{HyunRam’s Scent} S.O.S (Smell of Strawberry) – Sequel of Rendezvous

Author   :         syipoh and elftodie21

Cast        :         Park Boram, Other Kyura’s Cast

Rate       :         All Ages *akhirnya*

Genre    :  comedy, romance, family, new couple

*****

Kkkk…. Bagi yang nungguin Bo dapet jodoh akhirnya dia dapet juga (tapi authornya belom dapet2 juga *peluk KanginKyu*)

Chukhahae Boram~ah abis ini giliranmu mendoakan akyuuu…

Maap kalo ntar ada banyak typo hehehe….

Mianjuga  Boram ini dapet jodohnya rada lama, authornya terutama saya *elftodie* lagi py kesibukan baru kkkk… jadi buat yang udah pada marah2 ama saya karena kelamaan bkin boram ai minta mangap hehehhee… Hanie Eonnie, this one is for ya ^^ Cici pana sayanggg, I grant your wish!! Tapi mian cuma nungul dikit Hehehe..

Surprise surpriseeeeeeee, it is a BIG twist ^^ happy reading!!!

*****

Boram’s P.O.V

Flashback

(Baca: Rendezvous)

New years eve

“Boram~ah…” panggil Kyuhyun kemudian.

“Eo?” jawabku.

“Lihat siapa yang datang.” Dia melambaikan tangan ke arahku. Kulihat ada namja di sebelah Kyuhyun. Dia tersenyum padaku. Dia? Kenapa dia bisa ada di sini? Ah… Sudah lama tak bertemu dengannya.

“Annyeong haseyo…” Aku ikut tersenyum dan mendekati mereka.

“Annyeong!” Dia tersenyum.

“Sungmin Oppa. Mwohaeyo? Kenapa kau bisa disini?” tanyaku.

“Kyuhyun mengundangku ikut sebenarnya. Tapi, aku baru bisa ating.”

“Ah~… Begitu.” Aku pun menganggukkan kepalaku tanda mengerti. Jadi, ternyata aku tidak sendirian disini bersama pasangan-pasangan gila itu. Bisa mati bosan kalau aku tinggal berlama-lama dengan mereka.

‘Guk guk Byeong melompat dari pelukanku.

“Jjamkanmanyo.” Kataku buru-buru.

“Byeong~ah…” Aku berusaha mengejarnya. Tapi, dia malah kembali pada namja tadi.

“Perkenalkan, Agassi. Namanya adalah Kkoming, bukan Byeong.” Kata namja tadi sambil tersenyum di sebelah Eunhyuk Oppa. Aku hanya bisa tersenyum kecut. Jadi, aku sendiri lagi. Hyuuu…

“Kenalkan, Boram~ah. Ini salah satu staff-ku di kantor.” Kata Eunhyuk Oppa.

“Annyeong haseyo, Park Boram imnida.” Aku pun membungkukan tubuhku.

“Annyeong haseyo, Kim Jong Woon imnida. Tapi, kau panggil saja aku Yesung.”

“Ne. Chuisonghamnida, Yesung ssi. Tadi aku sedang kesepian. Jadi, ketika aku bertemu Byeong.. eh Kkoming, aku senang sekali.”

“Gwaenchanhayo. Aku juga minta maaf sudah menuduhmu menculiknya. Kau boleh memanggilnya Byeong jika kau mau.” Dia menyerahkan Byeong ah aniya… namanya Kkoming ternyata. Aku menerima Kkoming dengan wajah yang cerah. Yesung-ssi mengalungkan kalung Kkoming.

“Tadi saat aku akan memakaikan kalungnya, dia kabur begitu saja,” katanya masih sibuk mengaitkan kalung Kkoming.

“Mianhaeyo. Sudah memanggilmu ahjussi juga. Hehehehe.” Aku teringat dengan ucapanku saat pertama bertemu dengannya tadi.

“Tak apa, Boram~ah. Dia memang sudah ahjussi. Dua tahun diatasku. Kkkk.” Kata Eunhyuk Oppa.

“Ya!! Lee Hyuk Jae!!!”

“Huahahahha.” Kami semua tertawa saat mendengar bentakan dari Yesung-ssi. Eunhyuk Oppa-lah yang tertawanya paling keras. Sepertinya, dia senang sekali melihat staff-nya yang satu itu ditertawakan. Dasar Eunhyuk Oppa.

“Hyung! Bergabunglah bersama kami.” Kyuhyun dan Sungmin Oppa yang berada tak jauh dari kami memanggil Yesung-ssi untuk bergabung dengan kami.

“Gwaenchanha?” tanyanya.

“Gwaenchanhayo, Yesung-ssi.” Jawabku.

“Eung. Kau panggil aku Oppa saja, ya? Hehehe. Masa Eunhyuk saja kau panggil Oppa? Aku juga ingin dipanggil Oppa.” Katanya sambil menggaruk-garukkan tangannya ke kepalanya. Aku pun mengernyitkan keningku sebentar, menimbang-nimbang apakah aku harus menerima permintaan Yesung-ssi ini eh… Yesung Oppa.

“Arasseoyo. Selama aku boleh meminjam Kkoming.” Tawarku.

“Johayo.”

“Yeeyy!! Kkoming~ah, kaja…” Kami semua akhirnya melanjutkan acara Tahun Baru kami. Menyenangkan sekali karena Sungmin Oppa bisa ating juga dan aku bisa mendapat kenalan baru. Kkoming dan pemiliknya Yesung Oppa.

———–

“Boram~ah… Aku titip bulgoginya, ya?” kata Sungmin Oppa saat kami berdua sedang memanggang daging setelah kami menonton kembang api tadi. Aku dan Sungmin Oppa mendapat tugas memanggang daging bersama.

“Oppa, Ottigasseoyo?” tanyaku sambil memegang penjepit daging.

“Aku mau menerima telepon dulu sebentar.” Sungmin Oppa menunjuk handphone-nya yang ternyata sudah berdering sejak tadi.

“Arasseoyo…”

Tak lama kemudian, Sungmin Oppa kembali lagi ke dalam. Tapi, wajahnya terlihat bingung.

“Waeyo, Oppa?” tanyaku penasaran.

“Aniya.” jawabnya ragu.

Kami pun akhirnya melanjutkan pekerjaan kami. Sesekali, kulihat wajah Sungmin Oppa. Wajah yang biasanya memperlihatkan aegyo-nya itu, kini mendadak murung setelah tadi dia pergi menerima telepon.

“Oppa. Gwaenchanhayo? Jika Oppa sedang tidak sehat, istirahat saja. Biar aku yang meneruskan ini.” ucapku. Aku merasa sedikit khawatir dengan keadaan Sungmin Oppa yang tampak tak bersemangat itu.

“Ani. Nan gwaenchanta. Keunyang….” Dia menundukkan kepalanya, terlihat sangat sedih.

“Musunniriyeyo? (Apa yang terjadi?)”

“Sasileun… (Sebenarnya…)” Sungmin Oppa tiba-tiba memegang tanganku.

———–

“Aku tahu perasaanmu, Oppa…” Aku menepuk bahu Sungmin Oppa.

“Gomawo, Boram~ah…”

“Ja! Kkokjongma, Oppa~ya… Ada aku disini. Hari ini, bukankah perasaan kita sama?” tanyaku sambil tersenyum. Sungmin Oppa mengangguk membalas senyumanku.

“Ya! Sudah matang belum??? Lama sekali kalian!” Kami tersentak karena teriakan orang itu. Dia berlari ke arah kami dan terlihat seperti monyet kelaparan yang seolah-olah melihat pisang di depan matanya. Donghae Oppa juga menyusulnya.

“Ya! Oppa! Jangan dimakan dulu!” Aku menepis tangan Eunhyuk Oppa yang sudah mulai mengambil beberapa daging dan memakannya bersama Donghae Oppa.

“Ya! Neo…” Ahra Eonnie muncul dan menjewer telinga keduanya.

“Ampun! Ampun, Ahra~ya… Ampun.” Ahra Eonni dengan cepat menarik kedua orang itu, Eunhyuk dan Donghae Oppa ke tempat dimana seharusnya mereka duduk sekarang dan menunggu bulgogi yang kumasak ini matang. Bukannya malah mencoba untuk mencurinya. Yah, meskipun mereka mencuri secara terang-terangan.

Aku dan Sungmin Oppa tertawa lagi. Kami pun segera menaruh bulgogi itu dalam piring.

“Mokja… (ayo makan…)” teriakku.

End of Flashback

———–

5 Bulan Kemudian, Bulan Juni

Aku dan Hyora memutuskan untuk pergi jalan-jalan hari minggu ini. Tentunya setelah dia meminta izin pada Kyuhyun. Yah, meskipun Kyuhyun memberi izin dengan wajah tidak relanya itu. Ah, ngomong-ngomong soal Hyora. Aku memintanya untuk menemaniku jalan-jalan ke daerah Hongdae. Jalan-jalan sekaligus belanja tentunya. Untung saja, kami sudah menyelesaikan ujian skripsi kami. Dan bulan depan, kami sudah akan wisuda.

Kami lalu berangkat dengan bis, seperti kebiasaan kami saat masih sekolah dulu. Sudah lama tak melakukan ini sejak sahabatku menikah. Aku sendiri masih belum punya pikiran ke arah sana. Huhuhu. Punya pacar saja belum. Terkadang, aku iri dengan Hyora. Dia itu yeoja yang polos sekali dan tidak mengenal pria. Tapi, dia sudah menikah lebih dulu. Membuatku iri saja. Aku pun menghela nafas, membuang perasaan menyebalkan ini dari hatiku.

“Wae?” tanyanya.

“Aniya…”

“Lalu, kenapa kau menghela nafas seperti itu?” Hyora bertanya sembari masih memilih baju yang ada di depannya.

“Aniya. Gwaenchanha. Hehehe…” Hyora memandangku aneh. Tapi, kuurai senyumku agar dia tak mengkhawatirkanku.

“Ya! Lihat ini! Kwieopta!” Aku meraih masker yang terpajang di depanku. Hyora mendekatiku dan ikut melihatnya.

Couple masker!”

“Kau mau membelinya?” tanyanya.

“Ehm. Sepertinya iya. Hahaha. Aku bisa mendapat dua dan sedang diskon pula. Kkkk.” Ah! Selain belanja, aku juga suka sekali pada yang namanya diskon.

“Dasar kau ini…” Hyora hanya menggelengkan kepalanya mendengar komentarku. Tak apalah, walaupun aku belum punya pacar. Hm. Siapa tahu, aku bisa menyimpannya untuknya jika aku sudah punya.

Kami kemudian menyusuri Hongdae sampai siang dan membeli beberapa barang-barang. Sudah lama kami tidak pergi bersama seperti ini. Maksudku, hanya berdua saja. Biasanya, kami sering pergi bersama Ahra Eonnie dan EunHae couple itu. Tapi, sekali lagi. Sejak semua sudah punya pacar, aku ditinggalkan. Menyedihkan sekali, bukan?

“Ya! Kenapa perutmu masih datar saja? Kapan keponakanku muncul?” Aku menepuk perutnya saat kami berdua baru saja selesai membeli es krim.

“Kau ini. Sabar sedikit.” ucapnya sambil menjilat es krim vanilla kesukaannya.

“Ya~… Bukannya Kyuhyun itu sudah sering mengajakmu melakukannya? Dan bukankah kau sudah semakin ahli dalam melayani suamimu? Aish!! Bagaimana bisa dia tidak bisa membuatmu hamil dan….”

“Ya!! Bicara sembarangan saja kau ini.” Hyora membulatkan matanya lalu membekap mulutku dengan es krimnya.

“Bya!! Lee byo… aaaaaaaa…”

“Rasakan kau, Nona Park. Bukannya begitu. Tapi Kyuhyun….” Hyora mengentikan kalimatnya saat tiba-tiba suara ponselnya bordering kencang dari dalam tasnya.

“Jjamkanman…” Dia kemudian mengambil ponselnya dari dalam tas.

“Eo, na ya (ini aku). Aku dan Boram baru saja mau makan siang. Wae? Neo ottiya? (kau dimana?) arasseo arasseo…”

“Ni nampyeonie? (dari suamimu?)” tanyaku masih sambil membersihkan es krim serangan dari Hyora tadi.

“Eo! Ayo kita bergabung dengannya saja. Dia mengajak makan siang bersama. Aish!! Teleponku mati.”

“Kau tidak mencharge-nya tadi malam?”

“Aku lupa. Dan tadi pagi, aku langsung mengambilnya saja.”

“Ya sudah. Nanti, aku akan memberi tahu Kyuhyun kalau ponselmu mati.”

———–

“Annyeong haseyo…” Aku dan Hyora kompak menyapa Sungmin Oppa dan Kyuhyun yang sudah menunggu kami berdua.

“Annyeong…” Kyuhyun dan Sungmin Oppa membalas kami juga.

“Kalian sudah aku pesankan.” kata Kyuhyun.

“Gomawo…” jawab Hyora

“Naneun?” tanyaku.

“Algeoisseo (aku sudah tahu). Yang berbau strawberry, kan?”

“Hehehehe… Pintar sekali kau, Cho Kyuhyun.” Aku memamerkan deretan gigiku.

“Bagaimana jalan-jalan kalian?” tanya Kyuhyun saat kami berdua akhirnya duduk di hadapan Kyuhyun dan Sungmin Oppa.

“Lain kali, kita harus kesana berdua juga Jjangmyeon…”

Jjangmyeon-Myeonjjang. Mereka berdua ini. Bahkan sampai membuat nama panggilan masing-masing. Ah, membuatku iri saja. Besok aku memanggil pacarku siapa, ya? Aku suka strawberry. Kalau mau seperti mereka, aku harus memanggil dia strawberry? Hahaha.

“Ya! Neo waegeure? (kau kenapa?) Tertawa sendiri seperti itu…” KyuRa couple dan Sungmin Oppa memandangku dengan aneh.

“Aniya… ehem…”Aku buru-buru mengeringkan tenggorokanku untuk mengalihkan perhatian mereka.

“Ah, iya Sungmin Oppa. Bagaimana dengan temanmu?” tanyaku sambil membuat tanda pada kedua tanganku yang mengisyaratkan tanda petik dan menekankannya pada kata ‘teman’.

“Eo? Uri….” Wajahnya berbeda sekali dengan saat tahun baru dulu yang terlihat sedih. Bahkan, sekarang wajahnya yang seputih susu vanilla itu berubah seperti susu strawberry karena memerah. Aish! Perumpamaan yang kuberikan kenapa jelek sekali?

“Hyung kau kenapa?” tanya Kyuhyun dengan dahi mengkerut.

“Ini berkat kau, Boram~ah. Dia sudah menjadi… yeoja chingu-ku.” jawabnya tersipu.

“Woaaa… Chukadeurimnida.” Tanpa sadar aku bertepuk tangan.

“M..mwo?? Oppa… Kau sudah punya yeoja chingu?” Hyora terlihat kaget dengan pernyataan Sungmin Oppa.

“Yah, begitulah. Dan itu semua karena saran dari Boram.”

“Jinjja?”

“Hehehe…” Aku mengangguk bangga sambil memperlihatkan dua jariku membentuk simbol V.

“Woaahh… Daebak, Bo~ya… Dia ini memang paling jago dalam hal seperti ini.” puji Hyora.

“Boram~ah… Kau itu. Seharusnya memikirkan dirimu sendiri juga. Jika kau hebat dalam menjodohkan orang, lalu kenapa dirimu sendiri belum punya pacar?” tanya Kyuhyun. Kami semua terdiam sejenak. Seperti adegan yang ada di dalam komik, seperti ada pisau yang menusuk kepalaku. Jleb jleb jleb!!

“Ya! Marhajima (jangan bicara)” Aku bisa melihat Hyora yang mengucapkan itu tanpa suara dan segera memukul pelan suaminya itu.

“Boramie neo… Namching oebseo? (Boramie kau… belum punya pacar?)” Sungmin Oppa ikut bertanya.

“Aniya. Kau tak usah memikirkan kata Kyuhyun, Boram~ah…” kata Hyora yang memandang Kyuhyun dengan tatapan seram dan langsung membuat Kyuhyun meneguk air liurnya sendiri.

“Sagwahae (ayo minta maaf)” kata Hyora lagi pada Kyuhyun.

“Mianhae, Boram~ah… Aku tidak seharusnya berkata seperti itu padamu.” Suara Kyuhyun terdengar menyesal dan tidak enak padaku. Aku pun tertawa mendengar Kyuhyun yang biasanya akan berlaku kurang ajar terhadap Hyung-nya, kini malah terlihat ketakutan saat berhadapan dengan Hyora. Neo jinjja daebakida, Hyora~ya…

“Gwaenchanha. Kyuhyun betul juga. Arasseo. Nanti aku akan menerapkan teori-teoriku kepada diriku sendiri. Hehehe.” jawabku santai.

“Ya~… Tenang saja. Kau orang yang baik. Pasti akan ada namja baik juga untukmu, Boram~ah…” ucap Sungmin Oppa menenangkan.

“Geuromyo, Oppa (tentu saja Oppa).” jawabku sambil tersenyum.

“Oh, iya. Jadi, kalian darimana saja?” tanya Sungmin Oppa yang sepertinya mencoba menjauhkan topik sebelumnya.

