oke.. makasih komen.a…

  3. huaaa..
    sumpah suka bgt sama arti2 dari bunganya.
    author pinter ya cari ide ceritanya..
    hyunri kau cemburunya tak pandang hulu ya, cemburunya sama eunhyuk xD
    omo, pakah sudah takdir donghae dengan punya pasangan pria dan pasangan perempuan =.=a
    ahra juga udah dpt pasangan nih..
    eunhyuk aja yg masih sendiri, siap nih nanti yg jadi couple eunhyuk ??

  4. baca sambil ketawa sendiri di kamar,bener-bener kocak si dong hae bener-bener kocak
    terus si eu hyuk bener-bener tuh si monyet gundul ? wkwkwwk… kerjanya ganggu melulu aku doain semoga tuh org cepet-cepet punya pairing soalnya liat tingkahnya bener-bener menghambat hubungan org wkwkwk…

  5. pertamanya agak shock juga, kenapa mendadak si ikan jadi cengo? eh ternyata gara2 yeoja,,hehehe
    bener2 donghae banget deh,,apalagi pas endingnya,,kyaaaa,,,romantiiisss,,,
    emosi saiia teraduk2 baca nih epep…
    daebak strata tiga buat author,,,

  6. yaaa akhirnya uri donghae keluar juga ceritanya…

    daebak thor, aku suka banget ceritanya, tapi masa sampe sini doang. nggak to be continue?

  7. hhhuuuuaaaaaa……..
    Hyunri ama hae yang lagi lope lope…
    kenapa jadi gua yang ikutan lope lope…
    panas banget habis baca nih epep…
    jantung gua dag dig dug…
    #perasaanjadiHyunri
    Author berhasil ngebuat gua Autis nih…
    hahahhaha
    Daebaaaaakkkkk……
    #bowbarengIkanGombalGambil

  8. pas liat cast’a bkn kyu, sbnrnya agak ragu buat baca
    bkn takut knp2, tp takut aku yg gak ngeh krn gk bs dpt feel klo bkn kyu hehehe
    tp tetep lah, KyuRa nyempil senggol dikit kkk~
    keren! daebak! mantap!
    ayo ayo duo eonni, KyuRa aku tunggu hehehe xD tunggu hehehe xD

  9. bingung mau komen apa…
    pokoknya keren….daebak euy……..
    tak bisa berkata-kata…

    tapi kangen ama cerita kyura nih….
    ditunggu cerita kyura couplenya yah author….^^

  10. hae oppa romantis sekali….. jadi pengen punya pacar ky hae oppa.. hehe. ani, tdk bole selingkuh dari kyu..
    akhirnya,,, KyuRa.. HaeRi.. WonRa.. tinggal hyuk oppa yg belum ada tanda2 punya pacar. jangan2 ntr pacarnya cuma video yadongnya,,hehe

  11. knpa cieh klo mau kment d blog in susah bgt, d sangka ny sider lg. Ap lg yg d ff kyu jd vamfire ap jdul ny lupa. Duch mlah jd rusak catetan ny & lngsung exit. Pkok ny crita ny keren

  12. annyeong eonni-deul~ hehehe
    aku newbie disini.. salam kenal yaa😀

    *back to coment*
    wahahaha donghae so sweet x3
    aigo~ itu si kunyuk ganggu bgt dah –‘
    eonni-deul ntar ada ff hae-rin lg kah? aku suka couple ini ><d

    pokonya buat eonni-deul, HWAITING!!😀

  13. HoReeeeeee,,, akhirnya Usaha haepa berhsillll,,,,
    Asli ngakak bca eunhae moment di restoooo
    Chuuu…….
    Ciuman di pipi hyuk,, aiiihhhhhh
    Kerennn eon, feel nya dpt kok :)unhae moment di restoooo
    Chuuu…….
    Ciuman di pipi hyuk,, aiiihhhhhh
    Kerennn eon, feel nya dpt kok🙂

  14. sweet banget chingu hahahaa…
    mau deh jadi hyun ri tapi lebih mau jadi hyora hahahaa maklum biasnya kyuhyun

    itu arti bunganya beneran apa cuma karangan doang chingu? soalnya romantis aja pengartiannya hahahaa daebaaakkkk…!!!!

