{EunJi’s Tale} : The Accidental Accident

Author   : syipoh and elftodie21

Cast       : Eun Hyuk, Choi Ji Yeon, Lee Donghae, Kim Hyunri, Cho Ahra, Cho Kyuhyun, Lee Hyora.

Rate       : PG16

Genre     : comedy, romance, family, friendship.

Udah puas menistakan Donghae dengan ff, sekarang giliran si Monyet Gunung ini yang akan mendapatkan pasangan. Selamat sekali lagi buat Choi Ji Yeon yang udah menang. Tuh, uda kepilih. Harus rajin komen *asahgolok*. Haha. Bercanda. Buat yang belum keterima, mianhae.. Kami berdua berharap kalian masih setia menjadi kkumers. Last, happy reading.^^

*****

Author’s P.O.V

Eunhyuk sekarang sedang berada di kafe milik Siwon, tempat Hyunri, yeoja pujaan Donghae bekerja paruh waktu. Saat Ahra sedang pergi bersama Siwon, Eunhyuk pun mulai melancarkan serangannya untuk menggoda Donghae. Eunhyuk memang sudah merasakan firasat aneh saat Donghae tiba-tiba menjadi seorang yang melankolis. Ternyata, dia sedang jatuh cinta.

“Sekarang tinggal kita berdua Donghae~ya…” goda Eunhyuk. Donghae keliatan sangat panik mendapati dirinya bersama Eunhyuk si omes alias otak mesum itu yang kini tengah tersenyum mesum.

“Neo… Jangan macam-macam ya…” ancam Donghae sambil menunjuk Hyuk. Yang ditunjuk malah terkikik, merasa lebih tergoda untuk meledek Donghae.

“Hmmmm… Seleramu boleh juga.” kata Eunhyuk.

“Ya! Aku mohon padamu jangan bilang siapa-siapa dulu tentang Hyunri. Hanya kau dan Ahra yang tahu…” mohon Donghae.

“Kau mau bayar aku berapa, hah?” tantang Eunhyuk.

“Bagaimana kalau aku bawakan pisang satu tundun?”

“Mworago??!! Ya!! Kau pikir aku monyet, hah??!!” protes Eunhyuk sambil melotot.

“Ahahahaha… Mianhae, Hyuk~ah.. Habis wajahmu selalu mengingatkan aku pada monyet tetanggaku. Makanya aku tawarkan kau pisang satu tundun. Kkkkk….”

“Masa sih, kau selalu mengingatku…” Hyuk mempunyai ide untuk membalas dendam pada si ikan. Dia mendekatkan mukanya pada Donghae.

“Ya~… Jika kau memanggilku monyet lagi, lihat saja akibatnya…” bisik Eunhyuk sambil menyeringai. Donghae melebarkan matanya.

“Kau ini sedang apa??!! Jebal… Hajima…” balas Donghae setengah memohon.

“Wahahahaha…” Eunhyuk benar-benar puas.

“Kau ini menyebalkan sekali… Jangan menggodaku terus.”

“Kau harusnya melihat wajahmu sendiri tadi.. Huahahahha… Lucu sekali, Donghae~ya…” Eunhyuk tertawa sambil memukul pelan dada Donghae.

“Harusnya kau membantuku… Susah sekali mendekati Hyunri ini…” wajah Donghae berubah sedih. Dia menunduk lalu melihat ke arah Hyunri yang sedang menunggu pesanannya untuk diantarkan. Hyunri kelihatan sedang mengobrol dengan Sungje. Dia sekarang tertawa lepas karena candaan Sungje.

“Lihatlah… Aku berharap aku bisa menggantikan Sungje disana…” ucap Donghae sedih.

“Kau sudah melakukan apa saja untuk mendapatkan perhatiannya?” tanya Eunhyuk penasaran.

“Aku setiap hari datang ke sini, dan ke toko bunga tempatnya bekerja.” jawab Donghae.

“Hanya itu?” tanya Eunhyuk.

“Harus apa lagi?”

“Kau tahu jika kau mengejarnya seperti itu, itu hanya akan membuatnya bosan.”

“Lalu apa yang harus aku lakukan?”

“Kau ini benar-benar polos.” Eunhyuk mengacak rambut Donghae.

“Baiklah… Kali ini aku tidak menyangkalnya. Jadi, katakan padaku apa yang harus kulakukan untuk mendapatkan Hyunri.”

“Neo… Dengarkan baik-baik pada Love Expert, Lee Hyukjae ini.” Eunhyuk mengangkat tangannnya seperti pahlawan bertopeng saat berkata seperti itu.

“Mwo?”

“Begini Donghae~ya…” Eunhyuk merangkul Donghae dan berkata sambil berbisik. “Kau itu seharusnya jangan sering-sering menemuinya. Coba saja kau pergi dari hadapannya sesekali. Aku yakin dia pasti akan mencarimu.”

“Tapi, aku tidak pernah tahan untuk tidak melihatnya.” jawab Donghae sambil berbisik ke telinga Hyuk. Sesekali Eunhyuk terkikik, karena dia merasa geli dengan nafas Donghae di telinganya. Dan mereka berdua tidak menyadari kalau mereka sudah jadi tontonan karena mereka berdua kelihatan seperti dua orang homo yang sedang pacaran.

“Tahan dirimu untuk tidak menemuinya. Begini saja. Kau kesini dua hari sekali saja. Minta tolonglah pada waiter temannya untuk memata-matai dia. Kalau bisa malah kau yang lama saja sekalian jangan menemuinya.”

“Aku bisa gila, Eunhyuk~ah…”

“Itulah chemistry nya, buddy!!” Eunhyuk meninju ringan lengan Donghae.

“Jinjja? Akan kupikirkan. Tapi, untuk sekarang aku belum bisa. Aku masih ingin melihatnya…”

Saat Hyunri mengantarkan makanan, posisi EunHae ini masih berangkulan.

Brakk!! Hyunri menaruh nampannya sedikit keras. Dia melirik tajam ke arah Donghae. Donghae segera menyadari apa yang sedang ia lakukan bersama setan mesum satu itu, Eunhyuk.

“Ya!! Apa yang kau lakukan??!!” jerit Donghae menjauhkan tubuhnya dari Eunhyuk.

“Hyunri ssi…” Donghae terlihat panik. Dia langsung saja berdiri ingin memberikan penjelasan pada Hyunri. Kebetulan Donghae duduk di pojok, jadi dia harus melewati Eunhyuk jika ingin keluar dari tempat duduknya. Tanpa dia sadari, tali sepatu yang dia pakai lepas dari ikatannya. Dan ketika dia akan melangkah dia menginjaknya. Akibatnya, Donghae kehilangan keseimbangan dan….

Chu~!

“………” Hening sebentar. Semua mata memandang ke arah mereka dengan mata melebar. Dia mencium pipi pacarnya itu. Omo!! Mataku sudah mau keluar melihat pemandangan itu.

“Ah~ Donghae~ya… Kenapa kau melakukan itu di depan umum?? Aku tahu kau itu sudah mau menciumku sejak tadi.” Eunhyuk memukul lembut Donghae seperti yeoja. Donghae memandang Eunhyuk yang sedang terkaget-kaget.

——

“Yaiks.. Lihat itu…”

“Aigoo… Aku pikir mereka tampan-tampan. Tapi…”

“Ah… Sayang sekali…”

Beberapa yeoja yang sedari tadi memandangi mereka berdua karena terpesona dengan ketampanan merekapun kini merubah tatapan kagum mereka menjadi jijik. Bagaimana tidak? Mereka tengah berciuman di muka umum dan mereka itu sesama jenis. Kau tentu akan berpikir yang macam-macam bukan? Kalau mereka itu gay?

“Dasar gay gila!” umpat seorang yeoja yang kini sedang meminum susu cokelat hangatnya. Dia memang sedang menghabiskan waktu istirahat siangnya di kafe ini seorang diri. Tampak beberapa orang namja melirik sekilas ke arah yeoja itu karena dia bisa dibilang cantik dan menarik. Yeoja itu sempat melirik sekilas ke arah namja itu dan menatapnya jijik.

“Dasar abnormal!”

End Of Author’s P.O.V

 

Jiyeon’s P.O.V

Aku sedang menghabiskan waktu makan siangku di sebuah kafe yang biasa kudatangi ketika pemandangan yang tidak pantas kulihat tertangkap oleh kedua mataku. Ada seorang namja yang berciuman dengan namja lain di depan umum. Catat itu! Di depan umum! Melihatnya saja sudah membuatku mual dan kehilangan nafsu makanku seketika.

Akupun menghabiskan sisa susu cokelat hangatku dan segera membayar tagihan. Berlama-lama disini membuatku mual, pusing-pusing, atau bahkan muntah.

“Dasar abnormal!” umpatku saat aku melihat wajah namja yang sepertinya berperan sebagai yeoja. Aigoo.. Dunia benar-benar gila! Aku harap aku tidak pernah bertemu dengannya lagi. Handphone-ku berbunyi tiba-tiba.

“Ne, Appa….”

“Jiyeon~ah… Mianhae, appa mengganggu makan siangmu. Tapi Appa benar-benar membutuhkanmu. Kau tidak usah makan dulu. Nanti kita makan siang bersama saja.”

“Arasseoyo, Appa.. Aku akan segera ke sana…” Aku menutup ponselku.

“Kamsahamnida…” Aku membungkuk sedikit lalu cepat-cepat pergi dari situ setelah menghabiskan makan siangku.

Aku mempercepat langkahku dan melirik sekilas ke arah jam tanganku. Choi Ji Yeon imnida. Umurku 22 tahun dan sekarang sedang bekerja sebagai salah satu karyawan perusahaan di kantor keluargaku. Jangan kalian anggap aku ini seorang yang hobi ber nepotisme ria. Aku ini memulai semuanya dari nol. Aku tidak mau diposisikan di jabatan yang tinggi hanya karena appaku pemilik perusahaan. Itu sungguh terdengar menggelikan bagiku.

“HAP!” Ah.. Akhirnya aku masuk juga ke dalam bis. Tapi, penuh sekali. Aigoo… Sepertinya aku harus berdiri sampai tiba di kantor. Baru saja supir bus akan menjalankan bisnya, aku mendengar suara teriakan dari bawah sana.

“Tunggu… Aku ikut…” Terdengar suara seorang namja dan bis pun berhenti seketika. Namja itu segera naik dan mengatur nafasnya sejenak sambil menundukkan tubuhnya sedikit. Aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas. Tapi, setelah dia mengangkat tubuhnya perlahan, entah kenapa aku merasa ada sesuatu yang menggangguku. Dia? Dia kan….

End Of Jiyeon’s P.O.V

 

Eunhyuk’s P.O.V

Aku baru saja keluar dari kafe tempat aku makan siang. Haish… Sial sekali. Kenapa Donghae jadi sering memarahiku? Tsk..aku kan hanya ingin menggodanya. Apakah itu efek jatuh cinta? Hahaha!!Sungguh besar efeknya. Aku dengar jatuh cinta itu bisa membuat kita berubah. Ah… tapi kenapa aku jadi merasa sedih begini. Aku jadi merasa kalau Donghae akan pergi jauh saja. Aku masuk ke dalam mobilku untuk segera kembali ke kantorku. Yah.. Sekarang aku sudah bekerja di kantor appaku. Menjabat sebagai direktur muda salah satu anak perusahaannya. Tidak mudah memang. Kau tahu kan? Mereka semua berpikir kalau aku ini hanyalah anak yang tidak mempunyai kemampuan. Selalu mengekor dibalik kesuksesan orangtuanya. Tapi, kerja kerasku selama tiga bulan pertama aku bekerja di kantor appaku ini membuahkan hasil yang baik. Anak perusahaan ayahku tumbuh berkembang dan maju pesat. Haha. Ini semua berkat aku.

“Eh…. waekure?” Aku sedang berusaha menyalakan mesin mobilku. Tapi, kenapa tidak mau menyala.

“Aish… Ayolah…” Mobilku masih tidak mau menyala. Ya ampun aku lupa, harusnya hari ini aku harus mengecek mobilku di bengkel. Donghae sudah pulang lagi, ottokhae?

“Aish, jinjja…” Aku akhirnya keluar dari mobil dengan perasaan kesal. Sial sekali hari ini. Kulirik jam tangan yang berada di pergelangan tangan kiriku. Aigoo.. Sudah jam 2. Aku harus bergegas kembali ke kantor. Tapi, mobilku?

“Yoboseyo…”

“…..”

“Ne. Tolong bawa mobilku. Ini di kawasan Apgujong.”

“…..”

“Baiklah… Kuncinya aku gantung di dalam mobil.”

KLIK! Aku segera memutuskan panggilan teleponku. Tidak baik menelepon lama-lama. Bisa membuat pulsaku habis. Lagipula di jam istirahat siang seperti ini, tarif telepon sedang mahal-mahalnya. Bisa bangkrut aku kalau menelepon di jam segini.

Aku setengah berlari saat melihat bus yang akan aku tumpangi sedang berhenti di halte bis. Aku harus bergegas! Kalau kalian ingin bertanya kenapa aku tidak naik taksi saja? Jawabannya adalah karena aku tidak ingin membuang banyak uang. Terlebih, bukannya dengan aku naik kendaraan umum akan membantu tugas pemerintah dalam mengurangi kemacetan, bukan?

“Tunggu… Aku ikut…” teriakku. Aku mengatur nafasku yang sedikit terengah saat menaiki bis. Setelah merasa mendapatkan nyawaku kembali, aku melihat ke sekeliling bis. Yah… Sudah penuh. Itu artinya aku harus berdiri dan eh… Kenapa yeoja itu memandangiku terus? Aku tahu aku ini tampan. Tapi, apa harus dia memandangiku seolah ingin menerkamku? Aish.. Sejak kapan aku jadi tertular narsis nya namja gamers itu. Aku mendekat ke arah yeoja itu dan berdiri di sampingnya. Tepatnya aku berada di depannya. Hanya saja karena aku ingin melihatnya lebih jelas, aku membalikkan tubuhku. Dan kini aku dapat melihat dengan jelas wajah yeoja itu. Kesan pertama yang aku dapat saat melihatnya adalah… waw! Tubuhnya pun sangat indah. Hmm.. Sungguh menarik. Dan wajahnya. Tidak buruk juga. Terbilang cukup cantik. Tanpa sadar aku menatapnya terus menerus. Entah kenapa aku merasa sedikit tertarik dengan yeoja di hadapanku ini.

“Ada apa ahjussi? Kenapa daritadi kau melihatku terus?” Aku menyadarkan diriku dari lamunanku saat merasa ada suara yang mengusikku.

“Ahjussi.. Kau tuli, ya?” Haish.. Siapa sih yang diajaknya bicara. Pasti ada ahjussi mesum di atas bis. Aku sudah sering mendengar kalau di atas bis sering ada pelecehan. Sungguh malang sekali yeoja itu.

“Ya! Ahjussi! Apa kau tidak mendengarku?” Kini aku tahu kalau suara yang daritadi mengganggu telingaku adalah suara yeoja di hadapanku ini dan dia memanggilku.. MWO? Ahjussi?? Memangnya umurku terlihat begitu tua, hah? Aku tidak terima! Dia ini sudah melecehkanku. Melecehkan harga diri seorang Lee Hyuk Jae. The Master of Yadong! Ah.. Abaikan kalimat terakhirku. Yang jelas dia melukai harga diriku sebagai seorang lelaki muda yang perkasa. Aish… Kenapa nada bicaraku jadi seperti itu? Sungguh menjijikkan.

“Kau bicara denganku, agasshi?” tanyaku berusaha sopan. Aku berusaha menahan emosiku untuk tidak berteriak di atas bis karena pasti kami akan jadi bahan tontonan orang-orang yang ada di dalam bis. Beberapa orang bahkan sempat melirik kami sekilas.

“Memangnya dengan siapa lagi aku berbicara, hah? Dasar! Sudah homo, mesum pula!” bentaknya. Suaranya cukup keras terdengar ke seluruh penjuru bis. Kini aku dapat merasakan beberapa pasang mata tengah mengamati kami berdua.

“Mwo? Siapa yang kau bilang homo? Dan apa pula itu mesum?” Aku mulai mengeluarkan emosiku. Siapa yang homo coba? Aku kan tidak pernah berkencan atau berpacaran sekalipun dengan seorang namja. Oke. Kalau dia bilang aku ini mesum aku masih bisa terima. Yah… Meskipun aku tidak akan mengakui di depan banyak orang.

“Tentu saja kau, ahjussi..” ucapnya penuh penekanan. Nadanya terdengar rendah di telingaku tapi sarat akan tekanan. Aku kenal nada suara seperti ini. Nada yang selalu bisa mengintimidasiku. Nada yang selalu saja terngiang di telingaku. Aish… Nadanya mirip sekali dengan si Ahra, ratu Iblis itu. Dan tentunya adik kesayangannya, Kyuhyun. Pangeran Iblis.

“Ya! Aku bukan…”

CKITT… Baru saja aku mau membalas perkataannya, tiba-tiba bis mengerem mendadak dan mengakibatkanku kehilangan keseimbangan dan jatuh ke belakang. Sementara itu, yeoja yang ada di hadapanku ini ikut terdorong ke arah tubuhku dan tubuhnya menindih tubuhku. Aku menutup mataku menahan rasa sakit karena berat tubuhnya itu. Aigoo.. .Meskipun tubuhnya terbilang mungil, tetapi ternyata berat juga. Tapi, tunggu. Aku merasakan sesuatu yang lembut tergenggam di tanganku. Ah, rasanya aku ingin sekali menyentuhnya lebih banyak. Akupun membuka kedua mataku, ingin mengetahui benda apa gerangan yang ada di genggamanku. Dan saat aku membuka mataku, aku dapat melihat kilatan amarah di mata yeoja itu. Tatapan matanya sungguh tajam. Bahkan melebihi tajamnya tatapan duo kakak beradik ratu iblis dan pangeran iblis. Aish.. Menakutkan sekali..

Aku melirik sekilas ke arah tanganku yang ternyata menopang tubuhnya dan astaga… kini aku tahu kenapa yeoja yang menindih tubuhku ini menatapku dengan tatapan ingin membunuh. Ternyata tanganku tepat berada di atas dadanya!

End Of Eunhyuk’s P.O.V

 

Author’s P.O.V

Jiyeon memandang Eunhyuk penuh murka. Belum pernah ada seorang namja pun yang menjamah salah satu bagian tubuh terpentingnya itu. Kilatan amarah tergambar jelas di wajahnya. Eunhyuk yang melihatnya pun merasa dirinya terancam dalam bahaya. Orang-orang di dalam bis memandangi mereka dengan tatapan heran.

“Juisonghaeyo… Sepertinya bisnya mogok.” ucap supir bis sedikit keras. Orang-orang yang berada di dalam bis pun mendesah kesal lalu satu persatu mulai meninggalkan bis. Melupakan keadaan Eunhyuk yang sedang terancam bahaya.

“Neo…” suara yeoja itu terdengar begitu mengerikan di telinga Eunhyuk. Eunhyuk begidik ngeri. Segera dilepaskannya kedua tangannya dari dada yeoja itu. Yah… Meskipun ada sedikit ketidakrelaan dari dalam tubuhnya.

“Ah, mianhae…” Eunhyuk segera bangkit dan mendorong tubuh yeoja itu pelan dari atas tubuhnya. Entah kenapa suhu di dalam bis ini tidak bisa menetralkan suhu tubuh Eunhyuk yang terasa memanas meskipun di dalam bis ini terdapat AC. Jantungnya terasa berpacu lebih cepat. Eunhyuk sendiri bingung dengan reaksi yang terjadi di dalam tubuhnya. Reaksi yang tidak biasa menurutnya.

“Kalian sedang apa? Mau keluar, tidak?” teriak supir bis yang ternyata dari tadi sedang memperhatikan mereka.

“Ah, ne.. Kami akan segera turun.” ucap Eunhyuk. Tanpa pikir panjang, tangan Eunhyuk terulur ke arah yeoja itu dan menariknya turun ke dalam bis. Jiyeon tidak sempat memberikan penolakan karena tubuhnya masih belum bisa merespon dengan baik setelah kejadian yang yah… menurunkan harga dirinya sebagai seorang wanita.

End Of Author’s P.O.V

 

Jiyeon’s P.O.V

Aku tidak mengerti. Sungguh tidak mengerti. Apa yang terjadi sebenarnya dengan tubuhku? Kenapa tubuhku seakan kehilangan kesadaran saat tangannya menyentuh kulit tanganku dan menggandengku? Aku merasa aku memiliki kebutuhan untuk menyentuh tangannya. Jantungku pun kini berdetak aneh. Serasa ada sensasi aneh yang terasa dalam tubuhku. Berdetak tak beraturan. Tidak mengikuti tempo yang seharusnya. Pelan. Cepat. Pelan. Cepat.

Dan dia langsung menarikku begitu saja keluar bis. Lalu dia sempat membalikkan badannya dan,

Wink…” matanya mengedip padaku sambil memandangi bagian dadaku sambil tersenyum mesum lalu berlari meninggalkanku. Mataku terbelalak dan mulutku terbuka tidak percaya.

“Jinjja! Aish!!!” Aku tiba-tiba tersadar lalu refleks menutupi bagian depanku dengan kedua tangaku meskipun usahaku hanya akan membuahkan hasil yang sia-sia saja. Aku kesal sendiri saat dia sudah menghilang dari jarak pandangku.

‘Namja sialan!!! Semoga aku tidak akan pernah bertemu degan namja sialan itu.’ doaku. Aku melihat jamku lagi.

“Arggghh!! Gara-gara namja sial itu aku jadi terlambat… Sialllllll!!!” Aku segera berlari dan memanggil taksi dan menyuruhnya mengantarkanku kembali ke kantor.

“Gomaseumnida…” Aku mengucapkan terima kasih pada sopir taxi yang sudah mengantarkanku dengan selamat ke kantor. Sesaat kemudian aku sudah melesat ke dalam kantor dan menuju ruangan tepyonim.

“Annyeong haseyo…”

“Eo! Jiyeon~a…Wasseo?”

“Ne, Tepyonim…” Aku mengangguk dan membungkukkan tubuhku pelan. Walaupun tepyo adalah appaku sendiri, tapi seperti yang aku bilang di awal, aku ini berusaha untuk bekerja se profesional mungkin.

“Kaja… Kita akan menemui klien…”

“Mwoyeyo? Tepyonim… Biasanya kita menyuruh manager Lee untuk mengadakan pertemuan dengan klien. Lalu bukannya biasanya tepyonim hanya menunggu presentasi dari mereka?” tanyaku.

“Ani… Hari ini aku ingin yang berbeda karena klien kita istimewa… Dwesseo (sudah). Kaja…” Appa berjalan melewatiku.

“Ne, tepyo…”

Dengan pasrah aku mengikutinya dari belakang. Seberapa istimewa kah klien yang satu ini sehingga appa mau menemuinya?

“Appa, apakah kita hanya berdua saja?” tanyaku sesampainya di lobby hotel tempat kami biasa menemui klien.

“Iya, kita hanya berdua saja… Lagipula appa ingin makan siang bersamamu. Sudah lama, kan kita tidak makan berdua?”

“Ne, Appa. O,ya. Apakah kita sudah melakukan reservasi?”

“Sudah… Kau tenang saja.. Hari ini appa sudah mengatur semuanya… Kau hanya harus duduk, makan siang bersama appa, dan juga bertemu klien appa, oke?”

“Jinjjayo??”

“Eo… Kita makan dulu, Jiyeon~a…” Appa merangkulku. Staff dari hotel tersebut langsung menyambut kami dan mempersilahkan untuk duduk di restoran hotel tersebut.

“Aku mau jus mangga saja dulu… Appaneun?”

“Kau tidak makan?”

“Aniyo appa. Tadi sebelum kembali ke kantor aku sudah makan. Aku kan tidak tahu kalau appa mau mengajakku makan siang. Gwenchanhayo appa jika aku tidak ikut makan?” tanyaku.

“Tidak apa. Pesanlah sesukamu. Aku mau secangkir kopi saja dulu. Aku makan nanti saja.” pesan appa.

“Dengan 2 sendok gula dan 2 sendok krimer.” Aku menambahkan.

“Baiklah, jamsimanyo…” ucap pelayan itu.

“Aigoo.. kau hapal sekali…” Kami berdua tersenyum.

Selagi kami menunggu klien yang dimaksud appa, kami mengobrol juga.

“Jiyeon~a… Apakah kau sudah punya namja chingu lagi?”

“Ne? Namja chingu? Obseoyo, Appa…” Kenapa Appa tiba-tiba menanyakan hal itu. Aneh sekali.

“Namja chingu saat SMA itu bagaimana?”

“Aku memutuskannya sejak kami kuliah… ”

“Syukurlah…”

“Waeyo Appa?”

“Ani…”

“Apa yang membuat klien tersebut istimewa appa?” Aku mengalihkan pembicaraan tentang namja chingu itu.

“Ah~… Nanti kau juga tahu sendiri…” kata Appa penuh rahasia.

“Lalu dia akan datang jam berapa, Appa?”

“Tadi dia menjanjikan sekitar jam 2.”

“Appa sudah pernah menemuinya?”

“Sudah. Satu kali saat di pesta peresmian hotel barunya Tuan Kim.”

Masih ada 20 menit. Ah~… Appa pergi ke kamar mandi dulu Jiyeon~ya… Kau disini saja dulu. Sambil menunggu klien kita itu. Appa sudah bilang kita akan menunggu di restoran.”

“Algesseoyo, Appa…” Appa bangkit dari kursi dan segera menuju kamar mandi. Sekarang aku duduk sendirian menunggu klien tersebut. Aku mengeluarkan i-pad ku dan mengutak-atiknya sebentar untuk mengusir rasa bosan. Sesekali aku melihat ke arah pintu masuk yang tidak jauh dari meja kami siapa tahu klien itu datang. Restoran hotel ini memang sudah agak sepi karena waktu makan siang sudah habis. Jadi tidak terlalu banyak tamu.

Tiba-tiba mataku terbelalak dengan lebar.