“Hanya jalan-jalan dan membeli beberapa baju saja.” Hyora memperlihatkan belanjaannya.

“Banyak barang couple disana. Aku saja beli masker couple ini. Ah~… Oppa belikan juga untuk yeochin-mu. Dia pasti senang. Dan banyak yang berwarna pink juga.” kataku.

Aku tahu Sungmin Oppa ini sangat menyukai warna pink. Mungkin terdengar sedikit aneh memang. Tapi, bagaimana lagi. Dia memang suka sekali dengan warna itu. Sama halnya seperti aku yang tergila-gila dengan strawberry.

“Jinjja? Kebetulan sekali. Aku tadinya mau meminta Kyuhyun untuk menemaniku membeli hadiah untuk pacarku. Bagaimana jika kita kesana lagi? Tunjukan padaku, Boram~ah…” ucap Sungmin Oppa.

“Arasseoyo, Oppa…”

“Masigedeuseyo…. (selamat menikmati…)” kata si pelayan setelah meletakan makanan pesanan kami. Akhirnya, makanan yang kami nantikan datang juga.

“Kau sangat suka strawberry?” Sungmin Oppa bertanya di sela makan kami.

“Ani…” jawabku yang lalu meneguk jus strawberry-ku.

“Ha?” Hyora dan Kyuhyun terbelalak mendengar jawabanku.

“Aku tidak suka. Tapi, aku cinta. Kkkk.”

“Eiii… Dasar.”

Di tengah menikmati makan siang kami, tiba-tiba ponsel milik Kyuhyun berbunyi.

“Yeoboseyo…. Ne, Hyung. Aku sedang di luar. Hyora isseoyo. ” Kyuhyun melirik ke arah istrinya dan memberikan teleponnya padanya.

“Yeoboseyo… Ne, Oppa. Jinjjayo?” Wajah Hyora mendadak sedikit pucat.

“Arasseo, Oppa. Aku akan pulang ke rumah setelah ini.”

“Musuniriya? (Apa yang terjadi?)” Aku menghentikan kunyahanku saat Hyora mematikan ponsel Kyuhyun.

“Appaku sakit.” ucapnya sedikit cemas. Appa Hyora hanyalah satu-satunya orang tua Hyora dan Donghae Oppa. Eomma Hyora sudah tidak ada sejak dia masih berumur empat tahun. Dan appa-nya lah yang bekerja keras setiap hari untuk membesarkan kedua anaknya itu.

“Mwo?” Dan yang kutahu, appanya bukanlah tipe orang yang gampang sakit.

“Aku mengkhawatirkannya. Ehm… Sungmin Oppa, mianhaeyo. Aku tak bisa ikut mengantarkanmu ke Hongdae.”

“Kau mau pulang sekarang?” tanya Kyuhyun sambil menggenggam tangan Hyora menenangkannya.

“Gwaenchanha… Kalian pulang saja sekarang.” Kata Sungmin Oppa.

“Tenang saja. Aku yang akan menemani Sungmin Oppa. Benar. Lebih baik kalian pulang saja.” kataku yang melihat Hyora gelisah dan tak nafsu makan lagi.

“Gomawoyo…”

“Kalau begitu, aku dan Hyora pulang dulu. Mianhaeyo, Hyung…”

“Kalian tenang saja. Semoga appamu cepat sembuh, Hyo~ya…”

“Ne, Oppa kamsahamnida.. Boram~ah itabuja (sampai jumpa lagi)…” Hyora melambaikan tangannya.

“Eo! Hati-hati, ya? Salamku untuk Byunghun Ahjussi.” Hyora mengangguk lemah. Mereka berdua pun segera meninggalkan aku dan Sungmin Oppa berdua, menghabiskan makanan kami yang tersisa.

“Ayo kita pergi sekarang, Oppa.”

“Baiklah. Kaja!”

Kami pun pergi menuju Hongdae lagi setelah Sungmin Oppa mentraktirku karena aku sudah membuatnya memiliki pacar. Hohoho. Aku beruntung sekali hari ini.

“Jadi, menurutmu apa hadiah yang bagus untuk pacarku?”

“Hmmm… Karena ini awal musim panas, mungkin topi cocok untuknya. Dan, Oppa. Kau harus mengajak dia ke pantai sambil memberikan dia topi itu. Otteyo?” usulku.

“Hmmm…. Boleh juga. Kau tahu tempat yang bagus untuk membelinya?”

“Tentu saja… ” Aku begitu bersemangat kalau menyangkut hal-hal seperti ini.

Aku pun kemudian menunjukkan Sungmin Oppa beberapa butik bagus yang menjual topi yang cocok untuk musim panas.

“Gomawoyo…” Kami berdua mengucapkan terima kasih pada penjaga butik yang melayani kami. Setelah memasuki sekitar lima butik, aku menyarankan sebuah topi untuk pacar Sungmin Oppa.

“Joha… Anya pasti menyukainya.” Sungmin Oppa melihat kembali topi yang baru saja dibelinya dengan puas.

“Gomawo, Boram~ah…”

“Pacarmu pasti senang sekali, Oppa.”

“Geure? Dia memang menyukai kejutan. Jigeum ottiga?” tanya Sungmin Oppa.

“Euhmmm…” Aku melihat jam tanganku. “Sepertinya, aku harus pulang Oppa.”

“Jinjja? Baiklah kalau begitu. Akan kuantar kau ke halte bus.” Aku mengangguk menanggapi tawarannya.

“Oh, iya. Sebentar Oppa. Aku harus mengenakan masker dulu. Aku sedikit alergi debu. Bisa-bisa aku bersin-bersin sampai besok.” Aku berhenti dan mengambil masker yang baru aku beli tadi bersama Hyora. Sebelumnya, kau tahu kan kalau aku penggemar berat strawberry? Hehe. Jadi, aku menyemprotkan sedikit parfum beraroma strawberry-ku. Baiklah. Mungkin aku terdengar kekanakan. Tapi, itu sudah kebiasaanku menyemprotkan barang-barangku dengan aroma ini.

“Kau selalu membawa parfum strawberry itu?” tanya Sungmin Oppa sambil berjalan di sampingku.

“Hehehe.. Ne, Oppa.”

“Aromamu itu sungguh sangat khas sekali. Kadang-kadang, aku selalu teringat padamu apabila aku memesan sesuatu yang ada unsur strawberry-nya.”

“Hehehehe. Aku suka sekali aromanya, rasanya, bentuknya, dan semua yang berhubungan dengan strawberry.” jawabku yang baru saja selesai mengaitkan pengait maskerku ke kedua telingaku. Setelah itu, kami pun melanjutkan perjalanan kami ke halte tempat aku naik bis.

“Ya! Kkoming~ah!” Aku berhenti saat mendengar keributan di belakang kami. Dan nama itu, tidak asing lagi bagiku. Aku berhenti dan menengok ke arah suara tadi. Sungmin Oppa juga ikut berhenti dan melakukan hal yang sama sepertiku.

Mataku terbelalak saat seekor anjing kecil lucu berlari ke arahku disusul oleh pemiliknya yang ada di belakang anjing itu.

Guk guk guk

“Byeongie! Ah, ani. Kkoming~ah!” Kulepas maskerku dan segera memeluknya.

“Eo? Ini bukannya anjing milik Yesung-ssi?” tanya Sungmin Oppa.

“Ne, majayo…” jawabku.

“Ya~… Oremanida…. Neo nan kieokhae?? (Ya~ Sudah lama tak bertemu… Kau ingat padaku?)”

Guk guk…

“Eiigo. Nappeun neo. Kenapa kau lari lagi dari Yesung Oppa?” Aku menepuk kepalanya lembut.

“Itu dia datang. Kenapa Kkoming selalu kabur dari dia, ya? Dan anehnya, dia berlari ke arahmu.” Sungmin Oppa pun turut menundukkan tubuhnya, mencoba menepuk kepala Kkoming.

“Mollayo. Hahaha… Dia kan pasanganku saat tahun baru Oppa. Jadi, mungkin dia mengingatku.”

“Hh…hh… hh…” Yesung Oppa terlihat terengah dan berhenti beberapa meter di depan kami.

“Annyeong haseyo…” sapaku. Dia membalasnya hanya dengan lambaian tangan saja karena nafasnya terengah-engah akibat mengejar anjing kesayangannya itu. Aku dan Sungmin Oppa kemudian mendekatinya.

“Eo, kalian… hh hh hh… jinjja… Kkoming~ah… Teganya kau melakukan ini pada Hyungmu ini.” kata Yesung Oppa.

“Hahaha, Oppa. Mungkin dia sedang merindukanku.”

“Annyeong haseyo. Masih ingatkah padaku?” tanya Sungmin Oppa.

“Ah, iye. Annyeong haseyo, Sungmin-ssi.” Yesung Oppa mendekati kami dan menyalami Sungmin Oppa.

“Oppa, kalian darimana?” tanyaku.

“Aku baru saja dari klinik hewan.”

“Kkoming… Apakah dia sakit?”

“Ani. Hanya checkup saja. Seperti biasanya.”

“Ah. Geureyo? Benar juga. Bagaimana bisa dia sakit kalau selalu kabur darimu Yesung Oppa?”

“Lalu, kalian sendiri darimana? Ah~… Kalian berdua pasti baru kencan, ya?” goda Yesung Oppa sembarangan. Sungmin Oppa tersenyum geli.

“A..ani. Kami tidak berkencan. Justru, aku sedang menemaninya membelikan hadiah untuk pacar Sungmin Oppa.” jawabku segera.

“Ah~… Begitu. Aku pikir…”

“Sekarang, Oppa mau kemana?”

“Aku harus pergi ke toko orang tuaku. Ada beberapa masalah yang harus aku selesaikan. Kalian ke arah sana?” tanyanya.

“Ne…” jawab aku dan Sungmin Oppa serempak.

“Baiklah kalau begitu. Bagaimana kalau kita berjalan bersama? Kebetulan, aku juga akan ke arah sana.” Kami pun akhirnya berjalan bersama.

“Orang tuamu memiliki toko? Toko apa?” tanya Sungmin Oppa.

“Aku membuatkan dua toko untuk mereka. Toko kaca mata dan juga sebuah café.” jawab Yesung Oppa.

“Café? Jinjjayo?”

“Hm. Oh, iya. Kalian harus mampir, ya? Jjamkanman. Aku ambilkan kartu namaku.” Jiwa bisnis Yesung Oppa tiba-tiba muncul. Aku tersenyum penuh arti. Kalau begitu, sepertinya aku pasti bisa dapat potongan harga. Kkkk…

“Apakah ada diskon jika aku sering ke cafemu atau tokomu?” tanyaku sambil menunjukan deretan gigiku.

“Kami biasanya membuatkan kartu pelanggan. Jadi, nanti kau akan mendapat diskon 10%.”

Kami menerima kartu nama dari Yesung Oppa.

“Kalian bilang saja kalau kalian adalah temanku. Nanti, akan kuberitahu pegawaiku untuk membuatkan kartu pelanggan gratis untuk kalian.”

“Woaaaa. Oppa chuigo! Gomawoyo, Yesung Oppa.”

“Gomawoyo, Yesung-ssi.”

“Ngomong-ngomong, kau masih saja berbau strawberry, Boram~ah…” kata Yesung Oppa.

“Hehehe…”

“Kau sangat menyukainya, ya?”

“Tidak. Aku mencintai strawberry. Hahaha.”

“Kalau begitu, kau harus ke café-ku. Dan kau harus mencoba Strawberry Cheese Cake buatan patissie kami.”

“Arasseoyo, Oppa. Aku akan mampir lain kali dan mencobanya.”

Beberapa saat kemudian, kami sampai ke halte tempat pemberhentian bis yang menuju rumahku.

“Sudah sampai, Boram~ah… Aku tinggal berjalan sedikit lagi. Kau tak apa-apa jika menunggu bisa sendiri?” tanya Sungmin Oppa.

“Ne. Gwaenchanhayo, Oppa. Kamsahamnida sudah mengantarkanku. Kkoming do… Itabwa…” Aku menyerahkan Kkoming pada Yesung Oppa.

“Jangan lupa. Kau harus mampir ke café-ku. Tidak begitu jauh dari halte ini. Oke?”

“Ne, Oppa…”

Yesung dan Sungmin Oppa melambaikan tangan dan meninggalkanku di halte, menunggu bis berikutnya.

“Boram~ahKau itu seharusnya memikirkan dirimu sendiri juga. Jika kau hebat dalam menjodohkan orang, lalu kenapa dirimu sendiri belum punya pacar?” Aish, jinjja. Kenapa baru sekarang aku merasa sedih dengan kata-kata Kyuhyun tadi?

‘Aniya.Gwaenchanha, Boram~ahAku menggelengkan kepalaku, mensugesti pikiran positif kepada diriku sendiri. Seperti kata Sungmin Oppa.

‘Ya~Tenang saja.Kau orang yang baik.Pasti akan ada namja baik juga untukmu, Boram~ah Aku tersenyum sendiri. Lagipula, aku menyadari kalau aku sendiri orang yang kurang sensitif mengenai hal tentang cinta. Beberapa kali, ada namja yang mendekatiku. Tapi, aku selalu bilang kalau aku masih ingin berkonsentrasi dengan studiku.

Kuambil masker yang tadi kucopot di dalam tas. Dibawah maskerku sendiri, ada masker pasangan yang tadi aku beli.

“Suatu saat pasti akan ada yang memakaimu.” kataku sendiri.

“Ah. Maja! Aku kan sudah wisuda bulan depan. Jadi, saatnya nanti mencari namja. Hahaha.”

Suara tawaku terhenti saat bis yang kutunggu akhirnya datang. Aku segera naik ke dalamnya dan duduk di salah satu dari dua kursi sisa yang hanya ada di bagian depan.

Bis perlahan berjalan. Namun baru beberapa meter bergerak, sebuah suara mengagetkan kami semua yang ada di dalam bis.

DUK DUK DUK! Bis segera berhenti ketika suara ketukan itu menjadi lebih keras. Ahjussi yang menyupir bis lalu membukakan pintu masuk bis. Dan seseorang langsung naik ke dalamnya.

“Chuisonghamnida, ahjussi…” Seorang namja kemudian membungkuk meminta maaf. Nafasnya tersengal sepertinya karena tadi berlari-lari menuju bis.

“Chuisonghamnida…” Dia juga membungkuk ke arah para penumpang. Keringatnya juga bercucuran. Dia kemudian melihat sekelilingnya.

Pandangannya terhenti kepadaku yang kebetulan sedang melihatnya juga. Dia tersenyum. Aku mengedipkan kedua mataku dan memandang ke arah belakangku, karena tidak ingin salah paham kepada siapa dia tersenyum. Di belakangku ada dua orang murid SMA yang sedang asyik membicarakan boyband kesayangan mereka dan tampak tak peduli. Ah~… Jadi, dia tersenyum padaku? Dia kemudian menuju ke arahku. Aku membalas senyumannya dengan kaku.

“Chuisonghamnida. Apakah kursi ini kosong, Agassi?” tanyanya.

“Ne…”

“Bolehkah aku….”

“Ah iye… anjuseyo (silahkan duduk).” kataku.

“Gomawoyo.”

Terdengar suara helaan nafas panjangnya sesaat setelah duduk. Aku melirik ke arahnya dan mendapatinya sudah menutup matanya. Dia sepertinya lelah sekali, terlihat dari kantung matanya yang jelas di bawah matanya. Sesaat kemudian, aku mendengar dengkuran dari namja ini.

Tch, jinjja. I namja. Bisa-bisanya dia mendengkur di depan banyak penumpang bis? Semakin lama, semakin keras pula. Omo! Dan sekarang, mulutnya terbuka. Huahaha. Lucu sekali! Aku ingin tertawa. Tetapi, aku segera menahannya. Aku tidak ingin dianggap gila karena tertawa sendiri melihat namja ini. Meskipun ternyata, beberapa orang yang melihatnya juga ikut tertawa melihat namja ini.

Aku merasa sedikit kasihan padanya. Jadi, akhirnya kuambil masker pasangan yang tadi baru saja kubeli. Dengan perlahan kukaitkan masker itu kedua telinganya. Dia sama sekali tidak bereaksi. Syukurlah… Suara dengkurannya sedikit berkurang. Akhirnya, aku harus merelakan masker-ku ini untuk orang lain.

Aku masih harus melewati dua perhentian bis lagi untuk sampai ke rumahku. Jadi, daripada bosan mendengar dengkuran orang di sebelahku, kupasang kembali headset yang mengalunkan lagu-lagu favoritku di playlist.

Aku kaget ketika namja di sebelahku tadi terbangun dan memandang keluar jendela dengan wajah yang bingung.

“Aish! Sial!” Bisa kudengar dia menyumpahi dirinya sendiri. Dia segera bangkit dan menunggu di depan pintu bis untuk turun di halte berikutnya.

Swiiizzzhhh Pintu bis terbuka beberapa saat kemudian dan namja itu segera keluar. Dia berhenti sebentar di luar, tampak bingung. Efek bangun tidurnya bisa kulihat masih terbayang di matanya, karena hanya matanya saja yang terlihat. Sedangkan, dia masih memakai maskerku.

‘Jalga maseukeo…(selamat tinggal masker…)’ Aku menempelkan tangan kananku di kaca bis, seolah-olah melambai pada maskerku. Namja itu bertabrakan mata lagi denganku. Aku terperanjat. Lalu, buru-buru mengalihkan perhatianku darinya. Kucuri pandang padanya yang masih memandangku juga.