    • hahah.. gomawo.. heleh.. dasar. beneran dng.. author ga pingin membohongi publik. tu author searching” di google juga kok. kalo ga percaya coba cari deh…

  15. kyaaaa so sweet ih donghae ! Jadi cinta deh gue haha
    Onni pas Eunhae moment bkin aku ngakak ketawa guling2 , ampe perut sakit. Aigoo eunhyuk ! iseng banget dah , yaampun !! genit ih si monyet. IKANKU ?! Haha ngakak byangin unyuk begtu haha
    Dan ahra ? Mwoya ? Giliran ama siwon sok manis bngt haha daebak ! jjang !!! Hehent bkin aku ngakak ketawa guling2 , ampe perut sakit. Aigoo eunhyuk ! iseng banget dah , yaampun !! genit ih si monyet. IKANKU ?! Haha ngakak byangin unyuk begtu haha
    Dan ahra ? Mwoya ? Giliran ama siwon sok manis bngt haha daebak ! jjang !!! Hehe

  16. keren FFnya….suer dah
    bner2 g ketebak jalan ceritannya…g nyangka bkalan muncul pasangan homo…hahahaha
    akhirnya donghae bsa lepas dari monyet gunung…adooo FF ini bner2 bkin q ketawa2 d kamar..
    y ampun…ceritanya bner2 sweet…suka pas bagian bunga2 itu….aaaa donghae q g nyangka km bsa seromantis itu….
    d tunggu lanjutannya……

  17. akhirnya…keluar juga storynya Hae…wah cinta emang bikin orang jadi odong
    tapi kasian juga ya…msa digangguin ma gang cecunguk sih..mana si kunyuk pake jurus hombrengnya segala…
    tapi ending nya so sweet kok..ditunggu kunyuk story ya..
    o iya Kyura ma yg vampir2an jg ya ^^

  18. hwa!!
    hae bner2 gila d sni.
    gila krn cinta.
    kekeke.
    hyuk iri tuh..
    kan jd’y cma dy yg g da pasangan..
    eh.
    boram jg blm ada ya,
    hmm..
    sypa yg bkal jd pasangan boram ya??

  19. ff yg romantis……..akhirnya ikan dpat psangannya jg brarti tnggal monyet gunung ni yg blm pnya psangan…..#ditabokistri2hyukoppa#…..he3

  20. omo! bang ikan so sweet sekali.. *o*
    hahaha..
    kocak bgt pas hyuk lg godain hae..
    lgsg kebayang gmn konsletnya eunhae..
    wkwkwk..

  21. akhirnyaaa hae dpet pasangan uga.. Tinggal unyuk aja yak. Ahra kan udah😄

    hae gombalnya tetep jalan dmanapun dan kapanpun. Hyunri beruntung bngt tuh. Di ff kyura yg lain,haeri munculin uga yak. Walaupun cuma sedikit.. Hehe hwaiting author!!bngt tuh. Di ff kyura yg lain,haeri munculin uga yak. Walaupun cuma sedikit.. Hehe hwaiting author!!