“Mwo??!!!” Aku menahan teriakanku. Mataku dipenuhi dendam yang sudah kulupakan. Tapi, rasa dendam itu tiba-tiba menjadi terkuak kembali saat aku melihat sosok itu masuk dari pintu masuk hotel. Tanganku mengenggenggam kencang gelas tinggi jus manggaku tadi.

End of Jiyeon P.O.V

 

Eunhyuk P.O.V

Aku berhenti di depan hotel dan meminta valet parker memarkirkan mobilku. Fiuh… Untung saja aku bisa sampai tepat waktu. Tadi itu juga bukan mobilku. Itu mobil appaku yang kebetulah menyuruhku bertemu dengan klien baru kami untuk membahas rencana kerjasama perusahaan kami. Mobilku akhirnya masuk bengkel dan aku harus kembali ke kantor naik bis. Ngomong-ngomong tentang bis, aku jadi ingat kalau tadi aku sempat mengalami kejadian yang sangat luar biasa. Kkkkk… Sebenarnya aku ingin minta maaf padanya. Tapi, aku terburu-buru jadi aku hanya bisa menghadiahi dia dengan kedipan mataku yang menawan ini. Muahahahahaha…

Aku membuka pintu hotel menuju resepsionis dan menanyakan tentang orang yang harus kutemui.

“Tuan Choi sudah menunggu anda di restoran sebelah sana, Tuan Lee.” ucap sang resepsionis itu ramah.

“Kamsahamnida…” Aku langsung menuju restorannya. Ponselku tiba-tiba berbunyi. Sms dari Donghae rupanya. Aku membuka sms nya. Kkkkk. Aku tertawa sendiri saat membaca sms nya. Rupanya, dia meminta saran padaku bagaimana harus menghadapi Hyunri. Aku asyik membalas sms nya sampai tidak melihat ke arah depan.

“YAAAAA!!!! Apa-apaan ini???!!” Mataku hampir keluar saat menyadari ada sesuatu yang basah menimpa sweater yang kupakai.

“Juisonghamnida. Juisonghamnida….” Aku hampir marah pada orang itu ketika mendengar suara itu adalah suara seorang yeoja yang ternyata menumpahkan jus mangganya di sweater ku itu. Dia terus membungkuk meminta maaf.

“A..aniyo…gwen….YAAA!!! Neo!!!” Yeoja itu menampakkan smirk nya. Mengingatkanku pada si Ratu iblis Ahra. Apa dia ini pengikut aliran smirkimisme pimpinan Ahra?

“Otte?? Itu belum seberapa. Apa yang kau lakukan padaku lebih parah, bukan??” Yeoja itu berkata sambil menyilangkan tangannya. Aish!! Yeoja kurang ajar!!! Aku kan mau bertemu dengan klienku. Tanpa pikir panjang aku menarik tangannya.

“Ya!! Apa yang kau lakukan Ahjussi mesum!!!”

“Kau panggil aku apa??!!” bentakku.

“Ahjussi mesum. Benar, kan??”

“Aish!!” Aku semakin menarik kasar tangan yeoja menyebalkan ini. Baru kali ini aku bertemu dengan yeoja yang tidak sopan begini.

“Ya!! Lepaskan aku!! Lepaskan!!!” Dia berusaha memberontak. Tapi tanganku malah menggenggamnya lebih kencang.

“Neo… Berhentilah berteriak. Atau aku akan melakukan hal yang sama seperti saat di bis…” Yeoja itu tampak shock dengan seranganku. Aku tersenyum mesum untuk menggertaknya.

“Kau harus bertanggung jawab atas apa yang telah kau lakukan. Aku harus bertemu klien yang sangat penting.” lanjutku.

“Lalu kau mau membawa aku ke mana, hah??!!” Yeoja itu membentakku dengan suara super kerasnya. Aish.. Apa yeoja ini ingin membuat telingaku tuli?

“Ke mall di sebelah hotel ini. Belikan aku sweater seperti ini. Palli…” Aku menariknya lagi menuju mall di sebelah hotel ini.

Yeoja cerewet itu tidak bersuara sampai kami sampai di tempat favoritku membeli kemeja. Haha. Sepertinya ancamanku tadi cukup membuatnya takut. Aku tentu tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Aku pun berniat untuk mengerjainya dengan membeli sweater paling mahal. Lumayan… Aku kan bisa mengirit uang. Hahahaha.

“Cepat saja pilih sweater nya. Aku juga sedang menunggu klien.” kata yeoja itu ketus.

“Diam saja. Aku ingin kau mengganti bajuku sesuai dengan harga baju ini.” ucapku tak kalah ketus. Huh. Memangnya dia saja yang bisa ketus?

“Dasar tidak berperikemanusiaan kau…” sungutnya. Aku hanya mengedikkan bahuku cuek. Tak peduli dengan yeoja itu yang kini sudah mengomel tak tentu arah. Akhirnya, aku menjatuhkan pilihan pada sebuah sweater berwarna coklat yang hampir mirip dengan sweater yang tadi aku pakai.

“Ya!! Lihat ini! Kemeja yang aku pakai juga kena jus mangga bodohmu itu.” kataku.

“Ya sudah. Cepat pilih saja yang kau mau. Palli!!!” ucapnya tak sabar. Hhuh! Salah siapa menumpahkan jus mangga padaku? Untung saja dasiku tidak kena.

“Kau tunggu aku. Aku akan ganti dulu. Lalu baru kau bayar..” ucapku cepat. Aku segera masuk ke ruang ganti untuk mencoba sweater ini.

Aku mengganti bajuku di kamar pas. Saat sedang mengagumi ketampananku di depan cermin, aku mendengar suara pintu kamar ganti itu digedor cukup keras. Lalu, suara yeoja menyebalkan itu kembali terdengar.

“Ahjussi!! Aku ada urusan. Kau tidak bisa memilih lagi. Semua sudah aku bayar…” teriak yeoja itu dari luar.

“Ya!! Mau kemana kau??!!” Dia tidak menjawab. “Pasti dia sudah pergi… Ya sudahlah. Yang penting aku dapat baju baru gartis. Hahaha…” Aku merapihkan penampilanku. Kau memang begitu sempurna, Lee Hyuk Jae. Aku tersenyum di depan cermin mengagumi ketampananku.

“Aish.. Kenapa kau begitu keren, Lee Hyuk Jae? Hehhehehe…” Aku terkekeh lalu keluar dari kamar pas tersebut.

“Sudah terbayar, kan?” tanyaku kepada pramuniaga disitu.

“Ne, ini barang-barang anda tadi. Kamsahamnida.” Dia menyerahkan pakaian kotorku. Aku mengangguk lalu melihat jam tanganku.

“Waaa…Gawat… Aku terlambat!” Aku bergegas lari keluar toko pakaian ini. Aku bisa telat bertemu klien pentingku hari ini!

End of Eunhyuk P.O.V

 

Jiyeon P.O.V

“Ya!! Lepaskan aku!! Lepaskan!!!” Aku berusaha melepaskan pergelangan tanganku yang digenggamnya dengan erat. Semakin aku ingin melepaskannya, semakin kencang pula dia menggenggamnya. Dasar namja sialan!! Dia berhenti lalu memandangku tajam.

“Neo… Berhentilah berteriak. Atau aku akan melakukan hal yang sama seperti saat di bis…” Aku shock setengah mati mendengar ucapannya. Dadaku sedikit bergemuruh. Dia tersenyum mesum lalu mulai menarikku lagi. Sial! Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku pun hanya bisa membiarkan tanganku ditarik oleh namja mesum sialan ini.

“Kau harus bertanggung jawab atas apa yang telah kau lakukan. Aku harus bertemu klien yang sangat penting…” lanjutnya.

“Lalu kau mau membawa aku ke mana, hah??!!” teriakku tidak sabar.

“Ke mall di sebelah hotel ini. Belikan aku sweater seperti ini… Palli…” Aku diam saja menemaninya memilih sweater. Namja menyebalkan ini memilih di bagian merk yang luamyan ternama. Sial! Dia mau mengerjaiku rupanya. Ajuhssi sialan! Tunggu pembalasanku.

“Cepat saja pilih sweaternya aku juga sedang menunggu klien.” kataku ketus.

“Diam saja. Aku ingin kau mengganti bajuku sesuai dengan harga baju ini.”

“Dasar tidak berperikemanusiaan kau…” sungutku dengan kesal. Aku mengikutinya yang sedang memilih sweater. Ck. Dia ini namja atau yeoja. Lama sekali memilih sweaternya. Setelah beberapa menit, dia memilih sweater berwarna coklat.

“Ya!! Lihat ini! Kemeja yang aku pakai juga kena jus mangga bodohmu itu.” Namja itu berceloteh lagi setelah dia membuka sweaternya. Di balik sweater nya, dia memakai kemeja putih dan memang ada sedikit noda jus-ku tadi. Huh. Rasakan!

“Ya sudah. Cepat pilih saja yang kau mau. Palli!!!” kataku tak sabar. Benar-benar merepotkan sekali. Dia langsung memilih kemeja berwarna sama.

“Kau tunggu aku. Aku akan ganti dulu. Lalu baru kau bayar..”  katanya yang langsung pergi ke kamar ganti.

Tiba-tiba ponselku berbunyi.

“Ne, Appa…”

“Kau dimana, Jiyeon~ah??”

“Mianhaeyo Appa. Aku ada urusan sebentar. Aku lupa memberitahumu…”

“Gwenchanha… Apakah urusanmu sudah selesai?”

“Ne, Appa… Aku akan segera kesana. Apakah klien kita sudah datang?”

“Ani… Mungkin sebentar lagi.”

“Baiklah, Appa… Aku akan segera kembali ke hotel.”

“Eo….” Aku menutup teleponnya lalu menuju kasir.

“Berapa harganya?” tanyaku sambil mengeluarkan dompet dari tas kerjaku.

“60.000 won.” ucap pramuniaga itu. MWO??!! Ahjuhssi sialan! Dia benar-benar berniat mengerjaiku rupanya dengan membeli pakaian semahal ini.

“Aish, jinjja! Namja itu benar-benar memerasku…” umpatku.

“Kamsahamnida…” Aku segera menghampiri kamar pas yang tadi dimasukinya dan menggedor pintunya.

“Ahjussi!! Aku ada urusan! Kau tidak bisa memilih lagi. Semua sudah aku bayar!” Tanpa mempedulikan jawabannya, aku langsung saja pergi dari tempat itu. ‘Ya Tuhan… Semoga kami tidak bertemu lagi.’ doaku dalam hati.

End of Jiyeon P.O.V

 

Author’s P.O.V

Jiyeon setengah berlari saat memasuki hotel kembali. Dia segera menemui appanya.

“Juisonghamnida Appa…” ucap Jiyeon terengah-engah. Dia masih berusaha mengatur nafasnya karena berlari dari mal ke restoran hotel.

“Gwenchanha? Apakah masalahnya berat?” tanya appa nya khawatir.

“Gwenchanha, Appa… Ani… Hanya masalah kecil.” Jiyeon terpaksa berbohong.

“Jeongmal?(Benarkah?)”

“Ne, Appa. Kkokjonghajimaseyo…(Jangan khawatir)” Jiyeon tersenyum.

“Lama sekali dia datangnya…” Jiyeon appa tampak sedikit tak sabar.

“Sebenarnya proyek apa yang akan kita bicarakan appa?”

“Hmmm…. Proyek eco car milikmu.” ucap Jiyeon appa santai.

“Ne? Jinjjayo?” matanya berbinar.

“Eo… Appa sangat tertarik dengan presentasimu kemarin.”

“Ini bukan karena aku anak Appa, kan?” tanya Jiyeon curiga.

“Ani. Kau tahu sendiri, kan? Appa selalu fair dan tidak main-main. Dan untuk apa pula appa menerimamu menjadi asisten appa jika kau tidak berkualitas. Appa sangat senang kau mau berusaha keras, Jinyeon~ah…” Appanya mengelus rambut Jiyeon.

“Gomawo, Appa…” Jiyeon tersenyum tersipu.

‘Assa!! Proyek yang aku ajukan kemarin sudah bisa diterima. Waaaaa… Nomu johaaaaa!!’ Jika disini bukan tempat umum, Jiyeon pasti sudah melompat-lompat.

Ponsel Jiyeon Appa berbunyi. Dia mengangkatnya.

“Klien kita.” kata Jiyeon Appa. “Yeoboseyo? Eo… Kau ada dimana?” Jiyeon Appa bangkit dari kursinya dan melambai pada seseorang.

‘Ah~ itu pasti kliennya.’ Jiyeon merapikan rambut dan pakaian untuk menyambutnya. Posisi duduknya yang membelakangi arah klien itu datang membuatnya membalikkan tubuhnya. Jiyeon penasaran dengan tampang klien yang kata Appanya itu adalah klien istimewa sehingga appa mau menemuinya secara pribadi.

“Omo!!” Jiyeon menutup mulutnya yang terbuka lebar saat melihat namja itu datang mendatangi tempat mereka sambil memberi salam pada appanya. Seketika Jiyeon langsung membenarkan posisi duduknya dan menunduk.

“Annyeong haseyo… Juisonghaeyo tadi saya mendapat sedikit kecelakaan di jalan. Maka dari itu saya terlambat.” Jelas namja itu.

“Hah? Kecelakaan? Gwenchanha? Hyuk Jae~ya anja anja…” ajak Jiyeon appa.

“Ne, tepyonim hanya kecelakaan kecil saja. Tapi sudah baik-baik saja… Mianhaeyo sudah menunggu lama…”

“Aniya… Gwenchanha… Oh, iya. Kenalkan ini Jiyeon.” Jiyeon Appa memperkenalkan Jiyeon pada klien itu yang tak lain dan tak bukan adalah Lee Hyukjae aka Eunhyuk.

“A…annyeong haseyo… Choi Jiyeon imnida..” Jiyeon tergagap sebentar karena shock. Eunhyuk melebarkan matanya. Tapi, sesaat kemudian dia bisa sedikit mengontrolnya.

“Annyeong haseyo… Lee Hyuk Jae imnida. Kau bisa panggil aku Eunhyuk.” balas Eunhyuk.

‘Sialan! Kenapa dia lagi??’ kata keduanya dalam hati. Mereka berusaha keras membuat wajah mereka seramah mungkin di depan Jiyeon Appa. Seorang waiter datang dan menawarkan Eunhyuk.

“Jadi, kau mau pesan sesuatu?” tawar Jiyeon Appa.

“Aku pesan secangkir cappuccino saja. Dan untuk Jiyeonie Yang.. Aku yakin pasti ingin segelas jus mangga lagi.” sindir Eunhyuk sambil melihat ke arah Jiyeon sinis.

“A..aniyo… Aku sudah kenyang.” ucap Jiyeon terbata.

‘Sial! Namja ini ingin membuatku malu di hadapan Appa, kah?’ umpat Jiyeon dalam hati.

“Baiklah, jamsimanyo…”

“Jadi, Tepyonim… Saya sangat setuju sekali jika perusahaan kita mengadakan perjanjian kerjasama. Proyek yang Anda tawarkan realistis sekali dan tidak mengada-ada. Belum pernah diluncurkan ke pasar luas. Dan saya yakin akan mendapat respon baik dari masyarakat luas. Bagaimana jika kita mengadakan presentasi secepatnya?” jelas Eunhyuk.

“Aku setuju. Benar kan, proyek ini sangat bagus. Dan proyek ini sebenarnya milik purtiku…” ucap Jiyeon Appa bangga.

“Jinjjayo? Lalu kenapa anda tidak membawanya kesini juga? Kami kan bisa membicarakannya.” kata Eunhyuk. Jiyeon Appa tersenyum penuh arti lalu melirik ke arah Jiyeon yang sudah menundukkan kepalanya.

“Kau sudah bertemu dengannya, kok… Ini Choi Jiyeon, sekertarisku sekaligus putriku.” Jiyeon appa menunjuk Jiyeon yang duduk di sebelahnya.

‘Mwo?? Maldo andweee…(tidak mungkin)’ kata Eunhyuk dalam hati. Dia tersenyum mengejek pada Jiyeon. Membuat Jiyeon ingin memukul kepalanya jika tidak ada Appanya.

‘Sialan!! Dia meremehkanku!!’ kata Jiyeon ketus dalam hati.

“Ah~… Jadi begitu? Dia memang berbakat sekali ya, Choi Tepyonim dalam membuat segala sesuatunya menjadi luar biasa.” Eunhyuk menyindirnya sambil melirik ke arah Jiyeon dan lagi-lagi memberinya pandangan mengejek. “Pasti sangat menyenangkan jika aku juga bisa memiliki sekretaris yang sangat berbakat dan pintar melakukan apa saja… Sayang sekali jika saja dia belum punya pekerjaan mungkin aku bisa mengangkatnya menjadi sekertarisku yang mengundurkan diri.” Jiyeon memberinya pandangan kesal.

‘Dalam mimpimu saja aku mau jadi sekertarismu, dasar ahjussi mesum!!’ katanya dalam hati.

“Jinjja? Kenapa dia?” tanya Jiyeon Appa.

“Dia cuti hamil. Jadi 3 bulan ini aku akan sendirian.” jelas Eunhyuk.

“Hmm… Begitu?” Jiyeon Appa tersenyum penuh arti.

—–

“Yeoboseyo?”

“Taegeun~ah…”

“Eo! Waekure?(ada apa?) Apakah putraku sudah menemuimu?”

“Iya, sudah… Dia benar-benar pintar berdiskusi. Dan semoga saja bisnis kita bisa lancar. Aku suka sekali padanya. Kita harus segera mengatur presentasinya.”

“Syukurlah… Putraku tidak membuat hal-hal yang tidak-tidak. Baiklah kita bisa mengaturnya nanti. Bagaimana putrimu?”

“Aku tidak bisa menebak ekspresinya. Dia tidak terlalu mudah ditebak. Yah~… Seperti yang kita sepakati. Biarkan mereka menikmatinya dan berjalan seperi air. Oh, iya. Apakah benar putramu tidak mempunyai sekretaris?”

“Sepertinya begitu. Wae?”

“Hmm… Apakah perlu untuk mendekatkan mereka? Walaupun berjalan seperti air, bukankah kita juga butuh sedikit mendekatkan mereka?”

“Benar juga. Lalu apa rencanamu?”

“Bagaimana jika aku mengirim putriku untuk menjadi sekertaris putramu? Kita beri waktu saja selama 3 bulan. Jika mereka memang saling menyukai kita lanjut saja. Tapi, kalau tidak juga tidak apa-apa. Lagipula aku ingin putriku juga memiliki pengalaman di tempat lain.” jelas Jiyeon Appa.

“Ide yang bagus… Baiklah… Nanti aku akan memberitahu Hyukjae. Suruh saja putrimu datang ke kantorku senin ini. Akan kubuatkan janji untuk bertemu denganku jam 8 pagi.”

“Baiklah kalau begitu…”

End of Author’s P.O.V

—–

Eunhyuk’s P.O.V

“Hei, aku ada video yadong baru! Kau mau?” tawarku pada Donghae.

Aku memang sedang ada di rumah Donghae. Hihihihi. Aku kan tinggal sendiri. Jadi, jika weekend tiba aku selalu mengunjungi Donghae. Atau biasanya aku juga menghabiskan waktu bersama salah satu teman yang sudah aku anggap sebagai saudaraku sendiri, si setan Kyuhyun. Tapi, sejak Kyuhyun menikah aku jarang bersamanya. Dia kan selalu bersama Hyora. Hahahaha… Sudah begitu jika aku mengunjunginya pasti dia sedang bermesraan bersama Hyora. Aku jadi iri. Masa hanya aku yang belum punya kekasih? Oh… Nasibku…. Padahal, jika dilihat dengan seksama aku ini keren. Aku juga seorang dancing machine. Hanya karena sudah bekerja saja jadi aku jarang mempertontonkan keahlianku. Tapi, aku masih mengajar dance juga bersama Donghae.

“Ah… Ani. Aku tidak mau merusak pikiranku dengan hal-hal seperti itu lagi. Hyunri melarangku menontonnya…” ucap Donghae seraya pergi meninggalkanku yang melongo mendengar ucapannya. Kenapa? Kenapa dia jadi seperti ini? Hae~ku… Dia pergi meninggalkanku… Donghae pun duduk di sofa ruang keluarga seraya mengeluarkan handphone dari saku celananya. Wajahnya kemudian berubah senang saat teleponnya diangkat seseorang yang aku yakini adalah Hyunri. Wajahnya berseri-seri sekali. Aku… Aku jadi merasa seperti ditinggalkannya.

“Hyung…” Tiba-tiba Kyuhyun yang kebetulan sedang transit di rumah Hyora ini memanggilku.

“Wae? Kyuhyun~ah..” Aku menjawabnya tanpa mengalihkan sedikitpun pandangannya dari laptopku yang sedang menayangkan video yadong level rendahan dari folder lamaku. Meskipun mataku memandang lurus ke arah laptop, tapi pikiranku sudah melayang entah kemana. Bagaimana mungkin… Bagaimana mungkin Donghae yang biasanya dengan senang hati menerima ajakanku untuk menonton yadong kini bahkan tidak mau meliriknya sama sekali?

“Mana Donghae Hyung?” tanyanya seraya duduk di sampingku.

“Dia sedang bertelepon ria dengan Hyunri.” jawabku lesu. Tiba-tiba aku teringat semua pengkhianatan yang sudah Donghae lakukan kepadaku. Mentang-mentang dia sudah punya Hyunri. Padahal aku ini juga kan yang membuatnya mendapatkan cinta Hyunri? Cish. Kalau tahu jadinya akan begini, aku tidak akan membantunya saat itu. Kubiarkan saja dia.

“Carilah pasangan untukmu, Hyung~…” Dia menepuk pundakku pelan. Aku mengalihkan pandanganku dari laptop.

“Kyuhyun~ah… Kau mau menjadi pengganti Hae untukku?” tanyaku dengan mata berbinar.

PLETAK!

“Ya! Kenapa kau memukul kepalaku?” ringisku sambil mengusap kepalaku yang baru saja mendapat jitakan dari Kyuhyun si setan ini. Sialan sekali! Aku kan hanya bercanda.

“Hyung! Carilah yeoja. Kau ini normal tidak, sih?” Dia menatapku jijik.

“Aigoo… Aku kan hanya bercanda. Kau mau kemana?” tanyaku.

“Aku mau menjemput Hyora. Aku pergi dulu, Hyung..” pamit Kyu sambil mengambil kunci mobilnya.

“Eo.. Hati-hati…” pesanku. Huh! Bikin iri saja. Kapan ya aku juga bisa menjemput yeoja chingu-ku? Ah… Sudahlah. Aku yakin takdir jodohku akan datang dengan sendirinya. Meskipun aku harus menunggu seumur hidupku untuk menemukannya. Aku sendiri tidak tahu. Tapi, yang pasti aku percaya bahwa takdir itu pasti ada. Setiap orang sudah mempunyai pasangan masing-masing dan ada benang merah yang menghubungkan dua orang yang berjodoh itu.  Yeah.. Mungkin kalian akan merasa geli atau bahkan jijik dengan kalimatku ini. Aku sendiri tidak percaya dengan kalimat yang barusan kupikirkan. Ah.. Daripada aku berpusing-pusing memikirkan hal ini, lebih baik aku melanjutkan kegiatan utamaku. Aku pun kembali berkonsentrasi menonton video yang sedang aku nikmati tadi.

“Huahahahahaha…. Kau ini bisa saja jagiya… Jinjja bogoshipo….” Aku mendengar Donghae yang sedang menelepon Hyunri. Sialan!! Kalau begini aku tidak bisa konsentrasi lagi.

“Ani, tenang saja… Makanya aku menelponmu. Jadi aku tida tercemar oleh si Hyukjae itu…”

Ya! Apa-apaan itu? Kenapa dia membawa-bawa namaku? Huh! Baru punya pacar saja sudah melupakanku. Awas saja kau Lee Donghae. Aku pun sudah tidak berminat lagi dengan laptop yang kini masih mengeluarkan suara ‘ah-oh’ itu. Ck. Kau membuat mood ku rusak hari ini, Lee Donghae..

Saat sedang menggerutu sendiri, tiba-tiba teleponku berbunyi.

“Yeoboseyo? Ne, Abeoji…. Arasseoyo… Aku akan pulang kerumah…. Aku sedang di rumah Donghae… Ne…” Aku menutup flip handphonku. Appa menyuruhku ke rumah untuk makan malam. Kalau begini biasanya ada yang ingin mereka bicarakan denganku. Aku segera membereskan laptopku.

“Donghae~ya…” panggilku.

“Yo!! Ottiga?” Dia mengalihkan perhatiannya dari handphone nya.

“Aku harus pulang… Abujiku sepertinya mau membicarakan sesuatu denganku. Aku makan malam di rumah.” jawabku.

“Oke…. Ka~(pergilah)…” usirnya. Aish jinjja! Ingin kupukul kepalanya itu.

“Ya!! Awas kau…” Aku sedikit kesal.

“Kkkkk…” Dia hanya terkekeh pelan. “Makanya kau cari pacar.”

Aku hanya mengerucutkan bibirku mendengarnya. Menusuk sekali perkataanmu, Lee Donghae. Sialan! Sejak dia berpacaran dengan Hyunri, dia ini seenaknya sendiri.

‘Oh Tuhaaaaaaaaaannnn!! Cepat kirimkan aku yeoja yang seksi dan cantik agar aku tidak iri seperti ini.’ jeritku dalam hati.

‘Biar saja. Awas kalian, ya? Dasar tidak setia kawan!’gerutuku.

Aku segera masuk mobil dan mengemudikannya ke rumah.

——

“Hyukjae~ya…” panggil eommaku saat aku sudah memasuki rumahku.

“Annyeong haseyo Eomma…nomu bogoshipda…” Aku memeluk eommaku. Kami sudah satu bulan tidak bertemu. Rasanya rindu juga meskipun kami tinggal di kota yang sama, tapi kami tidak tinggal dalam satu rumah.

“Kau sehat bukan?” Eomma melepaskan pelukannya.

“Ne, Eomma…”

“Hyuk Jae~ya…”

“Annyeong haseyo abeoji…” Aku membungkuk sopan. Begini-begini aku sangat menghormati appa dan eommaku.