Tapi kemudian, dia melihat jam tangannya. Lalu, dia berlari meninggalkan halte bisnya. Mataku, entah mengapa secara otomatis mengikuti kemana perginya namja lucu itu. Bahkan, sampai dia menghilang dari pandanganku. Setelah dia pergi, tiba-tiba aku ingin tersenyum.

‘Oke. Jangan bilang kau gila, Park Boram. Aku merutuki diriku sendiri.

“Eo?” Aku menemukan sebuah topi di bawah kakiku. Sepertinya, ini milik namja tadi. Kulihat di bagian dalam topi itu. Aku hanya bisa menemukan inisial saja, SHK. Entah mengapa, sekali lagi aku tertawa ringan hanya karena inisial itu. Kusimpan topi itu ke dalam tasku.

End of Boram P.O.V

———–

Author’s P.O.V

“Fiuhh…” Namja itu menghela nafas untuk kesekian kalinya. Dia baru saja sampai di kamarnya setelah seharian penuh beraktivitas. Dilihatnya jam tangannya yang menunjukkan pukul sembilan malam. Biasanya, dia memulai harinya dengan bangun pagi dan segera membantu Imo-nya menyiapkan sarapan dan mengambil koran.

Walau anak laki-laki, tapi dia sudah biasa membantu eommanya ketika mereka masih berada dalam satu rumah. Orang tuanya yang tinggal di Amerika membuatnya tinggal di rumah Imo-nya, kakak dari ibunya itu untuk sementara waktu.

Walau begitu, dia sudah bertekad untuk menyewa apartemen sendiri jika tabungan dari part time-nya sudah terkumpul banyak. Dia menolak ikut ke Amerika karena dia tidak betah tinggal disana. Dan dia juga ingin mengasah kemampuannya dalam bidang pastry di tempatnya bekerja sekarang.

Kebetulan sekali, kakak sepupunya yang merupakan anak dari imo-nya tersebut membuka sebuah cafe dan juga toko kacamata. Jadi, dia ikut membantu mereka di cafe sebagai patissie (Chef yang khusus cake, kue, dessert) part time. Dia ahli dalam membuat banyak cake dan dessert. Cita-citanya nanti, dia ingin membuka sebuah toko pastry dengan hasil buatannya sendiri.

Akan tetapi, walaupun dia sangat menyukai bidang ini, dia tidak mengambil kuliah di bidang kuliner. Melainkan, mengambil major dalam bidang bisnis. Dia mengambil kelas pastry dalam program beasiswa semacam summer school yang diikuti di sebuah institute terkenal di Amerika yang hanya dijalani beberapa bulan saja. Program itu juga sekaligus sebagai jembatan untuknya bertemu dengan keluarganya di Amerika dalam beberapa bulan. Dalam benaknya, dia ingin mengambil semua ilmu yang dia perlukan sekaligus dalam satu waktu.

“Oneuleun jinjja himdeuro… (hari ini benar-benar melelahkan…)” katanya di sela helaan nafasnya. Dikeluarkannya benda-benda yang ada di dalam saku jaketnya, sebelum menaruhnya di mesin cuci.

“Eh. Ini, kan?” Diambilnya benda yang terasa asing baginya. Sebuah masker.

Flashback

“Hyung! Aku pergi dulu!” Dia memakai topi kesayangannya dengan terburu-buru.

“Hati-hati, Soohyun~ya…”

“Ne!” jawab namja yang bernama Kim Soohyun itu sambil berlari keluar dari cafe tempatnya bekerja.

“Aish! Sial! Aku bisa terlambat kalau begini!” Dengan setengah berlari menuju halte tempat perhentian bis, dia berkali-kali melirik jam tangannya.

“Babo! Mati aku! Pasti Kim paksanim (professor) tidak akan membiarkan aku masuk jika terlambat.” sesalnya.

“Ya! Kim Soohyun!” Di tengah jalan, ada yang memanggilnya lagi.

“Eo, Hyung! Aku berangkat dulu! Masih adakah bis di halte?”

“Ada. Tadi, aku juga baru mengantarkan temanku kesana. Palli keurigo joshimhae (cepatlah dan hati-hati.)”

“Arasseoyo, Hyung!” Soohyun kembali melesat ke arah halte. Dapat dilihatnya dari kejauhan seorang penumpang yang sedang menaiki bis itu.

“Tu…tunggu! Andwae andwae andwae!” Dia mempercepat larinya ketika pintu bis itu tertutup karena tadi adalah penumpang terakhir.

DUK DUK DUK! Soohyun mengetuk pintu bisnya yang baru saja tertutup itu dengan keras agar ahjussi yang menyupir bisa mendengarnya dan menghentikan bisnya. Usahanya mengetuk semakin keras tadi akhirnya membuat bis berhenti. Dia menarik nafas lega ketika pintu bis akhirnya terbuka kemudian. Dia pun naik ke dalam bis.

“Chuisonghamnida, ahjussi…” Soohyun membungkuk meminta maaf. Nafasnya tersengal karena dia baru berlari kencang mengejar bis ini. Tak hanya kepada ahjussi yang menyupir. Tapi, dia juga membungkuk kepada penumpang yang lain karena ketidaknyamanan tadi.

“Chuisonghamnida….”

Soohyun mencari tempat duduk yang kosong. Dan pandangannya terhenti pada bangku di sebelah seorang yeoja yang terpaku melihatnya. Merasa ada tempat kosong, Soohyun pun tersenyum.

“Chuisonghamnida. Apakah kursi ini kosong, Agassi?” tanya Soohyun dengan sopan.

“Ne…”

“”Bolehkah aku….”

“Ah iye… anjuseyo (silahkan duduk)” jawabnya dengan segera menyingkirkan jaket yang tadinya ada di kursi kosong tersebut.

“Gomawoyo…”

Lagi-lagi, Soohyun menghela nafasnya setelah duduk. Dia membuka topinya dan menutup matanya.

‘Ah… siwonhae (segarnya)’ katanya dalam hati. Hembusan AC yang tepat di atasnya, membuat tubuhnya yang tadinya panas mendapat angin segar. Tubuhnya terasa sedikit pegal karena semalaman dia berjuang menyelesaikan tugas sampai pagi. Dan dia belum juga tidur sampai sekarang, karena paginya dia sudah harus ke cafe tempatnya bekerja. Dan karena sempat ketiduran, maka dia harus berlari mengejar bis ini. Tak terasa, angin dari AC tadi dan sebuah aroma wangi strawberry membuatnya merasa mengantuk lagi. Jadi, perlahan dia pun jauh tenggelam dalam alam bawah sadarnya.

———–

Soohyun membuka matanya dengan tiba-tiba. Tersadar dari tidurnya tiba-tiba.

Yeogineun eotti?(ini dimana?)’ Dia mengerjapkan matanya beberapa kali. Tak tahu sudah berapa lama dia tertidur.

“Aishh! Sial!” Dia segera bangkit dari duduknya, menunggu di depan pintu bis yang kebetulan sudah hampir sampai di halte berikutnya.

Swiiizzzhhh Soohyun segera keluar dengan tergesa sesaat setelah pintu bisnya terbuka.

‘Aish, jinjja!Bagaimana bisa aku ketiduran lagi?Aku ada dimana sekarang?’ katanya dalam hati, melihat sekelilingnya bingung dengan tempat dia berdiri. Dia perlu mengembalikan dulu sebentar nyawanya yang seolah menghilang entah kemana.

Matanya tiba-tiba menangkap sosok yeoja yang tadi dia ingat duduk di sebelahnya di dalam bis. Yeoja itu sedang memandangnya sambil menempelkan tangannya di kaca bis. Dan mata mereka bertabrakan lagi. Yeoja itu langsung saja memandang ke arah lainnya, seolah baru saja tertangkap melakukan suatu kesalahan.

‘Argh!Apa yang sedang aku lakukan?’ Soohyun melihat jamnya lagi dan terbelalak. Waktunya sudah semakin sedikit. Dan karena ketiduran tadi, dia harus berlari lagi menuju kampusnya yang sudah terlewat.

Setelah agak jauh, Soohyun mendadak mengerem larinya dan mencium bau yang sama ketika berada di bis. Dia pun baru menyadari kalau dia menggunakan masker. Soohyun hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil melepaskan masker itu dari tempatnya.

“Eo? Dimana topiku? Topiku? Argh! Jinjja! Hari ini, sungguh sial sekali! Aku sudah tak punya waktu lagi!!!” Dan dia pun kembali berlari menuju kampusnya.

End of Flashback

“Ah~… Ini pasti milik yeoja yang ada di sebelahku tadi. Tidak salah lagi. Baunya strawberry bukan?” Dia mencium masker itu, meresapi wangi yang tercium dari masker itu.

Tok tok tok.’

“Soohyun~ah… Kau sudah pulang?”

“Ne, Hyung.”

Klik.’ Pintu kamarnya kemudian terbuka.

“Kau sudah makan?” tanya si penanya tadi, mendekati Soohyun.

“Ne, Yesung Hyung. Aku sudah makan sebelum pulang tadi.”

“Kau pasti ketiduran lagi, ya? Jadi, kau berlari-lari seperti tadi?”

“Hehehe…”

“Ckckckck. Kau harus menjaga kesehatanmu. Araji?”

“Ne. Tugasku sudah semakin sulit, Hyung.”

“Jika kau perlu waktu untuk mengerjakan tugasmu, kau bilang saja padaku. Nanti, biar aku yang mengatur. Lagipula, bukankah masih ada Wooshik yang membantu?”

“Gwaenchanha, Hyung. Aku tak apa.”

“Kau telah bekerja keras. Jangan lupa, minumlah vitamin. Tadi, Eomma sungguh mengkhawatirkanmu.”

“Ah~… Jinjjayo? Aku akan bilang pada Imo kalau aku baik- baik saja, Hyung.”

“Jongjin pasti sudah minta cuti jika dia seperti kau.”

“Hahahaha. Dan, Jongjinnie Hyung juga pasti akan menunjukkan posisi tidurnya yang aneh jika sudah terlalu lelah bekerja. Hahaha.”

“Eo, maja maja (Betul-betul)….” Yesung menepuk bahu Soohyun. “Eh? Wangi ini….”

“Waeyo, Hyung? Wangi? Wangi apa? Jangan menakutiku, Hyung.” protes Soohyun.

“Seperti wangi temanku.” jawab Yesung sambil mengusap hidungnya.

“Jinjjayo?”

“Ah~… Nan ara. Ini wangi yeoja chingu-mu yang baru, ya?” goda Yesung.

“N… Ne?? Ahahahaha. Aniyeyo, Hyung.”

“Hahaha. Baiklah. Istirahatlah setelah mandi.”

“Ne. Gomawo, Hyung.”

———–

“Ah~… Ini dia!” Boram mencocokkan alamat di kartu nama yang di berikan Yesung dulu.

Tulisan besar ‘Handel & Gretel’ terlihat jelas. Jadi, Boram yakin kalau itu adalah cafe milik Yesung.

Dia melangkah masuk ke dalam cafe yang atmosfirnya cukup nyaman.

“Eosseo oseyo. Ada yang bisa kami bantu?” tanya pegawai cafe itu ramah.

“Jogiyo (permisi). Ehm… Apa benar Yesung-ssi adalah pemilik cafe ini?” tanya Boram sedikit salah tingkah, takut jika salah informasi. Dibetulkannya topi yang dia temukan di bis untuk mengurangi rasa gugupnya. Kebetulan sekali, dia baru saja dari kampus untuk mengurusi wisudanya. Dan saat akan pulang dari sana, dia memutuskan pergi ke cafe milik Yesung.

“Ne, maseumnida.” Boram menghela nafas lega saat pelayan itu mengiyakan pertanyaan Boram.

“Aku teman dari Yesung Oppa. Dia bilang kalau aku bisa memiliki member card gratis?”

“Begitu? Baiklah kalau begitu.”

Pegawai itu kemudian melayani Boram membuat member card. Setelah selesai, Boram lalu menuju counter tempat kue-kue yang di jual di situ. Dia sampai bingung memilih apa yang akan dimakan, karena semua cake dan kuenya terlihat sangat enak.

Saat dia sedang memilih cake apa yang akan dia makan di salah satu counter, pintu counter di bagian dalam terbuka. Dan dia melihat seseorang yang tampaknya adalah patissie yang membuat cake di cafe itu memasukkan cake yang baru saja jadi ke dalam counter. Dan kue baru itu terlihat seperti bintang diantara yang lainnya, karena strawberry memenuhi seluruh permukaan kue itu.

“Jogiyo… Bisakah anda…”

Boram menghentikan kalimatnya tiba-tiba.

“Kau…. Ddalgi (Strawberry)…” tunjuknya ke arah Boram.

“Maseukeo (masker).” Boram ikut menunjuk pada namja itu. Walaupun penampilannya kini memakai seragam ala chef, namun Boram masih ingat benar wajah namja itu.

“Topiku….” Pandangan namja itu beralih ke topi yang di pakai Boram.

“Ah, iye. Chuisonghamnida. Tadi karena udara panas, maka aku memakai topi yang kau tinggalkan di bis waktu itu.” Boram melepas topinya.

“Jjamkanmanyo. Jadi itu maskermu, Agassi?”

“Ne.”

“Kalau begitu, aku juga harus mengambilkan masker-mu yang aku pakai.”

“Aniyo aniyo. Itu untuk kau saja. Tak perlu dikembalikan.”

“Eo. Park Boram!” Keduanya melihat ke arah orang yang memanggil Boram.

“Yesung Oppa!” Boram melambaikan tangannya.

“Neo wasseo? (Kau sudah datang?)”

“Kkkk. Pasti Oppa. Aku kan sudah janji.” jawab Boram.

“Kau sudah membuat member card?”

“Sudah. Tapi belum aku ambil. Akan kuambil nanti. Setelah selesai membayar kue yang kuinginkan.”

“Oh… Begitu?” Yesung mengangguk.

“Oh, iya. Ini topimu aku kembalikan. Mianhaeyo, aku memakainya.” Boram kembali berbicara pada namja di belakang counter tadi.

“Oho… Soohyun ~ah. Kau sudah berkenalan dengan Boram rupanya?” tanya Yesung

“Aniyo, Hyung…”

“Hyung?” tanya Boram yang nampak sedikit terkejut.

“Dia adalah adik sepupuku, Boram~ah.”

“Annyeong haseyo. Kim Soohyun imnida.” Soohyun membungkuk sopan.

“Ne, annyeong haseyo. Park Boram imnida.” Boram juga membungkuk.

“Dia temanku, Soohyun~ah…”

“Ah. Ne, Hyung. Boram-ssi, maaf merepotkanmu. Terima kasih maskernya.”

“Gwaenchanhayo.” Boram tersenyum. Soohyun kemudian meninggalkan mereka.

“Kau sudah datang, Hyung?” Pegawai yang tadi mengurusi member card Boram muncul juga.

“Kalau ini adalah adik kandungku. Insahae, Jongjin~ah (Sapalah dia, jongjin~ah).”

“Annyeong haseyo. Kim Jongjin imnida.” Boram kembali memperkenalkan diri.

“Pantas saja kalian mirip.” komentar Boram.

“Aku lebih tampan Boram-ssi.” ucap Jongjin sambil menepuk dadanya.

“Aigoo. Baiklah baiklah. Kau lebih tampan.”

“Hahaha..”

“Ini dia member card-nya. Sudah jadi.” Jongjin memberikan Boram member card.

“Kamsahamnida.”

“Jadi, kau mau makan apa?” tanya Yesung.

“Ah, iya. Aku lupa. Aku mau cake yang tadi baru saja diletakkan olah Soohyun-ssi.. Strawberry Cheese Cake.”

“Baiklah, kalau begitu. Kau layani dia dengan baik, Jongjin~ah. Aku akan ke dalam dulu.”

“Oke, Hyung,”

“Boram~ah… Kau harus sering datang kesini. Akan kuberi potongan 15% untukmu.”

“Jinjjayo? Assa! Oppa daebak!!” Boram memperlihatkan kedua ibu jarinya.

“Aku masuk dulu, ya? Annyeong.”

“Annyeong haseyo, Oppa…”

“Akan aku bungkuskan Strawberry Cheese cake-nya, Boram-ssi.” kata Jongjin.

“Kamsahamnida.”

Diam-diam, ternyata Soohyun memperhatikan Boram dari celah dalam dapur. Dia lalu memandangi topinya. Sesaat kemudian, Soohyun keluar dari dapur dan menyusul Boram yang rupanya juga baru saja keluar cafe.

“Boram-ssi.” panggil Soohyun.

Boram berbalik menanggapi panggilan itu. Tangan yang satunya memegang Strawberry cheese cake-nya dan tangan satunya menutupi bagian wajahnya yang mulai memerah karena cuaca panasnya.

“Aku rasa kau lebih membutuhkannya.” Soohyun memakaikan topinya ke kepala Boram. Boram mematung. Jantungnya berdetak lebih keras. Wajahnya menjadi lebih merah dari sebelumnya. Bukan. Bukan karena kulitnya yang sensitif karena terik matahari.

“Jalgayo, Boram-ssi (Selamat jalan Boram-ssi).” kata Soohyun yang lalu pergi meninggalkannya yang terdiam.