  22. EHEMM.. tes..tes..tes..
    Kyaaaaaaaaa… publish juga,, gomawo buat Esa n Syipoh yg udah mau buatin ffnya :* mian ya bru comment.. ^^ Bagus kok, jangan gtu ya… aku suka kok…😀
    Ini dibalik layar mreka ngerjain kyura ya?ihihihi… sungje ngikut eksis ni (pasti kerjaanya esa XD) klo kyu ngeliat hyora auranya game, hae ngeliat hyunri apa? Bidadari? Hohohoo *kibas rambut*
    Woiiiiiii dua makhluk sarap, ahra…unyuk… udah gangguin kyura aja, haenya jgn digangguin, gatw apa mau pedekate, sebnrnya c ga usah pdkt juga ttp diterima kok hae *kedip2* woawwww mau kaya unyukkk… dicium pipinya ma hae.. *dalam hati, awasss aja lo nyuk!!!*😄
    Pas pertama part2 awal tadi gini, wowww hae macho bgt pake motor sport, jaket ma kacamata *ngebayangin sambil ngiler* eh malah ga bisa berantem toh ==a malah hyunri yg nolongin,, wkwkwk.. kocakkk, tp gpp kmu ga bisa jagain hyunri yg penting hatinya ttp terjaga buat hyunri (?)😄😄😄
    Aihhh hae gombal gembel bgt c kmu… ihihihii… tadi tak pkr ga ktmu dlm wkt lama, haenya mau dbuat mati gtu /plakkk kyu kita mantan teman satu tim ya? Sekarang apa? Selingkuhan kmu?? Mauuuuuu…😄
    Aku suka ma arti bunga2 itu >o< (dpt ilmu baru) tp masa dikasih bunga mulu tiap hari klo bunga bank c okeh aja, klo perlu ma portfolio ma black card $_$
    Buahahahah… commentku nyampah ya? Miannn… saking excitednya…😀 JOHA!!!!! Aku suka *angkat jempol breng haekyu trus goyang dangdutan (?)* btw Ini berarti c hae blom tau ya klo hyunri anak politisi? Tadi aku baca di coment2 atas ini mau dibuat sekuel2 jg ya ky kyura? Woaaa…🙂

    • pertama.. eonni.. byk bgt komennya.. woah.. woah.. respon anda bagus sekali. apa? aura bidadari? bidadari dari mana coba? kkk. hi.. masa kyura di gangguin hae nggak? kkk.. ya kan biar keren gitu. ceweknya yang macho. ih.. gombal.. eonni gombal bgt.. enak aja.. Kyu bkn selingkuhan eonni. Dia itu suami sah kami berdua. aku ama esa eonni.. kkkk. ga kok. malah q suka baca komen panjang gini

  23. waaahh., akhir’a buah karya yg dtnggu rilis jg.. he..
    sapa bilang eon g bgus..?? sni q jitak org’a.. bgus” gni qo.. keren mala..😀 ha..
    g slah q ngfans kalian., daebak lha~!!
    feel’a dpt bgt,, kocak, m’hibur.. smpe” q d ktain gila ma ibu q.. #sial .,cz td’a q bca pke tmpang srius tiba” q bca bagian hae ngmong pisang satu tundun q lgsg ngakak.. tp gpp deh d ktain gt demi mrka, lgian mang kocak n crta’a pas part’a tu ikan couple.. haha..
    terus lah b’karya eoni”., fighting!! :DD

  24. hwaaaaaaaaa,, akhirnya. setelah skian lama menunggu, akhirnya ada post.n terbaru juga. kekekekekekk~~~
    seperti biasa, ff duo author ini memang jempolan deh.
    membuat suasana hatiku tak karuan (?).
    sedih, senang, gila gara2 ktawa ktiwi baca.a, dan kawan2.a!😛
    poko.a nano nano deeehh😉

    ngakak abis pas baca yang ‘guy action’
    haha, enyuk jail bgt disitu. hm,, sabar ajadeh buat hae oppa😉
    tp akhir.a dapet juga kn yeoja nyaaaa~~~~

    hahaha,, okdeh..
    pko.a daebak buat author.a~! ^^*

  25. haha menunggu sekian lama akhirnya kluar juga cast.a donghae..
    lucu bget!!! apalagi bagian berhomo ria ma monyet gunung.a.. hihihi

  26. donghae romantis banget…
    kereeenn….
    c kyura couple ikutan muncul juga.
    jd tambah seru.
    akhirnya ahra oennie suka sama choi siwon biar g usah ganggu rumah tangga kyura…
    ahahaaa…
    kasihan c eunhyuk pasangan ikannya dah pny pasangan…
    mudah2an c hyuk jae jg pny pacar..
    ahaaha…

    d tnggu the lunar oath nya…. !!!!!!