“Anja…(duduklah)” kata Appaku.

“Gomawoyo appa…”

“Kau sudah menemui sahabatku itu, kan?” tanya Appa.

“Ne, Choi tepyonim… Aku tertarik juga dengan proyek itu appa….”

“Hmmm… Bagus kalau begitu. Aku percaya padamu. Kau aturlah bagaimana baiknya. Oh, iya. Kau masih belum punya sekretaris juga?” tanya Appa lagi.

“Ah~… Ye, appa. Ini karena aku masih sibuk mengurusi proyek yang kemarin belum selesai. Aku akan mencari sekertaris minggu ini appa…” jawabku.

“Dwesseo(tak perlu)… Appa sudah mendapatkan penggantinya… Dia akan mulai bekerja senin besok.”

“Ne??” Aku kaget sekali. Appaku tidak biasanya melakukan hal ini. Mencurigakan sekali…

“Appa, darimana kau mendapatkan sekertaris itu?”

“Pokoknya kau tak usah khawatir. Tenang saja… Dia sangat berkualitas, kok…”

“Arasseoyo, Abeoji…”

Hahhaa… Semoga maksudnya dia itu seksi dan cantik. Kkkk…. Ah, iya. Dan belum menikah. Muahahahahaha…

“Kalian… Ayo makan…” eomma memanggil kamu untuk segera memakan santapan makan malam buatannya.

“Ne~…” jawabku dan appa serempak. Kamipun segera menuju ruang makan.

End of Eunhyuk’s P.O.V

—–

Jiyeon’s P.O.V

“Mworagoyo??!!”

“Ya… Kau sudah dengar, kan? Appa tidak memecatmu. Hanya saja appa rasa kau perlu sedikit pengalaman lagi di luar perusahaan…”

“Ne?” Telingaku ini sepertinya perlu ke dokter THT karena aku tidak mengerti apa maksud appa mengirimku ke perusahaan lain.

“Gwenchanha… Itu perusahaan teman dekat appa… Sekarang kau hanya perlu bertemu dengan teman appa. Kami sudah sepakat. Anggap saja ini sebagai magang. Appa beri waktu selama 3 bulan.” jelas Appa.

“Ah~… Jadi hanya 3 bulan, Appa? Aku pikir appa akan memecatku seumur hidup.” Aku mengelus dadaku lega. Appaku tertawa geli.

“Kau punya pilihan. Jika kau lebih suka disana, kau boleh bekerja disana terus…”

“Aniyo, appa… Aku pasti akan lebih senang ada di samping appa…”

“Cobalah dulu… Kau boleh pergi sekarang. Ini alamat kantornya. Teman appa sudah membuat janji denganmu jam 8 besok. Jadi, jangan sampai terlambat.”

Algesseoyo appa…” Aku mengambil kartu nama yang diberikan appa lalu membungkukkan tubuhku dan keluar dari ruang kerja. Aku membaca nama di kartu nama tersebut. Lee Taegeun. Dia kan pemilik perusahaan L&C’s Company yang bergerak di bidang otomotif. Aku sudah pernah mambaca profilnya di majalah TIME.

“Aku akan jadi sekertarisnya? Assa!! Tak apalah walau hanya 3 bulan saja… Benar kata appaku, ini adalah kesempatanku…” Aku tersenyum yakin. Semoga aku akan mendapatkan banyak pelajaran berharga jika bekerja dengan orang hebat sepertinya.

End of Jiyeon’s P.O.V

—–

Author’s P.O.V

Jiyeon keluar dari taxi yang membawanya ke alamat kantor yang kemarin diberikan appanya. Dia menarik nafas dalam dan merapikan baju yang dikenakannya sebelum memasuki gedung perusahaan itu.

“Annyeong haseyo….” ucap Jiyeon ramah.

“Ne, Annyeong haseyo. Ada yang bisa kami bantu?” ucap resepsionis di kantor itu ramah.

“Iye. Saya sudah ada janji bertemu dengan Lee Taegeun Tepyonim.”

“Jamsimanyo…” Si resepsionis mengecek sebentar. “Oh… Apakah anda Choi Jiyeon ssi?” tanya resepsionis itu.

“Ne, maseumnida…” jawab Jiyeon.

“Baiklah… Saya akan panggilkan seseorang untuk mengantar anda ke tempat tepyonim berada.” Si resepsionis memanggil seseorang dari teleponnya. Tidak lama kemudian ada seorang namja yang muncul.

“Yesung ssi… Ini Choi Jiyeon ssi. Tolong antarkan dia ke ruangan Taegeun tepyonim.”

“Annyeong haseyo, Kim Jongwoon imnida. Kau boleh panggil aku Yesung. Pangabseumnida.” Namja itu membungkuk sopan.

“Ne, Choi Jiyeon imnida, pagawayo…” Jiyeon ikut membungkuk.

“Mari ikut saya.” katanya. Dan dengan otomatis Jiyeonpun mengikutinya.

Yesung menekan angka 5 di lift.

“Tepyonim kami tidak suka dengan tempat yang tinggi jadi dia hanya ingin berada di lantai 5.” Yesung tiba-tiba membuka pembicaraan.

“Yesung ssi, kau adalah sekertaris dari Taegeun tepyo?” tanyaku.

“Aniyo, aku kepala bagian divisi desain dan perencanaan.”

“Jadi, ku ini nanti akan bekerja sebagai apa? Wakilmu?”

TTING! Pintu lift terbuka.

“Ah… Kita sampai. Nanti kau juga tahu, Jiyeon ssi… Tenang saja…”

Yesung  membuka pintu ruangan Taegeun tepyonim perlahan.

“Tepyonim, ini Choi Jiyeon ssi.” kata Yesung. Seorang pria paruh baya mengalihkan perhatiannya dari file-file yang ada di depannya.

“Oh… Choi Jiyeon…” Seketika wajah tepyonim menjadi sangat cerah saat melihat Jiyeon.

“Ne, tepyonim..” Jiyeon membungkuk.

“Jadi, benar apa yang dikatakan appamu. Kau ini benar-benar cantik. Tidak heran kalau dia selalu membanggakanmu… ” Jiyeon tersenyum malu mendengarnya.

“Animnida, Tepyonim…”

“Selamat datang di perusahaan kami.”

“Ne, kamsahamnida… Saya akan bekerja dengan baik dalam masa percobaan ini.”

“Kau pasti bekerja dengan baik. Aku sudah mengecek semua file dan data tentangmu, Jiyeon~ah… Jadi, aku percaya padamu…”

“Arasseoyo..”

“Kau sekarang boleh langsung menuju ruanganmu.” perintah Lee Tepyonim. “Yesung~ah… Tolong antarkan Jiyeonie ke ruangannya. Kau akan dijadikan sekertaris di bagian desain dan perencanaan.”

“Ne, tepyonim… Mari, Jiyeon ssi. Aku antarkan…”

“Selamat bekerja, Jiyeon~ah… Semoga kau betah disini…”

“Kamsahamnida…” Jiyeon membungkukkan tubuhnya.

Yesung dan Jiyeon keluar dari ruangan itu dan segera menuju lift lagi. Yesung segera menekan tombol lantai 15. Sepanjang di dalam lift, Yesung hanya diam dan memainkan handphone nya.

“Yesung ssi kalau boleh tahu, aku ini nanti akan bekerja sebagai apa?”

“Kau akan jadi sekertaris dari putra Lee tepyonim.”

“Jadi, aku bukan menjadi sekertaris Lee tepyo?”

“Aniyo… Semoga kau betah disini…” Jiyeon mengerutkan keningnya. Entah kenapa ia merasa akan ada kejutan besar yang sudah menantinya.

End of Author’s P.O.V

 

Eunhyuk’s P.O.V

Handphone-ku berbunyi saat aku sedang meneliti file-file yang akan dipresentasikan minggu ini. Aku membuka flip handphone ku. Dari Yesung Hyung rupanya.

‘Jinjja yeppeo…’ Aku terkikik saat mendapatkan sms itu.

“Ahhh… Aku pasti betah dengannya. Huahahahahaha….” Aku membalas sms Yesung Hyung.

‘Jinjja hyung? Kkkkk…. Palliwa…’ Aku kirim segera sms itu.

‘Aku akan segera ke kantormu setelah mengantarkannya ke ruang kerjanya.’ jawab Yesung Hyung lagi.

Aku merapikan jasku dan mencoba terlihat keren. Aniya… Aku sudah keren, kok… Ottokhae? Pose apa ya, yang bisa membuatnya berpikir bahwa aku sangat keren. Aku sudah mencoba beberapa pose yang biasanya disukai oleh yeoja-yeoja kenalanku, yang membuat mereka membelalakan mata atau sekedar terpekik dan memanggilku ‘Eunhyuk Oppa’ dengan aegyonya.

Ah! Isseo!!(ada!!) Ada satu gaya yang paling aku suka. Aku mendekatkan diri ke depan jendela dan memasukkan kedua tanganku ke dalam sakuku sambil memandang keluar jendela. Aish! Aku memang tampan dan keren sekali, kan?

“Tok tok tok…”

“Ehem…” Aku berdeham mencoba menenangkan jantungku yang entah sejak kapan sudah mulai berdetak tidak beraturan. Aish.. Tenanglah, Hyukkie~ya.. Tunjukkan pesonamu!

“Masuk!” jawabku masih sambil berpose seperti tadi.

“Annyeong haseyo, Eunhyuk sajangnim… Aku membawa sekretaris yang kau butuhkan.” kata Yesung Hyung.

“Annyeong haseyo, joneun Choi Jiyeon imnida.” Tepat saat aku membalikkan tubuhku, yeoja itu membungkuk memberi hormat.

Choi Jiyeon? Aku pernah mendengar nama itu. Mulutku terbuka lebar saat mata kami akhirnya bertemu.

“NEO!!!” teriak kami bersamaan. Yesung Hyung tampak kaget sekali dengan teriakan kami.

“Apa yang kau lakukan disini, ahjussi mesum!!” teriaknya.

“Mworago!!!”

“Yesung ssi, kenapa kau membawaku kesini?” tubuhnya menghadap ke arah Yesung Hyung.

“Dia ini adalah manager disini. Dan kau adalah sekertarisnya.” jelasnya masih dengan raut bingung.

“MWOOOO!!!!” teriak kami berdua.

“Ne… Kau adalah sekertarisnya…” ucap Yesung Hyung datar.

“Hahaha… Tolong jangan bercanda denganku, Yesung ssi. Aku tidak mau membahayakan nyawaku dengan ahjussi mesum ini.” ucap yeoja sialan itu.

“Ahjussi mesum?? Siapa yang kau panggil begitu, hah!” bentakku tak terima.

“Iya. NEO! Siapa lagi??” bentaknya tak kalah keras.

“Hyung!! Ini pasti tidak benar. Lihat saja kelakuannya. Mengataiku seperti ini.”

“Kalian sudah saling kenal? Itu perintah Appamu yang berkata bahwa Jiyeon ssi adalah sekertarismu sementara menunggu Heejin cuti.” kata Yesung Hyung.

“Aish!Jeongmal!!” Aku kesal sekali. Apa-apaan ini? Aku tidak mau dia jadi sekretarisku. Aku segera menyambar telepon di mejaku dan menghubungi kantor appa.

“Yeoboseyo?”

“Appa… Apakah ini benar? Aku tidak mau dia jadi sekertarisku.” ucapku setengah emosi. Aku harus berusaha untuk tidak menunjukkan emosiku di hadapan Appa. Sabar, Lee Hyuk Jae…

“Wae? Dia sudah sampai dikantormu rupanya. Ya~… Ini hanya sementara saja sekalian menunggu sekretarismu selesai cuti. Aku sudah memeriksa semuanya dan dia sangat berkompeten untuk jadi sekretarismu. Sudah tidak usah membahasnya lagi. Selamat bekerja dengannya. Baik-baiklah dengannya, Hyuk jae~ya… Dia anak teman appa, araji?? Jangan memecatnya atau Appa akan membuang semua koleksi film yadong yang kau sembunyikan di bawah kasur…”

“Mwoyeyo??” Aish.. Kenapa Appa suka sekali mengancamku? Dan apa tadi? Koleksi yadongku akan dibuang Appa kalau aku tidak menurut perintahnya? Ige mwoya?? Kenapa hidupku jadi sial begini sejak bertemu yeoja itu. Siapa namanya? Jiyan? Jimun? Aish… Itu tidak penting untukku.

“Sudah sudah…. Kembali bekerja….”

“Ta…tapi Appa…”

“Tut tut tut….”

Sial! Kenapa aku bisa bertemu dengan yeoja kembaran Ahra ini lagi. Aku membanting telepon dengan kesal.

“Kau tidak bisa pelan sedikit? Memangnya kau yang membeli telepon itu? Kalau rusak bagaimana? Dasar tidak bisa menghargai…” ucap yeoja itu sambil mendelik tajam ke arahku.

Yeoja ini… Benar-benar…Aku membalas pandangan tajamnya. Huh! Jangan kau kira aku tidak bisa membalas pandangan sadismu itu, Choi Agassi. Tiba-tiba, terbesit sebuah rencana licik di otakku. Aku akan membuatmu menderita menjadi sekretarisku Choi Jiyeon. Aku memperlihatkan senyumanku. Sayang sekali aku tidak bisa memperlihatkan seringai yang menakutkan seperti punya Kyuhyun atau Ahra. Ah~… Sepertinya aku perlu banyak berlatih untuk berseringai seperti mereka. Seringaian itu rupanya banyak gunanya.

“Baiklah… Choi Jiyeon ssi… Selamat datang di kantor kami. Semoga kau betah bekerja denganku…” Aku mendekatinya dan meraih tangannya. Dia sedikit kaget dengan perlakuanku. Dia memundurkan tubuhnya, memperlihatkan wajah yang sedikit ketakutan. Mungkin karena dia takut aku melakukan hal yang seperti di bis dahulu. Kkkk… Junbiya Jiyeon ssi… (bersiaplah Jiyeon ssi)

“Nah… Kenapa tidak daritadi saja, Hyuk~ah… Baiklah… Akan ku tinggalkan kalian berdua.” kata Yesung Hyung.

“Ye…yesung ssi….” Dia meratapi kepergian Yesung Hyung ketakutan.

“Selamat bekerja…” pamitnya.

“Blam!” dan pintu tertutup.

“Hahahhaa… Sekarang tinggal kita berdua, Jiyeon ssi…” ucapku dengan nada rendah dan membisikkannya tepat di telinganya. Tanganku pun sudah berada di pundaknya, memberi sedikit tekanan pada bahunya.

“Ya!! Lepaskan aku!!!” Dia berusaha melepaskan tangannya dariku.

“Ya?? Kau memanggilku dengan ‘ya’ ?? Aku ini bosmu Choi Jiyeon…” Aku terkekeh.

“Arasseo!! Kau kini adalah bosku. Tapi, awas ya kau. Jangan macam-macam denganku…” ancamnya.

Lihat saja apa yang akan terjadi padamu, Choi Jiyeon. Mulai sekarang, penderitaanmu sebagai sekretarisku akan segera dimulai. Kkkkkk….

“Panggil aku Eunhyuk sajang. Arasseo?? Ingat! Kau ada di bawah kuasaku.” Dia memandangku tajam tapi beberapa detik kemudian wajahnya menjadi pasrah.

“Ne, Eunhyuk sajang…” Dia tampak pasrah.

End of Eunhyuk’s P.O.V

 

Jiyeon’s P.O.V

“Panggil aku Eunhyuk sajang. Arasseo?? Ingat kau ada di bawah kuasaku.” Aku memandangnya tajam. Tapi, segera kuubah raut wajahku. Aku harus ingat posisiku. Disini aku memang akan bekerja di bawah perintahnya. Dan aku membawa nama appaku disini. Aku akan mengalah sedikit. Tapi mengalah bukan berarti kalah, kan?

“Ne, Eunhyuk sajang…” jawabku pasrah.

“Joha joha… Kkkk.” Dia terkekeh dengan wajahnya yang mesum itu.

‘Mulai sekarang aku akan memakai baju yang lebih rapat lagi. Aku tidak mau Ahjussi mesum itu berbuat yang tidak-tidak kepadaku.’ tekadku. Aish! Sial! Aku jadi teringat lagi dengan kejadian di bis itu.

“Sial!! Kenapa aku jadi sering bertemu dengannya…” gerutuku setelah keluar dari ruangan Eunhyuk, si Ahjussi mesum itu. Aku berniat kembali ke ruanganku yang tepat ada di sebelah ruangannya. Tapi, sebelum mencapai kenop pintu Yesung ssi yang tadi mengantarku menghampiriku lagi.

“Mari aku perkenalkan pada yang lain.” ajaknya.

“Ne…” Keurae… Mulailah kegiatan baruku sebagai sekretaris  dan dengan lingkunganku yang baru. Ditambah bonus tak mengenakkan berupa boss baruku yang menyebalkan itu. Ah… Doakan saja aku dapat menjalani semuanya dengan tabah.

End Of Jiyeon’s P.O.V

——-

Author’s P.O.V

“Wae?” Eunhyuk mengangkat teleponnya.

“Hyung… Bantu aku… Hyora menyuruhku menghabiskan makanan di rumah. Bukankah kau bilang aku harus diet?” ucap Kyuhyun memelas.

“Makanan? Hohohohoho… Kebetulan sekali. Ini sudah istirahat siang dan aku juga sedang lapar… ”

“Palliwa, Hyung… Sebelum Hyora pulang.”

“Dia kemana?”

“Belum pulang dari kampus… Palli palli. Aku harus menahan diri untuk tidak makan lagi agar aku lebih kurus…”

“Kkkkk… Arasseo… Tunggu aku ya, Kyuhyun~ah…” Eunhyuk menutup teleponya.

“Hahaha… Lumayan sekali hari ini. Aku tidak mengeluarkan uang untuk membeli makan siangku.” gumam Eunhyuk.

Dia segera keluar dari ruangannya. Sesaat, dia tiba-tiba berhenti di depan ruangan sekretarisnya karena melihat pemandangan yang langka dan membuat aliran darahnya mengalir lebih cepat ke arah jantungnya. Entahlah… Eunhyuk sendiri tidak bisa menjelaskan apa yang terjadi dengan tubuhnya.

“Choi Jiyeon!!!”

End of Author’s P.O.V

——-

Jiyeon’s P.O.V

Ini sudah sebulan sejak aku bekerja di kantor baruku. Dan aku harus beradaptasi dengan bos baruku yang mesum dan aneh. Dia tidak jarang membuatku kesal karena menyuruhku yang tidak-tidak. Pernah suatu hari dia ingin aku mencucikan kaos kakinya. Huh! Dia pikir aku pembantunya apa? Asal kau tahu ya, kakinya Eunhyuk itu benar-benar bau sekali. Jadi, aku memutuskan untuk membantunya mengganti kaos kakinya. Huahahahaha… Kadang-kadang aku kerjai saja dia. Aku belikan beberapa kaos kaki bermotif kartun member Super Junior dan Shinee. Hahaha. Memikirkan hal itu membuatku tersenyum sendiri.

“Choi Jiyeon!!!” Aish! Aku mendengar suaranya yang menyebalkan itu. Tidak bisakah sekali-kali dia tidak memanggilku? Jika dia sudah memanggilku pasti ada saja yang mau dia suruh. Kalau bukan karena aku harus bersikap baik membawa nama baik appaku sudah aku sumpal mulutnya itu dengan kaos kakinya yang super bau itu.

“Ne?” jawabku malas.

“Kau ikut aku…”

“Mau kemana?” tanyaku curiga.

“Sudah ikut saja… Aku traktir makan gratis…”

Bosku ini benar-benar penganut ekonomi sekali. saat presentasi dulu dia juga memakai prinsip itu untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya. Makanya, tidak heran jika ada barang yang murah atau gratis dia siap ada di urutan pertama untuk membeli atau mendapatkannya.

Baiklah aku pendekkan saja sifatnya yang satu ini. Sedikit pelit. Hahahaha. Tapi, ada satu hal yang membuatku merubah penilaianku padanya. Dia ini sangat ulet dan sangat rajin bekerja. Sampai rela ikut lembur jika ada pekerjaan kantor. Tapi, hanya ada satu sifat yang tidak bisa merubah penilaianku, yaitu mesum dan playboy. Beberapa kali aku memergokinya sedang melihat yeoja dengan wajah yang sudah hampir meneteskan air liurnya yang menjijikan itu. Kalau sudah begitu aku berpura-pura saja menyenggolnya karena menurutku wajahnya itu benar-benar membuatku ingin muntah. Aku ingin sekali merubah sifatnya yang satu itu. Aish.. Apa peduliku? Kenapa aku jadi sok peduli begini?

“Kau mau ikut tidak????” Tiba-tiba wajahnya sudah ada di depan wajahku. Aku sangat kaget. Aku akui aura seorang Lee Hyuk Jae ini benar-benar bisa membuat jantungmu berpacu lebih cepat karena dia memang yeah.. keren. Meskipun hanya sedikit.. Sedikit loh.. Aku tidak bilang dia keren sekali, kan? Aku sempat mendengar kalau dia ini cassanova yang suka merayu banyak yeoja. Bahkan terkadang dia suka sekali tebar pesona dengan para karyawan disini.

“Ayo…” Dia menarik tanganku padahal aku belum sempat menjawabnya karena kau tahu? Tiba-tiba saat mata kami tadi bertemu dan wajahnya yang sangat dekat denganku membuat bulu kudukku berdiri dan membuat jantungku berdetak tak beraturan.

“Kenapa kau tidak mengajak Yesung ssi atau yang lainnya saja?” ucapku saat tangannya sudah terlepas dari tanganku. Sekarang kami berjalan beriringan menuju lift.

“Aku sudah pernah mengajaknya. Lagipula kau kan karyawan baru. Yah… Hitung-hitung aku mentraktirmu makan sebagai tanda selamat datang.” ucapnya.

“Cih! Perhitungan sekali…” sungutku.

“Ingatlah prinsip ekonomi, Jiyeon ssi…”

“Dasar pelit!” Aku mencibirnya. Dan dia meperlihatkan deretan giginya yang putih itu. Lagi-lagi jantungku berhenti berdetak. Kenapa ini? Kenapa? Aku memegang dadaku yang kini terasa sesak. Aneh. Aku tidak pernah mempunyai riwayat penyakit jantung. Wajahku juga. Tiba-tiba memerah tanpa ku komando. Langsung saja aku mengalihkan pandanganku kearah lain. Aku tidak ingin mempermalukan diriku di hadapan monyet bodoh ini.

“Jangan bilang kau terpesona padaku ya, Choi Jiyeon ssi…”

“Mwo??”

“Kkkkk… Aku memang mempesona. Nyahahaha…” Huh! Dia mulai berbicara yang tidak-tidak lagi.

“Mimpi kau, Tuan Lee Hyuk Jae…” cibirku. Aku berusaha untuk tidak menunjukkan sisi lemahku di hadapannya. Enak saja. Bisa-bisa aku ditindas olehnya kalau sisi lemahku terbongkar semua di hadapannya.

“Hahahaha… Jika suatu saat kau jatuh cinta padaku, beritahu aku saja. Siapa tahu aku juga bisa jatuh cinta padamu.” Mwo? Apa dia sudah gila? Ck. Bukankah dia sudah gila dari awal? Dasar! Michin namja. Aku pun hanya diam dan tidak meladeni ucapannya.

‘Percaya diri sekali namja gila ini.’ kataku dalam hati. Bisa kulihat lewat sudut mataku dia tersenyum.

TTING! Akhirnya, pintu lift ini terbuka. Kalau tidak terbuka dengan cepat, aku pasti sudah dipermalukan olehnya. Untung saja di dalam lift tadi hanya ada kami berdua. Kami berduapun segera menaiki mobil Audi hitam miliknya dan meluncur keluar dari kantor. Setelah berjalan selama lima belas menit, mobil kami berbelok ke dalam tempat parkir sebuah apartemen mewah. Aku mulai curiga. Ada yang tidak beres mengingat namja yang sekaligus menjadi bosku ini pernah melakukan hal yang tidak-tidak terhadapku di dalam bis.

“Ka… Kau mau apa? Mengajakku ke apartemen ini?” tanyaku gugup. Aku merasa ada gelagat yang tidak baik dari gerak-geriknya sepanjang perjalan menuju apartemen ini.

“Nanti kau juga tahu… Kaja…” Dia mendahuluiku keluar dari mobil.

‘Oh, tidak! Bagaimana jika dia mau menyakitiku dan me… gyaaaa…’ aku menggelengkan kepalaku kuat-kuat.

“Eunhyuk ssi…” panggilku masih dari dalam mobilnya.

“Mwo?” Dia berbalik lalu kembali berteriak, “Yak! Kau tidak mau ikut?”

“A…aku… Bagaimana mengatakannya?”

“Nawa…(keluarlah)” Eunhyuk membukakan pintu untukku lalu menarik tanganku lagi.

“E…eunhyuk ssi..” Aku mulai takut.

“Ya~… Aku janji tidak akan macam-macam.” Wajahnya menyiratkan bahwa dia akan melindungiku. Atau ini memang adalah wajah yang sering digunakannya untuk membuat banyak yeoja takluk padanya. Kenapa… Kenapa aku jadi mengikutinya begini? Ya, Tuhan! Lindungi aku….

“Apartemen siapa ini?” tanyaku masih agak ragu.

“Ini apartemen adikku. Tetanggaku dulu saat aku masih tinggal dengan orang tuaku. Tapi, dia sudah aku anggap sebagai adikku sendiri karena aku tidak punya kakak atau adik.” Dia menekan angka 10 pada liftnya.

“Pokoknya kau jangan macam-macam.” ancamku. Tepat saat aku selesai bicara pintu liftnya terbuka.

“Aku tidak mau macam-macam. Cukup satu macam saja. Kkkkk…” Lagi-lagi dia memperlihatkan wajah yang membuatku ingin melemparnya dengan sepatu high heels ku. Aku menggenggam erat cairan merica yang aku simpan di saku jas kerjaku. Siapa tahu dia… Yah~… Sekedar jaga-jaga saja.