“N…ne…Kamsahamnida.” Bibir Boram baru bisa bergerak ketika Soohyun sudah masuk kembali ke cafe.

Plakk!’ Boram menampar dirinya sendiri.

“Ige mwoya?” Dia menggelengkan kepalanya yang kini bertambah beban karena topi Soohyun tadi. Boram merasa jantungnya tidak mengurangi speednya ke taraf yang normal sampai kembali ke rumahnya.

“Andwae andwae… Tidak mungkin.” Boram terus menggelengkan kepalanya, berusaha mengingkari apa yang terjadi pada dirinya.

———–

“Hwaa… Eottokhae? Apa yang terjadi denganku?” Boram yang baru sampai ke dalam rumahnya langsung saja masuk ke kamarnya. Dia menjatuhkan tubuhnya di atas kasur. Tangannya menggapai boneka beruang besar, hadiah ulang tahun ke tujuh belasnya yang diberikan oleh Hyora.

“Ada apa denganku? Kenapa aku begini, ya?” tanya Boram kepada dirinya sendiri. Sesekali, dia memainkan tangan boneka beruangnya yang super besar itu. Dia pun teringat dengan perlakuan Soohyun tadi saat menaruh topi ke atas kepalanya. Tangannya pun meraba kepalanya, mengambil topi yang masih terpasang manis disana. Tanpa sadar, bibirnya tertarik membentuk sebuah senyuman.

“Hwaa… Aku bisa gila!”  Boram langsung menjatuhkan tubuhnya yang tadi sempat duduk sebentar dan menggulingkan tubuhnya ke kiri dan ke kanan.

“Geu namja. Dia sangat perhatian sekali. Senyumnya juga. Argh…”

———–

“Jja jaaaaaaannn… selesai juga” kata Soohyun setelah menaruh garnish terakhir pada Strawberry Mousse yang baru saja dibuatnya. Dia merasa puas dengan hasil kerjanya kali ini. Kemudian diambilnya Mousse itu untuk segera di pajang di counter display café.

Hari ini Jongjin juga terlihat sedang sibuk melayani beberapa pelangga. Digesernya pintu counter displaynya dan memasukkan Strawberry Mousse itu.

Tepat saat  Soohyun membuka penutupnya, dia melihatnya sedang membuka mulutnya sambil memandangi kue-kue disitu. Matanya terlihat berbinar ketika melihat mereka yang terpajang disana. Ekspresinya sungguh sangat lucu dan dia kelihatan cantik. Gadis itu kemudian bertabrakan mata dengan Soohyun. Soohyunpun lemparkan senyumannya saat itu juga. Dan dia membalasnya.

“Annyeong haseyo, Boram Ssi” sapa Soohyun ketika mereka akhirnya sama-sama berdiri dan saling bertemu muka tanpa counter display yang menghalangi.

Boram membungkuk dan membalas,

“Annyeong haseyo”

“Kau datang lagi”

“Hehe.. iya aku datang lagi karena aku tak bisa berhenti memikirkan Strawberry Cheese Cake-nya”

“Ne??”

“Kue itu… neomu massisseoyo… dan aku ingin memakannya lagi dan lagi. Aku sebenarnya tidak tega memakannya karena itu benar-benar garnish yang sangat cantik. Rasa dan garnish yang ada di kue itu sungguh sangat mengagumkan”

Soohyun merasa bangga karena pujian dari Boram tadi.

“Apakah itu kau yang membuatnya?”

“Ne, aku yang membuatnya”

“Jinjjayo?woowww! Chigoyeyo Soohyun Ssi…” Boram membulatkan matanya saat mengatakan itu.

“Kamsahamnida”

“Aku sangat mengagumi itu… dan kau patissie yang terbaik yang pernah kukenal… aku akan sering-sering kemari dan membeli semua kuemu…”

“Janji?”

“Tentu saja” Mereka berdua tersenyum.

‘Entah karena apa tapi aku merasa sangat senang karena dia memujiku.’ Batin Soohyun.

“Ah~ Strawberry Mousse yang baru saja kau masukan…itu kau juga yang membuat?”

“Ne”

“Baiklah, itu terlihat sangat enak dan sangat cantik. Bisa kau bungkuskan Strawberry Cheese Cake dan Mousse-nya?”

“Geuromyo…”

Soohyun tak berhenti tersenyum karena semua yang Boram katakan membuat mood-nya naik.

‘Johta…. Akan kubuat semua kue dengan bahan strawberry hari ini’ tekad Soohyun.

“Kamsahamnida…. Aku akan datang lagi besok” kata Boram sambil membungkuk.

“Massigedeuseyo…(Selamat menikmati…)”

Diapun membalas membungkuk padanya.

“Akan kutunggu kau besok dan seterusnya Boram Ssi” Soohyun tersenyum melihat punggungnya yang semakin lama menjauh darinya meninggalkan Café.

Sejak itulah Soohyun selalu menunggu Boram datang dan menikmati kue-kue yang dibuatnya. Dan Borampun akan selalu berharap bisa menikmati kue-kue yang dibuat Soohyun dan juga bertemu dengan patissie yang telah membuatnya jatuh hati itu.

———–

“Aku pulang….” Soohyun melepas sepatunya dan masuk ke rumah Imo-nya. Dia baru saja selesai kuliah.

“Kau sudah makan, Soohyun~ah?” tanya Imo-nya dari dapur.

“Sudah, Imo.”

“Ya sudah. Istirahatlah.”

“Ne, Imo…” Sebelum masuk kamarnya, Soohyun menuju kamar Jongjin.

“Hyung…” Dibukanya pintu kamar Jongjin setelah mendapat ijin dari Jongjin.

“Wae?”

“Ada yang ingin kubicarakan denganmu.”

“Katakan saja Kim Soohyun.” Soohyun yang lebih dekat dengan Jongjin dibanding Yesung pun akhirnya berani membuka mulutnya. Menyampaikan apa yang ingin disampaikannya.

“Ehmmm… Aku berencana untuk pindah dari sini.”

“Mwo?” Jongjin sedikit kaget dengan pernyataan adik sepupunya satu itu.

“Aku takkan merepotkan Imo lagi. Dan aku sudah mendapatkan apartemen agar aku bisa tinggal sendiri.” lanjut Soohyun.

“Jinjja? Apa karena aku, kau ingin pindah?”

“Aniya. Hanya saja, aku tidak ingin merepotkan kalian semua. Lagipula, aku ingin mandiri. Yesung Hyung juga tak perlu tidur denganmu lagi disini. Lagipula, apartemennya tidak jauh dari cafe.” jelas Soohyun.

“Kau sudah bilang pada Eomma?” tanya Jongjin.

“Aku memberitahukannya padamu dulu, Hyung.”

“Kau sudah memikirkannya masak-masak?”

“Sudah, Hyung. Maka dari itu, aku berani bicara denganmu mengenai hal ini.”

“Baiklah. Jika itu sudah keputusanmu. Tak masalah…” Jongjin terlihat sedikit sedih.

“Aku akan sering kemari, Hyung. Tenang saja. Gomawo.” Soohyun menepuk bahu saudara sepupunya itu.

“Jadi, kapan kau akan pindah?”

“Aku bisa menempati apartemen itu sekitar dua minggu lagi.”

“Geurae?” Soohyun mengangguk.

“Geurom, Hyung. Aku mandi dulu.”

“Aish, jinjja. Jadi, kau belum mandi? Pantas saja.” Jongjin menekan hidungnya. Soohyun hanya terkikik dan beranjak dari tempat tidur Jongjin.

“Ya sudah, Hyung. Aku mau mandi dulu.” Soohyun yang merasa tidak ada pertanyaan lagi yang bisa dia tanyakan pun akhirnya memutuskan untuk mandi saja.

“Eo. Mandilah. Kau sangat bau.”

“Eiii. Kalau begitu, terimalah bauku ini.” Soohyun memeluk Jongjin dari belakang.

“Ya!”

End of Author’s P.O.V

 

Soohyun’s P.O.V

“Fiuhhh…” Aku merebahkan diri di kursi belajarku setelah keluar dari kamar mandi. Tiba-tiba, pandanganku tertuju pada foto kedua orang tuaku yang ada di Amerika. Kuraih frame-nya dan kulihat lebih jelas wajah mereka.

“Mianhae, Eomma… Appa… Naega jarhalkeyo (aku akan berusaha dengan baik).” Aku sangat merindukkan mereka. Tapi, aku juga punya banyak mimpi yang harus ku capai disini.

Kuletakkan lagi frame itu dan teringat akan salah satu rencana besarku yang tadi sudah kuceritakan pada Jongjinie Hyung. Kuambil tasku dan mengeluarkan buku tabungan yang tadi kuambil sebagian uangnya untuk menyewa apartemen. Kuperiksa jumlah uang sisa yang tercetak di dalamnya.

Aku sudah meminta ijin pada Appaku untuk tinggal sendiri di apartemen untuk mahasiswa di dekat cafe. Appaku juga turut membantuku untuk membayar setengah dari jumlah uang sewanya. Semoga saja impianku menjadi seorang patissie yang professional dan membuka tokoku sendiri segera terwujud. Jadi, nantinya aku akan bisa membayar sewanya sendiri. Aku tersenyum puas dengan semua angan-anganku ini. Kubuka laci mejaku untuk menyimpan buku tabunganku.

Ketika kubuka laci itu, segera saja wangi itu menyeruak ke dalam hidungku. Sebuah benda yang merupakan sumber wangi itu segera tertangkap oleh mataku. Aku mengambilnya dan entah kenapa aku ingin menghirupnya lebih lama. Mataku tertutup dan bayangan pemilik benda itu berkelebat di dalam otakku.

“Ah!” Tiba-tiba sebuah ide muncul. Aku mengambil notebook dan pensil yang ada di meja. Tanganku menari membentuk tiga huruf besar di note book itu.

‘SOS’

Sebuah senyuman terukir di bibirku.

———–

2minggu kemudian

Akhirnya, aku sudah berada di apartemenku sendiri. Aku resmi tinggal disini mulai dari kemarin. Keluarga Yesung Hyung juga membantuku membawa barang-barangku. Dan, hari ini adalah hari pertamaku bangun dari tempat tidurku yang baru.

“Johta….”

Kebetulan hari ini adalah hari Jum’at. Selain aku tak ada jadwal kuliah, Yesung Hyung juga mengizinkanku tidak masuk agar aku bisa menikmati apartemen baruku ini sehari. Dan rencanaku hari ini adalah ke supermarket untuk membeli bahan-bahan resep baruku.

Resep baru yang aku buat dua minggu lalu sebelum pindah kemari.

———–

“Ne, kamsahamnida…” Aku mengucapkan terima kasih pada kasir setelah mendapatkan semua bahan yang aku butuhkan di supermarket itu. Entah kenapa, saat melihat bahan utama yang ada di tumpukan paling atas kantong belanjaanku, aku selalu saja tersenyum karena teringat pada inspirasi resep ini. Aku ingin segera sampai ke apartemen dan membuatnya.

“Argh!” Aku berhenti saat mendengar ada yang berteriak. Kupasang baik-baik telingaku. Dan benar saja. Sesaat kemudian, aku mendengar suara lain seperti suara orang yang sedang berkelahi. Aku pun kemudian mencari dari mana suara itu berasal.

“YA! Geumanhae!!!!” teriakku saat melihat sekitar lima orang mengeroyok dua orang itu.

“Kaja!” Kelima orang itu segera kabur saat melihatku. Sepertinya mereka masih SMA karena mereka memakai seragam sekolah.

“Gwaenchanha?” Aku segera mendekati mereka dan menanyakan keadaan kedua siswa SMA yang sudah kepayahan dan babak belur.

“Go… Gomawoyo…” Salah satu orang yang terlihat belum terlalu parah mengucapkan terima kasih padaku.

“Kau, bantu aku membawanya ke tempat yang lebih aman.” perintahku.

Untung saja, apartemenku sudah tak terlalu jauh. Jadi, aku membawa mereka ke apartemenku saja.

“Siapa nama kalian?” tanyaku kepada dua orang yang berada di sampingku. Namja yang tidak terlalu parah lukanya memapah temannya yang terluka cukup parah. Dia berhenti sejenak dan memandangiku.

“Aku, Lee Taemin. Dan dia, Choi Minho Hyung.” jawab namja itu yang kemudian memapah Minho lagi. Tubuhnya yang lebih kecil dari temannya, membuatnya sedikit kesusahan untuk membawanya. Melihat hal itu, aku merasa kasihan.

“Ja! Kau membawa belanjaanku saja. Biar aku yang membawa temanmu.” Aku menyerahkan kantong belanjaannya kepada Taemin dan memapah temannya yang sepertinya banyak mendapatkan pukulan. Temannya, Minho kalau tidak salah aku rasa. Dia hanya bisa diam. Wajahnya mendapat cukup banyak pukulan.

“Gomawoyo, Hyung.”

“Eo. Ngomong-ngomong, kenapa kalian bisa dipukul oleh banyak orang seperti ini?” tanyaku saat akhirnya kami sudah sampai di depan apartemenku. Kumasukkan kode kombinasi angka, hingga akhirnya pintu apartemenku terbuka. Kemudian, aku baringkan Minho di atas sofa panjang agar dia bisa berbaring.

“Emm… Kau janji tidak akan marah, Hyung?” tanya Taemin, terdengar sedikit takut. Aku pun memandangi Taemin dengan bingung. Kenapa aku harus marah? Aku juga bukan orangtuanya, bukan?

“Haha. Kenapa aku harus marah?” tanya Soohyun.

“Karena kami sudah berkelahi.” jawab Taemin terlihat sedih.

“Hahaha. Laki-laki kan memang harus begitu. Ja! Bantu aku mengobati temanmu ini.” Aku pun mencoba mencairkan suasana. Wajah Taemin yang memelas itu membuatku tak tega. Jangankan memarahinya. Melihat wajah memelasnya saja sudah membuatku kasihan.

Kami bertiga pun akhirnya menghabiskan waktu untuk membersihkan dan mengobati luka mereka berdua. Setelah lama mengobrol, mereka akhirnya menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Mereka ini ternyata adalah berandalan, dengan Minho sebagai ketuanya.

Saat mereka berdua sedang pulang sekolah, mereka dihadang oleh dua orang pelajar sekolah lain. Minho yang sudah sering dipanggil oleh anak dari sekolah lain pun akhirnya mengiyakan panggilan mereka. Ternyata, mereka sudah dijebak. Mereka dikepung oleh lima orang.

Minho yang tidak tahu apa-apa pun menanyakan ada masalah apa. Lalu, salah seorang dari mereka yang merupakan pimpinan kelompok itu kemudian muncul dan mengatakan bahwa Minho telah melecehkan pacarnya. Minho pun terkejut. Tapi, saat melihat seorang yeoja yang menggelayut manja pada lelaki itu, Minho segera mengetahuinya. Gadis itu adalah gadis yang ditolaknya seminggu sebelumnya.

Kepala geng itu pun menyuruh Minho untuk menunduk dan meminta maaf. Tapi, karena Minho tidak merasa bersalah, dia pun tidak mau meminta maaf. Kepala geng yang emosi itu pun akhirnya menyuruh anak buahnya untuk memukuli Minho. Taemin yang berusaha menolong Minho pun terkena imbasnya. Hingga akhirnya aku muncul dan menyelamatkan mereka berdua.

“Hyung! Jadikan aku muridmu!” Aku yang baru saja selesai mengobati luka Minho pun terkaget hingga menjatuhkan kotak obat yang berada di tanganku.

“Mwo?”

“Iya. Jadikan kami muridmu. Kami akan melakukan apa saja yang kau suruh.” ucap Minho yakin. Aku memijit kepalaku yang sebenarnya tidak sakit. Niatku untuk menolong orang kenapa jadi seperti ini?

“Iya, Hyung. Aku dan Minho Hyung akan menuruti apa yang Hyung perintahkan.” Kali ini, Taemin ikut memohon kepadaku disertai puppy eyes yang menurutku takkan mudah untuk kutolak. Aku menghela nafas sebentar.

“Baiklah… Kalian kuterima menjadi muridku.” Akhirnya, aku mengucapkan kalimat itu juga. Mereka berdua kemudian bersorak sorai. Seolah baru saja mendapatkan nilai sempurna di ujian mereka. Dasar bocah.

“Jadi, apa perintah pertamamu kepada kami, Bos?” tanya Taemin.

“Bos?” Aku mengernyitkan keningku. Panggilan ini terasa sedikit aneh untukku.

“Iya, Bos. Apa perintah pertamamu?” tanya Minho. Aku pun kemudian terdiam. Memikirkan perintah pertama apa yang harus mereka lakukan. Senyumku pun terkembang saat aku menemukan perintah apa yang akan kuperintahkan kepada mereka.

“Ja! Ayo membuat roti!”

“Roti? Andwae!”

End of Soohyun’s P.O.V

———–

Boram’s P.O.V

“Ya! Kau tumben sekali memakai topi?” Hyora menyentuh topi yang ku kenakan.

“Mwo? Ah. Ige… Yoreumienikka (karena ini musim panas).”

“Tsk…. Sepertinya, aku baru melihat topi itu. Dan kau juga pernah bilang padaku bahwa kau tidak suka memakai topi karena akan merusak rambut indahmu itu.” Hyora menyipitkan matanya. Nampaknya dia sedikit curiga terhadapku.