  27. akhirnya yang cast donghae keluar juga. hehe
    mian baru bisa comment, di ff ini. ff yang sebelumnya enggak. gara-gara aku suka baca di hp

  28. bagus kok ff y, akhir y hae punya pacar jg.
    Q suka bgt crita y pas hae n kyu ad d kafe. Gak tau knapa q ska bgt pas settg yg d sna. Hyuk kterlaluan bgt ngerjain hae y. Msa hae d bkin kyak gay d depn cew yg dia ska. Hyuk y ngiri ne krn gak laku2.
    Ff slanjt y tentg siwn n ahra ya.afe. Gak tau knapa q ska bgt pas settg yg d sna. Hyuk kterlaluan bgt ngerjain hae y. Msa hae d bkin kyak gay d depn cew yg dia ska. Hyuk y ngiri ne krn gak laku2.
    Ff slanjt y tentg siwn n ahra ya.

  29. uaaa, akhirnya bisa coment di blog jugaa~
    ceilee~ bang dong2, kereeen ^^. si unyuk jahaat bgt, msak dong2 di homoin truus, ak tabok lo ntar kmu nyuk hohooo. daebak dah pkok.nya ni ff
    oya, ak suka namkor yeojanya ^^

  30. kyaaaa, donghae so sweet banget yaa. Beda bangeet sama kyu *plak!
    Love at the first sight ya ini ceritanya? Huaaah…
    Wih, yang cewek jago juga ya berantemnya, kasian tuh donghae, hehe.
    Nice FF🙂 ditunggu karya selanjutnyaa hehehei ceritanya? Huaaah…
    Wih, yang cewek jago juga ya berantemnya, kasian tuh donghae, hehe.
    Nice FF🙂 ditunggu karya selanjutnyaa hehehe

  31. kyaaa!! hae oppa romantis bgt.
    jadi ngiri sama hyunri hehe
    kasian bgt nyuk oppa, asal gak keterusan aja tuh godain hae oppa haha
    pokoknya ni ff daebak lah haha😀
    kasi kelanjutan hubngan mereka dong, hehe😀
    kasian bgt nyuk oppa, asal gak keterusan aja tuh godain hae oppa haha
    pokoknya ni ff daebak lah haha😀
    kasi kelanjutan hubngan mereka dong, hehe😀

  32. annyeong..^^
    heehehe cma mw komen aj.. blh y..hahahaha😀 slma ak bca ff yg genre.ny romance..
    ni p’tma x.ny ak blng “ff ni romantis ” hahahahhahaa
    sumpah gk tw knp pas bca ni cma kta tu doang yg ad hahahahhaa..(lucu jga sih.. tp tu dh jlas jd gk sah d bhas lg haahahahhaaa pa lg klo dh ad eunhae couple hahahaha)
    mungkin krna part yg hae ngsh tw arti dr tiap bunga.ny hhhoooaaaaahhhhh saya jd ng-rsa lumayan normal hahahahhaaa (td.ny mah hampir mndekati gk normal hahahahaa)
    hhahahaa tp kya.ny tnggal nyuk yg gk punya couple..hhhaahaha kasian bgt uri monkey oppa hahahhaaaa
    ydh ff ny daaeebbaakk~~ bkin lg yg lain.ny y hahahahaa😀

  33. kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa !!!!! so sweet ….
    aku nangis pas baca bagian akhirnya … benar-benar menyentuh . huhu TT______TT
    ohohohohohohohoho … eunhyuk sekarang ngg bakal deket2 lagi ama ikan satu ini kan ???? asikasikasik ~~~~
    aduh ! dong2 jangan curi start dong ! pipi eunhyuk cuma buat aku . hahahahahahahahahahaha