Aku mengikutinya masuk kedalam lift tapi aku tetap menjaga jarak dengan namja mesum itu. Kami berdua terdiam. Aku pun memperkencang genggamanku.

“Kau masih dendam padaku ya gara-gara kejadian yang lalu?” tanyanya.

“Ne?” Aku tersentak mendengarnya bicara seperti itu.

“Mianhae…” katanya. Suaranya terdengar sangat menyesal.

“Eunhyuk ssi…”

“Kau memaafkanku, kan?”

“I..iye?” Apa ini? Kenapa aku menjawabnya dan mengiyakannya? Sial sial sial!! Kendalikan dirimu, Jiyeon~ah….

“Baiklah! Kalau begitu jangan takut lagi padaku… Dan berhati-hatilah jika kau mulai terpesona dan jatuh cinta padaku. Kkkkk…”

TTING!

Pintu liftnya terbuka. Dia kembali mendahuluiku keluar dari lift. Aku masih mematung mendengar ucapannya. Namja ini… Kenapa dia berubah cepat sekali?

“Ayo cepat keluar… Aku sudah lapar…” Dia berhenti menungguku keluar dari lift sambil mengelus perut datarnya dan tersenyum. Namja ini benar-benar sudah gila. Apa dia sedang mencoba merayuku?

Oh, iya. Satu lagi yang lupa aku ceritakan pada kalian. Eunhyuk ini juga suka sekali makan. Bahkan, jika boleh aku bilang makannya super sekali. Tapi, entah kenapa seberapa banyak dia makan tubuhnya tetap saja begitu.

“Ah..iye…” Aku menelusupkan tanganku ke dalam jasku untuk berjaga-jaga lagi. Kami berjalan menuju sebuah pintu. Dia memasukkan kode pengamannya.

“Jinjja! Anak itu benar-benar menyebalkan! Mengganti kuncinya dengan double lock….” Dia berpindah ke arah intercom dan menekan belnya.

“Nuguseyo…??” jawab suara namja yang ada di apartemen itu.

“Kyuhyun~ah!! Na ya… Buka pintunya….” Beberapa saat kemudian pintunya terbuka.

“Eo, Hyung… Kau sendirian saja? Mana pasangan homomu??” Mata Eunhyuk membesar lalu membekap mulut namja yang baru saja keluar itu.

“Ya!! Jangan bicara sembarangan kau!! Aku bukan bersama dia…”

“Jinjja? Jadi kau membawa yang baru lagi?” ucap namja itu.

“Ya!!! CHO KYUHYUN!!!”

“Kkkkkk… Kalau soal makanan kau cepat sekali, Hyung…” Si pemilik suara itu muncul. Omo! Wajahnya tampan sekali. Suaranya juga sangat merdu. Mataku tak bisa lepas darinya. Auranya mempesona sekali.

“Diam kau!” Eunhyuk melepaskan sepatunya.

“Kau bawa siapa, Hyung?” ucapnya penasaran. Matanya kemudian beralih kepadaku, seolah menilikku. Aku jadi gugup mendapat pandangan seperti itu darinya.

“Kenalkan… Ini sekretaris baruku, Choi Jiyeon. Jiyeon~ah… Ini adikku, Cho Kyuhyun.” Eunhyuk mengenalkan aku pada namja itu.

“Annyeong haseyo, Choi Jiyeon imnida. Pangabseumnida.” Aku membungkuk.

“Ne. Annyeong haseyo, Cho Kyuhyun imnida. Pangabseumnida.” Namja yang ternyata bernama Kyuhyun ini pun turut memperkenalkan diri dengan sopan. Ah, sungguh beda sekali dengan bos ku yang satu ini.

“Dia sudah menikah.” ucap Eunhyuk tiba-tiba. Aku menatapnya tidak percaya. Apa?? Aku sudah menikah?? Yang benar saja? Sejak kapan aku menikah? Dan dengan siapa? Namja ini… Apa dia benar-benar sudah gila?

“Kaja, Jiyeon~ah….” Eunhyuk lagi-lagi menarik tanganku.

“Tenang saja, Hyung… Aku kan sudah punya Hyora. Kau tak perlu khawatir begitu.” kata Kyuhyun santai.

“Siapa yang khawatir? Cish.. Pede sekali kau, Cho Kyuhyun…” sergah Eunhyuk. Namja ini. Apa sebenarnya yang ada dalam pikirannya?

Kami mulai masuk ke dalam apartemen itu. Apartemennya sangat nyaman. Besarnya pas sekali dan ditata dengan minimalis tapi masih menggambarkan kemewahannya.

Ada sebuah foto besar namja itu yang sudah pasti bersama istrinya, membuatku iri saja. Foto itu memperlihatkan namja itu sedang mencium pipi istrinya. Romantis sekali… Apakah ini foto pre wedding mereka? Wahh… Aku harus memuji fotografernya kalau begini. Ini tampak alami dan cantik sekali. (Kyura Moment: Uri Wedding)

“Lepas juga kaos kakimu, Hyung! Lalu cuci kakimu dulu…” perintah Kyuhyun. Hahaha. Ternyata dia juga tahu kalau Hyung nya yang satu ini mempunyai kaki yang super bau.

“Dwesseo… Aku baru saja mengganti kaos kakiku, kok…”

Eunhyuk menarikku sampai meja makan dan menggeserkan kursi untukku. Huh? Kenapa tingkahnya mendadak menjadi manis begini? Aku menatapnya curiga. Tapi, melihat tampang polosnya aku jadi membuang semua rasa curigaku terhadapnya.

“Gomawo…” bisikku.

“Wahh…Massita…” Matanya berbinar terang saat melihat banyak tersaji masakan enak di meja makan. Woah… Siapa yang memasaknya? Melihatnya saja sudah membuatku ingin menghabiskannya. Aigoo… Jiyeon~a.. Sadarlah.. Jangan membuat dirimu malu.

“Anggap saja rumah sendiri, Jiyeon ssi. Hyuk hyung juga sering begitu…”

“Ne~…” jawabku.

“Mworago??” Eunhyuk hendak protes pada Kyuhyun. Tapi, Kyuhyun hanya memperlihatkan seringainya. Aigoo… Saat menyeringaipun dia terlihat manis. Aku jadi ingin mempunyai adik lelaki sepertinya.

“Aish, jinjja! Kau benar-benar menyebalkan… Ya! Choi Jiyeon! Kita habiskan makanan ini. Adik iparku sangat pintar memasak.” cerocosnya. Kami pun mulai makan.

“Kyuhyun ssi… Kau tidak makan?” tanyaku.

“Aniyo. Justru aku mengundang Eunhyuk Hyung kemari karena aku suruh menghabiskan makanan yang dibuat oleh istriku…” jawabnya.

“Waeyo? Ini kan enak sekali. Kenapa kau tidak memakannya?” Aku menatapnya heran. Bukannya biasanya laki-laki suka sekali dengan makanan enak, ya?

“Aku sedang diet…” jawabnya lesu. Mwo? Diet?

“Eo, maja (benar)… Itu karena dia sudah mulai membengkak akhir-akhir ini. Jadi, dia bertekad ingin menurunkan berat badannya. Istrinya saja bilang bahwa beberapa bulan ini dia terlihat lebih chubby. Dia ingin memperlihatkan …. mmmpphhh”

“Makan ini, Hyung…” Kyuhyun menyuapkan daun selada yang ada di hadapannya ke dalam mulut Eunhyuk yang menyebabkan dia tersedak. Aku tertawa dan mengambilkan minuman untuk Eunhyuk.

Istrinya pasti beruntung sekali mendapatkan suami seperti dia. Aku jadi iri. Aku baru tahu kalau ada suami yang sebegitu cintanya pada istrinya. Padahal, dimana-mana namjalah yang ingin para yeoja berpenampilan seperti apa yang diinginkannya.

“Hyung, kau hebat sekali… Baru aku bilang kemarin agar kau mulai mencari pacar dan kau langsung membawa seorang yeoja kemari. Daebakida, Hyung!” Kyuhyun menaikkan jempolnya ke arah Eunhyuk.

“Uhuk uhuk…” Aku yang mendengar ucapan Kyuhyun pun tersedak disusul oleh Eunhyuk yang ikut tersedak pula.

“Muahahahhaa… Nomu kwiopta… Sampai batuk saja kalian kompak. Aku tinggal dulu. Jika perlu apa-apa ambil saja sendiri.” Kyuhyun meninggalkan kami yang sedang tersedak bersama dan meminum air. Sekarang aku baru menyadari satu hal. Namja itu… Tampangnya saja seperti malaikat. Tapi, kelakuannya seperti setan.

“Jangan hiraukan kata-katanya tadi. Dia itu namja gila. Manhi mokgo (makan yang banyak)…” kata Eunhyuk sambil tetap asyik menikmati makan siang hari ini. Bulgogi, kimchi, dan japjae. Dan kalau kau ingin tahu semuanya sangat enak. Aku saja ketagihan dengan makanan ini.

Kami hampir selesai makan saat ada suara di intercom lagi.

“Kyuhyun~ah… Sepertinya itu Hyora!” kata Eunhyuk setengah berteriak. Ah… sepertinya itu istri Kyuhyun ssi. Aku jadi penasaran seperti apa wajahnya. Di foto tadi, istrinya terlihat cantik sekali.

“Ne~…” Aku bisa melihat Kyuhyun yang membuka pintunya.

“Myeonjjang!” sapanya riang.

“Ada siapa? Kenapa ada sepatu yeoja??” tanya istrinya terdengar cemburu.

“Ah, itu… Eunhyuk Hyung membawa pacarnya…”

Aish!! Kata-kata Kyuhyun ssi membuatku kehilangan nafsu makanku. Tapi, yang terjadi namja yang duduk di sebelahku ini malah tetap makan dengan enaknya. Ini sudah piring ke tiganya. Astaga…

“Mwo??!! Eunhyuk Oppa?? Jinjjaya?? Aku ingin melihatnya…”

“Jakkaman…” Aku melirik ke arah mereka dan pemandangan yang terpampang di hadpanku membuatku mendapatkan cegukan.

“Hik..hik…” Aku menutup mulutku. Eunhyuk kini menatapku.

“Wae?”

“Hik hik…” Aku menggelengkan kepalaku.

“Igo…” Dia menyodorkankan air putihnya padaku. Aku segera menyambarnya tapi tetap saja ini tidak berakhir. Aku melirik lagi ke arah pasangan tadi. Mereka masih saja bercumbu dan membuat cegukanku semakin menjadi-jadi.

“Kau lihat apa, sih?” tanya Eunhyuk yang sudah menyelesaikan makannya lalu sedikit membungkuk melihat apa yang telah aku lihat.

“Ya!! Apa-apaan mereka!!! Melakukannya seperti tidak ada orang saja di rumah….” Eunhyuk setengah berteriak. Dia lalu menatapku. Wajahnya sudah berubah merah. Begitu juga dengan wajahku. Kami diam tanpa kata-kata dan hanya saling pandang.

“Kyu, ada Hyukkie Oppa dan emmh…” Sesekali terdengar kecapan suara pasangan itu. Aigoo… Apa yang akan terjadi selanjutnya..

“Hik hik….” Aku masih menutup mulutku agar cegukanku tidak terdengar. Eunhyuk  mengulurkan kedua tangannya. Aku mundur otomatis. Tapi, tangannya lebih cepat menyentuh dan menutup kedua telingaku. Wajah kami kini sudah saling berhadapan.

“Hik hik…”

End of Jiyeon’s P.O.V

 

Eunhyuk’s P.O.V

“Hik hik…” Dia masih cegukan. Kami juga masih saling pandang. Wajahnya sungguh sangat lucu dan cantik. Mwo? Ada apa ini?? Semakin aku mendekati wajahnya, wajahnya itu semakin membuat mataku tak bisa lepas darinya. Bentuk matanya sangat indah. Kenapa aku baru meyadari hal ini? Aku bisa melihat di balik kekasarannya padaku, matanya menyiratkan kelembutan dan kecantikan yang tidak bisa kuungkapkan dengan kata-kata.

Dia melebarkan matanya saat ini. Dia tampak shock gara-gara kedua dongsaengku melakukan hal yang ‘iya-iya’ di depan. Padahal, dari sisi tempat Jiyeon duduk dia bisa melihat hal itu langsung. Dasar dongsaeng-dongsaeng mesum. Kalau tidak ada Jiyeon aku mau-mau saja melihat adegan live itu. Suara desahan Hyora dan Kyuhyun terdengar jelas dari sini. Aish!! Mereka pasti sudah gila!!! Aku menelan ludah. Jantungku berdetak kencang saat melihat wajahnya yang semakin memerah. Matanya, pipinya, bibirnya…. Jiyeon kelihatan sangat…. Aish… Apa yang sedang kau pikirkan, Lee Hyukjae? Tenang, Eunhyuk~ah… Kau harus berusaha menahan diri.

“Kita pergi saja dari sini, oke??” kataku. Dia mengangguk setuju. Lalu, aku menuntunnya berdiri.

“Ya~… Geumanhae (berhenti).. Kau tidak malu pada Eunhyuk Oppa?” Hyora melepas ciumannya dari Kyuhyun yang sudah hampir berdurasi 5 menit itu.

“Biar saja. Mereka kan sedang makan. Dan aku sangat rindu padamu, Myeonjang~ah…” ucap Kyuhyun. Yaiks. Sejak kapan dia jadi menjijikkan seperti ini?

“Kurang apa sih aku menemanimu?” tanya Hyora.

“Habis aku….”

“Ya ya ya… Kalian lihat lihat situasi jika mau membuatkan keponakan untukku… ” KyuRa couple serentak menghadap ke arah kami. Hyora terlihat gugup dan membetulkan bajunya yang sudah agak berantakan. Aku yakin sekali itu adalah ulah Kyuhyun.

“Eunhyuk Oppa, annyeong haseyo…” sapa Hyora padaku. Wajahnya memerah saat dia melihatku dan Jiyeon sudah ada di hadapannya.

“Ya! Kau ini semakin mesum saja. Pasti bocah gila ini yang mengajarimu, ya??” tuduhku.

“Mianhae, Oppa~ya… Eo. Mianhamnida…” Hyora tiba-tiba berhenti bicara dan membungkuk sopan  “Nuguseyo Oppa?“ Hyora tersenyum pada Jiyeon.

“A..hik..nnyeong…hik..ha..hik…se…hik yo…” Jiyeon membungkuk juga.

“Lihat ini gara-gara adegan kalian.” kataku terus terang. Jiyeon menginjak kakiku.

“Ya!! Mwohae???!! Appeo!! Benar, kan??” Aish, jinjja. Kenapa dia menginjak kakiku.

“Oh… Mianhaeyo.. Kami tidak bermaksud. Ya~… Kau lihatlah. Tamu kita jadi cegukan begitu.” Hyora kini menghadap Kyuhyun sambil memukul dadanya. Yang dipukul malah tertawa.

“Aku ambilkan minum dulu untuknya, Oppa…” Hyora memohon karena merasa bersalah.

“Cepatlah…” kataku tidak sabar. Dia langsung berlari ke arah dapur.

“Ini minumlah…” Hyora menyodorkan segelas air putih pada Jiyeon.

“Gwenchanhayo??” tanyanya lagi sangat khawatir.

“Ne~… Gwenchanhayo…” Jiyeon sudah mulai kehilangan suara cegukannya itu.

“Juisonghamnida…”

“Gwenchanhayo. Aku tidak apa-apa…”

“Geunde… Oppa nuguseyo?” Hyora bertanya padaku. “Yeoja chingu??”

“Dia sekertarisku… Ini Choi jiyeon. Dia adik iparku, Lee Hyora…”

“Lee Hyora imnida, Eonnie… Pangabguyo…”

“Ne~pangabseumnida… Choi Jiyeon imnida..”

“Baru kali ini Oppa membawa yeoja kemari… Hemmm…??” kata Hyora sambil melirikku penuh arti.

“Ani. Aku hanya mengajaknya biasa sebagai temanku saja, Hyora~ya…” jawabku.

“Aigoo… Teman tidak biasa juga tidak apa-apa…” godanya diiringi tawa dari suami setannya itu.

Aish! Mereka berniat mengeroyokku rupanya. Lebih baik aku pergi saja mengingat kedua orang ini yang sepertinya sudah ingin melanjutkan kegiatannya. Aish! Kenapa tadi aku mengajak Jiyeon, ya? Kalau aku kemari sendirian pasti lebih asyik. Tak ada yang menarikku pergi demi menonton adegan live tadi. Berkali-kali aku selalu gagal menontonnya, kan? Kalau tidak Ahra, ya Donghae yang melarangku.

“Kaja… Kita pulang saja….” Aku berdiri.

“Oppa… Eonnie… Kalian sudah selesai makan?” Aku melirik ke arah Kyuhyun yang sudah menempelkan jarinya ke bibirnya.

“Eo! Sudah… Gomawo, Hyora~ya… Tadi kebetulan aku mampir sebentar.” jawabku berbohong demi si setan Kyuhyun. “Ayo kita kembali ke kantor, Jiyeon~ah…” Jiyeon ikut berdiri.

“Kamsahamnida… Senang bertemu dengan kalian. Semoga kalian langgeng.” Jiyeon membungkuk.

“Ah, iye… Kamsahamnida… Kalian juga, ya? Oppa… Baik-baiklah pada Jiyeon Eonnie.” ucap Hyora diikuti kekehan pelan Kyuhyun.

“Mwo?? Dia ini sekretarisku…”

“Arasseoyo…. Dia sekertarismu. Maka baik-baiklah dengannya. Jiyeon Eonnie… Kau bisa mampir lagi kesini dengan Eunhyuk oppa.”

Apa-apaan si Hyora ini? Dia kan belum menjadi yeoja chinguku. Aku memperlihatkan wajah =_= kepadanya.

“Annyeong, Hyung… Jangan sering mampir kemari, ya?” kata Kyuhyun sambil tersenyum dan merangkul Hyora. Aish! Dasar dongsaeng yang kurang ajar. Sudah mengundang, tiba-tiba mengusirku begitu saja. Awas saja kau, Cho Kyuhyun! Kau mau pamer padaku rupanya. Lihat saja pembalasanku nanti. Kami berdua pun keluar apartemen KyuRa dan langsung menuju mobil.

“Blam blam” kami sama-sama menutup pintu mobilnya. Aku memasang sabuk pengaman tapi tidak langsung menghidupkan mobil.

“………..” Suasananya canggung, sangat canggung. Ini semua gara-gara Kyuhyun si setan sialan itu. Aku melirik ke arah Jiyeon. Dia tidak bergerak dan masih memandang ke arah depan kaca mobilku. Dia pasti masih shock. Sepertinya dia tidak pernah melihat hal-hal seperti itu. Dia masih melamun rupanya sampai lupa memasang sabuk pengamannya. Secara otomatis, aku mendekatkan diriku padanya untuk membantunya memasangkan sabuknya.

“YAA!!!! Mau apa kau!!!!” teriaknya tiba-tiba di depan telingaku yang membuatku menghadapkan wajahku padanya. Matanya mulai melebar lagi. Darah yang ada di seluruh tubuhku serasa mengalir deras ke arah wajahku sehingga membuatnya memerah. Tubuh kami pun saling berhimpitan. Aku baru sadar wajah kami lebih dekat daripada saat di apartemen Kyuhyun tadi. Mata kami saling bertatapan. Dan bibirnya…. Aku jadi teringat lagi dengan adegan Kyuhyun dan Hyora yang sedang bercumbu tadi. Aku lagi-lagi menelan ludah.

PLETAK! Dia memukul kepalaku.

“Dasar mesum!!!” bentaknya.

“Ya!!Appeo!!” ringisku.

“Apa yang kau lakukan, hah!!!!!!!!”

“Ya!! Aku hanya mau membantumu memasangkan sabuk pengaman!!!!!” balasku sambil mengusap kepalaku.

“……” Dia tidak menjawabku tapi langsung mengarahkan pandangannya ke arah lain.

“Aishh!! Jinjja…” Aku menghidupkan mobilnya.

“A…mianhae… a..aku hanya…”

End of Eunhyuk’s P.O.V

 

Jiyeon’s P.O.V

“Blam blam” Terdengar suara pintu mobil tertutup. Aku masih berusaha untuk mengembalikan kesadaranku setelah kejadian tadi. Sungguh… Aku tidak menyangka kalau namja yang kukira evil itu ternyata yadong juga. Apa ini karena pengaruh Hyung nya?

Aku tidak tahu apa yang terjadi antara kami berdua. Suasananya tiba-tiba terasa aneh setelah aku melihat pemandangan yang aish… kalian sudah tahu, kan? Aku tidak perlu mengatakannya.

“………..” Kami berduapun terdiam dalam suasana yang canggung ini. Tiba-tiba, dia mendekatkan tubuhnya. Aku dapat mencium aroma maskulin yang keluar dari wangi tubuhnya. Entah kenapa rasanya sangat menenangkan. Tubuhnya lama kelamaan kian mendekat. Aku bisa merasakan hembusan nafasnya yang hangat mulai menyentuh kulit tubuhku. Apa… Apa… Jangan-jangan… Dia…

“YAA!!!! Mau apa kau!!!!” Aku berteriak saat wajahnya ada di hadapanku. Aku pikir dia akan segera menjauh dari tubuhku dan membalas teriakanku. Tapi, reaksi dia hanya terdiam. Aku juga. Entah kenapa tubuhku terasa kaku saat mata cokelatnya itu memandangiku. Aku merasakan sensasi aneh dalam tubuhku. Serasa terbakar tapi membuat detak jantungku berdetak abnormal. Tidak! Kau tidak boleh begitu, Choi Jiyeon! Sadar! Aish, jinjja! Ini pasti gara-gara aku melihat hal yang ‘iya-iya’ saat ke rumah Kyuhyun tadi. =,=”

PLETAK! Kupukul kepala namja mesum ini. Aigoo.. Kepalanya ternyata keras juga.

“Dasar mesum!!!” bentakku.

“Ya!!Appeo!!” ringisnya.

“Apa yang kau lakukan, hah!!!!!!!!” Aku berteriak untuk mengurangi rasa canggungku.

“Ya!! Aku hanya mau membantumu memasangkan sabuk pengaman!!!!!” balasnya. Dan hal yang membuat nafasku sesak mendadak kemudian adalah dia mengusap kepalaku! Aku ulangi. Dia mengusap kepalaku! Mulutku pun langsung terkunci, diam begitu saja. Kubuang pandanganku ke arah luar jendela.

“Aishh!! Jinjja…” Dia menghidupkan mesin mobilnya.

“A…mianhae… a..aku hanya…” Aku kehilangan kata-kata. Aish.. Jiyeon~a.. Ini sungguh bukan gayamu. Untuk apa kau meminta maaf kepada namja mesum sepertinya. Aish.. Jangan sampai kau suka padanya, Jiyeon~a…

—–

“Jadi, kami berdua akan Tepyonim tugaskan pergi ke Pulau Jeju?” tanya Eunhyuk kepada Appanya. Aku jadi sedikit salut padanya. Meskipun Tepyonim adalah Appanya, dia tidak pernah memanggil Tepyonim dengan sebutan Appa pada saat di kantor. Sama sepertiku ketika di kantor.

“Eo… Kalian berdua akan menjadi wakil perusahaan dalam pertemuan dengan seluruh perusahaan otomotif di Korea. Jadi, aku mohon bantuan kalian.” ucap Tepyonim. Eunhyuk melirikku yang duduk di sebelahnya seolah meminta persetujuan. Aku pun hanya mengangguk ringan. Ini tugas kantor, kan? Jadi, itu tidak masalah bagiku. Yah… Meskipun aku harus bekerjasama dengan monyet sialan itu.

“Baiklah, Tepyonim. Kami akan mengikuti acara itu. Kapan kami berangkat ke sana?” tanya Eunhyuk.

“Malam ini juga. Acaranya besok pagi sudah dimulai. Jadi, lebih cepat kalian datang tentu lebih baik. Kalian jadi mempunyai waktu lebih banyak untuk istirahat.” jelas Tepyonim.

“Baiklah, Tepyonim. Kami akan bersiap-siap dan segera berangkat ke Pulau Jeju. Kami undur diri dulu.” ucap Eunhyuk sambil membungkuk sopan. Aku pun mengikutinya keluar dari ruangan Tepyonim.

“Akan kusiapkan tiket dan reservasi hotelnya” kataku saat kami sudah berada di luar ruangan Tepyonim.

“Nanti saja carinya. Beli tiket langsung di bandara. Cari penginapannya juga saat kita sudah di sana. Yang penting sekarang kita sampai di sana dulu. Urusan lainnya bisa kita atur belakangan.”

“Ya sudah terserah kau saja, Sajangnim” kataku pasrah mengikuti perintahnya. Huh.. Dasar. Inilah salah satu sifat darinya yang tidak aku suka selain sifat yadongnya tentu saja. Dia ini terlalu santai. Jadi, kadang akulah yang harus menghandle semuanya. Ah.. Sudahlah.. Lihat saja nanti dia pasti akan kena getahnya karena sifat buruknya itu.

End Of Jiyeon’s P.O.V

——

Author’s P.O.V

Dari jauh terlihat seorang namja dan yeoja yang berjalan beriringan keluar dari pesawat terbang. Mereka kini sedang berada di bandara Pulau Jeju. Beberapa namja dan yeoja sempat melirik atau memandang kagum ke arah mereka. Mereka berdua tampak seperti pengantin baru saja. Kebetulan sekali hari ini saat bertemu di bandara sebelum pergi ke Jeju mereka memakai baju dengan warna yang sama.

“Omo… Tampannya…” Eunhyuk tersenyum kecil sambil membetulkan letak kacamata hitamnya. Dia melirik Jiyeon yang menatapnya dengan pandangan meremehkan lalu memberikan senyuman licik padanya.

“Yeoja itu kelihatan tidak peduli padanya, aish!! Coba dia jadi pacarku saja…”

“Kau dengar kan apa katanya?” ucap Eunhyuk bangga. Jiyeon mencibirnya.

“Yeppeo…” Kali ini giliran Jiyeon yang mengembangkan senyumnya. Jiyeon melirik ke arah Eunhyuk yang kini bermuka masam.