“Ani. Waegeure? Kau tak suka aku berubah?” sanggahku.

“Tidak juga. Geunyang isanghae (hanya saja aneh).”

“Mwoya isanghae? (Apanya yang aneh?) Kau ini ada-ada saja, Hyora~ya. Hahaha.” Aku berusaha menghilangkan kecurigaannya. Tapi aku akan memberi tahu kalian kenapa aku memakai topi ini. Aku memakainya karena aku akan pergi ke cafe Yesung Oppa dan memesan kue kesukaanku. Dan untuk menunjukkan pada pemiliknya, kalau aku merawat topi ini dengan baik. Aku tidak berlebihan, kan?

“Kau tidak sedang jatuh cinta?” tanya Hyora tiba-tiba.

“Mworago?” Aish! Sial! Aku harus menjawab apa?

“Jika kau melakukan hal-hal yang tidak-tidak, ada dua kemungkinan.” lanjutnya lagi.

“Huh?”

“Yang pertama, kau sudah gila. Dan yang kedua, kau sedang jatuh cinta.”

“M…mwo?”

“Dan untuk kau, Bo~ya… Alasan nomor satu itu tidak mungkin.”

“Wae?”

“Kau terima jika aku bilang kau sudah gila?” Hyora memandangku. “Tapi, kau bukannya sudah gila ya? Kkkkk.”

“Eish! Pasti Kyuhyun yang mengajarimu itu. Biar kuhajar dia jika aku bertemu dengannya nanti.” Kukepalkan tanganku ke udara, memberi tanda bahwa aku siap menghajar suaminya jika bertemu dengannya nanti. Aish, jinjja. Kenapa sahabatku yang polos itu jadi seperti ini?

“Ya~… Jangan pukul suamiku. Biar aku saja nanti yang memukulnya.”

“Aigoo… Aku tahu. Kau pasti mau memukulnya di tempat tertentu, ya?” godaku.

“A…aniya.” Kini giliran Hyora yang memerah karena aku menggodanya.

“Kkkkk.”

“Sudah sudah. Kau mau tahu saja. Baiklah, aku lanjutkan. Dan karena kau sudah terlanjur gila, aku yakin kau ini sedang jatuh cinta. Keurohji? (Benar, kan?)”

“Bagaimana kau tahu?” tantangku.

“Eunhyuk Oppa pernah mengatakannya padaku saat aku bercerita tentang Kyuhyun yang rela memasak demi aku. Dia kan benci memasak. Dan dia juga benci sayuran. Tapi, dia pernah menelan sayur demi aku juga.”

“Jadi, dia terlihat seperti orang jatuh cinta padamu?” Hyora menganggukkan kepalanya.

“Dan ketika aku jatuh cinta pada Kyuhyun, aku juga melakukan hal gila, bukan? Aku memakai gaun tidur pink tembus pandang dan aku juga menonton film hadiah dari Donghae dan Eunhyuk Oppa untuk….” Hyora menghentikkan kalimatnya sendiri saat aku masih mendengarkan ceritanya.

“Ya! Kenapa aku jadi menceritakan hal memalukkan itu padamu! Argh….” Hyora menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya yang aku yakin sudah sangat merah.

“Buahaha.” Aku pun tertawa melihatnya.

“Ya! Park Boram!” Hyora yang sepertinya sudah bisa mengontrol air mukanya pun memukul pundakku.

“Hahaha. Jadi, kau melakukan semua itu? Untung saja Eunhyuk Oppa tidak ada disini.” Aku melirik ke kiri dan ke kanan. Siapa tahu saja Eunhyuk Oppa berada di sekitar kami dan mendengar pembicaraan kami. Dia, Donghae Oppa, dan Ahra Eonni kan suka muncul sembarangan.

“Jangan mengatakan hal ini pada siapapun.” Suara Hyora bernada mengancam.

“Arasseo… Hahaha.” Aku masih geli dengan jawabannya. Aku salah jika menganggap dia sudah terkontaminasi dengan Kyuhyun. Dia memang masih sangat polos sekali. Aku tak akan berhenti tertawa karena melihat Hyora yang sudah menggembungkan pipinya, jika saja kami belum sampai di H&G.

“Osseo oseyo…”

“Annyeong haseyo.” Aku melambaikan tangan pada Jongjin-ssi.

“Eo, Boram-ssi.”

“Aku ingin memesan satu porsi Strawberry Cheese Cake.”

“Baiklah. Kau mau mengambilnya kapan?”Jongjin menuliskan pesananku.

“Besok siang.”

“Arasseoyo… Ada lagi yang ingin kau pesan?”

“Emm… Aku minta dibungkuskan saja empat potong Green Choco Cake-nya saja.”

“Oke.” Jongjin-ssi kemudian membungkuskan pesananku. Aku sengaja membeli empat potong untuk Hyora dan Kyuhyun. Dan sisanya untukku.

“Dimana Soohyun-ssi? Kenapa aku tak melihatnya?” tanyaku ingin tahu.

“Ah~… Soohyun. Sebentar lagi dia pasti datang. Hari ini dia baru mendapat shift siang. Dia juga masih harus kuliah.”

Ah begitu. Jadi, dia masih kuliah. Aku pun memilih untuk mendekati Hyora yang sedang melihat isi counter cake yang ada di toko ini saat aku sudah selesai membayar.

“Igo. Untukmu dan Kyuhyun.” kataku sambil menyerahkan kotak kue yang satunya.

“Woaaa. Gomawo. Aku dapat tambahan dua kue darimu.” Kami berdua pun akhirnya memutuskan untuk pergi setelah sebelumnya berpamitan kepada Jongjin-ssi.

“Noona…. Woaa neomu yeppeone…” Aku memandang ke arah orang yang mengatakannya. Dan terlihatlah dua orang yang menggunakan seragam sekolah sedang mendekati kami berdua. Tidak terlalu jelek. Bahkan, terbilang tampan. Aish, Park Boram! Kenapa kau jadi pedofil seperti ini?

“Noona, bolahkah aku meminta nomor teleponmu?” tanya namja berwajah imut di hadapanku ini.

“Tsk… Bocah ingusan ini…”

“Boram~ah. Sudah biarkan saja mereka…” Hyora menarik tanganku agar membiarkan mereka. Entah karena aku sedang datang bulan atau kedua bocah yang tadinya imut-imut itu jadi terlihat menyebalkan. Aku pun menyentakkan tangan Hyora dan mendatangi keduanya.

“Ya! Kalian ini. Tak punya pekerjaan lain selain menggoda kami, anak manis?” Kataku dengan sedikit melototkan mata. Aku hampir saja mau memukul mereka yang kurang ajar ini ketika ada tangan yang menahanku.

“Jangan pukul mereka!” katanya. Aku menggigit bibir kesal dan membalikkan tubuhku ke arah namja yang memegang tanganku.

“Bos!” teriak kedua anak ingusan tadi segera.

“Mereka ini…..”

“Boram-ssi?”

“Soohyun-ssi?”

“Kau… Bos mereka?”

“Ne!! Dia bos kami. Kau mau apa Noona galak?” Namja bertubuh tinggi itu sedikit membentakku. Mwo? Noona galak? Mereka ini. Benar-benar…

“MWO!!! Kau panggil aku apa?” teriakku.

“Ya! Apa yang kalian lakukan padanya?” tanya Soohyun pada dua orang itu.

“Ka..kami hanya memanggilnya saja, B..bos…”

“Ani!! Mereka menggodaku dan temanku.”

“Mwo? Kalian menggodanya? Ya! Yang boleh menggodanya hanya aku saja. Arasseo?” teriaknya pada kedua anak itu.

M…mwo? Dia bilang apa? Hanya dia yang boleh menggodaku? Apa-apaan dia ini?

‘Wink’

Mwoya!!! Dia bahkan berani mengedipkan matanya padaku. I namja jinjja. Grrr…

Aku melepaskan tanganku yang ada di genggamannya.

Bukkk!’ Tanpa buang waktu, aku menendang pantatnya dan langsung membalikkan badanku bersama Hyora. Tanpa mengatakkan apa-apa padanya.

“Arggh!”

“Bos!”

“Boram-ssi! Ya! Boram-ssi!”

Dia bahkan punya anak buah yang seperti itu. Jika anak buahnya begitu, berarti bos nya juga lebih buruk. Aku pikir dia…. Aishhh!! Babo babo babo!

“Boram~ah. Gwaenchanha?” tanya Hyora. Raut wajahnya terlihat panik.

“Kaja.” Aku menggandeng Hyora menjauh dari mereka. Aku pun tak peduli saat Soohyun-ssi memanggilku. Aku berusaha menahan air mataku. Sepertinya aku jatuh cinta pada orang yang salah. Baboya….

End of Boram’s P.O.V

Author’s P.O.V

“Soohyun ~ah. Ada pesanan.” kata Jongjin sambil melambaikan sebuah lembaran kertas.

“Pesanan apa, Hyung?” jawab Soohyun sambil mengusap pantat yang ditendang Boram tadi gara-gara ulah kedua bocah yang mengikutinya sejak dia menolong mereka.

“Park Boram.”

“Mwo? Boram-ssi?” Soohyun mengambil nota pesanan dari tangan Jongjin.

‘Ah~… Jadi,dia baru saja kemari…’

“Eo. Tadi dia datang dan minta di buatkan satu porsi besar Strawberry Cheese Cake.

“Hem. Arasseo…”

“Dia akan mengambilnya besok.”

“Jinjja? Arasseo.”

———–

“Jangan lupa. Nanti siang Boram-ssi akan mengambil pesanannya.” kata Jongjin mengingatkan Soohyun dengan pesanan Boram kemarin.

“Algesseumnida, Hyung.”

Soohyun kembali ke dapur dan mulai membuatkan cake kesukaan Boram. Dia begitu bersemangat dan mengeluarkan segenap kemampuannya membuat cake itu. Dan banyak yang menyukai kue-kue yang dibuatnya di cafe. Namun, kali ini dia merasa kalau perasaannya agak berbeda. Tidak seperti saat dia membuat kue biasanya. Ada rasa yang membuncah di dalam dadanya. Dia hanya ingin Strawberry Cheese Cake-nya kali ini lebih sempurna daripada kue-kue yang pernah dia buat. Namun, dia berhenti sejenak dan ingat akan kejadian kemarin.

‘Apa aku benar-benar keterlaluan padanya?’ Soohyun mengerutkan dahinya sendiri.

‘Bukankah aku benar? Aku kan hanya berusaha melindunginya. Aish! Dua anak itu benar-benar masih suka membuat masalah. Geunde… Boram-ssi ternyata bisa galak juga. Hahahaha. Aku pikir dia hanya bisa membuat wajahnya sendiri memerah.’

———–

“Eosseo oseyo… (selamat datang).”

“Annyeong haseyo. Aku mau mengambil Strawberry Cheese Cake yang aku pesan kemarin kepada Jongjin-ssi.” jawab Boram.

“Jjamkanmanyo.” Pelayan itu menuju bagian dalam cafe untuk mengambilkan pesanan Boram.

Sepeninggal pelayan tadi, Boram seperti mencari-cari sesuatu. Ah,tidak. Seseorang tepatnya.

“Dimana dia? Semoga saja aku tak bertemu dengannya.” Boram menjinjitkan kakinya agar bisa melihat pemandangan di celah pintu yang tadi dibuka oleh si pelayan.

“Boram-ssi…”

“Annyeong haseyo.” Boram tampak sedikit kaget karena Jongjin muncul dari balik pintu.

“Ini cake yang kau pesan.” Jongjin sudah membawa cake yang dia pesan.

“Gomawoyo.”

“Tumben sekali kau membeli cake satu porsi begini.”

“Ne. Aku akan makan malam dengan keluargaku untuk merayakan kelulusanku hari ini.”

“Jinjjayo?” tanya Jongjin sambil menghitung jumlah yang harus dibayar Boram.

“Ne.” Boram tersenyum sambil mengangguk. Dia kemudian membayar cake pesanannya.

“Chukhahaeyo…”

“Gomawoyo.”

“Kalau begitu, akan kubuatkan strawberry juice kesukaanmu sebentar.”

“Hwaa. Kamsahamnida….” Jongjin segera meracik minuman kesukaan Boram. Saat Jongjin sedang membuatkan minuman itu, mata Boram masih saja mencari-cari sosok itu.

“Ini hadiah dariku. Kau tak perlu membayar. Silahkan…” kata Jongjin sambil menyerahkan bungkusan pesanan Boram.

“Gomabseumnida…”

“Ah iya…. Soohyun sedang kuliah. Jadi, dia sedang tidak ada di sini.” ucap Jongjin tiba-tiba.

“Ye?” Boram sedikit kaget saat Jongjin memberitahukan keberadaan Soohyun tanpa Boram perlu bertanya.

“Kau sedang mencari Soohyun, kan? Atau mencari Jongwoon Hyung? Mereka sedang tidak ada di sini semua.” Jongjin pun tersenyum ke arah Boram penuh arti.

“Ahaha.” Wajah Boram memerah dan tertawa dengan kaku. “Aniyo. Aku tidak mencari siapa-siapa.”

“Jeongmalyo? Dari tadi, aku lihat kau seperti sedang mencari seseorang.”

“Nuguyo? Aniyo. Baiklah Jongjin-ssi, aku pulang dulu. Gomawoyo sekali lagi.” Boram membungkuk sedikit.

“Aish! Jinjja! Apa yang tadi aku lakukan? Aku mencari siapa memangnya? Aku tak mencarinya.” Boram menggerutu sendiri menyesali perbuatannya yang membuatnya tampak bodoh di depan Jongjin.

“Babo cheorom (seperti orang bodoh). Untuk apa aku mencari penggoda seperti dia? Aish!” gerutunya lagi.

“Boram~ah… Palli… Appa sudah lapar!” teriak Boram Appa dari dalam mobil.

“Ne Appa….” Boram segera berlari ke mobilnya.

———–

“Yo!! Kim Soohyun” panggil Jongjin yang baru saja masuk ke dalam rumah dan sudah melihat Soohyun sedang membuat kopi. Dia pasti mau mengerjakan tugasnya sampai pagi.

“Kau baru pulang, Hyung? Kau tak bersama Yesung Hyung?”

“Ani, kemungkinan dia lembur”

“Ehmmm begitu? Kau mau aku buatkan sesuatu, Jongjin Hyung?”

“Tidak terima kasih, aku mau tidur saja setelah ini”

“Baiklah selamat beristirahat…” kata Soohyun. Baru beberapa langkah berjalan dari dapur, langkah Jongjin terhenti karena Soohyun memanggilnya lagi.

“Wae ddo?(apa lagi?)”

“Ehm…apakah tadi kau bertemu dengan Boram Ssi?”

“Kenapa memangnya?” Tanya Jongjin menyilangkan tangannya sedikit curiga.

“Aniyo… hanya ingin tanya saja” jawab Soohyun sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.

“Tchhahahha… kau ini kenapa? Hoksi (apa mungkin…)… kau sedang jatuh cinta ya?”

“Ne??Ah…Hyeong…” Soohyun tersipu.

“Ckckckck… dasar kau ini… ah~ Boram Ssi bilang dia baru saja wisuda jadi dia akan merayakan wisudanya dengan kue itu”

“Wisuda?”

“Eo… tadi dia bilang begitu, pantas saja tadi dia memakai baju dan berdandan dengan cantik”

“Mwo??jinjja??” Soohyun menunduk menyesal tidak bertemu Boram tadi.

Jongjin terkikik memandang mimik Soohyun setelah dia mengatakan kalimat tadi.

End of Author’s P.O.V

Boram P.O.V

“Kamsahamnida…” Aku membungkuk lalu segera keluar dari ruangan interview-ku yang kesekian hari ini. Baru saja berjalan beberapa meter dari pintu ruangan itu, tiba-tiba aku merasakan sakit di bagian perutku.

“Arrrghhh….” Kutahan sekuat mungkin tubuhku agar tidak jatuh. Kuremas kemeja putihku. Siapa tahu bisa mengurangi rasa sakitnya. Tapi, sepertinya itu tidak berhasil. Sial!

“Gwaenchanhayo?” Aku merasakan ada sebuah tangan yang menahanku dan menuntunku ke kursi terdekat.

“Go…gomawoyo…” kataku sambil menahan sakit.

“Tunggu sebentar. Akan aku ambilkan teh hangat.” kata yeoja cantik itu.

Aku baru ingat. Pasti penyakit maag-ku kambuh. Gara-gara aku tak sempat sarapan tadi pagi.

“Igeoyo…” Yeoja itu sudah kembali rupanya dari mesin minuman yang ada di dekat situ.

“Gomawoyo…” Aku menyeruput teh hangat itu, sedikit lebih baik.

“Kau belum sarapan?” tanya yeoja itu.

“Ya, begitulah. Sepertinya memang maag-ku kambuh.”

“Kau harus segera memeriksakan ke dokter, Agassi.”

“Ne. Setelah ini, aku pasti akan  kesana.”

“Sayang sekali, aku bukan dokter untuk manusia. Jadi, aku tak bisa memeriksamu lebih jauh.” jawabnya sambil tersenyum.

“Jadi kau dokter apa?”

“Aku dokter hewan.”