  34. Itu.. Itu.. Itu.. Apa-apaan tuh si Eunhyuk??!!!
    Aigoo.. Aigoo.. Untung Donghae bukan org yg mudah menyerah.
    Teteeeeuuupp si akang romantis pisan😀
    Haaahhh tak bisa membayangkan saya punya cowok stalker yg romantis kayak dia.. Bisa stress berat nanti =.=’

  35. cuplisss masukkk…
    baca sambil kerja nehhh…

    wakakakakakakakkkk…
    itu si hyukk jahill_y naudzubillahhh, kan kasihan ikanku….. ngakak sendirian nihhh dikantor kaya orang sablenggg….
    ending_y so sweet bgt, baru tau klo warna n jenis bunga punya arti sndiri…*author tau dari mana???
    *mbayangin q yg jadi Hyunri, dikasih bunga sama Ikan.. huaaa mimisan mendadak…

    q juga mau baca FF yg lainya ahhh……….

    • ya elah… dari kapan tu eon ditungguin baru masuk? hahaha. kaloga jail bukan monyet namanya. emang sableng kan? #plaaakkk. Tu cari” di mbah google. Nyahaha. Ayo baca trus komennya ditunggu…

  36. whuaa, akhr Nah hae dapet pasangan uga..
    walaupun dapetin Nah mesti penuh perjuangan dlu n d ganggu ma geng evil perusuh it.. Wkwk
    tp keren bgt dah thor cerita Nah..
    manis beud.. Hoho
    keren

  37. thor aku reader baru
    salam kenal

    ya ampun hae romantisnya…
    pengen juga digituin hae
    si hyuk ngangguin aja, kan kasian hae dikirain homo ckckck
    akhirnya mereka bersatu
    wuahhh senengnya…

    ditunggu haeri’s story selanjutnya thor🙂

  38. Hihihihi
    Donghae trnyata lepoh alias letoy alias lemah
    Hihihi
    Kyeoptaaa

    Diikuti tiap are sama hae sapa yg nolakkkkkk
    Aq mah diikuti mpe keujung dunia mpe k kolong tmpt tdor jugag mauuu😉

  39. br smpt bca smpe slesai ni ff..

    ternyata bgs bngt..plg sk pas bagian terakhir.x..
    donghae org.x romantis abis..

    bkin lg kelanjutan.x chingu..klo bs smpe nikah skalian..
    wkwk

  40. wah Lee donghea romantis abis kkkkkkk^^, kirain mo dibuatin NC malh yang ada NC 17 toq =___=” , lanjut dech thor kkkkkk

  41. donghae romantis kalem banget pulak, kekekke tapi itu bukan tipeku, tipeku mah iblis kyk cho kyuhyun hahahahhaha, dia muncul juga disini😄 aaa~~~~ yg hyukjaee juga ya ..penasaran kyuranya juga lanjut ya… jng dirumah mulu settingnya, yg di kampus banyakin hehehhe

  42. hallo para adek2 author slm kenal,aku suka bnget sma ff kalian tp maaf bru bs coment skrg ,pokoknya kalian emang hebat dech I love u dach,lanjutannya kpn terbit dan prmhonan pwku dibls do ng makasih

  43. lanjtin dong donghaenya smpai kawin,trus kyura couple kpn tu anaknya jd,pokoknya aku tunggu critamu jng lama2 ya makasihaku tunggu critamu jng lama2 ya makasih

  44. mianhae baru komen sekarang, pdhal sdh bca ff ini 2 minggu yg lalu,,, mian, hehehe (^_^)v
    q suka cerita cinta donghae si ikan kembung….
    penasaran dgn cerita cinta kunyuk si monyet gunung …
    buat lg dong HaeRi’s Story yg lainnya sama seperti KyuRa Moment…
    SEMANGAT!!!!