Absolutely…” ucap Jiyeon.

“Ah… Tapi sayang sudah ada yang punya…” celetuk seseorang. Eunhyuk dan Jiyeon menghentikan langkah mereka.

“Kau sudah punya pacar?” ucap mereka berdua berbarengan. Mereka berdua kemudian dengan kompaknya menggelengkan kepalanya.

“Sayang sekali… Yeoja itu sudah punya namja chingu. Tapi, lihat saja tampang namjanya itu sudah pasti lebih tampan aku daripada dia..” Sontak mata Eunhyuk dan Jiyeon membulat.

“Maja maja… Tampangnya saja seperti monyet begitu.” komentar namja itu membuat Jiyeon tertawa. Muka Eunhyuk kini sudah berubah merah.

“MWOYA???!!” teriak mereka berdua.

“Bahkan saat berteriak pun mereka kompak. Aish.. Membuatku iri saja.” ucap seorang yeoja kepada teman yeoja lainnya.

“Aish, jinjja… Berdekatan denganmu ternyata bisa membuatku sial. Dasar ahjussi mesum!” umpat Jiyeon.

“Mwo? Apa kau bilang? Ya! Kenapa kau suka sekali memanggilku ahjussi mesum?” balas Eunhyuk.

Mereka berduapun masih bertengkar hingga tanpa sadar sudah berada di meja resepsionis hotel.

“Jogiyo… Ada yang bisa kami bantu?” tanya resepsionis hotel itu ramah. Eunhyuk dan Jiyeon kemudian saling menatap. Belum sampai sedetik, mereka sudah memalingkan muka lagi. Sementara itu, resepsionis hotel hanya bisa memandang mereka berdua dengan tatapan bingung.

“AKU PESAN SATU KAMAR!” ucap mereka berdua bersamaan. Resepsionis hotel itu tampak terkejut.

“Emmm.. Maaf sebelumnya. Tapi, kamar di hotel kami tinggal satu kamar. Kamar yang lainnya sudah penuh terisi karena ini musim liburan.”

“Tidak ada kamar lain?” tanya Jiyeon.

“Maaf. Tapi, memang benar hanya tinggal satu kamar. Kalau Anda berdua mencarinya di hotel lain pun akan sama karena semua hotel kebanyakan sudah penuh.” ucap resepsionis itu.

“Baiklah… Kami ambil kamar yang tersisa.” ucap Eunhyuk santai.

“Mwo? Ya! Kenapa kau pesan satu kamar? Kita kan emmpph emppphh…”

“Saya ambil kamar ini. Pembayarannya pakai mobile saja.” ucap Eunhyuk sambil menutupi mulut Jiyeon yang terus memberontak ingin bicara.

“Baiklah…” ucap resepsionis itu ramah.

‘Ah, dia manis juga. Coba kalau aku sendirian. Sudah aku ajak kenalan yeoja ini.’ Pikir Eunhyuk saat melihat si resepsionis.

“Ini, Tuan.. Kamarnya nomor 1023. Silahkan…” Resepsionis memberikan handphone Eunhyuk sekaligus kartu kunci kamar. Seorang bellboy datang menghampiri mereka dan membawa koper mereka. Eunhyuk pun melepaskan tangannya yang ternyata masih menempel di mulut Jiyeon.

“Ya! Neo! Aish, jinjja! Apa yang kau lakukan, huh? Apa kau sudah gila? Apa kau…”

“Kau mau tanganku menyumpal mulutmu atau kau lebih ingin kalau tanganku menyumpal bagian tubuhmu yang lainnya?” Eunhyuk memutus ucapan Jiyeon. Jiyeon pun sempat melotot sesaat, kemudian tangannya menutupi bagian dadanya.

“Ya! Jangan macam-macam kau!” bentak Jiyeon.

“Ani.. Sudahlah.. Ayo cepat jalan. Aku lelah sekali.”

‘Sepertinya aku mengenal tempat ini. Tempat ini begitu familiar. Aku seperti sudah pernah ke tempat ini. Tapi kapan, ya? Aku mencoba mengingat-ingat. Ah! Aku ingat sekarang. Ini kan hotel tempat Kyuhyun dan Hyora berbulan madu dan melepas ‘keperawanan’ mereka. Hahaha. Mengingatnya saja sudah membuatku tertawa.’ pikir Eunhyuk.

“Ya! Ahjussi mesum! Kenapa kau senyum-senyum sendiri?” Jiyeon membangunkan Eunhyuk dari lamunan indahnya.

“Aish.. Bisakah kau tidak memanggilku dengan sebutan itu?” ucap Eunhyuk kesal.

“Sayangnya tidak!” balas Jiyeon. Eunhyuk hanya bisa mendengus kesal. Dia tidak mau membuang-buang tenaga untuk bertengkar dengan Jiyeon. Perlahan Eunhyuk membuka pintu kamar. Bau wangi tercium semerbak dari dalam kamar ini. Eunhyuk pun menyalakan lampu yang terdapat di dekat pintu.

“IGE MWOYA??!!” teriak Eunhyuk dan Jiyeon saat melihat pemandangan yang ada di hadapan mereka.

End Of Author’s P.O.V

Jiyeon’s P.O.V

“IGE MWOYA??!!” teriakku dan Eunhyuk saat melihat pemandangan yang aish… merusak mata. Kenapa ada bunga bertebaran di dalam kamar? Apa mereka sudah gila? Kenapa mereka membuang-buang bunga yang seharusnya sekarang sedang mekar dan bersemi di taman? Apa lagi ini? Kenapa ada lilin di seluruh kamar? Apa mereka tidak mempunyai jatah listrik cukup banyak sehingga memasang lilin sebanyak ini.

“Tuan… Nyonya… Selamat menikmati bulan madu kalian…” ucap bellboy yang membawa koper kami.

“Mwo?!!!” Aku dan monyet sialan ini teriak bersama. Aish, jinjja. Apa dia ingin tersebar gosip yang aneh-aneh lagi tentang hubungan kami berdua?

“Aku tidur di kasur. Kau tidur di sofa.” ucapku. Aku pun berjalan menuju ranjang lalu membuang potongan bunga mawar yang ada di atas ranjang ke bawah lantai. Kubaringkan tubuhku di atas ranjang. Ah… Nyaman sekali…

“Ya! Aku yang bayar kamar ini. Jadi, aku yang harus tidur di sini!” teriak Eunhyuk. Aku merasakan tanganku ditarik-tarik olehnya. Namun, aku mencoba bergeming dan pura-pura tertidur. Akhirnya, karena capai mengusirku dari atas ranjang, Eunhyuk melepaskan tanganku. Aku membuka mataku perlahan. Kulihat dia berjalan ke arah kamar mandi. Hmm… Sepertinya dia mau mandi. Jadi, aku bisa langsung ganti baju dan tidur. Hahaha.

Aku berjalan ke arah koperku dan mengambil pakaian tidurku. Aku memilah-milah pakaian yang kira-kira pantas untuk kupakai. Aku tidak mau diserang oleh namja mesum itu saat tidur.

“Ah… Indahnya…” Aku melihat ke arah luar kamar ini yang ternyata langsung berhubungan dengan laut. Aku bisa melihat temaram cahaya lampu di malam hari bersamaan dengan bulan purnama yang ada di atas sana. Hoaaa… Aish… Kenapa jadi beromantisme ria seperti ini? Ini kan bukan gayaku. Akhirnya, aku memutuskan untuk mengganti bajuku di dalam kamar saja. Mumpung monyet itu sedang mandi. Aku mulai melepaskan baju yang kupakai hingga kini aku hanya memakai pakaian dalam saja.

CKLEK! Aku mendengar suara pintu terbuka. Jangan bilang kalau… Aku membalikkan tubuhku dan melihat.. Omo! Kenapa dia terlihat seksi sekali meskipun dengan balutan handuk yang melilit di pinggangnya. Eunhyuk berjalan ke arahku sambil memegang handuk di kepalanya. Tangannya menggosok-gosokkan handuk itu di permukaan rambutnya. Rambutnya yang basah pun terlihat semakin seksi. Aku sendiri? Entah kenapa aku malah terdiam terpaku di sini. Mata kami kemudian bertemu. Aku sempat melihat ekspresi terkejut terpancar dari wajah mesumnya itu. Handuk yang dipegangnya pun terlepas begitu saja. Lalu kemudian…

“AAAAAAAA….” teriak kami berdua.

End of Jiyeon’s P.O.V

Eunhyuk’s P.O.V

Cish.. Sial sekali aku hari ini. Yeoja itu… Grrr… Kalau saja dia bukan seorang yeoja dan anak teman appa, pasti sudah kucincang dari tadi. Aish. Kenapa aku jadi kejam begini? Sepertinya aku sudah tertular oleh virus setannya Kyuhyun.

Yeoja itu. Aku sedang capek-capek. Dia malah dengan seenaknya tidur di atas kasur dan menyuruhku tidur di sofa. Siapa sebenarnya yang jadi bos disini? Grrr… Daripada aku membuang tenagaku untuk memarahinya lebih baik aku mandi saja. Sekalian menyegarkan badan. Akupun mulai melepas semua pakaianku dan menyalakan shower. Hoah… Segar sekali.

Akhirnya, aku selesai mandi juga. Berlama-lama dalam kamar mandi bisa membuatku masuk angin. Meskipun ini musim panas. Tapi, tidak baik kan jika kita mandi di malam hari? Kecuali kalau mandi malam dengan tujuan lain. Hahaha. Ah… Di saat seperti ini aku jadi rindu dengan koleksi yadongku. Aish… Coba kalau Donghae belum punya Hyunri. Aku pasti sedang beryadong ria dengannya. Ah.. Sudah lama juga dia tidak menghubungiku. Apa dia sudah lupa denganku?

Aku mengambil dua buah handuk yang tergantung di pintu kamar mandi. Satu kupakai untuk menutup bagian terlarangku. Hahaha. Dan yang satu lagi aku gunakan untuk mengeringkan rambutku.

CKLEK! Aku membuka pintu kamar mandi seraya mengeringkan rambutku. Aku berjalan pelan keluar kamar mandi menuju koperku. Langkahku terhenti saat aku melihat sesuatu. Sesuatu yang sudah lama kurindukan. Sesuatu yang selalu ada dalam bayanganku. Bayangan mesumku. Aku melihat Jiyeon bediri di hadapanku dengan wajah polosnya. Wajah yang jarang kulihat. Dia sedang berdiri mematung menghadapku hanya dengan menggunakan pakaian dalamnya. Tunggu.. Pakaian dalamnya??!! Seketika mataku membulat. Handuk yang kupegang pun terlepas. Tanganku jatuh lemas ke pinggangku. Baru beberapa detik aku mengagumi tubuhnya yang indah itu aku merasakan dingin di bagian bawahku. Aish.. Padahal aku kan sudah memakai handuk? Kenapa masih dingin? Aku pun melirik sekilas ke arah tubuh bagian bawahku, bermaksud untuk membetulkan letak handukku. Tapi yang aku lihat adalah….

“AAAAAAAA….” teriak kami berdua. Handukku sudah terlepas dari tempatnya. Dan terpampanglah sudah benda yang aku jaga dan rawat dari kecil. Benda yang menemaniku dalam suka dan duka. Benda yang selalu kubanggakan. Ah… She’s look at my little brother!!

—–

“HIK HIK…” Aku memberikan air putih kepada Jiyeon. Cegukannya masih belum berhenti juga. Padahal, kami berdua sudah memakai baju lengkap.

“Aigoo… Jiyeon~ah… Kapan cegukanmu itu berhenti?” ucapku.

“Mana hik kuta hik… hu.. Aish… I hik.. ni.. semu..hik..a. gara…hik gara.. hik.. kau…” Jiyeon mendelik tajam ke arahku.

“Aish.. Mana kutahu kau sedang ganti baju? Kupikir kau sedang tidur. Jadi, aku keluar saja.” Belaku. Aku menepuk-nepuk pundaknya agar cegukannya berhenti.

“Ja hik.. ngan menyen..hik.. tuhku…” elaknya. Oke. Aku akui aku memang salah. Aku sudah terbiasa tinggal dan hidup sendiri sejak kuliah. Jadi, sehabis mandi biasanya aku langsung keluar kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk saja dan berganti baju di kamar.

“Baiklah… Aku juga sudah mengantuk.” ucapku seraya merebahkan badanku di kasur. Uh… Rasanya remuk sekali. Sehabis kami saling melihat tubuh polos. Ah. Ani.. Yang polos kan hanya aku. Jadi, dia tidak rugi. Sementara aku? Aku sudah memperlihatkan tubuh polosku padanya. Yah… Meskipun aku tidak rugi juga melihat tubuhnya yang indah. Kalau kalian ingin tahu.. Tubuhnya itu seperti model majalah yadong yang biasa aku lihat. Bibirnya yang tipis.. Pipinya yang putih merona.. Bentuk tubuhnya yang S-Line… Ck. Apa yang kau pikirkan, Lee Hyukjae?? Aku memukul kepalaku sendiri. Tidak.. Tidak boleh.. Aku tidak boleh berpikir macam-macam.

“Apa yang kau lakukan, huh? Memukul kepala sendiri… Seperti orang gila saja.” ucap Jiyeon.

“Kau sudah sembuh?” tanyaku. Sepertinya dia sudah tidak cegukan lagi. Aku mengambil guling di sampingku dan memeluknya.

“Ya! Jangan tidur disini! Kau tidur di sofa!” teriaknya seraya menarik-narik tanganku.

“Aish… Aku sudah mengantuk, Jiyeon~ah.. Tak bisakah kita langsung tidur saja?” ucapku memelas. Aku benar-benar sudah mengantuk. Aku menenggelamkan wajahku di atas bantal. Kurasakan pegangan tangannya mengendur. Huh? Apa dia sudah menyerah? Haha. Baguslah. Aku jadi bisa tidur dengan tenang.

BRAK! Aku bangun dari posisi tidurku dan melihat dua koper besar milikku dan Jiyeon tengah berada di atas kasur.

“Ya! Apa-apaan kau ini?” tanyaku.

“Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan!” jawabnya.

“Kalau hal-hal yang diinginkan?” godaku.

PLETAK!

“Singkirkan semua pikiran mesummu, Lee Hyukjae!!” teriaknya. Aku hanya meringis kesakitan saat dia menjitak kepalaku.

“Ya! Kau ini! Bisa sopan tidak?” bentakku.

“Aku tidak bisa sopan dengan orang mesum sepertimu!” balasnya.

“Aish, jinjja…” Aku akhirnya memilih untuk tidur daripada harus bertengkar dengannya. Koper kamilah yang menjadi saksi. Batas zona teritorial tempat tidur kami.

End Of Eunhyuk’s P.O.V

—–

Jiyeon’s P.O.V

Sial sekali hari ini. Sungguh. Hari ini adalah hari tersial dalam hidupku. Aku bangun kesiangan dan kami yeah… Aku dan bos mesumku tentu saja. Kami harus bergegas ke tempat konferensi dan sesampainya kami di sana ternyata konferensi baru akan dilaksanan sore harinya karena pada pagi hari gedung dipakai untuk pesta pernikahan. Padahal, kami sudah berlari untuk sampai ke tempat itu. Dan pada saat konferensi berlangsung, aku terkena tumpahan kopi yang tidak sengaja ditumpahkan oleh pelayan hotel. Aish, jinjja… Padahal, aku menggunakan kemeja putih. Untung saja ada toko baju kecil di sekitar tempat konferensi. Kalau tidak, aku harus kembali ke hotel untuk mengganti baju. Ini semua gara-gara kejadian kemarin! Kalau saja aku tidak melihat ‘itu’. Mungkin aku tidak akan sesial hari ini. Ngomong-ngomong ‘itu’ nya Eunhyuk besar juga. Aish… Babo.. Babo.. Kenapa kau jadi berpikiran mesum begitu, Jiyeon~a…

“Kalau kau memukul kepalamu terus, yang ada kau tambah bodoh!” Aku mendengar suara menyebalkan itu. Aku mendelik kesal ke arahnya yang malah memamerkan gummy smile nya. Haish.. Entah kenapa saat melihat gummy smile nya itu, jantungku jadi mengeluarkan reaksi aneh. Rasanya degupan jantungku menjadi lebih kencang. Darahku pun berdesir kencang. Hatiku pun merasa senang jika di dekatnya. Yah… Meskipun kadang-kadang dia menyebalkan. Apakah ini… Jangan bilang kalau ini…

“Ya! Diajak bicara malah melamun! Kau ini sedang berpikir apa sampai melamun seperti itu?” teriaknya. Aish, jinjja. Selain suka melompat ke sana ke mari, monyet yang satu ini suka sekali berteriak.

“Aish… Bisakah kau kecilkan suaramu? Kita sedang berada di bandara. Daritadi orang-orang melihat kita dengan tatapan aneh…” ucapku pelan. Sekarang kami sedang berada di bandara. Hhhh… Meskipun hanya sehari, tetapi lelah sekali..

“Mwo? Ya…” Entah kenapa sekarang senyumannya berubah menjadi senyuman mesum. “Kau pasti memikirkan yang kemarin malam, bukan? Bagaimana? Punyaku be…”

PLETAK!

“Dasar yadong!” teriakku. Aku meninggalkannya yang meringis kesakitan akibat pukulan mautku. Rasakan! Bisa-bisanya dia berpikiran yadong di saat seperti ini. Yah… Meskipun tadi aku juga berpikiran yadong seperti itu. Tapi, aku kan tidak menyatakannya secara langsung? Salah besar kalau aku menganggap aku jatuh cinta kepadanya.

End Of Jiyeon’s P.O.V

—–

Eunhyuk’s P.O.V

“Ya! Choi Jiyeon!!” Aku membuka pintu ruang kerjanya dengan kasar.

“Wae?!!” Sialan! Dia menjawabku dengan bentakan pula. Baru pertama aku mengenal seorang yeoja yang begitu kasarnya. Tampangnya sih cantik, tubuhnya juga semampai dan sangat ideal. Ingat! Aku sudah melihat tubuhnya yang setengah telanjang waktu pergi ke Pulau Jeju. Tapi, kelakuannya benar-benar bertolak belakang. Dia sudah manjadi sekretarisku selama 2 bulan ini. Dan dia tidak pernah menunjukkan rasa hormat nya kepadaku sebagai atasan. Appa juga melarangku memecatnya.

Walaupun begitu, jika aku perintahkan sesuatu dia selalu melaksanakan dengan baik juga sih… Kadang aku kerjai saja dia untuk mencucikan kaos kakiku. Huahahhaa… Namun seringnya, bukannya mencucikan kaos kakiku, dia malah membelikan kaos kaki yang baru. Dan lagi kaos kaki yang dia belikan itu adalah kaos kaki dengan gambar-gambar boyband kesukaannya! Ditambah lagi warna yang dipilihnya itu warna yang disukai yeoja seperti pink. Aish!! Benci sekali aku dengan warna itu.

“Kenapa kaos kakiku bermotif MINHO Shinee lagi??!!! Kau gila, ya?? Kau pikir aku ini penggemar merekaaaaaaaa!!!!” bentakku.

“Oh… Kebetulan aku sedang terburu-buru. Jadi, aku asal ambil saja…” jawabnya santai.

“Aish!! Sudah kubilang aku mau yang bermotif girlband! Kenapa kau selalu membelikan yang boyband?? Aku kan masih namja normal!!” protesku. Dia mengangkat wajahnya dan tersenyum licik.

“Jinjja??!! Aku tidak percaya omong kosongmu… Aku masih mengingat dengan jelas kau ini bukan namja normal..”

“Mwo??!!!”

“Aku tahu kau ini sudah punya pacar yang tampan.”

“Pacar yang tampan?? Apa yang kau bicarakan??”

“Jadi kau sudah putus dengannya gara-gara dia lebih memilih yeoja itu?”

“Hah??” Kali ini aku benar-benar tidak mengerti apa yang dibicarakan yeoja ini.

“Kau tidak ingat ya adegan di café sebulan yang lalu? Saat kita pertama bertemu di bis…..aish! Kau mengingatkan aku lagi dengan kemesuman dirimu. Kau kan pamer pacarmu yang tampan itu. Aku juga berada di café itu asal kau tahu. Kau tidak ingat saat dia memelukmu dan membisikimu dengan mesra? Dia juga sempat mencium pipimu dan kau berlagak malu…”

Aku terdiam mencoba mengingat yang diceritakan Jiyeon. Astagaaaa!! Itu kan saat aku sedang membantu Donghae dan Hyunri.

“Ya!!! Kau tidak tahu apa-apa!!! Itu bukan yang seperti kau lihat!!!”

“Benarkah?? Hahahaha…” Dia tertawa mengejek. Dia menantangku rupanya. Entah apa yang membuatku perlahan bergerak ke arahnya. Aku dapat mencium aroma tubuhnya yang lembut. Dan aroma inilah yang membuatku semakin ingin mendekatinya. Dia masih saja tertawa dan tidak sadar kalau jarak antara kami sudah kupersempit karena aku yang semakin mendekat. Aku menunduk ke arah wajahnya. Kutarik wajahnya dan kutekan belakang kepalanya hingga kini bibir kami berdua menempel. Aku sempat melihat matanya membulat dan tangannya pun berusaha melepaskan pegangan tanganku di kepala dan pundaknya. Kulumat bibir tipisnya itu pelan. Terasa manis dan lembut. Aku baru tahu kenapa Kyuhyun suka sekali mencium Hyora. Rasanya ternyata memabukkan. Membuatmu ketagihan dan ingin selalu melakukannya. Just like a drugs. Jiyeon mulai menutup matanya dan aku yakin dia sudah bisa menyesuaikan diri dengan lumatan bibirku. Tapi, tunggu… Jiyeon kan bukan yeoja chingu-ku? Kenapa aku menciumnya? Aku… Kulepas segera ciumanku dari bibirnya. Wajahnya yang memerah membuatnya terlihat lebih….

“HIK.. HIK…Neo…” ucapnya sambil cegukan.

“Aku… Ah.. Molla…” Aku berlari keluar dari ruangannya. Apa ini? Kenapa aku ini? Apa yang terjadi dengan diriku? Aneh sekali. Aku meraba bibirku yang masih basah karena ciuman tadi. Ini… Ciuman pertamaku…

End of Eunhyuk’s P.O.V

 

Jiyeon’s P.O.V

“Benarkah?? Hahahaha…” Aku tertawa mengejeknya.

Tiba-tiba saja dia sudah ada di hadapanku. Sedetik kemudian, dia menundukan wajahnya dan tahu-tahu saja bibirnya sudah menempel di bibirku. Mataku melebar. Aku sangat panik. Kenapa… Kenapa dia tiba-tiba melakukan ini? Aku mencoba untuk memberontak. Namun, tangannya malah semakin kuat memegang tanganku.

Dia mengubah tempo ciumannya. Awalnya kasar. Tapi, semakin lama dia memperlembut ciumannya. Tanpa sadar aku mulai terbuai dan mulai mengikuti iramanya. Kututup mataku perlahan dan mulai membalas ciumannya juga. Namun, beberapa saat kemudian dia menghentikan ciumannya. Aku mengerjapkan mataku memandangnya. Wajahku tiba-tiba terasa panas dan aku yakin itu sudah membuat wajahku sepeerti warna buah apel. Merah.

“HIK.. HIK…Neo…” Penyakit cegukanku tiba-tiba muncul. Ini selalu terjadi jika aku sedang tegang.

“Aku… Ah.. Molla…” Dia melepaskanku lalu berlari keluar dari ruanganku. Meninggalkanku yang berdiri kaku masih sambil memandangnya sampai bayangannya hilang sama sekali. Kakiku terasa lemas. Dia… aku…. Wae????

End of Jiyeon’s P.O.V

——

Author’s P.O.V

Setelah kejadian di ruangan Jiyeon itu, Eunhyuk maupun Jiyeon menjadi sedikit kaku satu sama lain. Hyuk jarang memanggilnya ke ruangannya jika tidak benar-benar butuh. Jika dibandingkan dulu, Hyuk sering sekali menyuruhnya karena misi utamanya kan memang ingin membuatnya menderita saat menjadi sekretaris Euhyuk.

“Ji…jieyon ssi… Aish!! Kenapa sekarang saat memanggil namanya aku merasa aneh, ya?” Eunhyuk meraba bibirnya lagi.

“Aish!! Ciuman pertamaku… Gwaaaaa… Kau kenapa, Lee Hyuk Jae~ya??!!” Eunhyuk jadi  frustasi sendiri. Dia masih galau dengan perasaannya kepada Jiyeon dan juga tentang apa yang telah dia lakukan padanya kemarin. Membuatnya sedikit tidak nyaman karena dia sendiri merasa bersalah.

“Ottokhaji? Haruskah aku meminta maaf padanya? Tapi, dia sempat membalas ciumanku. Apakah dia berpikir seperti aku juga? Ah…molla molla…” Eunhyuk mengacak rambutnya frustasi.

End Of Eunhyuk’s P.O.V

 

Jiyeon’s P.O.V

Aku berusaha mengontrol emosiku jika dia sedang memanggilku ke ruangannya. Sejak kejadia itu, jantungku tidak berdetak normal. Justru semakin cepat saat aku bertemu dengannya. Eunhyuk juga menjadi aneh akhir-akhir ini. Dia hanya memanggilku jika berhubungan dengan pekerjaan. Padahal, sebelumnya dia selalu menyuruhku melakukan hal yang kadang-kadang kupikir tidak terlalu penting. Jantungku lagi-lagi berdetak lebih cepat saat aku memikirkan hal itu. Bayangan adegan kisseu kemarin itu selalu menghantuiku.

‘Kenapa kemarin aku tidak memukul kepalanya saja? Kenapa aku jadi ikut menutup mataku aishh!!!’ Aku meraba bibirku.

“Jiyeon ssi…” Aku mendengar suara Yesung ssi.

“Ne, Yesung ssi? Apakah kau mau sesuatu?” tanyaku. Sekarang aku memang sedang berada di depan coffee machine. Aku mengambil latte-ku.

“Aniyo… Aku hanya ingin memberi tahumu. Lee Tepyonim mencarimu.”

“Jinjjayo?”

“Ne, dia menunggu di ruangannya.”