“Dokter hewan? Lalu, kenapa kau datang ke kantor seperti ini?”

“Ah~… Ini perusahaan milik Oppa-ku. Kebetulan sekali aku baru saja menemuinya.”

“Hmm… Geureyo…”

“Baiklah, aku masih ada urusan. Kau bisa pulang sendiri?”

“Ne. Aku hanya perlu duduk sebentar lagi. Hal seperti ini sudah biasa ku alami.”

“Geurom, kalkeyo… (kalau begitu aku pergi, ya?)”

“Ne. Kamsahamnida, Uisanim.”

“Josimhaeyo.” Dia membungkukkan tubuhnya dan berjalan menjauh.

———–

“Eomma… Aku pulang.” Aku melepas sepatuku dengan susah payah. Biasanya sakit maag-ku sudah reda jika aku minum obat yang biasa aku bawa. Tapi anehnya, hari ini sakitnya seperti tiada akhir.

“Bagaimana….YA! PARK BORAM!” Dan kini, aku hanya bisa dengar suara eomma-ku yang lama-lama ikut menghilang bersamaan dengan kaburnya semua bayangan di depanku.

———–

Ini adalah hari keduaku terbaring di tempat tidur karena sakit perut dan dilanjutkan dengan demam. Yang aku tahu, Uisanim memberitahuku kalau aku mengalami gejala thypus. Aku tak tahu kenapa aku tiba-tiba bisa sakit begini. Mungkin, karena terlalu sering tidak sarapan dan terlalu banyak interview yang harus aku jalani.

Eomma baru saja keluar setelah menemaniku makan siang agar aku bisa meminum obat. Dokter menyuruhku istirahat setidaknya dua sampai tiga hari. Aish! Bagaimana aku bisa melamar pekerjaan kalau begini caranya? Aku mengacak rambutku sendiri merasa frustasi.

Brrakk!’Tak sengaja aku menyandarkan tubuhku dengan kasar pada sandaran tempat tidurku. Dan kemudian, ada benda asing yang jatuh di kepalaku.

“Aish!” Aku mengumpat sambil mengelus punggungku yang sakit dan mengambil benda yang yang ternyata adalah topi milik Soohyun itu. Sudah lama sekali sepertinya aku tak melihatnya. Aku menepuk topi itu dan tiba-tiba teringat padanya. Aku tertawa pelan saat ingat dia tertidur di bis dan saat dia memberikan topinya padaku.

Dia yang kukenal adalah seorang pembuat cheese cake terenak yang pernah kumakan. Dia yang selalu muncul dengan senyuman lembutnya. Tapi, setelah itu aku teringat juga pada dia yang juga ternyata merupakan bos dari dua orang anak nakal.

“Nappeun neo.” Aku memukul topi itu.

“Ah… Cheese cake.” gumamku. Sudah dua minggu pula aku tak pergi ke cafe sejak hari kelulusanku. Aku sudah berjanji tidak akan memakan cheese cake buatannya lagi. Tapi, aku merindukannya….

“Yeoboseyo…” jawab suara di seberang.

“Oppa…”

“Ada apa, Boram~ah?”

“Apakah ada jasa delivery order di cafe?”

“Ada, jika kau mau. Kenapa kau tak kemari saja? Bukannya kau sekarang sudah jarang ke cafe?”

“Ehm. Aku sedang sakit, Oppa. Dokter bilang aku harus bedrest selama 3 hari.”

“Jinjja?”

“Ne. Tapi, aku tiba-tiba sangat ingin makan cheese cake. Maka dari itu, aku menelepon Oppa.”

“Baiklah. Nanti biar aku menyuruh Jongjin untuk mengantarkannya ke rumahmu.”

“Kamsahamnida, Oppa. Nanti, akan kukirimkan alamat rumahku padamu.”

“Eo. Cepatlah sembuh.”

“Ne.” Aku memutuskan hubungan telepon kami dan kembali memainkan topi dari Soohyun itu.

End of Boram P.O.V

 

Author’s P.O.V

“Soohyun~ah. Ada pesanan Strawberry Cheese Cake.” kata Yesung yang sekarang sedang memperlihatkan kepalanya di pintu dapur.

“Ne, Hyung. Akan segera kubuatkan.”

“Buatkan dengan ekstra strawberry, ya?”

“Hah? Ekstra strawberry?”

“Eo. Untuk Boram.”

“Boram? Park Boram?”

“Hemmm…. Siapa lagi yang menyukai strawberry? Lagipula, agar dia cepat sembuh.”

“Ne? Apakah dia sakit?” Yesung mengangguk

“Tadi dia bilang seperti itu padaku.”

“Arasseo, Hyung.”

“Ah, iya… Kau selesai bekerja kan setelah ini?”

“Ne.”

“Ya sudah. Berhubung Jongjin sedang tidak ada, dan aku juga sepertinya sibuk. Bagaimana jika kau saja yang mengantarkan cake-nya?”

“Na? (aku?)” Soohyun menunjuk dirinya sendiri, berusaha meyakinkan bahwa dia yang memang disuruh pergi ke rumah Boram.

“Eo. Neo. Gwaenchanha?” Soohyun mengangguk mantap.

Tentu saja. Bagaimana aku keberatan? Aku jadi bisa tahu dimana Boram tinggal. katanya dalam hati sambil tertawa sendiri.

“Oke. Setelah selesai, kau boleh pergi sekaligus mengantar ke rumah Boram. Nanti, akan kuberi alamat dan nomer ponselnya.”

“Arasseo, Hyung…”

Kalau saja itu bukan dapur, mungkin Soohyun sudah melompat kegirangan karena dia mendapatkan nomer ponsel Boram dan alamatnya tanpa dia meminta pada Boram langsung. Dia pasti akan gugup setengah mati jika memintanya langsung kepada Boram.

Soohyun segera mengambil bahan-bahan yang dia butuhkan. Tapi sebelum dia mengambil sekantong tepung dia berhenti sebentar,

‘Dia selalu memesan Strawberry Cheese Cake. Tak pernah bosan dengan kue itu… Ehm…’ Soohyun menempelkan telunjuk kanannya ke dagunya sendiri berpikir sejenak.

‘Gildaryeo Boram~ah, akan kubuatkan cake yang special untukmu. Soohyun tersenyum dan kembali fokus dalam membuat pesanan Boram.

———–

“Ini dia tempatnya.” Soohyun memeriksa lagi alamat yang ada di ponselnya.

Ding dong

“Nuguseyo?” ujar suara di seberang intercom.

“Aku Kim Soohyun, mengantarkan pesanan untuk Park Boram-ssi.

Klik’ Pintu gerbang rumah Boram terbuka. Soohyun segera masuk dan menuju pintu rumah Boram.

“Annyeong haseyo.” Soohyun membungkuk ketika Boram Eomma muncul dari balik pintu dengan senyuman yang mirip sekali dengan Boram.

“Annyeong haseyo.”

“Ahjumma. Aku mau mengantarkan pesanan untuk Park Boram. Apakah dia ada?”

“Ah, iye. Dia ada. Kau masuklah ke dalam.” kata Boram Eomma ramah.

“Gomawoyo, Ahjumma.”

Soohyun melangkahkan kakinya ke dalam rumah Boram. Sesekali, dia melihat beberapa foto Boram dari bayi hingga foto terakhirnya yang berpose dengan toga.

“Boram~ah. Kau kedatangan tamu.” Saat Eommanya membuka pintu, tampak Boram sedang mengerutkan mulutnya sendiri sambil memandang topi Soohyun.

Boram tentu saja sangat kaget dan salah tingkah. Namun, dia belum menyadari kalau tamu yang dimaksud Eommanya adalah Soohyun. Soohyun terkikik geli saat melihat tingkah Boram yang lucu itu. Wajahnya segera saja memerah.

“Eomma! Kenapa tidak ketuk pintu dulu?” protes Boram.

“Jinjja neo. Sudah besar kenapa masih seperti itu?”

“Biar saja. Ehmm. Ngomong-ngomong tadi Eomma bilang apa?”

“Silahkan masuk. Tolong jaga Boram di dalam, ya?” Boram Eomma menghadap ke arah Soohyun yang berdiri di belakangnya.

“Ne, Ahjumma.” Soohyun membungkuk. Boram Eomma pun melangkah mundur agar Soohyun bisa masuk ke dalam kamar Boram.

Mata Boram langsung terbelalak saat tahu siapa yang datang. Level kemerahan di wajahnya langsung beranjak naik dan dengan awkward-nya Boram menyembunyikan topinya. Soohyun tersenyum geli saat Boram bertingkah seperti itu.

“Annyeong haseyo.” sapanya.

“E…eo… Annyeong haseyo, Soohyun ssi…” jawab Boram dengan nada gugup.

‘Sial! Apa yang tadi aku lakukan? Mempermalukan diriku sendiri saja. Aish! Babo cheorom. runtuk Boram dalam hati. Kalau saja ada lubang tikus dan dia bisa menyusut, maka dia memilih untuk masuk saja kesana dan menghilang dari hadapan Soohyun.

“A…anjuseyo (silahkan duduk).” Boram mempersilahkan Soohyun duduk di kursi belajarnya

“Gomawoyo.” Soohyun segera duduk menghadap Boram.

“Ke.. kenapa kau bisa sampai kesini?” Boram tak berani menatap mata Soohyun yang kini menatap ke arahnya.

“Aku disuruh Yesung Hyung untuk mengantarkan Strawberry Cheese Cake untukmu dan kebetulan sekali aku baru saja selesai shift hari ini. Jadi, sekalian saja aku mampir.” Jawab Soohyun dengan tenang. Meskipun sebenarnya, dia sudah mau melompat girang saat melihat Boram.

“Oh… Geurokuna (begitu rupanya).” Boram mengganti nada suaranya dengan sedikit kesal. Tiba-tiba, dia teringat Soohyun bersama dengan dua anak buahnya dulu yang menggodanya.

“Kau sakit apa?” tanya Soohyun setelah meletakkan bawaannya untuk Boram di meja sebelahnya.

“Bukan urusanmu.” teriak Boram, membuat perutnya sakit kembali.

“Ah!” Boram menjerit pelan menahan sakitnya.

“Gwaenchanha?” Suara Soohyun terdengar khawatir. Tapi, Boram memberikan tatapan tajamnya kepada Soohyun. Seolah menahannya untuk tidak beranjak dari kursi tempat dia duduk.

“Ah… Chuisonghaeyo.” Soohyun duduk kembali ke tempat semula.

“Kau pasti tidak makan dengan benar, Boram-ssi. Demi kesehatanmu, kau harus makan teratur. Arajyo?” Soohyun terdengar khawatir.

“Gwaenchanha. Aku hanya perlu istirahat sebentar.”

Klik.’ Mereka berdua mau tak mau menengok ke arah pintu yang terbuka. Dan Boram Eomma datang membawa nampan berisi buah dan minuman untuk Soohyun.

“Gomabseumnida, Ahjumma. Merepotkan saja.”

“Aniyo. Boram jarang sekali kedatangan tamu namja. Jadi, ini bukan apa-apa.” goda Boram Eomma.

“Eomma!” Soohyun tersenyum lagi.

“Meokgoyo.”

“Ne, Ahjumma.  Kamsahamnida.”

Soohyun tiba-tiba melihat topi miliknya yang di sembunyikan Boram. Dan dia tersenyum kearah Boram yang kini masih cemberut.

“Ehmm. Maukah kau menolongku?” Soohyun memberanikan diri bertanya setelah yakin Boram Eomma sudah menutup pintunya lagi.

Soohyun lagi-lagi tersenyum pada Boram sebelum melanjutkan kalimatnya. Jantung Boram tersengat listrik seketika dan mulai memacu lebih cepat saat itu juga. Senyuman itu yang telah membuatnya jatuh hati pada namja ini. Tidak seperti senyuman nakal yang dia tunjukkan saat dia menggodanya dulu.

“Aku membuat kue untukmu. Tapi, bukan kue kesukaanmu. Hanya saja, aku ingin kau yang mencicipinya untuk yang pertama kali. Kue ciptaanku sendiri. Kau mau, kan?”

Boram masih belum percaya kalau namja yang di depannya ini adalah namja yang dulu pernah membuatnya kesal dua minggu yang lalu. Padahal, dia tidak ingin bertemu dengannya dan tidak ingin mencoba kue yang dia buat. Tapi, melihatnya memohon seperti itu membuat seluruh pertahanan yang dibangunnya menjadi runtuh.

“Ehm. Baiklah.” Boram berdehem. Berusaha menahan dirinya sambil menyilangkan tangannya dan mencoba menghindari kontak mata dari Soohyun.

“Gomawoyo.” Soohyun mengambilkan kotak bawaannya tadi dan menyerahkan pada Boram.

“Bukalah …” perintahnya lagi.

Boram menatap Soohyun. Begitu dia menerima kotak itu, bau strawberry langsung menggoda indra penciumannya.

Tak ada kata yang bisa dia katakan karena kue buatan Soohyun kali ini berbeda. Dengan krim berwarna pink dan harum strawberry yang menggugah selera.

Soohyun kemudian mengambil kotak itu dan meletakkan isinya di piring plastik kecil yang memang dibawanya agar lebih mudah dimakan.

“Mokgeobwa (Cobalah memakannya).” Soohyun menyerahkan piringnya sekaligus garpu untuk Boram.

“Yeppeuda. Bagaimana aku bisa memakannya?” Boram langsung terpana saat melihat kue buatan Soohyun.

“Hm. Yeppeo. Seperti kau.” jawab Soohyun. Boram lagi-lagi tersentak mendengar jawaban Soohyun.

“Mokgeobwa…” Soohyun membuyarkan lamunan Boram.

“Tak usah khawatir, aku akan selalu membuatkannya untukmu. Kapanpun kau mau.” Mendengar lanjutan ucapan Soohyun itu, Boram pun menjadi tersipu. Dia pun mulai mengiris cake itu.

Diangkatnya irisan cake itu, lalu dimasukannya perlahan ke dalam mulutnya. Boram mengunyahnya sekali. Lalu, dua kali. Dan dia hampir meneteskan air mata karena cake itu begitu memanjakan lidahnya. Padahal, sejak kemarin makanan yang dia rasakan tidak dapat dinikmatinya dengan enak.

“Eotte?” Soohyun penasaran dengan komentar Boram yang terus mengunyah dengan wajah berbinar.

Boram menjawabnya sambil menunjukan wajahnya yang memperlihatkan kalau kue itu adalah kue terenak yang pernah dia cicipi.

“SOS.”

“Hmm? Efss of efsss? (SOS?)” Boram bertanya di sela makannya. Dia tak bisa berhenti memakan kue itu.

“Eo. SOS. Smell of Strawberry.”

“Fwae? (Wae?)”

“Neottemune. (Karena kau.)”

“Mfwoo? (Mwo??)”

“Kau ingat maskermu? Wangi strawberry itu semuanya selalu ada di kepalaku. Setiap aku mencium aroma strawberry, yang muncul di kepalaku adalah kau, Boram-ssi.”

“Ne?”

“Na… Boram-ssi reul johahanikka…(Karena aku menyukai Boram-ssi.)”

Boram menelan kuenya dengan susah payah. Tiba-tiba, kue itu seperti tersumbat di tenggorokannya dan tidak mau turun menuju sistem pencernaannya.

“M.. Mwo?” Boram berusaha menajamkan indra pendengarannya. Dia merasa tuli seketika saat mendengar Soohyun mengucapkan kalimat itu. Soohyun sendiri tidak mengerti kenapa dia bisa mengatakan hal seperti itu. Yang dia tahu, dia memang menyukai Boram. Gadis itu berbeda. Itulah yang mata Soohyun tangkap saat pertama kali bertemunya di dalam bis. Gadis yang unik, ceria, dan penuh semangat. Tapi, bukan karena alasan itulah Soohyun jatuh cinta kepada gadis pencinta strawberry itu. Melainkan, karena gadis itu Boram. Bukan gadis lain.

“Boram ssi aku… me…me…” Soohyun tiba-tiba juga merasakan sensasi aneh. Seperti ada banyak kupu-kupu yang berterbangan di dalam perutnya. Wajah Boram tanpa dikomando lagi kembali memperlihatkan semu kemerahan.

“Soo.. Soohyun ssi…. Aku…”

“Saranghae…”

BRAK!

“PARK BORAM!”

Sekali lagi, Boram dan Soohyun menengok ke arah pintu yang terbuka dengan kasar. Dan disana sudah berdiri sahabatnya, Lee Hyora dan suaminya Cho Kyuhyun yang tentu saja memunculkan kepalanya di belakang punggung istrinya itu.

“Eo? Err. Chuisonghamnida.” Mendadak Hyora membungkuk setelah melihat Boram dan seorang namja yang asing sedang duduk di depan Boram yang wajahnya kini sudah seperti kepiting yang terlalu matang direbus.

“A…aniyeyo…” Namja yang tak lain adalah Soohyun itu mendadak berdiri dan menghadap KyuRa Couple yang masih memandangi mereka dengan tatapan bingungnya. Boram yang masih mematung, tak bisa berkata apa-apa.

“Geurom. Aku pulang dulu.” Soohyun menatap Boram seakan-akan seperti tak ingin pergi.

“Cepatlah sembuh.” Sebenarnya, Soohyun sangat ingin sekali membelai kepala Boram. Tapi, ditahannya karena dia sendiri sedang berusaha mengontrol jantungnya yang berdebar keras setelah dia mengakui kalau dia mencintai Boram.