  45. wuahhh sepertinya saya telat banget…. FF ini publish pun saya nggak tau…
    maaf baru komen skrg,,,
    hahahahh, Dunga gaje bener dah, itu sampe bikin Hyunri geregetan…
    selmat ya bwt Kim Hyunri, lolos casting.. aku ikut tapi ga lolos…
    Esa eonni gpp dong sekali2 aq nongol *appahh??* gagal casting bkan brarti gbsa jdi figuran[?] kan? *maksa* *di buang ke laut mokpo ama esa eonni*.
    oke,, becnda kok.. lanjut dong, jgn lama2 lanjutannya… Fighting!!

  46. ya ampun bcanya ngakak dah…
    bner2 dah monyet eh maksudnya hyuk oppa…
    bkin pasaran hae oppa turun aja nich didepan hyunri…
    hahaha

    akhirnya hyunri nyadarin jg klo dy suka sama hae oppa…..
    keren…

    hae opppa romantis bgt….
    hahay….

  47. eonnie, kamu jgo lawak bgt sih,
    akakakaka, ngakak guling2 aq bca ff ini.
    Muahahaha,
    apalge yg adegan hae nyium hyuk.
    Buakakakakaka,
    “Kau mau bayar aku
    berapa, hah?” tantang Eunhyuk.
    “Bagaimana kalau aku bawakan pisang satu tundun?”
    jujur ini percakapan fav ku.
    Akakakakak, bang ikan kau terlalu jujur trhadap monyet mu ini…..
    Ahhhh, nemoku sweet bgt sih dsnii *popo*
    jd pngin cpat2 bca HaeRi story deh xD

  48. aaahhhhhh
    akhirnyaa si ikan pnya yoejachinggu jugaaa
    ksian si monyet gunung homoannya d ambil
    oohh iyaa idee2 gmna klu crtain ahra onnie sma siwon??
    trus ntar biar ahra gntian d kerjain..hihihii
    nice jobb

  49. akhirrnyaaa si ikan kembung dpat pasangan jugaaa
    aku udh bacaa mua kyura moments loohh
    serruuu2 skaligus lucuuu, smpe ngakak2 sndr bacanyaaa

    boleh nyumbang ide gak??
    si ahra onni kan suka sma siwon oppa th, gmana klo d bkin crta Kyu Revenge
    hihhi,jd si ahra yg d kerjain pembalasan gtu krna dy sll jd dalang otak rencana pengrusakan rumah tangga kyura.. =D
    nice storyyy..keep writing yaaaa

  50. hahahaha baru baca ini XDD unyuk ngeselin sumpah, hayulah onn si kunyuk dicariin cewek biar ga deketin haeri couple lagi xD kkkk suka pas donge ngasi bunga banyak ituuuu aaa unyuu :3
    tapi si donge disini keliatan lebih normal ya dari pada pas lagi sama geng perusuh kyura, hahahaha :p

  51. finally fishy falling in love, sweet sweet haeri couple
    trnyt takdirny donghae bkn hyukkie
    ahaahahaaa takdir mu nyuk,jd monyet atw cecunguk g jls d styp ff

  52. HAEPPAAAAAAAa ….
    you are so sweet😀
    ahhh aku jatuh cinta pada Donghae oppa *_*

    kasian sekali Haeppa terkena 3 virus sekaligus *yadongunyuk, evilahra, dan narsismekyu hahahahhaha. sabar yaa oppa, kan udh dapet bayarannya noh *nunjukHyunri. kekekk~~

  53. kapan nih dibuat part ahra siwon?? kan Kunyuk ama ikan sudah, tinggal part ahra and Boram ajja nih yg belum… ditunggu ya!!

    ff nya daebak bnget!! ampe ktawa jungkir bLIK bacanya!!