“Jigeum?(sekarang?)”

“Ne…”

“Baiklah aku akan segera kesana. Kamsahamnida” Aku meneguk latteku habis lalu segera menuju Tepyonim atau ayah Eunhyuk.

Tok tok tok…

Aku mengetuk pintu ruang kerja Lee Tepyonim dan membuka pintunya setelah mengkonfirmasikan pada sekertarisnya.

“Eo, Jiyeon~ah… Anja (duduklah).” Dia menyuruhku duduk di tempat duduk tamunya. Setelah menyelesaikan urusannya, dia segera menyusulku duduk di depanku.

“Jiyeon~ah, bagaimana Hyuk Jae?” tanyanya tiba-tiba.

“Ne?” Aku sedikit shock mendengar pertanyaannya. Bagaimana aku menjawabnya? Entah kenapa tiba-tiba aku teringat lagi dengan kejadian yang lalu, saat dia menciumku. Aish!jinjja!! Bagaimana bisa aku menutup mataku dan….

“Jiyeon~ah…Gwenchanha?” Aku tersadar setelah Lee Tepyo mengguncang lenganku.

“Ah~ iye tepyonim…”

“Apakah Hyukjae baik padamu?” Aku harus menjawab apa? Apakah aku harus menjawab kalau anaknya itu suka seenaknya sendiri dan mesum? =,=”

“Ne… Lee Sajangnim baik pada saya…”

“Berarti dia tidak meninggalkan kesan buruk terhadapmu, kan?”

“Ehmm… ne.” jawabku ragu.

“Syukurlah… Jadi, jika kau lusa sudah tidak bekerja disini. aku merasa lega karena dia memperlakukanmu dengan baik.” ucapnya sambil tersenyum lebar.

“Ne…” Aku mengangguk.

“Aku juga mendengar dari Eunhyuk kalau kau juga bekerja dengan baik dan selalu tepat waktu. Appamu pasti bangga memiliki putri yang pintar, cantik, dan berdedikasi sepertimu. Hari Senin depan kau bisa kembali ke kantor appamu dan bekerja disana lagi. Aku sudah mencarikan sekretaris baru bagi Eunhyuk untuk menggantikanmu. Waktu magangmu sudah selesai selama 3 bulan ini. Untuk itu aku sangat berterima kasih karena sudah 3 bulan ini kau sudah membantu putraku dan bekerja dengan sangat baik…”

A…apa? Ini sudah 3 bulan? Ja…jadi… Aku sudah tidak bekerja disini lagi? Aku benar-benar tak bisa berpikir jernih sekarang.

“Ma…maksud Tepyonim… Minggu ini adalah minggu terakhir saya disini? Dan mulai Senin depan saya sudah dapat kembali ke kantor appa?” tanyaku.

“Iya, betul. Dan kau bisa merapikan barang-barang yang perlu kau bawa ke kantor appamu. Nanti biar aku suruh seseorang untuk mengantarkannya kesana.”

“Ne, Tepyo…”

“Baiklah, Jiyeon~ah… Kau boleh pergi ke ruanganmu…” Aku bangkit dari kursiku perlahan. Menunduk pada Eunhyuk appa lalu berbalik dengan wajah linglung.

Aku tak tahu harus senang atau sedih saat tepyonim mengatakan bahwa minggu ini adalah minggu terakhirku bekerja disini. Harusnya aku senang, kan? Karena aku tidak akan bertemu Eunhyuk lagi? Tapi kenapa aku shock seperti ini. Perasaan apa ini?

——

“Annyeong haseyo, Yesung ssi…” sapaku pagi itu. Kebetulan sekali kami bertemu di lift. Aku berencana mengadakan pesta perpisahan dengan teman-teman satu divisiku. Hari ini adalah hari terakhirku berada di kantor Eunhyuk. Aku akan memberitahukan teman-teman satu divisiku tentang hal ini dan mengundang mereka ke karaoke malam ini. Seminggu yang lalu tepyonim sudah memberitahuku bahwa ini adalah minggu terakhirku.

“Annyeong haseyo… Kau berangkat awal sekali hari ini.” katanya sambil menyusul masuk ke dalam lift yang aku tahan.

“Ne, ada yang harus aku kerjakan…”

“Begitu rupanya…”

“Ehemmm…Yesung ssi, bolehkah aku meminta tolong padamu?” tanyaku lagi.

“Ada apa?”

“Tolong kau sampaikan pada semua orang di divisi kita untuk pergi ke tempat karaoke di daerah Apgujong setelah pulang kerja aku sudah memesan tempat disana, oke?”

“Eo?waeyo waeyo? Kau mau mau mentraktir kami?”

“Ne”

“Dalam rangka apa, Jiyeon ssi?”

“Hari ini adalah hari terakhirku bekerja disini. Aku akan kembali bekerja di tempat lamaku.”

“Mworagoyo??!!!”

“Aku mohon kau jangan bilang pada mereka kalau ini adalah pesta perpisahanku. Nanti biar aku saja yang mnegatakan pada mereka. Kau hanya perlu mengajak mereka…”

“Waeyo? Kenapa kau akan pergi?”

“Ani. Sebenarnya aku disini hanya magang saja selama 3 bulan. Dan tidak terasa ini ternyata sudah bulan ketiga aku ada disini. Kau ingat saat aku dipanggil oleh Lee Tepyonim satu minggu yang lalu?” Yesung mengangguk.

“Dia mengatakan bahwa minggu ini adalah minggu terakhirku.” jawabku lagi.

“Ah~ begitu? Sayang sekali padahal kami senang sekali kau ada disini….”

“Na do, Yesung ssi…”

“Baiklah, akan kusampaikan pada mereka. Termasuk pada Eunhyuk juga?”

DEG! Aku merasakan jantungku berhenti untuk sesaat. Kenapa sekarang saat orang lain menyebut namanya jantungku merasakan sensasi aneh seperti ini? Terkadang berhenti mendadak. Terkadang berdetak cepat.

“Tidak, untuk Eunhyuk ssi biar aku saja yang akan memberitahunya…” ucapku.

“Oke kalau begitu…”

“Gomawoyo, Yesung ssi…” tepat saat bicara itu pintu lift berbunyi.

“Kita sudah sampai. Kaja…” kata Yesung sambil tersenyum.

Sesampainya di ruanganku, aku mulai merapikan beberapa file dan barang-barang yang perlu kubawa kembali ke kantor. Sebenarnya tidak banyak karena saat datang pun aku tidak membawa banyak barang.

“Baiklah… Jadi, hanya ini saja yang perlu kubawa… Akan kubawa sendiri saja nanti.” Aku memutuskan. Tiba-tiba teleponku berbunyi, aku mengangkatnya.

“Yeoboseyo?”

“Jiyeon ssi, bisa kau ke ruanganku sebentar?” Aku mendengar suara dingin namja ini. Dia masih menggunakan nada suara yang sama sejak kejadian itu. Dia tidak lagi menyuruhku dengan berteriak-teriak. Ah~… Kenapa ini jadi sangat aneh mendengarnya dengan nada suara seperti itu?

“Ne, algesseumnida…”

‘Apakah ini saat yang tepat untuk mengatakan padanya bahawa ini adalah hari terakhirku menjadi sekertarisnya? Dia pasti akan senang sekali.’ kataku dalam hati.

Aku menarik nafas dalam lalu berjalan ke ruangan Eunhyuk.

Tok tok tok…

“Masuklah.” katanya dari dalam. Jantungku berdebar keras saat mendengar suaranya.

“Jiyeon ssi… Aku akan keluar sebentar. Ada yang harus aku bereskan di luar hari ini. Kau tolong cek file ini lalu jika semuanya sudah benar kau bisa berikan pada bagian pemasaran…”

“Akan kulakukan sajangnim.” jawabku.

“Kau boleh keluar…” lanjutnya tanpa melihat kearahku. Aku membungkuk lalu berbalik. Bagaimana jika kukatakan padanya? Aku menghentikan langkahku dan berbalik lagi.

“Jogiyo…” Aku memergokinya sedang memandangku.

“Ah..iya …Wae?” Kenapa tiba-tiba otakku berhenti bekerja? Saat melihatnya ada rasa aneh yang menusuk ke dalam hatiku.

“Jogi… Aku… Besok…” suaraku tercekat.

“Wae?”

“Aniyo…Kalkhaeyo…(aku pergi saja)” Aku buru-buru meninggalkan tempat itu.

“Woa… kenapa sulit sekali mengatakan ini? Padahal dia pasti sangat senang jika mendengarnya. Michigetaaaaa…” kataku sendiri.

Aku langsung mempersiapkan segala sesuatu yang diperintahkan Eunhyuk. Saat kami bertemu, dia berlagak sangat dingin. Tapi, akhirnya aku memergokinya sedang memandangku. Ah… Molla. Mungkin hanya perasaanku saja…

—-

Dan pada akhirnya aku tidak memberitahunya. Lagipula seharian ini dia tidak ada di kantor. Kemana dia itu? Apakah sedang mencari pasangannya? Aish! Choi Jiyeon! Apa-apaan kau ini? Kenapa memikirkannya? Harusnya aku bersenang-senang, kan? Sekarang kami semua sudah berada di ruangan karaoke yang sudah kupesan.

“Annyeong haseyo…!!” kataku.

“Annyeong!!”

“Apakah semua sudah hadir??”

“Aniyo, Kibum belum datang. Dia bilang akan menyusul setelah menyelesaikan laporannya…”

“Keureyo? Gwenchanhayo… Kita bisa memulai tanpa dia. Sebelumnya aku minta maaf karena mengadakan acara ini mendadak. Hari ini adalah hari terakhirku bekerja di kantor dengan kalian…”

“Mwo!!!!” Semuanya berteriak.

“Ne, aku akan kembali ke kantorku sebelumnya. Jadi, ini karena aku hanya magang di kantor kalian selama 3 bulan, dan aku tidak menyangka bahwa 3 bulan sudah berlalu dan besok aku tidak akan datang ke kantor kita lagi…” Beberapa teman yeojaku mulai menangis.

“Tapi kita masih bisa berteman, kan? Aku sangat menyukai kalian semua….”

“Keurom, Jiyeon~ah…” Lalu mereka memelukku satu persatu untuk mengucapkan selamat tinggal.

“Ja!! Patihallae??(mau berpesta??)” tanya Yesung.

“NEEEEEEEEE!!!” ucap semua teman-temanku serempak.

Kami semua pun bersenang-senang. Beberapa dari mereka sudah mulai mabuk juga. Sedang aku hanya bisa tersenyum melihat mereka. Aku sedikit tidak bersemangat sebenarnya. Tidak tahu kenapa. Walaupun suasanya bena-benar hingar bingar. Tapi, aku merasa ini tidak seru. Oke, ini salahku… Kenapa tidak mengundangnya saja?

Aku mengeluarkan handphone-ku, menimbang-nimbang apakah aku harus mengiriminya sms dan mengundangnya.

“Annyeong!!” Aku mendengar suara Kim Kibum yang baru saja masuk bersama Eunhyuk.

Mwo? Eunhyuk?

“Eo! Sajangnim!!!” Semua karyawan menyapanya, aku hanya bisa diam terkejut karena kedatangnnya. Dia melirikku.

“Mianhae mengganggu acara kalian. Tapi Choi Jiyeon ssi, ada yang perlu aku bicarakan denganmu…” Dia mendekatiku dan menarik tanganku keluar dari kamar karaoke tersebut.

End of Jiyeon P.O.V

 

Eunhyuk’s P.O.V

Aku kembali ke kantor setelah menemui klien. Tadinya, aku ingin langsung pulang. Tapi, aku ingat aku harus mengambil beberapa file untuk rapat dengan appa lusa. Aku harus mempelajarinya lagi agar aku lebih siap dengan materiku.

Sesampainya di kantor, aku hanya melihat Kibum yang sudah mau pulang. Tumben sekali. Biasanya banyak yang masih lembur.

“Kau baru mau pulang, Kibum~ah?” tanyaku.

“Omo!! Sajangnim Hyung!! Kau mengagetkanku saja…” dia mengelus dadanya.

“Ahahaha.. Mianhae… Yang lain sudah pulang semua?”

“Aniyo, mereka sedang karaoke.”

“Semuanya?”

“Ne. Jiyeon Nuna yang mengajak kami. Dia mengadakan pesta…”

“Mwo? Pesta? Untuk apa?”

“Aku tidak tahu. Yang aku tahu hanya Jiyeon Nuna yang mengundang kami. Kau tidak tahu Hyung? Dia tidak mengundangmu Hyung?”

“Tidak…”

“Jinjja? Mungkin dia lupa…  Kalau begitu kau bersamaku saja kesana…” ajaknya.

“Choi Jiyeon ada disana juga?”

“Tentu saja. Dia bilang akan ada sesuatu yang harus dia katakan.” kata Kibum

“Kalau begitu tunggu aku. Aku harus mengambil sesuatu. Aku juga ada perlu dengannya.”

Sepertinya aku memang harus minta maaf padanya. Dia mengadakan pesta tanpa memberitahuku. Dia pasti marah sekali padaku. Walaupun dia tetap menjalankan apa yang aku suruh, tapi aku merasa dia benar-benar marah padaku. Setelah aku mendapatkan apa yang kuperlukan, aku dan Kibum pun langsung berangkat ke tempat dimana mereka mengadakan pestanya.

“Annyeong!!” Kibum menyeruak masuk kedalam ruangan karaoke yang sudah penuh dengan karyawan divisiku.

“Eo! Sajangnim!!!” Semua karyawan menyapaku, kecuali dia yang tampak kaget dengan kedatanganku. Aku melirik ke arah yeoja itu.

“Mianhae mengganggu acara kalian. Tapi Choi Jiyeon ssi, ada yang perlu aku bicarakan denganmu…” Aku mendekatinya dan menarik tangannya keluar dari kamar karaoke tersebut.

“Ya!! Lepaskan!!” katanya memberontak. Tapi, aku tetap saja memegang erat tangannya. Aku tahu caraku salah. Tapi, aku tetap ingin menyelesaikan ini.

“Wae?” tanyanya marah saat aku melepaskan tangannya.

“Mianhae… Atas pebuatanku kemarin.” Aku menunduk.

“Mianhae?? Kau hanya bisa bilang itu?? Kau benar-benar tidak bertanggung jawab, Lee Hyuk Jae!! Kau mau mempermainkanku, ya?!! Kau selalu saja pergi jika kau sudah melakukannya padaku… Tidak bertanggung jawab!” ucapnya sinis.

“Arasseo… Kau boleh memakiku, kau boleh memukulku, kau boleh melakukan apa saja asal kau memaafkanku, Jiyeon~ah..”

“Gampang sekali kau bicara, huh? Kau tidak tahu bagaimana perasaanku saat itu, kan? Kau pergi begitu saja!!” Air matanya menetes deras ketika dia meneriakan kata-kata itu padaku.

“Jalmothaesseo, Jiyeon~ah… Mianhae…” Aku mendekatinya tapi…

PLAAKKKKK!!” Dia tiba-tiba menamparku. Aku bisa merasakan panas di pipi kananku.

“Aku sudah tidak bisa menahannya, Lee Hyuk Jae!” Dia terengah-engah di sela kemarahannya dan matanya yang sudah basah.

“Hari ini hari terakhirku di kantor… Dan aku tidak akan menjadi sekretarismu lagi. Kau puas?”

Deg! Denyut jantungku menyentak saat itu juga, meninggalkan rasa nyeri disana.

“Kau senang kan kita tidak akan bertemu lagi? Tidak akan ada kesialan-kesialan yang akan kita alami… Selamat tinggal, Lee Hyuk Jae…” Dia pergi begitu saja dari hadapanku, meninggalkanku yang hanya tak bisa berkata-kata dan hanya bisa memandangi tubuhnya yang kini kian jauh sampai menghilang di ujung koridor.

Geudae tteonan geu jari eseoseo

I am standing where you left
naneun ajig geudaeman bojyo

And am still watching you
Neomu apeunde eonje jjeum urin

It hurts so much when will we ever
seoronami doelkka ?

Become strangers?

End of Eunhyuk’s P.O.V

—-

Author’s P.O.V

Semua staff akhirnya melihat kejadian antara Eunhyuk dan Jiyeon di luar kamar karaoke mereka yang kebetulan memiliki pintu kaca yang bagian atasnya sedikit tembus pandang keluar. Mereka lebih tertarik melihat ‘drama look a like’ ini daripada menyanyi.

“Benar, kan? Aku sudah tahu rumor itu pasti benar.. Eunhyuk sajangnim menyukai Jiyeon…” kata Ji Hyo pada Jooyeon.

“Aku pernah memergoki Eunhyuk sajangnim yang sedang memandang Jiyeon sambil tersenyum sendiri.” bisik Saeri juga.

“Jinjja??” Kibum dan Joongki ikut menggosip bersama. Mereka kini sedang berebutan melihat adegan yang sedang terjadi antara Sajangnimnya dan sekertarisnya itu.

Sementara mereka mengintai Eunhyuk dan Jiyeon, ada satu orang yang tidak peduli dan masih asyik menyanyi sendirian.

“Niga animyeon andwae… neo eobsi nan andwe… Na ireohkae haru han dareul ddo il nyeoneuuuuunnn….”

“Eo!! Benar kan benar… Lihat! Mereka bertengkar layaknya sepasang kekasih…” kata Dabin keras yang membuat Yesung yang tadinya sedang menyanyi jadi berhenti.

“Aish!! Jeongmal mereka ini… Apa yang mereka lakukan? Aku pikir mereka sedang mendengarkanku yang sedang menyanyi dengan merdu. Tsk!!…” Yesung mendekati kerumunan teman-temannya yang sedang berebutan mengintip.

“Ya ya ya… Apa yang kalian lakukan, hah!!!” bentak Yesung.

“Shhh… Yesung Oppa.. Nomu ssikeurowo (berisik sekali).” hardik Jooyeon.

“Eo!! Itu Eunhyuk dan Jiyeon ssi apa yang mereka…..” Dia baru sadar apa yang telah membuat para hoobae nya tertarik daripada melihat saat dia menyanyi.

“Ya ya ya… Biar aku di depan…” Dan akhirnya Yesung ikut bergabung. Dia menginterupsi gerombolan hoobae nya itu dan berhasil mengintip di depan.

“Oppa!!!” “Hyung!!!” Saat semua hoobae nya protes terjadilah adegan Jiyeon yang menampar Eunhyuk.

PLAAAKKK!

“OMO!!!” mereka semua berteriak kaget.

“Shh… Shhh… Ayo kita awasi mereka.” kata Yesung yang membuat semua hoobae nya akhirnya diam dan melanjutkan menonton Eunhyuk dan Jiyeon.

“Yaedeura..(anak-anak) Bukannya seharusnya lebih bagus jika mereka berciuman saja.” lanjut Yesung.

Pletak! Pletak! Pletak!!! Semua hoobaenya menjitak kepala Yesung.

“Wae??!!!” protesnya.

“Eiii…” kata mereka kompak.

—–

Jiyeon mengucek matanya yang sembab setelah kejadian semalam. Bagaimana tidak? Sesampainya di rumah, bukannya membaik. Tangisannya malah semakin deras. Jiyeon pun turun dari atas ranjangnya, berjalan menuju meja riasnya. Matanya membulat saat dilihatnya terdapat lingkaran hitam di matanya.

“Aish, jinjja…” umpat Jiyeon kesal.

“Jiyeon~ah… Kau tidak pergi ke kantor? Appa sudah menunggumu!” teriak Eomma Jiyeon dari ruang makan.

“Ne, eomma!” teriak Jiyeon sebelum akhirnya dia menutup pintu kamar mandi.

——

“Jiyeon~ah.. Tolong print kan file ini. Appa butuh file ini untuk rapat dengan klien Appa.” ucap Appa Jiyeon. Hari ini tepat satu minggu setelah Jiyeon keluar dari kantor Eunhyuk dan bekerja kembali di kantor Appanya.

“…” Tidak ada jawaban dari Jiyeon.

“Jiyeon~ah…”

“…..” Jiyeon masih belum menjawab.

“Jiyeon!” Kali ini Appa Jiyeon memanggilnya dengan setengah berteriak.

“N-ne Eunhyuk Sajang.. Eh, Appa.. Ada yang bisa kubantu?” tanya Jiyeon gugup saat mendapati Appanya yang kini ada di hadapannya. Pikirannya melayang entah kemana.

“Aigoo… Anak appa. Baru kembali magang bukannya semangat malah melamun saja. Ini. Appa minta tolong kau print kan file ini. Appa butuh ini untuk rapat dengan klien Appa.” ucap Appa Jiyeon.

“Ye.. Appa…” Appa Jiyeon pun tersenyum lembut lalu mengacak pelan rambut anak perempuan kesayangannya. Jiyeon sudah kembali berkonsentrasi ke pekerjaannya. Appa Jiyeon keluar dari ruangan Jiyeon ketika mendapatkan panggilan masuk dari handphone nya.

“Yoboseyo…”

“…..”

—–

“Eunhyuk Sajang… Semua pekerjaan sudah saya selesaikan. Ada hal lain yang bisa saya bantu?” ucap seorang yeoja. Eunhyuk terdiam. Dia masih duduk dan menutup matanya yang akhir-akhir ini susah sekali untuk menutup.

“Eunhyuk Sajang…” panggil sekretaris barunya pelan. Eunhyuk masih terdiam. Sekretarisnya menghela nafas pelan.

“Eunhyuk Sajang..” Kali ini panggilannya agak sedikit diperkeras. Eunhyuk terlihat kaget dan segera membuka matanya yang baru beberapa saat tertutup.

“Ne, Jiyeon~ah…” ucapnya riang. Tapi, beberapa saat kemudian dia tersadar. Tersadar bahwa orang yang ada di hadapannya bukanlah Jiyeon. Tapi orang lain.

“Mianhae, sajangnim. Saya Jung Hana. Bukan Jiyeon.” ucap sekretaris barunya itu.

“Ah, mianhae…  Aku salah. Kau bisa kembali ke ruanganmu. Aku akan memanggilmu jika ada yang kubutuhkan.” ucap Eunhyuk. Hana menundukkan badannya sebentar lalu berbalik dan menutup pintu ruangan Eunhyuk.

“Jiyeon~ah… Kenapa aku merindukanmu?” ucap Eunhyuk lirih. Tanpa sadar, ada sepasang mata yang memandanginya dengan tatapan iba. Orang itu mengeluarkan handphone-nya dan menekan kombinasi angka yang sudah dihapalnya.

“Yoboseyo…” terdengar suara di seberang.

“Ini aku. Bisa kita bertemu?” ucap Appa Eunhyuk. Dia merasa perlu membantu anaknya yang sedang dalam kondisi tidak baik. Tak apa kan ikut campur kalau demi kebaikan? Itulah yang dipikirkan Appa Eunhyuk.

End Of Author’s P.O.V

 

Jiyeon’s P.O.V

Hari ini eomma aneh sekali. Menyiapkan banyak makanan. Sayang sekali sudah seminggu ini aku kehilangan nafsu makan. Yah.. Meskipun aku sudah keluar dari kantornya. Tapi, itu bukan berarti aku bisa melupakannya dengan mudah. Entah kenapa bayangannya selalu muncul dimanapun aku berada. Entahlah…

“Jiyeon~ah… Makanlah dulu. Eomma sudah memasak banyak untukmu!” teriak Eomma dari bawah sana.

“Nanti saja, eomma… Aku belum lapar!” balasku. Kutarik selimut hingga menutupi kepalaku. Kepalaku pusing sekali setelah seharian berada di kantor. Bukan. Bukan karena masalah pekerjaan. Tapi aku lelah dengan semua pikiran yang berkelebat di otakku. Wajahnya seolah sudah terpatri di benakku dengan paku super sehingga wajah monyetnya itu terus saja menghantuiku. Aish.. Lupakan dia, Jiyeon… Lupakan…

CKLEK! Aku mendengar suara pintu kamarku terbuka. Pasti eomma. Aku pun semakin mengeratkan selimutku supaya eomma mengiraku sedang tidur.

“Bangun, Choi Jiyeon…” ucap suara itu. Suara yang begitu kukenal. Suaranya tidak terdengar seperti biasanya. Suaranya terdengar lelah. Tapi, tunggu. Ini pasti hanya khayalanku saja. Tidak mungkin kan dia ada disini? Ah.. Maja. Ini pasti hanya khayalanku saja. Dari kemarin aku juga merasakan halusinasi. Merasakan keberadaannya dimanapun aku berada.

“Ya! Neo! Cepat bangun! Apa sekarang kau sudah menjelma menjadi kerbau!” teriaknya. Oke. Kali ini perkataannya membuatku emosi. Akupun bangkit dari tidurku dan melempar selimutku sembarangan. Kubalikkan tubuhku dan seketika saat itu juga tubuhku terpaku. Benarkah… Benarkah apa yang kupandang saat ini?

End of Jiyeon’s P.O.V

 

Eunhyuk’s P.O.V

“Bangun, Choi Jiyeon…” ucapku. Lelah. Hanya itu yang bisa aku katakan. Aku sudah lelah dengan semua ini. Dengan semua kediamanku. Dengan semua sifat bodohku. Kenapa aku tidak menyadarinya dari dulu? Kenapa…

“Ya! Neo! Cepat bangun! Apa sekarang kau sudah menjelma menjadi kerbau!” teriakku. Kenapa yeoja ini tidak bangun juga. Padahal aku sudah ada di hadapannya. Aku akan menyelesaikannya sekarang juga. Aku tidak mau menunda lagi. Aku tidak mau tersiksa lagi dengan perasaan ini. Sungguh menyesakkan.

Yeoja itu bangun dari tempat tidurnya. Dibuangnya selimut yang sedari tadi menutupi seluruh tubuhnya. Dia membalikkan tubuhnya dan menatapku tajam. Tapi, tatapan tajamnya kemudian berubah menjadi tatapan terkejut. Matanya membulat sempurna. Sungguh. Itu adalah mata terindah yang pernah kulihat.

“Bogosipeo…” ucapku tanpa sadar. Aish.. Mulut sialan! Sejak kapan mulutku ini tidak mau bekerjasama dengan otakku?