Boram mengangguk setelah sadar dari lamunannya.

Sebelum meninggalkan kamar Boram, Soohyun membungkuk pamit pada Kyuhyun dan Hyora yang rupanya masih disitu memperhatikan mereka berdua.

“Ya!! Neo…” Hyora segera mendekati Boram yang masih terbengong-bengong.

“Nuguya?” tanya Kyuhyun yang langsung saja mendudukkan tubuhnya di atas kursi tempat Soohyun duduk tadi.

“Ha? Mwo?” jawab Boram seperti orang kebingungan.

“Kau berhutang cerita padaku sepertinya, Park Boram.” Hyora menyilangkan kedua tangannya dan menyipitkan matanya ke arah Boram.

“Aku hutang cerita apa?” tanya Boram.

“Pacarmu ya, Park Boram?” goda Kyuhyun.

“Geu nam…eh ani Ching… ah ani ani… Dia… itu…” Boram ragu menjawabnya.

“Namjachingu?” Kyuhyun dan Hyora serentak menjawab. Boram menatap keduanya bergantian.

“Wooo!” Hyora tiba-tiba bersorak “Ya!! Kau harus mentraktirku nanti, Cho Kyuhyun!” Hyora menyenggol lengan suaminya.

“Eii. Dia belum menjawabnya. Enak saja.” protes Kyuhyun.

“Ani. Dia bukan namjachingu… Dia….”

“Muahaha. Aku menang! Kau yang mentraktir aku, Myeonjjang.” Kyuhyun mencubit hidung Hyora. Dan Hyora pun hanya menggembungkan pipinya kesal karena merasa kalah dari suaminya itu.

Boram merasa kesal karena kedua temannya yang sekaligus sepasang suami istri ini malah membuat dirinya jadi bahan taruhan sekaligus saling menggoda.

“Ya! Ya! Ya! Kalau kalian mau bermesraan, lebih baik kalian keluar saja.” teriak Boram.

“Mian mian mian. Jadi, namja itu siapa?”

“Aishh! Bisa tidak kau mengkhawatirkan temanmu yang sedang sakit ini?” Lagi-lagi Boram memprotes Hyora.

“Arasseo. Jadi, kau sakit apa? Tumben sekali. Atau kau ini sakit….. cinta?” tanya Hyora dengan wajah polosnya.

“Lee Hyora.” Boram merendahkan suaranya, mengancam Hyora yang sekarang sudah terkikik karena berhasil menggoda Boram.

“Eo… Cake itu… Sepertinya enak.” gumam Kyuhyun tiba-tiba.

“Andwae! Kau tidak bolah memakannya, Kyuhyun~ah!” jerit Boram sambil melindungi SOS pemberian dari Soohyun.

“Wae?” tanya Kyuhyun.

“Ah. Nan ara. Itu dari namja tadi, kan?? Wow. Dia menyukaimu, ya?” Wajah Boram memerah lagi. Dia menatap Hyora. Kemudian menatap Kyuhyun. Kemudian menatap Hyora lagi. Hyora yang melihat tatapan Boram segera mengetahui tatapan sahabatnya itu.

“Kyuhyun~ah… Bisa kau keluar sebentar?” tanya Hyora pada Kyuhyun.

“OK. Aku akan menonton drama saja bersama Eommamu di luar.” Kyuhyun yang tampaknya mengerti pun memilih membiarkan kedua sahabat ini membicarakan sesuatu yang sepertinya penting.

“Gomawo.” kata Hyora.

“Marhaebwa, Boram~ah….” Hyora memulainya setelah Kyuhyun menutup pintunya dan bergabung dengan Boram Eomma menonton drama.

Boram menghembuskan nafasnya. Dia memang tak bisa menutupi apapun dari Hyora. Dan Boram pun menceritakan tentang Soohyun padanya.

“Ah. Pantas saja aku seperti tidak asing dengannya. Jadi dia itu juga patissie di cafe Yesung Oppa? Dan dia pernah menggoda kita dengan anak buahnya?” Boram mengangguk.

“Kau yakin dia itu nappeun namja?”

“Geunde eottokhae? (tapi bagaimana?)”

“Boram~ah. Apa yang kau takutkan?” tanya Hyora.

“Ketika bertemu dengannya untuk pertama kali, aku tidak melihat bahwa dia itu seperti itu. Tapi, ketika bertemu dengannya bersama teman-temannya itu… Aku merasa dia berubah. Lalu sekarang, dia tiba-tiba datang dengan aura yang berbeda lagi. Aku memang belum tahu dia itu sebenarnya bagaimana. Tapi, aku merasa bingung. Dia seperti teka teki bagiku.”

“Kenapa kau tidak tanya langsung saja padanya?”

“Molla. Aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana, Hyo~ya?”

“Ah. geuromyeon (kalau begitu). Tanyakan saja pada Yesung Oppa.” usul Hyora.

“Aku takut. Sebenarnya, aku juga masih marah padanya karena kejadian itu.”

“Tapi, kau menyukai Soohyun-ssi. Keuji? (Benar, kan?)”

“Mwo? A…ani…geu…”

“Kau itu tak akan bisa menyembunyikan apapun dariku, Boram Agassi…” Hyora menyilangkan kedua lengannya.

“Molla.”

“Molla? Kenapa kau jadi bodoh begini Park Boram? Karena namja itu? Ckck.” Hyora menggelengkan kepalanya.

“Aish. Molla molla molla…” Boram yang masih bingung dengan perasaannya pun menjambak rambutnya sendiri. Melihat hal itu, Hyora malah tertawa ringan.

“Ya~!” protes Boram karena Hyora menertawakannya.

“Kudoakan kau bisa mengambil keputusan yang terbaik.” Kata Hyora setelah berhenti tertawa. Boram menghembuskan nafasnya pelan dan menjawab,

“Gomawo. Aku akan berusaha mengambil keputusan yang tepat, Hyo~ya.”

———–

Soohyun menyentuh dadanya yang berdebar kencang. Walaupun dia sudah berada jauh dari rumah Boram, debaran yang dirasakan pada jantungnya masih terasa hingga sekarang.

Aish! Baboya! Kenapa aku tiba-tiba mengatakan hal itu? Boram pasti takkan mau menemuiku lagi karena aku sudah sangat keterlaluan padanya. Dia saja sepertinya masih kesal padaku dan sekarang kenapa aku mengatakan kalau aku menyukainya? rutuk Soohyun dalam hati.

“Aish! Yang membuatku lebih bodoh lagi, kenapa aku tak bertanya padanya mengapa dia sampai kesal padaku?” Soohyun mengacak rambutnya sendiri.

End of Author’s P.O.V

———–

Boram’s P.O.V

“Jeongmalyo?” Aku setengah berteriak karena suara di ponselku memberi tahu kalau aku di terima kerja menjadi interior designer di sebuah perusahaan property.

“Ne… Kamsahamnida!”Aku hampir saja melompat kalau saja aku tidak ingat bahwa aku sedang dalam perjalanan pulang di bis.

“Sepertinya, harus kurayakan dengan membeli Cheese Cake.

Cheese Cake? Makanan itu selalu mengingatkanku pada seseorang yang kini kurindukan. Namun, entah mengapa rasanya aku tak bisa menggapainya.

Tiba-tiba, otakku dijejali dengan wajahnya yang tersenyum ramah saat aku datang ke cafe milik Yesung Oppa. Tatapannya ketika mengucapkan selamat tinggal padaku. Kedipan matannya. Bahkan, ucapannya ketika aku sakit.

‘Saranghae…’ Tiga suku kata darinya itu kembali terngiang di telingaku.

Aku tahu aku terlalu pengecut untuk mengakuinya, karena aku takut aku tak bisa menerimanya. Dia benar-benar membuatku bingung. Ada saat ketika dia sangat manis. Tapi, juga ada saat dimana dia seperti seorang nappeun namja. Ketakutan inilah yang selama ini membuatku berhenti mengunjungi cafe tempat aku biasanya akan mencarinya di area dapur.

Tapi… Jantungku, aliran darahku, denyut nadiku, bahkan otakku selalu mengeluarkan reaksi aneh setiap kali mengingatnya atau bertemu dengannya. Padahal, dia itu terkadang bersikap seenaknya sendiri padaku. Bagaimana aku bisa menjelaskan perasaan yang bahkan aku saja tak bisa menggambarkannya?

Swoooozhhh…’ Lamunanku buyar karena mendengar suara pintu bis yang terbuka. Aku melihat sekelilingku. Ini bukan halte tempat aku biasanya turun dan pulang ke rumah. Namun, kulangkahkan kakiku keluar dari bis dan berjalan menuju tempat itu. Tempat dimana aku bisa menemuinya untuk mengakui perasaanku padanya.

End of Boram P.O.V

 

Author’s P.O.V

Soohyun menempelkan wajahnya di jendela kaca cafe, berharap seseorang yang dia tunggu datang.

“Soohyun ~ah… Aku pulang dulu. Aku sudah memeriksa yang lain. Kau hanya tinggal mengunci pintu depan saja.” kata salah satu karyawan di cafe itu.

“Ne, Hyungnim.”

Soohyun mengecek jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Dia yang hari ini bertugas menutup cafe menghembuskan nafasnya kecewa.

“Benar apa yang kubilang. Boram pasti tidak mau menemuiku lagi. Ah… Naega baboya.” keluhnya sendiri sambil menata kain kecil di atas meja.

Ini sudah dua bulan sejak dia mengakui kalau dia jatuh cinta pada Boram. Dan, pernyataan itu belum di jawab oleh Boram sendiri karena Hyora datang. Tapi, sejak itu pula Boram tidak menampakkan diri di cafe juga. Soohyun mengira bahwa dirinya telah membuat Boram kecewa karena hal ini.

“Masih adakah sisa SOS untukku?” Tiba-tiba, ada sebuah suara yang ditangkap oleh telinga Soohyun.

“Maaf kami sudah tutup aga…..” Soohyun berbalik untuk menjelaskan bahwa cafenya sudah tutup. Tapi, kata-katanya terhenti ketika melihat pelanggan yang datang itu.

“Ah. Jadi begitu? Baiklah kalau begitu. Biar aku datang besok saja.” Boram membalikkan tubuhnya menuju pintu keluar. Tapi ketika pintunya sudah setengah terbuka, Soohyun membuka mulutnya. Sebisa mungkin mengeluarkan suara dari tenggorokannya.

“Aku bisa membuatkannya untukmu.”

“Jinjja?”

Boram memperlihatkan deretan giginya. Setelah Soohyun mengangguk, Boram menutup kembali pintu cafenya dan mendekati Soohyun.

“Ini akan sedikit lama. Gwaenchanha?” Soohyun menggandeng tangan Boram, membuat Boram menundukkan kepalanya dan menuruti kemana Soohyun akan membawanya.

“G..gwaen..Gwaenchanha… Aku sudah lapar dan aku sedang ingin makan SOS buatanmu.”

“Aku akan memperlihatkanmu cara membuatnya. Lain kali, kau yang harus membuatkannya untukku.”

“Arasseo…” jawab Boram. Ada perasaan sedikit lega ketika akhirnya mereka bertemu.

“Oh, iya. Apakah sekarang aku boleh memakai bahasa informal padamu?” tanya Soohyun saat dia memakai apronnya.

“Semaumu saja.” jawab Boram.

“Oke. Anjabwa (duduklah).” perintah Soohyun pada Boram agar dia duduk di kursi di depan meja yang sering dia gunakan untuk membuat semua kuenya. Sekarang, dia mencoba memakai bahasa informal agar lebih akrab dengan Boram.

“Kau baik-baik saja, kan?” tanya Soohyun.

“Ani…”

“Wae?”

“Molla.”

Soohyun tertawa saat mendengar jawaban Boram.

“Kau tak menanyakan kabarku?” Merasa tak ditanya, Soohyun memancing Boram.

“Aku bisa melihat kalau kau baik-baik saja.”

“Ragaku baik-baik saja. Hajiman, nae simjangie neomu apasseo. (Tapi, jantungku sakit sekali.)”

“Jeongmal? Kalau begitu, kau seharusnya ke dokter saja.” saran Boram.

“Dia takkan bisa menyembuhkannya.”

“Kau sudah pernah kesana?”

“Yap. Dan dia tidak sanggup menyembuhkannya.”

“Kau bercanda kan, Kim Soohyun?” Nada suara Boram mulai terdengar panik. Tapi, dia berusaha sekuat mungkin agar tak terlihat panik di depan Soohyun.

“Tidak. Aku mengatakan hal yang sebenarnya.” jawab Soohyun sedatar mungkin. Meskipun sebenarnya, dia sudah ingin tertawa karena melihat wajah panik milik Boram.

“Tsk…Kotjimal.” umpat boram pelan.

Soohyun yang sepertinya tak mendengar umpatan Boram malah memilah bahan yang akan dia gunakan untuk membuat SOS. Boram pun memperhatikannya.

‘Igobwa (lihatlah). Dia berubah lagi menjadi patissie  yang tampan dan lembut.’

“Kau mau mencoba memecahkan telurnya?” tanya Soohyun.

“Baiklah.” Boram pun turun dari tempat duduknya dan membantu Soohyun memisahkan putih telur dan kuning telurnya.

Soohyun juga mengajari Boram cara membuat SOS. Dan tanpa terasa, mereka berdua kini telah ada di dunia mereka sendiri.

“Ja! Sekarang kita panggang.”

“Bolahkah aku yang memasukannya?” Soohyun mengangguk dan memberikan loyang yang tadinya sudah mau dia masukkan kepada Boram.

Soohyun membantu membukakan oven yang sudah di atur suhunya sebelum mereka mulai membuat adaonannya.

“Berapa lama ini akan matang?”

“Sekitar 40 menit.”

“Jinjja? Ottokhae? Ini sudah terlalu malam…” Boram terlihat panik. Dia tidak biasa pulang malam sendirian.

“Ah, benar. Aku pikir ini masih jam 8.”

“Bagaimana bisa kau berpikir ini masih jam 8 malam? Sedangkan, tadi kau sudah mau menutup tempat ini?” gerutu Boram.

“Lalu kenapa kau datang kemari? Jangan-jangan kau merindukanku, ya?” goda Soohyun.

“Mwo? Aku kan bilang aku lapar. Jadi, aku ingin SOS.” Boram tak berani mengakui bahwa sebenarnya itu benar.

“Baiklah baiklah…” Soohyun mengalah dan mulai membereskan meja tempat dia tadi membuat SOS bersama Boram. Boram akhirnya juga membantunya. Selama kegiatan membersihkan meja itu, keduanya hanya bisa mencuri-curi pandang.

“Aku mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan property.” Boram berusaha memecah keheningan dengan menjadikan pekerjaan barunya sebagai topik pembicaraan mereka.

“Wuaaa… Jinjja? Chukhahae.”

“Kau adalah orang pertama yang aku beri tahu.” ucap Boram lagi.

“Wow. Aku beruntung sekali,ya?”

“Maka dari itu, aku ingin makan SOS-mu dan ingin memberi tahumu…” Boram memberanikan diri menatap Soohyun dan menunggu reaksinya.

“Gomawo.” Dia tersenyum.

“Ini semua karena kau juga membuatkan SOS untukku dan karenaku.”

“Ah begitu…”

“Boram-ssi…”

“Ne?”

“Eung… Ada sesuatu di pipimu.”

“Ha? Benarkah?” Dia buru-buru menggosokkan telapaknya ke pipinya sendiri.

“Bukan disitu.” Soohyun menempelkan ibu jarinya ke pipi Boram yang sebenarnya tak ada apa-apanya. Keduanya kini sangat dekat dan saling melihat pantulan bayangan mereka sendiri di bola mata masing-masing.

‘Aish! Kenapa aku tak bisa melakukan apa-apa? Argh! Dia seperti magnet!’ teriak Boram dalam hati.

Boram menutup matanya kencang-kencang. Sampai-sampai, dia bisa mendengar debaran jantungnya sendiri. Dan hal selanjutnya yang dia rasakan adalah sentuhan lembut di dahinya. Boram kemudian membuka matanya pelan dan mendapati Soohyun masih di depannya memandangnya dengan pandangan yang Boram sendiri tak bisa menerjemahkan. Dia tahu wajahnya sekarang pasti sudah sangat merah karena itu.

“Neo… Ddalgi cheorom (Kau seperti strawberry.)” kata Boram sambil menyandarkan tubuhnya di meja dapur.

“Hmm? Na? Wae?” Soohyun mengikutinya, menyandarkan tubuhnya juga di sebelah Boram.

“Mengapa aku menyukai strawberry? Karena, ketika kau memilih salah satu buahnya akan ada banyak kejutan. Terkadang, dia manis. Tapi, dia bisa juga masam.”

“Aku seperti itu?”

“Eo. Ttok kata (Kau sama seperti itu…)”

“Eonje? (Kapan?)”

“Kau sangat manis. Saat kita bertemu dulu. Lalu, tiba-tiba aku melihat kau berubah. Ingat bukan saat aku menendangmu?”

“Tentu saja. Bagaimana aku bisa lupa? Dan itu sakit sekali, Boram-ssi.

“Mianhae… Kemudian saat aku sakit, kau tiba-tiba muncul. Dan sikapmu berubah lagi.”