  54. kyaa~
    ngiler liat tmpang haeppa di posternya.. #plaak *ganyam*
    keren.. keren..
    abang ikan emang so sweeeeeeeeetttt.. >,<

  55. Donghae Oppa koq awal kenalanny gitu sih? -.-
    Hyunri~ssi km ga maw? bwt aq aja y?? wkkkkkkk ini nih yg namany jinak” merpati..

    seneng dh kisahny Donghae romantis abis, ga kalah ama KyuRa

    DAEBAKK!!

  56. hiks”,, donghae oppa pnya yeojachingu jg akhrnyaa..
    tp gpplah,, asal oppa seneng,, aku jg seneng kok
    #plaaak

    daebak eonn ffnya.. 4 jempol bwt eonni,, hha🙂🙂

  57. Sumpah ya gak di kyura haeri tetep aja tuhh si raja yadong ngeksis jd evil.
    tp sumpah y donghae romantis abizzzzzzz.
    gak kalah sama kerennya kisah kyura couple

  58. Keren,lucu,bagus
    Feel nya dapet ko
    Akhrnya si abang ikan dpt psngan juga nih
    D’tnggu crita selanjutnya ya😀

  59. Kyaaa so sweet banget…. donghae……
    Aku suka banget skinship eunhas di kafe…. ntah knp krasa banget feelnya dan mrk emang kaya gtu dekatnya….. eunhae jjang !!!!!
    Donghar romantis banget sih…. aku juga meleleh kalo jadi hyunri… aish…..
    Suka deh semuanya….ㅋㅋㅋㅋㅋ

  60. Aaaaahhhh…. Ya ampunnnn, si ikan bnr2 romantis.
    Cius, suer, miapa, ga slh banyak yg jth dlm pesonanya dy. Secara orgnya romantissssssss bangeeeeettttt. Astaga! Bkn hanya krna ff ini tp liat dr tweet2 nya dy bikin karakternya d sini bnr2 kuat..
    Ahh, bang ikan, aku padamu bang😀
    Whoooaaa, siwon oppa jd cameo. Ooh, jd gini yah ceritanya?! Bru ngeh, kmrn baca (un)hidden knot msh blm trllu ngerti peran (?) Siwon oppa d kyu-ra couple, tp stlh baca jd ngerti😀
    Gomawoyo saem eonnie, syipoh.. ^^

  61. Yak,si monkey homo,emang bner” dah keterlaluanx.huaaa kn ksian haepPa nya,tp daebak pkoknya keseluruhan,hehehe cipz dah! Buat eonnideul author gomawo buat ff nya.😀

  62. au au au….
    so sweeeetttt >/////<
    walaupun donghae oppa agak lambat, tapi perjuangannya itu loh….
    i love you donghae oppa🙂
    hehehe #dicincang hyunri onnie😛

  63. Ahaha donghae kalo faal in love parah juga ya, tapi sweet kok… btw aku blm baca bagiannya ahra eonnie padahal donghae uda, hyuk udah, boram juga uda , ahra eonninya ? Apa aku kelewatan ya?

  64. Aigo donghae oppa love at the first sight hahaha
    Mereka ini aneh2 ya momennya waktu ketemu sama pasangan masing2, ga kyu, ga hyuk, hae juga hahaha

  65. Akhirny..donghae trbukti msih normal..kkk
    hyuk bnr“ jail..hmpir jja hyunri bnran ngirain hae gay..omo omo…
    critany seru“..salut wat author“nye..

  66. Ceritax gag aneh kug..
    q malah dpt bgt feelx..
    Brasa bs merasakan apa yg drasakan ma hyunri pas dtnggl ma ikan..
    Dan pas si ikan jatuh,q kira bkalan nyium hyunri kyk drakor2 gt ,alhasil ngakak parah wkt yg dbjium trnyt si monyet..
    *parah bgt..

  67. yayayaaaaaa kok gantung sih endingnyaa ><
    sequel elahhh gmna cba ending dri ini. Meski tau mrka bklan bersatu tpi kan ttep pen tau gmna ceritany -,-

    nice ff and funny story unni ya 😀
    Keep wrting please ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s