“Mwo?” ucapnya. Aigoo… Apa yang harus aku katakan kepadanya? Ayolah, Lee Hyukjae.. Kenapa kau bingung begini?

“Aku.. Aku…” Belum sempat aku melanjutkan ucapanku tiba-tiba aku merasakan bibirku disentuh oleh sesuatu yang lembut. Mataku membulat saat mengetahui bahwa Jiyeon kini sudah berdiri di hadapanku. Ah, ani. Dia bukan hanya berdiri di hadapanku. Tapi, dia juga sedang menciumku. Akupun akhirnya memutuskan untuk menutup mataku, merasakan ciumannya. Ciumannya begitu lembut. Masih sama seperti saat pertama kali aku menciumnya. Tunggu! Aku kesini kan untuk menuntaskan masalahku. Kenapa jadinya seperti ini? Aku mendorongnya pelan, melepaskan ciuman kami.

“Wae? Kenapa kau selalu datang kepadaku? Apakah kau hanya ingin mendapatkan ciuman dariku? Begitukah?” ucapnya. Nafasnya sedikit tersengal karena ciuman kami lumayan lama juga.

“A..ani.. Bukan itu maksudku. Maksudku…” Aish.. Apa yang harus kukatakan? Kenapa aku kehilangan kata-kata?

“Saranghae…” ucapnya.

“Mwo??” Kali ini aku kaget dengan ucapannya.

“Apa kau tuli? Aku kan sudah mengatakannya. Saranghae! Apa kau tuli, Lee Hyukjae. Aku menyukaimu. Aku mencintaimu. Apa begitu sulit untuk mendengar kataku?” teriaknya. Nada suaranya terdengar frustasi. Aku terdiam. Tapi, kakiku sepertinya tidak mau diajak berkompromi. Aku mendekati tubuhnya dan menariknya ke dalam pelukanku. Aku bisa mendengar isakan kecil dalam tubuhnya.

“Nado… Nado saranghae…” bisikku lembut di telinganya.

End Of Eunhyuk’s P.O.V

 

Jiyeon’s P.O.V

“Saranghae…” ucapku. Baiklah. Aku tahu ini konyol. Dimana-mana yang menyatakan cinta pasti namja duluan, kan? Tapi, peduli setan dengan semua itu. Yang ada di otakku hanya kata itu. Aku merasa harus mengatakannya.

“Mwo??” Eunhyuk terlihat kaget dengan ucapanku.

“Apa kau tuli? Aku kan sudah mengatakannya. Saranghae! Apa kau tuli, Lee Hyukjae. Aku menyukaimu. Aku mencintaimu. Apa begitu sulit untuk mendengar kataku?” teriakku. Aku sudah frustasi dengan semuanya. Aku ingin mengakhirinya. Jika akhirnya tidak bahagiapun aku akan merelakannya. Aku… Lebih baik mengatakannya bukan? Daripada tidak sama sekali. Tubuhku menegang saat Eunhyuk mendekat ke arahku. Tiba-tiba, dia menarik tubuhku ke dalam pelukannya. Rasanya aku sudah tidak kuat lagi. Air mataku sudah jatuh tanpa kukomando.

“Nado… Nado saranghae…” bisiknya lembut. Dia kemudian menarik wajahku yang berada di pelukannya. Ditatapnya mataku dalam. Aku pun balas menatapnya. Aku ingin mencari kebohongan di dalam matanya. Tapi, yang kudapati hanya tatapan tulus dari matanya. Tangannya pun membelai kedua pipiku lembut, menghapus sisa air mata yang menetes dari mataku.

“Uljima.. Kau tahu. Kalau kau menangis kau jadi seperti panda. Matamu itu.. Kenapa jadi ada lingkaran hitamnya begitu?” tanyanya. Kupukul dadanya pelan.

“Memangnya ini gara-gara siapa?” ucapku kesal.

“Haha. Gara-gara aku, kah?” tanyanya sambil mengerling nakal kepadaku. Aish. Namja ini. Ingin sekali aku pukul kepalanya itu. Aku menatapnya tajam.

“Aigoo.. Gampang sekali kau marah. Kau tahu kalau kau suka marah, maka kau cepat tua.” ucapnya. Belum sempat aku menjawab ucapannya, dia sudah berceloteh lagi. “Ngomong-ngomong ciumanmu tadi hebat juga. Kau belajar darimana? Boleh aku minta lagi? Sepertinya aku ketagihan…” ucapnya dengan nada mesum. Aku sudah hendak protes. Tapi, belum sempat aku bicara tubuhnya sudah mendekat ke arahku yang kini sedang duduk di pinggiran ranjang dan menciumku cepat. Ingin sekali aku memberontak. Tapi, sudahlah. Aku juga menikmati ciuman ini. Aigoo.. Jiyeon~ah.. Sekarang kau jadi tertular mesum!

BRAKK! Kami yang masih berciuman pun melepaskan ciuman kami. Aku melihat appa dan eomma.

“Ah, mianhae.. Kami tidak tahu kalau kalian sedang sibuk. Kalian lanjutkan lagi saja.” ucap eomma sambil tersenyum kecil.

“Eunhyuk~ah… Fighting!”

“APPA!!”

—–

Ffuh… Lap keringat pake bibirnya Kyu. #plaaakkk. Akhirnya, ff ini rampung juga. Penuh pengorbanan sekali bikin ff nya Hyuk. Kami sampai harus menonton yadong untuk sumber referensi. *abaikanyangini*. Yak.. Bagaimana? Memuaskan, kah? Ini sudah 73 halaman loh.. Rekor baru! Jujur. Untuk ff yang ini kita nggak ngerasa ff ini mesum. Hahaha..Jadi, yang ngerasa kurang mesum, marilah bermesum-mesum ria. *ngajarinyangnggakbener*

Buat yang namanya Choi Jiyeon! Ayo, komen! Udah dibikinin ff nih… Buat kkumers yang laen.. Author berdua mengucapkan… Minal aidzin wal faidzin. Mohon maaf lahir dan batin. Mohon kupat ama lontong opornya juga. #plaaakk. Kita minta maaf kalo kita suka bikin kalian kesel. Kesel nungguin kemesuman kita. Kesel nungguin yadongan kita. Hahaha. Yang jelas, mohon maap lah ya..

Untuk bagian Yesung, author Elftodie21 mempersembahkan untuk sahabat2 cloud author semua pecinta yesung (khususnya: Chillychazy, jwoon84, cloudezz, cloudchy) maap ya kalo image dia disini jadi tukang disuruh2 hahaha… pas cari tokoh tambahan tiba-tiba teringat kalian aja kkkk…

Akhir kata, read love and comment are awaiting. Kita usahain deh buat balesin komen kalian satu persatu, tapi kalo ada yang gak dibales jangan manyun ya… kita udah seneng banget en bener-bener berterima kasih sedalam-dalamnya (sedalam cinta kami pada Aa Kyuhyun) dan setulus-tulusnya (setulus kami digrepe Bang Kyuhyun) kkkk atas semua support en kesabarannya nunggu ff kita. >3<  Salam ci..luk…bwaaaaa…~ dari kami berdua. Muah muah muah…. Saranghae kkumers!!!

 

200 thoughts on “{EunJi’s Tale} : The Accidental Accident

  1. ni udah bner nihh??? udah bisa komenn…
    asikkk, myeonjjang, paragrafnya udah baguus..baca di PCjd ga puyeng.
    gomawo myeonn *chu

    eniwei, aq mo protes.. itu hyukkie astagaa knpa “itunya’ diumbar kmna2.. hahaa
    seandainya nyata… aiishhh *yadong:ON*

    AKU TUNGGU KYURA SAMA LUNOATH YAAA… myeonn * poo hwaiting ^^

    • mian ya tadi g bs komen. TT_TT. ini juga qt repost. jinjja? haha. ini saya yang repost. wae? wae?? haha. ntr klu ga ngomong ‘itu’ nya pada blg “Yah, kok ga yadong sih?” (?). pada maunya apa sih?? kalo nyata banyak yeoja yang mendadak gila ntr. oke. tunggu saja.

      • ga bisa komen mah dr kmrn poh, tp udh dijelasin koq sm esa🙂
        ahhhh aq siihh maunya yg lbh yadong lg.. nyehehehee.
        mumpung km blm balik ke depok, sookk atuuh dipost Kyura’nya
        *lempar kyu* nihhhh

  2. Wahhh,,uda d bner ni,uda gada typo…
    Pa gara2 wktu bkin eonni uda pd ngantuk jd bnyak typo??
    Pdhal dpostingan sblum.a q uda komen,tp yauda q komen lg…

    Ttep ya tu si Kyura mengumbar kmesraan,aigoo~pdhal lg da tamu…
    Ampun ntu hyuk ma jiyeon awal.a sling mlecehkan tp akhir.a jg sling membtuhkan…
    Hyuk oppa tubuhmu tlah terekspos…wkwk

    msing2 cast uda dpet couple.
    Kyu-hyora
    siwon-ahra
    hae-hyunri
    hyuk-jiyeon.
    Kpan ni 4 date…hehe

    dtung KyuRa moment ma Lunoath nya ya!!!annyeong!!

  3. Aku udh baca = comment

    comment lagi deh xD
    hyukiee chukkae udah dpt pasangan..
    jadi g sendiri lagi *walau pasangan mu 11:12 dengan ara xD

    dengan ada nya jiyeon, ke-yadong-an mu bisa tersalurkan hyuk (?)
    jadi cepet nikah yoo..

    (“Ah, mianhae.. Kami tidak tahu kalau kalian sedang sibuk. Kalian lanjutkan lagi saja.” ucap eomma sambil tersenyum kecil.

    “Eunhyuk~ah… Fighting!”)

    aigoo orangtua mu mendukung jiyeonn😀

  4. Aigooo hyora sm kyuhyun udah g tau malu ya encun2 d dpn org ahahaha akhirnya eunhyuk pnya pasangan semoga jiyeon g d suruh eunhyuk nonton yadong breng bs ktularan mesum nanti ㅋㅋㅋㅋㅋ

  5. hihi.. eonnie ^^
    aku suka ko ama crita’a..
    huaa.. skrg hyora jadi yadong~ ><
    eonnie paranormal~ wow.. tw segalanya : susu coklat, kyuhyun..
    huaa.. aku udh nyaris 5x baca ini.. masih ngakak..
    ngmg2 aku masih dibwh umur lhoo eon.. haha.. *ngaku*

    • huaa… aku bawah umur.. ><
      paranormal, eonni ko tw aku suka susu coklat? kok tw dulu wktu liat kyu aku smpet terkagum2?? *menyelidik* haha..
      kyu yadong.. pasti ketularan Hyuk.. *sotoy*
      Hyo'a jgn bikin yadong.. ntar klo 2-2a yadong ga seru..😄

  6. YA!!! Syippoooohhhh~
    Itu suami saya lagi nyanyi kenapa diputus??? Pake ditimpuk lagi??!! Kasian amaattt~😀
    Awas ya,kalo sampe cakepnya ilang,kamu tak sate,pohhhh…..😡

    Mba Esa….yang sabar ya..punya murid sableng kaya si Syipoh,,banyak2 solat tobat,mba..😀
    Aku masa direcokin mulu nih. Hidupku gak tenang.😀

    Lanjuttttt~ *apanya?*
    Apa aja…😀

    Oya, yg suka ff lagi..silakan mampir ke blogku..
    Tinggal KLIK aja namaku.. ^^
    Gomawo

  7. Dan sepertinya tingkat keyadongan kyuhyun tambah parah -_____-”
    Kkkekekke~
    Wahh wah wahhh!!!
    Jiyeon,, belum pacaran aja udah buka”an …
    Udah ngliat semuanya lagi …
    Kkk.
    Unyuk mulai sekarang ikutin Hae yaa🙂
    Jangan jadi yadong lagi … Sekali2 gpp deh .. Tapi jgn keseringan😀
    Kkwkwkwkw

  8. ff ini penuh dgn keyadongan tapi ntah kenapa aku ngerasa masih yadongan si kyura
    wkwkwk
    oh ya unnie ada typo kalo gak salah
    waktu bagian POV aku bingung bagianx sapa
    begitulah pokoknya
    susah ngejelasinnya
    lol xp
    overall bagus unn
    yadongnya dpt hahaha

  9. Ah tu yesung nampang jga ya, ma kibum, k npa ngk ddakkoma sekalian ma heebumnya^^,* plak*,#ditabok# , critanya lucu chingu bkin q k twa malem2 ha…ha…., trz si jiyoen pnya penykit aneh, msa m’liat adegan yng berbau yadong jdi cegukan-,-, jgn jgn entr klo mlem pertama mreka klo udh nikah jegukn lgi, kn kasian si unyuk nenaginya……., tetap alnjut dech chingu he…he…

  10. Wah.. Udah bisa di coment..🙂

    Keren ceritanya..
    Sifat unyuk yang paling terkenal emanh keyadongannya.. Kedua kepelitannya.. *kenapa yang jelek-jelek, ya ?*

    Udah pada dapat couple semua.. Tapi, ahra ama siwon udah jadian belum ?
    Si boram malah belum dapat pasangan..

    Aigooo.. Kyu kok semakin lama semakin mesum ya.. *kyu : kesalahan terletak pada author* #plak
    Ada tamu juga tetep aja bermesum ria..

    Jiyeon ama eunhyuk dari saling mencela jadi saling suka..
    Eunhyuk ngeliat jiyeon masih ada pakaian dalam, tapi eunhyuk polos.. ‘itu’ nya udah terekspos..
    Dan sempet-sempetnya besoknya mereka malah mikirin ukurannya..
    Hahaha…😀
    Ortu jiyeon daebak..!! (?)
    Malah disuruh lanjutin kegiatannya..
    Keren ceritanya..

    Ok, ditunggu ff-ff selanjutnya.. ^^

  11. Akhir’y eunhyuk dpet pasangn juga.
    hahaha
    keren bgt ff’y,,cerita’y bgs,,semua genre ad di ff ni,dr yg komedi,romantis,gaje smp yg mesum.
    hahahaha
    di tunggu ya ff yg laen’y..
    trutama KyuRa couple.
    hehehehe

  12. Sebelumnya mohon maaf lahir batin ya eoni!
    Aku comment pake hp eon, maaf kalo ada yg kepotong ya…🙂
    Wow… Alur ceritanya keren nih!
    jadi sambung menyambung sama serial Kyura lainnya ya? Sip sip sip
    Aku suka ide ceritanya, karakter si Jiyeon jg unik, masa kalo lagi tegang dia cegukan ya? Hahaha😀
    Jalan ceritanya juga seru eoni, semuanya daebak lah eon!! 4 jempol buat kalian, hehehee😀

  13. Kya!! akhirnya penantian panjang berbuah manis.. aku rindu sekali sama tulisan esa sama syipoh eonni.. kekeke

    tapi ini ada lanjutannya kan un..

    huaa.. dasar kunyuk… udah jadi boss juga masih ajah pelit ama otak yadongnya kaga lepas2 (?) kekeke… kyura tetep ajah ngeksis yah,, itu kyu.. nyosor ga liat2 situasi dulu,, hahaha

    pokoknya semua jempol aku dah buat 2 author.. keke tambahin lagi dah pake jempolnya kyu.. haha

  14. akhrny bs comment jg,,
    aku sk eonn yg eunji’s tale ini,akhrny si unyuk pny pcr jg
    kasihan slm ini dy cm jdi cecunguk yadong d styp ff,ehehehe
    pdhl unyuk skrg tmbh ganteng aplgi sjk album k 4 sm ke 5

  15. Eonni, suka bgt ff nya, panjang gilaaaaa,, tapi puas bacanya.
    pas akhir2 finka sampe sedih dan nangis #lebay
    hhe.
    eunhyuk pelit yah, itungan klo urusan duit, hahah. disitu menariknya.

    kyuRa mkin mesra ajah, kyu mkin mesum kyanya kyaa >////< wkwkwk

    oia eonn, pas aku baca msih ada typonya msh ada beberapa yg perlu d edit mgkn yah di pov nya. hhe . tapi skrg udah engga. hho ^^
    eon, kyuranya ditunggu, halamannya yg ga kalah panjang kaya kereta api yah #plaakkkk

    oiah, minal aidzin walfaidzin eonni, mohon maaf lahir dan batin ^^

    • gomawo.. wah, kok nangis? kita kan ngebanyol di sini?? ya begitulah.. iya dong. kan makin lama makin mesra. haha. iya. abis ada kkumers yang lapor. jadi, langsung kita betulin. itu semua demi kenyamanan mata kalian. hoho. ya sama”. kita berdua juga minta maaf kalo banyak salah…

  16. KYAAAAA….aigoo buat aku deg2an ni cerita cinta le hyuk jae..
    Comedynya dapet,,,
    Feel romancenya juga…
    Tapi hotnya belum#plakkk yadong…
    Buat squel mereka menikah ampe bulan madu dong🙂
    Plissssss..udah gak tahan ni#jledaaaarrr*disambar petir
    Hohoho eoni sypoh emank TOP…
    Lanjut eoni..

  17. hyuk hyuk itu bantuin pemerintah, apa emg dasarnya loe pelit, ckckckck beda tipis itu hyuk, astaga~~
    (‾▿‾”) pandangan pertama malah liat tubuh, aissshhhh… *ngakak* astaga kasian sekali nasib jiyeon, udh ktmu namja homo mesum krg malah dadany dpegang hyuk, aaah bruntungnya kau hyuk, hahahaha…

    wah, emg bener2 jodoh neh jiyeon-hyuk, hyuk bisa2ny yeee, dasar master yadong pelit (‾▿‾”)

    *ngakak* hyuk~ah, jangan rusak pkiran haeku lagi, dasar yadong (‾▿‾”) dan apa itu, ga malu apa ketauan yadong ama org tua, hyuk hyuk kelakuanmu bener2 dech (⌣́_⌣̀)

    Itu Kyura nape jd mesum dh, astaga ngapaen itu coba *ngintip* (‾▿‾”) hyuk bener2 yadong yeee, YA!!! KyuRa laen kale liat2 situasi dunkz (?)

    akhirnya hyuk dpt pasangan juga *pasang petasan* fiiiuuuhhhh….ah jiyeon nyosor dluan, hyuk udh dkasi dkungan tuch dr calon mertua, ayo sikat jiyeon (?)

  18. akhirnya c eunhyuk dpt pasangan jg.
    da kyu n hyora jg yg lg bermesum ria.
    ahahaa…
    c eunhyuk bnr2 raja yadong dah.
    kshan c author hrz ntn yadong dlu bru bsa dpt ide ceritanya..
    ati2 author ntar bsa jd yadong loh ky eunhyuk..
    ahhaaa..
    kok ahra nya ga da ceritanya sama siwon.
    bikin donk author…
    biar lengkap gt..
    hahaa..

    aq jg mw ngucapin minal aidzin jg y author.. ^^

  19. GYAA~!!
    AKHIRNYA NGE-POST FF JUGA BLOG INI (CAPSLOCK JEBOL SAKING SEMANGATNYA)!!!
    omo omo, ff ini jadi se-yadong pemeran utamanya *dibakar unyuk beserta pengikutnya*
    jiyeon agresiif *dibunuh yg punya nama*

  20. masa aku malah pengen nangis…

    KEREN! si eunhyuk berasa beda gtu klo di sini
    jd serasa… apa ya… gentle? mwahaahaha

    ya ampun eonn, aku udah kengen berat sm kyura!~
    untung td di sempilin dikit scenenya hahaha

    ayo ayo next ff ditungguuuu~

    oiya satu lagi.. eonni2 beneran nonton yadong yg asli buat ff ini? astaga~ :O

  21. OMO! ff nya amat sangat daebak! Aigo… Setiap baca ff kkumfiction cinta ku makin lama makin dalam *.* haha *lebe

    ga ada ff kkumfiction yang jelek thor! Suer! Sumpah serapah dah (?)
    walaupun aku baru comment sekarang tapi aku pembaca setia loh haha *timpukpakesendal
    dapet ide dari mana sih thor? Hah? Hah? Ff nya keren semua *ngajak ribut* wkwk
    oke. Aku tunggu dengan lapang dada (?) thor kelanjutan ff kyu dan lunar oath nya! Hwaiting!

      • Cheonmaneyo🙂 Kan biar asik thor pake sumpah sumpahan (?) wkwk .
        Benernih aku ga bakal di gigit? *ngeri* *Bulu kuduk udah berdiri* wkwkwk

        OMO! Apa author bilang? Hasil dari grepean nya kyu? o.O Aigoo.. author ternyata ya ternyata BER-BA-HA-YA (?)
        Tapi kalo hasil grepean nya kyu jadi begini, sering sering aja kyu ngegrepein orang (?) *sesat wakakakaak

  22. uwaaaaa daebak ff nya.. ceritanya seru.. bahasa yang dipake jg gak berat jd mudah di mengerti… authornya jg daebak !! sekali lg DAEBAK.. he he🙂

    oh iyah.. ak reader baru di sini.. panggil aja Sina,, 95 lines.. salam kenal semua ^^

  23. haloooo ?? ehem ehem aku new reada dsini😄 nompang eksis /tebar boxer kyu huahahahahahaha pnggil ncith aja, biasa.a mba e~~ mnggil gtu kkkkk . .

    klo yg nma.a hyukjae it mah emng dag jauh” sma sift pelit :p, astaga pelit.a mnta ampun, kya ibu” nunggu diskon aje hehehehehehe duet homo ama donghae, ga kbyang deh liat situasi di cafe itu .__. pke ngajak kyu sruh gantiin lagi “ANDWE” . .

    dan jen jeng kyura nyelip, nyelip dg cra yg ga etis, nyelip pke yadong lagi tmbah paduan suara oh-ah /tabok kyura . .
    jiyeon.a lawak dah unn, senggukan klo liat hal yg ‘iya-iya’ hihihihihihihi

    humoris lah ff.a mba e am kak sipo ^^ rada ga bsen bca.a krna ad humor.a hahahahahaha keep writing ya onniedeul😀 HWITING ~~~ ^___^

  24. Akhirnya Eunhyuk punya pacar juga… jadi ga usah gangguin hae lagi.. keke…
    ya ampun itu KyuRa eksis baeuudd.. nympang ngeyadong doang.. wkwk…

    As Always FF.a daebak eonn…
    Keep writing..
    di tunggu next ff.a..
    Hwaiting!!🙂

  25. seandai nya itu nyata dan aku jadi cewek nya *.*
    *timpuk pake meja (?)*

    Sypoh eonni, kalo ff nya begini terus (baca: keren, mantep, tak terkalah kan *eaea*) bisa bisa aku minta les private bikin ff sama eonni. Hahaha, eonni tinggal dimana? Kalo di depok kali kali bisa ketemu terus ngajarin aku bikin ff kkkkkk *ngayal*

    ada lowongan untuk jadi main cast nya gak? Kalau ada lagi aku mau mendaftarkan diri (?) hakhakhak.

    Yah walaupun aku harus menunggu agak lama sampe aku jenggotan (?) *lebay lu* (emang aku jenggotan eh? Ngaco lu!) tapi ff author selalu memuaskan mwahaha, ga nyesel tau blog ini.

    Kalau author nge post ff ter baru *ea the news gitu (?) #ngek* aku selalu jingkrak2, ketawa2 terus senyum2 kesenengan sendiri wkwk *gilak nya kumat*

    oke thor, jangan kelamaan ngegantungin ff nya ya, karna hati ku tidak untuk di permain kan *ea ga nyambung #plak
    tapi tenang thor, saya selalu setia menunggu dan menunggu untuk tujuan yang tak pasti *galau ceritanya #plak
    ya nggalah, aku mah pasti menunggu author ku yang tercinta ini nge post ff berikut nya :* :* *cium eunhyuk.
    Yasudah lah, saya tidak mau ke banyakan bacot di sini (yak! Dari tadi lu udah bacot!) yak, saya HAN EUNSOO (tepok dada bangga) dan pasukan (?) undur diri dulu dari kebacot an ku yang makin menjadi jadi. Annyeong😀

    Muup udah ngespam comment, panjang panjang pula wkwk .-.v

    • hahaa,, keenakan kamunya dapet bonus liat that ‘thing’. kkk. aku aslinya cilacap. tapi, berhubung lagi kuliah saya ngekos di depok. haha. ada lagi kok. tng aja. ntr pasti ada. bukannya kamu uda gila dari dlu? #plaaakkk. ya. salam kenal~

      • Yak! Sypoh eonni aku tuh ga niat liat that ‘thing’ nya eunhyuk -_- Liat muka sama abs nya aja cukup wekekekekek.
        Jinjja? Eonni ngekos di depok?! Asiiikkkkkk ketemuan yuk terus kasih aku resep buat bikin FF😄 wakakakakak.
        Couple nya sama siapa? Yesung bukan? Boleh deh boleeeh, pilih aku yayaya kalo ga dosa XP *maksa wakakakak.
        Iih kok tau sih aku udah gila dari dulu >///< #plak.
        Salam kenal juga wkwkw, let's shake hand! *gaya nya heechul di full house wkwk*

  26. haha.
    Lucu bgt crita.a
    Pa lg pas d plau jeju ma pas appa.a hyuk blg ‘hyuk-ah hwaitting!!’
    G nyangka seorng hyuk jae yg ska ngeyadong ria ciuman prtma.a bru skrg.
    Ckckck.
    Q tnggu sequel.a ma crita kyura.a..
    Lnjt!!

  27. Awwwwww
    Akhrny ff eunhyuk muncul..

    Crtanya laen jugag ne eon..
    Tp maknyus..
    Adooo..
    Ttep jja s kunyuk gag lepas dr kmesumanny..
    Tpi lucu x dy..
    Aigoo..
    Aigoo..
    Akhrny hyuk punyak cewek jugag..

    Request dong eon..
    Ff donghae n eunhyuk dsmbungin jugag ya..
    Aigoo..
    Maap byk prmintaan..
    Abis, bkn crta kyu aja yg enk dsni, crta hae n hyuk jugag maknyoss..
    Jdinya ktagihan..

    Nais ff wahai double eon..
    Next ff sngat dtunggu..
    Fighting!!

  28. uwaa….enyuk akhirnya dapet cewek juga ha,,ha,,
    yadongnya tetep aja.. padahal abis lebaran bukannya bersihin pikiran, eh malah baca yang ada adegan beginian hahaha….

  29. loh comment ku kok ilang ya T_T *wondering* hhe maaf unnie aku lupa typo yah minal aidin wal faidzin mohon maaf lahir dan batin buat para author :3 kemarin cuma sebut esa unnie aja hhu yg lain kelupaan -_-v KyuRa nya ditunggu yaaaaaaah buat THr wkwk jadi THR masi ada KyuRa sm the lunar oath ^^ hwaiting!!

  30. Wahh..udh bs komen yg ini..kkkkkk
    ff’y hyuk keren,ngakak aja bc’y..bahkan ‘itu’y’ hyuk ikt eksis jg..hohoo..
    Nahh lo ada kyura yg mkin eksis bermesum ria..
    Pkok’y keren dah,puaasss bc’y..
    D tgu next ff…😀

  31. Keren banget FFnya…

    Eunhyuk akhirnya dapat pasangan yang cuc0k ^^ Eunji co cweet

    Jiyeon tertular virus mesumnya abang Eunhyuk,,,wkwkwwkk😀

  32. bener-bener panjaaaaang,.,keren chingu.,.
    baca ff ini bkin ngakak,.,lucu lucuuuuu daebak (^_^)b

    itu-itu kasian yesung oppa,.,pas nyanyi malah g ada yang dengerin,.,heheheeee
    donghae insaf malah Jiyeon yg tertular mesum,.,hahahaha dasar master of yadong,.,
    chukae oppa udah dpet pasangan,.,jangan berenti jailin kyura coupel yaaaaa.,.

  33. wesss monyet gunung’ku udh pnya pasangan!!! and guess what???!!!!! im in love with eunji couple!!!! nama korea aku han ji yeon, yahh beda marga doang sih.. tpi tetep ji yeon!!! GYAAA~~~ senangnyaaaa.. hahahaha
    wlaupun kmrin gag ikutan audition, but im damn delighted u pick Jiyeon as eunhyuk’s girl.. omoooo ^^ makin suka deh ama crta2 di blog eonnie,, kyura, haeri, dan skrng eunji..
    si donghae tobat, ini malah jiyeon yng mesum.. haha no one can resist hyuk’s yadong charm, huh??

    *im officially your number one fan* kekeke :p

  34. wakakaa, ngakak eon bacanya😀 noh, kejadian d bis, bener2 deh lu nyuk! hahaa. tpi kurang yadong sih unyuknya *plak!! yg bernyahahaa-ria malah kyura *cipokKyu heheee
    itu lgi,unyuk pake prinsip ekonomi. wuakakaa, ngakak bnget eon pas baca unyuk pelit😀
    si yesung d sini jd orang ‘lola’ ya? #ditabokclouds
    udah ah comentnya🙂 kyura moment di tunggu ya eon🙂 eh, knp ga buat ff ahra ma siwon? pasti lucu kekeee :p

    eh iya, minal aidzin juga ya, eonnie eonnie sekalian. ma’af klo komen saya pernah nyinggung eon🙂

  35. Akhirnya….si Kunyuk dapet pasangan juga…jadi ga gangguin Kyura ma ayang Donghae lagi kekeke
    wah abener2 dah ini orang, pertama ketemu uda pegang yg iya iya (?),
    trus lagi dines bareng malah pamer “itu” ampe si Jiyeon cegukan mulu…
    wa…over all nice ff ^^
    o iya Kyura sekarang udah ketularan yadong yak, maen cipok aja…kagak liat ada tamu pa kagak hehe…tapi keren lah
    iaya satu lagi, si Boram noh masih jomblo…kasian ga da temennya

    next Kyura moment ma Lun Outh ditunggu yak, jgn lama2…udah galau gara2 teaser lunouth yg super duper minim tuh…
    cawcaw #dadah dadah gaje barang Donghae oppa tersayang ma Key yeobo tercinta

  36. Eoonie kau membuat ff ini dgn sangat panjaaaang dan daebak tentunya >.< Aku bacanya sampe megap2 loh eon (?) #prokprok hhm ditunggu ff lunarnya ya eoon fighting😀

  37. kyaaaaaaaaaa~
    akhirnya nongol jg ff-nya bang unyuk ><
    seru bgt2, ga rugi nunggu lama
    esa eonnie n syipoh jjang!!!

    asli ngakak tengah mlm bacanya
    ga anak, ga appa eomma nya
    smua kocak abis
    apalagi ditmbh yesung yg jd eror gt
    bwahahaha *ngakak guling2*

    tp KyuRa kok disini mlh lbh yadong dr unyuk ya?
    hwahahaha
    aah~ jd ga sabar nunggu KyuRa moment publish yg baru
    sama lunar oath jg😄

  38. ngakak sendirian dikantor pagi2, *untung masih sepi

    haduhhh haduhh haduuhhhh….
    deneng kisahhh cinta hyuk lebihh bagus dari Donghae…….
    huweeeeee………………
    ff ini so sweet bgttttt………….

  39. annyeong haseyooo… q reader baru dsiniy.. lam kenal…
    sukaaaaaa bgt ff niy… lutcu… 🙂
    luv u hyukoppa… eh… whohoho…
    da sequelnya,kah?!!!
    fighting!!!

  40. sumpah 2 otak author ni bener2 daebakkk!!!!!
    g bosen2 baca ni ff ampe jungkir balik..wkwkwkwkwkwkwkwk
    pokokny d tggu ff kyuraa couple en kedua hyung en eonnieny yg terbaru skaligus klanjutan ff seugkyuu couple,,smoga yadong ny jg d perbanyak #ktularan mesumny kyuuu en eunhyuk..
    fighting!!!!!!!

  41. aaaa
    Eunhyuk gilaa
    Yadoongg
    Tp master yadong msa bru prtama ciuman
    speechless
    Wkakakka
    hhaha gtu2 eunhyuk ngehargain cwe jg ya trnyta

  42. omona~ satu kata fan tas tik !!
    kerenn bgt bener dh ga bisa di ungkapin ni
    73 hal bisa dpt rekor tuh heeee ^^
    hyuk akhirny punya pasangan juga ya
    doanya dikabulin tuh
    daebak eonn ditunggu yg laennya ya kyura couplenya juga ditunggu ^^

  43. annyeong haseyooo… q reader baruu… lam kenal…
    sukaaaaaaaaaaaaaaaaaa bgt ff niy… lutcu… :)… panjang pula,, puas!!!
    pa lg skr q lg cinta sangat ma eunhyuk… whohoho…
    da sequelnyakah? ngarep!!
    fighting!!!!

  44. first aku mau bilang
    DAEBAAAAAAAAAAAK🙂
    ngakak bcanya,speechless saking kerennyaaaa
    aduh kyuranya bkin pnsaran🙂
    syukurlah hyuk dah pnya psangan
    okeh deh kyuranya dtunggu ya eonniiiiii🙂

  45. eunhyuk bs jg romantis..tp ttp yadong..
    hahahaha…

    plg lucu wkt bagian di pulau jeju..
    ngakak abis..LOL

    ditgg ff kyura moment chingu..

  46. kereeen,jjang, daebak eonn…
    wahh, yg Choi Jiyeon pasti seneng dooonkk…

    eon, ad reQ nih dn akan sangat sangat sangat sangat sng klo d kbulin #nyengirkuda
    yg donghae oppa couple sma eunhyuk oppa couple smpe k jenjang pernikahan donk eon???
    biar pnjng gitu…

    maap y eon klo aQ smbrgan reQ…
    gomawo klo d pertmbgkn eon…

  47. sukaaaa sekali,, eh.. berkali2 ding… :d
    akhirnya unyuk punya pasangan,,,

    author keren,,,like it,likeit,like it,like it,like it……….

  48. kya kya kya~ *ala ryeo-ssi*😄
    mereka makin yadong aja. tapi kalo aku liat liat lagi kayaknya ff-nya syipoh eonni sama esa eonni romantis semua .-.
    udah punya namja chingu yaa eonn? kkk.. xD
    daebak eonn!! ditunggu lanjutannya~
    *kissue esa eonni sama syipoh eonni*
    muahahahahaha………😀

  49. assikkkk, unyuk dapet pacar dg cara yadongnya (?)
    ahhhh pengen cepet2 baca yang Kyura moment.
    ayolahh eonni segera keluarkan KyuRa momentnya. udah ga ssabarrrrrrrrr😀

  50. kyaaa onnie~ semakin lama kkumfiction semakin berjaya hahaha ~~
    Daebak ff nyaa *gak ada yg gak daebak dah* , ngakak gak karu2an *??* onn wkwkwk
    onnie disini kurang ada ahra onnie nyaa wkwkw *plakk* pasti tmbh seruu hahaha
    tumben kyura mau bernyahaha secara live? hahaha😀 biasanya sembunyi2 kkk
    itu si yeppa jadi pajangan doang yak *plakk* :p
    hahaha secara keseluruhan PERFECTO ffny*bahasa lu* wkwkw😄

    oiyaa Kyura nyaa cepetan di post yahh onn jgn lupa yg lunoath jga *bnyak prmntaan nih readers* kkk XDD
    gomawoo😀

  51. ah akhirny monyet gunung ktmu dg psanganny jg….ikan laut n monyet gunung sma2 udh pny psangan tp mrka bkal trs gangguin kyura gk ya………….???

  52. ternyata eunhyuk bekerja juga to,kirain kerjanya cuma ngikutin kyura aja ama ke3 gengnya itu.ini yg yadong itu siapa ya kok kyuhyun lebih yadong dari eunhyuk hehehe………….salam kenal tuk syipoh ama pasangannya ya hehehe……

  53. haha…ternyta kyura lebih mesum dri hyukie…hihi
    jiyeon lsg cegukan ngliat kyura kissu, ckck
    jiyeon uda ketularan hyuk nie,,,,hehe saking rindunya, ngliat hyuk dtg lgs dcium….chukkae….chukkae jadian juga..

  54. bru sempet coment. alnya kmrn2 ga bsa coment lwt HP. gagal mulu ><
    bbuuusssyyyeeettt dah tu monyet gunung pelit amat yakk. tp dy dpt rezeki(?) 2x tu di bus ama di jeju hahhaha dasar monyet yadong😛
    ikan mokpo donghae udah punya pasangan. ratu iblis ahra udah. monyet gunung eunhyuk jg udah. boram ajja nie yang belum …
    eh kerena mrka hampir udah punya pasangan semua. NAH brati sekarang giliran GAMERS COUPLE yang ngerjain mereka. pasti seruu wkwkwkw…
    kan kasian masa kyura couple mulu yang di kerjain hehe ^^

  55. masyaallah hyuk jae,kapan dirimu tobat wkwkwkwk..
    aduh si kyu ama hyora muncul tapi makin ke sini makin yadong ya wkwkwkwk…
    ini gara-gara si monyet yadong ,bagus eon ceritanya,setelah sekian lama akhirnya eon ngepublish ff baru,kemana aja eon mentang-mentang puasa gak bisa beryadong ria ya wkwkwkwk
    di tunggu FF terbarunya,aku sangat menanti-nanti itu hahaha

  56. huahhaahahhaahah…
    thor aku suka banget ma crita si monyet ini,,,gokil banget deh monyet dikerjain ma kyura..
    padahal suka yadong tapi bru pertama kali ciuman ,,,wah so sweet banget si monyet ,,lama2 aq bisa berpaling dari kyu ke monyet yang gokil ini..
    makasih chingu ff yang atu ini daebak bikin aku senyum2 sendiri,,

  57. Wah Annyeong…. Fitri Prasetya akhirnya bisa buka bloq ini…

    kemarin OL di Hp ngk nemu” ujungnya, ternyata pas buka d PC ampe 60 halaman.,, pantesan ngk mau tuh Hp #marahin Hp

    Aku suka,, imut banggeettt…. walaupun ad ‘itu’nya sih…
    Onnie Daebakk…
    Kyura dong Onnie…

  58. Assa………. akhirnya si unyuk dpt pasangan jg…!!! tinggal si Ahra aja nih yg blum, haha…
    Kira2 eonn kalo mrka udah pny pacar masing2 gini, mrka msh ga gangguin kyura??!!!

    FF si unyuk bgus bgt eonn, sumpaah… bikin deg2an jg nungguin lanjutannya gmn lg…
    bikin lg yaa eonn ttg kyura, haeri dan eunji…. hehe,,, eheh jgn aja nih couple haeri sm eunji jg ikut2an gangguin kyura, eonn??
    #aah… yesungdah lah eonn, daebak deh pokoknya!!!

  59. jiaaahhh eunhyuk mah ud g di ragui lagi kl soal beginian…
    akhirnya si kunyuk d buatin cerita sendiri…
    gokil bnt,,,,pas adegan handukknya eunhuk k buka q ngakak ketawa..
    ayuk2 d buat lanjutannya..
    at langsung d nikahin aja si kunyuk biar kagak mupeng liat kyura mesra2an…wkwkwk

  60. yes akhirnya aq sangup juga baca ff hyukpa,hehe,ff y daebak!!!onie ma syipoh ff hyukpa y lanjutin ya ya ya,kan yadong y belum#PLAKK,next ff y di tungu lo~ annyeongggggg^^

  61. Aigooo…
    parah…parah si kunyuk….
    haahha…
    si hyuk dapat rezeki nomplok tuh…tapi jiyeonnya?
    hahaha…
    gak tau deh…
    tapi ujung2nya hyora yg nyatain perasaannya duluan…
    so sweet banget ceritanya…
    puas banget author ceritanya..

  62. Ahahahhaaaa….
    Ini gak ada lnjutannya ??
    Dbkin lnjutannya dong chingu, oennie..
    Psti bs lebih yadong drpd kyura, hahahhaaaa..

  63. woaaa…gumawo esa eonni-syipoh, hyukkie oppa aq akhirnya dibkinin ff..
    hah jdi iri ama Choi Jiyeon,
    dtunggu sequel” Eunji couple slanjutnya yaa..
    Hwaiting!!!!

  64. sumpah ngakak baca fanfic ini😀
    eunji nya pake punya penyakit cegukan lagi…HAHAHA~
    nice ff onniedeul~ sayang yah cuma oneshoot.padahal jalan ceritanya bagus🙂

  65. sumpah ngakak baca fanfic ini😀
    jiyeon nya pake punya penyakit cegukan lagi…HAHAHA~
    nice ff onniedeul~ sayang yah cuma oneshoot.padahal jalan ceritanya bagus🙂

  66. kak…. FF-nya keren banget dech… mpe ku kayak ngebayangin diriu sendiri yang jadi karakternya… hhehehehe… dapat inspirasi buat FF bagus darimana sih kak?

  67. Wua..Eunhyuk ternyata gk terlalu yadong d sni =D
    Omona..itu KyuRa kok ngelakuin hal yg gk pnts gtu sich d hdpn tamu? Wkwkwk
    Pnjng FFnya eon, tpi daebak !
    Hhe..~
    Ada Joongki oppa😄
    Haha
    Lanjut eon..
    Di tunggu crita lainnya ^^

  68. Annyeong aku pendatang baru di blog ini
    Udah sering baca FF kyura couple tapi bukan di blog ini
    Ceritanya seru2, lucu, daebak
    Ditunggu FF2 selanjutnya
    \(´▽`)/ \(´▽`)/

  69. uuwwaa, ternyata di blog ini toh cerita lengkap dari KyuRa Family. aku biasanya cuma baca KyuRa moment nya ajah. itu pun di blog lain. eeh, ternyata pas di kasih tau chingu ku asal muasal KyuRa moment di blog ini, aku nemuin cerita” lengkap dari couple lainnya. hahahah ~~
    daebak !!
    akhirnya Eunhyuk ga gangguin KyuRa lagi xlnya udah pnya sendiri. hahaha..
    maunya mereka ikutan married juga, thor.
    nah, jangan lupa buat sesi honey moon nya. kkekeekekek~~~
    #ketularan yadong nih.

  70. aq penggemar baru FF..
    sekali baca FF dari kalian langsung jatuh cinta sama FF kalian..
    Daebak…
    terus berjuang buat FF yang bagus…

    eunhyuk keren bgt disini…
    love eunhyuk…

  71. Gk tau knpa,.aq paling suka sama pasngan ini,…cocok bnget,… Kirain eunhyuk tau.ny soal yadong sja,.ternyata bisa jatuh cinta jg tohh,… ^_^

  72. tidak!!! Hyukkie!!! kau selingkuh!!! *dihajarjewell
    keren eonnie!! jiyeon dgn hyukkie cocok tuh!!
    sapa tau ajj Jiyeon bisa mengembalikan hyuk ke jalan yg lurus!! *?*
    chukkae buat hyukkie ya? udh bisa ngerasain cinta pertama and firstkiss!! *MAU!!!
    hehehe terus lanjutkan!!!

  73. HUOWA.. DAEBAKK!!
    trnyata esa eonni n syipoh ga maen” nih bikin ff bwt para genk perusuh,,
    ini bagus amat yak?? ga kalah sm KyuRa *kayakny pnah nulis gini jg dh

    ini para perusuh lanjut aja critany,, pst bnyk yg jd shipper jg kayak KyuRa.. ihihihi

    eh, saia liat ada nama yeobo disini,, wkkkkkkk
    makasi uda masukin nae Yesungie,, sayang ga bs bc ff khusus dia, abis dia cm cameo si -.-

  74. “Memangnya dengan siapa lagi aku berbicara, hah? Dasar! Sudah homo, mesum pula!” kwkwrd xD bgaian ini yg paling ngegambarin seorang Lee Hyuk-Jae yg sebenarnya, ck! *dicipokHyuk*

    cerita.. Astaga!! KEREN BANGET!! Lee Hyuk-Jae BANGET!!!
    Konyolnya gak ketulungan xD Hhahhaahahhahaa.. Gokilnya dapat, romantisnya apalagi🙂

    punya Hyuk ‘itu’ emang besar ya? Penasaran.. Sebesarnya punya Kyu gak? Ck! *yadong kambuh* xD

  75. Ini ngakak baaca dri awal smppe akhir , apa lagi yesungnya ,,,
    Muahahahaha
    Bikin lanjutannya ddong eon ;;) hehe

  76. Huahahahaha sumpah kocakabis sma pasangan ini apa lagi soal cegukan pasti aja selalu cegukantp knp diending pas ciuman itu gak cegukan yah??
    jd mau reaksi ahra sama hae klo king of yadongudah. punya pacar

  77. WAAAAA!!!
    aku suka ceritanya thor, ya meskipun banyak adegan ‘wow’nya –v
    tapi agak risih sama adegan kyura di apartemen itu, OMG
    pokoknya keep writing ya thor🙂

  78. Kyaaaaa aku suka eunji kople lucu gmana gitu….
    Pas adegan mereka tindih2an, lagi2 aku inget scene di ff sebelah…. bedanya di sebalah itu haeri kople yg rebutan remot dan akhirnya jatoh dan tgn donghae tepat di dada gyuri… ㅋㅋㅋㅋㅋㅋ
    dan di ff itu juga ada tokoh dgn nama jiyeon LoL….

    eh itu jiyeon ko gak cegukan pas nyium eunhyuk… yaiyalah kan udah biasa dan gak kaget…. ㅋㅋㅋㅋㅋ

  79. tapi sumpah pas d’resto ntu Hyuk ama Hae bener2 kai homo iihhh saia jijay ,,, s’monyet gunung dapet pasangan yg tepat tuh yg galak’a minta ampun plus suka teriak jadi kalo gen yadong’a lago on the top Jiyeon dgn sekali teriak k’Hyuk ilang deh yadong’a wkwkwkwkwwkkk

  80. memang dasar oppa kunyuk, lagi situasi kejepit pun masih sempat sempatnya ngeraba dada jiyeon ckck -.-
    cerita jiyeon dan eunhyuk ditambah lagi dong, suka baca cerita mereka. sama ceritanya boram sama soo hyun juga..

  81. aku baru nemu ff ini thor, daebak sekali.. suka sama karakter2nya, jalan ceritanya menarik, bikin ga bosan walaupun panjang bgt, dan sukses meluncur kaya “Yaaaaaaahhhh ko udahan” pas tau kalo udah baca sampe beres. huhuhuhuuuu

  82. Eunhyuk sekarang sedang berada di kafe milik Siwon, Eunhyuk pun mulai melancarkan serangannya untuk menggoda Donghae.“Sekarang tinggal kita berdua Donghae~ya…”
    “Neo… Jangan macam-macam ya…”

    “Ya! Aku mohon padamu jangan bilang siapa-siapa dulu tentang Hyunri. Hanya kau dan Ahra yang tahu…” mohon Donghae.
    “Kau mau bayar aku berapa, hah?” tantang Eunhyuk.
    “Bagaimana kalau aku bawakan pisang satu tundun?”
    “Mworago??!! Ya!! Kau pikir aku monyet, hah??!!”
    “Ahahahaha… Mianhae, Hyuk~ah.. Habis wajahmu selalu mengingatkan aku pada monyet tetanggaku. Makanya aku tawarkan kau pisang satu tundun. Kkkkk….
    donghae harus melewati Eunhyuk jika ingin keluar dari tempat duduknya. Tanpa dia sadari, tali sepatu yang dia pakai lepas dari ikatannya. Dan ketika dia akan melangkah dia menginjaknya. Akibatnya, Donghae kehilangan keseimbangan dan….Chu~! mencium pipi eunhyuk …
    ( wkwkwkwkkw tertawa guling2 )

    Dan tak di duga seorang yeoja bernama jiyeon melihat kejadian itu
    “Dasar abnormal! Dunia benar-benar gila! Aku harap aku tidak pernah bertemu dengannya lagi.…”

    Dan siapa sangka jiyeon – eunhyuk malah bertemu lg di dalam bus yg penuh … dan tiba2 bus berhenti mendadak krn mogok … dan jiyeon jatuh menimpa eunhyuk yg reflex .. memegang dada jiyeon ( huahahahahhahaha )
    Setelah itu jiyeon – eunhyuk bertemu lg di restoran karena eunhyuk ada janji dgn jiyeon appa … ternyata jiyeon appa & eunhyuk appa ingin menjodohkan anak mereka … karena itu mereka meminta jiyeon menjadi sekretaris eunhyuk …

    Huahahhahaha byk bgt kejadian lucu & keributan diantara mereka ..
    • Jiyeon mencucikan kaos kaki eunhyuk
    • Jiyeon membelikan eunhyuk beberapa kaos kaki bermotif kartun member Super Junior dan Shinee.
    • lucu nya saat eunhyuk – jiyeon dating ke rmh kyuhyun …
    • Hyung, kau hebat sekali… Baru aku bilang kemarin agar kau mulai mencari pacar dan kau langsung membawa seorang yeoja kemari. Daebakida, Hyung!”
    • Jiyeon melirik lagi ke arah pasangan kyura. Mereka masih saja bercumbu dan membuat cegukannya semakin menjadi-jadi.
    • “Kau mau tanganku menyumpal mulutmu atau kau lebih ingin kalau tanganku menyumpal bagian tubuhmu yang lainnya?” ucap Eunhyuk.
    • jiyeon memutuskan untuk mengganti bajunya di dalam kamar saja. Mumpung monyet itu sedang mandi.&mulai melepaskan baju yang dipakai hingga kini hanya memakai pakaian dalam saja. …..CKLEK! terdengar suara pintu terbuka. Jangan bilang kalau… jiyeon membalikkan tubuhnya&melihat.. eunhyuk dengan balutan handuk yang melilit di pinggangnya berjalan ke arahnya sambil memegang handuk di kepalanya. Mata mereka kemudian bertemu&ekspresi terkejut terpancar dari wajah mereka.Handuk yang dipegangn eunhyuk pun terlepas begitu saja. Lalu kemudian…“AAAAAAAA….” teriak mereka berdua ( huahahahahahaha tertawa terguling2 )

    MWO eunhyuk – jiyeon kissing ….? Jgn2 mereka mulai saling suka ya ?
    WAAAA bagus deh akhirnya mereka saling cinta … chukaeeeeeee

    • nyari” rekomended ff eunhyuk, akhirnya dpt ff ini.
      keeeerrreeeen bgt, senyum” sendiri sampe. kocak tapi sosweet *plak
      kata”nya bagus, bahasa rapi, feelnya juga kerasa:D
      semangaaaattt terus nulis ffnya eoni. fighting!!!🙂

  83. Wahhhh ff nya ceritanya keren bgt thor, aku jadi suka bgt sm eunji couple ini kocak seru gmn gt..
    Si eunhyuk kena getahnya jg gara2 sering ngegodain donghae biar serasa pasangan homo, eh ternyata skrg beneran disangka homo gr2 ciuman antara monyet sm ikan hehehe..
    Jiyeon serius deh kocak bgt,setiap dia kaget gara2 liat or ngerasain hal2 yg berbau mesum pasti jadi cegukan hahaha..
    Wahhh kyura sekarang klo bermesraan ga liat tempat n sikon iya, lagian kyunya tambah mesum aja deh pasti ketularan virusnya si hyukjae..

  84. eunhyuk… walaupun kamu masternya yadong… tapi tetap saja.. i love you… hihi.. bikin ff nya eunhyuk lagi eoni..

  85. Ahhh seruuu bangett!!!!! Rasa kecewaaa ceritanya udah abis gtu aja…haha
    keknya dikit banget/? Kkkk…ditunggu eonni kelanjutannyaaa

  86. Akhirnya monyet gunung (?) dpt jodoh jg… Chukae… Rada g relaaaa….

    Eunhyuk oppa pny jg pasangan buat ber-yadong ria…. Kekeke
    #mesum mode on….

    Over all sy syuka…. Plg syuka benang merah antar cerita…. Semangat buat para penyulam cerita ini… #tebar bunga….

  87. Woaah🙂
    keren FFnya🙂
    sukaa sama eunhyuk #plakk moment mereka bagus banget, sampe ketawa cekikikan gegara baca beberapa moment mereka yg gaje #plakk apalagi penyakit ceguan/? Nya jiyeon😀 kocakk abis menurut ku🙂
    keep writing deh buat authornya, izin baca FF yg lain😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s