“Menjadi manis maksudmu?”

“Begitulah… Kau bahkan….” Boram berhenti berkata dan memberanikan diri menatap Soohyun yang juga sedang memandangnya.

“Jika aku urutkan, kau selalu bersikap manis kemudian bersikap masam. Kemudian manis lagi. Dan kemungkinan, setelah manis adalah masam. Bukan begitu?”

“Kau belum mengenalku dengan baik Boram-ssi.” Boram terdiam lagi.

“Aku masih menunggu jawabanmu. Kau tahu? Aku sungguh ingin bertemu denganmu. Tapi, sejak kau menendangku, kau tak pergi ke cafe lagi.” Kata Soohyun.

“Kenapa kau tak mencariku?”

“Aku tak punya nomer teleponmu dan tak tahu dimana kau tinggal saat itu. Ah~ ada yang ingin kutanyakan juga…”

“Mwonde?”

“Kenapa kau marah padaku dan menendangku?”

“Kau menggodaku. Jadi, aku menendangmu dan aku tak mau bertemu denganmu.”

“Menggodamu? Aku sedang menyelamatkanmu dari kedua anak nakal itu.” bela Soohyun terhadap dirinya.

“Ha? Mengedipkan mata padaku itu sedang menyelamatkanku?” sanggah Boram. Dia sama sekali tidak mengerti dengan maksud Soohyun yang sebenarnya.

“Eo. Aku bilang pada mereka kalau hanya aku saja yang boleh menggodamu agar mereka tidak mengganggumu lagi. Mereka sangat menurut padaku jadi kubilang saja begitu.”

“Tapi, mereka memanggilmu Bos!”

“Ah. Jadi, kau ini mengira aku bos mereka. Dan aku juga seperti mereka?”

“Lalu?”

“Hahaha. Pantas saja tendanganmu itu begitu terasa. Kau marah padaku karena itu, ya? Baiklah, aku jelaskan. Aku pernah menolong mereka. Dan sejak itu, mereka mengikutiku terus. Kata mereka, mereka ingin membalas kebaikanku. Sebenarnya, mereka bukan anak-anak nakal. Kau tahulah remaja seperti mereka. Mereka hanya ingin main-main saja. Dan aku juga sedang ingin mengarahkan mereka dengan baik. Aku sedang mengenalkan mereka pada dunia patissie juga. Aku memiliki cita-cita membuka toko pastry-ku sendiri dan jika memungkinkan, aku akan mengajak mereka. Maka dari itu, aku bersyukur mereka sangat menurut padaku. Aku juga sudah menganggap mereka sebagai adikku sendiri.” Penjelasan Soohyun ini membuat Boram terkejut. Ternyata, dia memang memiliki banyak kejutan dan Boram salah paham karena hal itu.

“Mianhae…” sesal Boram.

“Bogoshipeosseo. Kau tahu? Setiap hari aku membuat Strawberry Cheese Cake. Dan aku selalu teringat padamu. Setelah itu, aku mulai menyadari kalau aku menyukaimu. Aku tak bisa menahannya ketika akhirnya bertemu denganmu ketika kau sakit. Maka dari itu, aku mengakuinya. Tapi, kau belum menjawabnya….”

“Na do.”

“Mwo?”

Boram menghadapkan tubuhnya ke arah Soohyun. Dihelanya nafasnya mempersiapkan mental untuk mengatakan,

“Na do, bogoshipeo. Aku seperti orang gila saat aku hanya bisa memandang topimu saja.”

Soohyun kemudian mengambil tangan kanan Boram dan meletakkannya di dadanya.

“Kau merasakannya? Jantungku… Hanya kau yang bisa membuatnya begini.” Boram bisa merasakan debaran jantung Soohyun. Debarannya sama seperti miliknya sendiri.

“Saranghae nae ddalgi.” Boram dan Soohyun pun saling memandangi satu sama lain, meresapi perasaan rindu yang membuncah selama mereka tidak bertemu.

Boram secara otomatis menutup kedua matanya ketika wajah Soohyun sudah mulai mendekat kearah wajahnya. Hembusan nafas mereka masing-masing juga sedikit demi sedikit mulai mereka rasakan begitu juga dengan jantung mereka yang berdetak tak sesuai rima. Tiba-tiba,

“Ting!!!” suara keras itu membuat keduanya kaget dan membuka matanya. Keduanya kemudian membenarkan posisi berdiri masing-masing dengan awkward. Wajah Boram seketika menjadi merah dan panas.

“Errrr… ku…kue kita…su..sudah matang rupanya…” kata Soohyun yang mendadak tergagap setelah beberapa detik mereka terdiam salah tingkah.

“Ka…kau bilang kita akan butuh waktu 40 menit untuk memanggangnya”

“Aku mengatakannya hanya karena ingin kau lebih lama disini. Sebenarnya ini hanya membutuhkan waktu 20 menit saja karena aku membagi adonannya menjadi dua bagian yang tipis…”

“Mwo? Tsk…. Kau masam sekali kali ini” Boram sudah mulai mengerucutkan bibirnya lagi, merasa kesal karena Soohyun berubah lagi.

“Hahaha… jadi sebelumnya aku manis?” tanya Soohyun sambil mengeluarkan adonan kue tadi dari Loyang.

“Aishh!! molla”

“Ya~ Park Boram ayo bantu aku…”

“Shireo” Boram menyilangkan tangannya karena merasa sebal.

“Aigoo… kau marah?”

“…..” Boram tidak menjawabnya.

Soohyun tersenyum lalu mendekati Boram dan berusaha membuat Boram sedikit mengampuninya.

“Baiklah… aku akan bersikap manis kali ini” Bisiknya di telinga Boram.

Dan sebuah kecupan lembut di pipi Boram dari Soohyun membuat seluruh tubuhnya gemetar.

“Sekarang bantu aku ya…” Soohyun pun menarik tangan Boram, dan Boram kini hanya bisa tersipu menuruti perintah Soohyun yang terus saja tak bisa berhenti tersenyum.

Cinta mereka, mungkin terdengar biasa. Kisah yang tidak begitu istimewa. Tidak penuh dengan adegan romantis. Tidak juga dengan adu mulut antar pasangan yang nantinya akan membuat mereka semakin dekat. Cinta mereka tumbuh dari sebuah rasa. Rasa manis dan masam yang meleleh dan menelusup ke dalam hati mereka.

End of Author’s P.O.V

*****

Elftodie21

Akhirnyaaaaaa selese juga utang saya satu lagi *joget SFS* maapkan aku syipoh aku telah membuatmu menderita dengan segala typo-ku BBUING BBUING *ala Eric Oppa*

Mungkin ada beberapa yang mikir kalo ide patissie ini karena Donghae Oppa sendiri yang mau main drama dengan tema yang sama. Tapi saya luruskan ini bener-bener ide kami buat bikin ff Boram dengan tema patissie, sebelum adanya berita Donghae mau maen dram *iyalah ini ff kan utang sejak tahun baru 2012 gara2 saya iseng-iseng meluncurkan RENDEZVOUS kkkkk* moga2 pada seneng dah ya..

Dan dengan segala kegalauan aku dan Syipoh yang tiba-tiba mendadak minta ganti cast dari Yoo Seungho jadi Kim Soohyun makanya ini ff Boram jadi tambah lama juga dengan kesibukanku di sekolah (baca:gak libur) jadi nambah lama juga hahaha…

Demi membuat lebih nyata, author Syipoh sendiri ampe bikin Strawberry Cheese Cake bareng Fine temennya, dan aku gak kebagian hikss huaaaa…

Tunggu aja kejutan-kejutan dari kami. tapi maap ya nanti kalo lama, pokoknya Kkumers gak usah nanya-nanya kapan Kyura en the genk nongol. Kalo udah waktunya pasti mereka nongol sendiri kok, oke oke??wink!! *senyum tiga jari*

Syipoh

Hwaaa…. *tabokpantatKyu* Setelah akhirnya, lama juga ya kita milih cast yang pas buat ndampingin Boram, ceilah. Akhirnya, terpilihlah… *tetoretot* Geu namja, Kim Soohyun. Namja dengan alis tebal dan dada seksi. *astaghfirullah, puasa bo.* Dia ini adalah namja pengganti sebelum kita memilih Yoo Seungho sebagai cast utama, pasangannya si Boram. Tapi, berhubung ada satu kkumers *tunjukUmi* yang mensuspect bahwa Kim Soohyun-lah yang menjadi pasangan Boram, membuatku dan Esa Eonni tergoda untuk menggantinya dengan Soohyun. Mianhae, Seungho~ya…

Terima kasih banyak buat Fine, temen syipoh yang udah nyumbang lagu dbsk dari album pertama sampai terakhir ini *I miss dbsk5 alot!* sebagai lagu pengiring untuk mengedit fanfic ini. Esa eonni, kau sungguh terlalu. Dengan typo yang bertebaran, tak salah kalau kolornya Kyuhyun banyak yang ilang ditanganmu. #plak

Dan, jangan protes! Jangan bilang ff ini kependekan! Karena ff ini terdiri lebih dari 13ribu kata *samasalamtempeldarikita* dan 63halaman word. Nah, loh. Bisa dibayangin kan betapa banyaknya? Terakhir, selamat menunaikan ibadah puasa. Kyura-nya libur dulu ya, NC-nya? Takut batal.

143 thoughts on “{HyunRam’s Scent} S.O.S (Smell of Strawberry) – Sequel of Rendezvous

    • pertama baca aku kira bakal ma yeye ato ming. eh akhirnya ma soohyun yaaaa… moga langeng terus cepet kawin (?)
      chukae boram lama ngejomblo eh sekali dapet soohyun yg cakepnya ga ketulungan(?)
      hehehehe… selamat buat hyunram ^^b

      unn itu ating artinya apa ya? typo ato emg bakor?? aku ga tau artinya :3

    • Huuuaaah…
      akhirnya boram dapet pasangan juga….
      aigo.. Kim Soohyun lagi… namja tampan…
      huah, di kirain sama Heechul/ Sungmin/ Yesung gitu.. Eh ternyata sama Soohyun..
      Chukkae boram-ah.. Chukkae.. Chukkae..

    • Aigoo~~ eonnie… Kim Soohyun? Boram? aigoo~~ cheukkhae Boram eonnie^^ akhirnya jodohmu di depan mata. daebak eonniedeuuulll–authordeul–q^^p.
      tapi masih ada typos x//.

  1. Akhirnya boram punya pacar \(´▽`)/ tp yg baca belom pacar (′ ̯ `) berarti kyura nanti2 bakal ada soohyun nya dong? Eheiii aseeeeek. Ditunggu FF selanjutnya😀

  2. Hwuaaa,, kereenn,, gokil abis ceritannya,,
    Syipoh pengen juga strawberry chesse cakenya,, bagiii,,,
    Ditunggu ff yang lainnya,,,

  3. Wah…..keren……..smpe kbwa suasana…..#lah knapa tuh kue keburu mateng…….padahal ah tarik napas tp keburu bunyi ‘ting’.#bulan puasa bo……hehehe………kya….. akhirnya boram dpt jodoh jg…..^^ikut sneng…#peluk donghae(loh???). next di tnggu..^^

  4. Kyaaaaaa Boram sama Som samdong *eh Soohyun mksdnya kirain td pas baca boram sama yesung hehhe asiikkkk soohyun bakalan maen lg gak thor disini *eaaa dikira pelem apa yaa maen* hehhe ditunggu karya2 terbarunya selamat menunaikan ibadah puasa buat semuanya salam kenal dr saya pujaan hatinya Kyuhyun *plak ditampar Hyora*hehehe

  5. Hehehe… Esa eonni!! Eonn syipoh!!
    Ini apa??? Ating?? Typo eonn… Kkkk

    Mela kira si Boram bakal ama yesung… T.T ga taunya malah Soohyun, “Kau seperti strowberry!!”
    Aigoo~~~ aku jg suka strowberry, eoonideul!! Makasih udah buatin aku FF ini *nangis terharu di pojokan* (Esa eonn + Syipoh eonn : KEPEDEAN!!!) Gyahahha
    Akhirnya Boram ga jomblo!! Eh tapi, si Kyura itu apa bgt deh, mereka kan mo nyata2in cinta, malah masuk seenaknya… balas dendam yaa gara2 sering digangguin!! Fufufu
    Oiya, tu panggangan kue ga tau suasana yaa?? Kalo gt kan bakal ada adegan cipok2 gimana gt??!! Hiyaaa… (Inget bln Puasa, melaaa!! hihihi)

    Ok deh eoonideul, sekian dulu.. ga tau ini aku comment bner apa ga?? Otakku mumet gara2 nyusun.. (Kyura Hoii, bantuin gue kek??) Haha

    Bye Bye Eonni…!! *Gandeng Ikaaaann

  6. sik asik sik asik akhirnya keluar juga..
    setelah lama ngejomblo akhirnya boram dapet pasangan juga. kim soohyun pula. langgeng terus yaaa
    jangan lupa pejenya oke =p
    awalnya aku kira boram bakalan sama yesung, eh ternyata sama soohyun..
    pokoknya daebak chingu.

  7. Sik asik sik asik akhirnya keluar juga..
    Setelah lama ngejomblo, akhirnya boram punya pasangan juga. Kim soohyun pula. Mantan aku tuh chingu!
    Langgeng ya. Pejenya ditunggu loh boram! >u~
    Awalnya aku kira boram bakalan sama yesung. Eh ternyata sama soohyun. Berarti aku ga berbakat jadi peramal >.._.<

  8. wah akhirnya stlh mnunggu lm,..
    ff boram klwr,.. ‘tebar kembang 7 rupa’

    wah, kirain td slh satu anggota suju yg bkl jd pacar boram,..
    q kirain psngan boram yesung pertma kali bca treaser, pas mikir yesung kan punya kura2 bkn anjing, kl heechul kan lgi wamil gk mngkin akhirnya jatuh k’sungmin ‘curcol’
    eh ternyata kim soo hyun yg jd pacar boram,..
    bnr2 gk nyangka,..

    eonnie blh nanya gk, pke ulzang sapa yg jd boram?
    cocok 2h gmbrnya, wajah mereka b’dua mirip lho?
    ckckckc,..

    pertemuan mereka lucu ya,..
    saling b’tukar benda,..
    hehe,..
    ad taemin n’ minho nongol d’sini,..
    oh ya,.. i2 pas katakan cinta ad kyura,..
    ganggu aja nih,..
    ckckckc,..
    biasanya kyura yg d’gangguin boram thr genk skrng gntian,..
    hehe,..
    jd pngen mkn cheese cake strawberry abis bc nih ff,..
    ‘minta cake ama esa eonnie n’ syipoh’

    wah kngen sm pasangan cecungukan,..
    ckckckckc,..
    bwt cerita jiyeon sm eunhyuk oppa lgi dunk,..
    ahra am siwon blm ad nih critany,..
    oh ya kan mereka udah ad psngan 2h,..
    jdny bsa panca date,..
    hohoho,.. 5 psngan,..

    gomawo esa eonnie n’ syipoh udah bwt ff boram,..
    akhirnya rasa penasaran t’bayar sdh,..
    hwaiting u/ karya slnjutnya,..
    ‘hug’🙂

  9. Esaem.. syipoh.. Walopun sedikit kecewa karena Boram gak berjodoh ma kkoming(?) tp saia seneng bacanya….xDD

    H&G itu Handel & Gretel yah typo tuh..wkwkwk

    pengen dong numpang eksis ky cici…whahaha saia pan istri yg pnya cafe….😀

    Daaann napa ada 2min nyasar? Aku jd inget salamander guru.. jd ngebayangin 2min berantem ma joker+L.. Wkwkwk *hugkiss joko*
    bodo c boram gmau dgodain 2min…😛 aku sih mauuu…xD

    udah ah kepanjangan…. Salam hangat terdahsyat bwt kyura n’ the geng…❤

  10. Waaa.,.gag nyangka boram dpasangin ama kim soo hyun… Kirainku boram sm sungmin..,:-D
    chukkae chukkae boram ah…
    Siap2 ajadh ntr dgoda sm cecunguk yg laenny xixixi

    waaa dan ada cecunguk bru th kyknya*ngelirik taemin ‘n minho…kkk~

  11. Gyaaa…!!! Boram akhirnya punya namjachingu juga, ahaha senangnya hatikuu…😀
    Suka deh, seperti biasa FF karangan kalian selain romantis ada unsur lucu2 gimanaa gitu, jadi semangat bacanya, hehe😀
    Enak ya jadi Boram punya pacar yang jago bikin kuae mauu… Dikasih kue gratisan! :p
    Ceritanya seru eonni, reader jadi berasa deg2an kaya si Boram juga, loh! *halah*
    Boraamm… Boram… Akhirnya kamu gak bakal cengok lagi ngeliat Kyura & cecunguk dengan couplenya masing2… Selamaatt!!😀

    • Aigoo so sweet ceritanya unn…
      Akhirnya boram punya pasangan jadi dya ug cndrian klau cecunguk +kyura lagi ma pasangan’a masing-masing…ahahha

      Lucu banged pas ada taemin n’ minho yang ngegodain boram ug kebayang 2 namja imut” jadi namja nakal gitu .. aahahha

      Oke lah unn ditunggu karya” lainya ea ..^^ Hwaiting..^_^

  12. kyaaaa…. ak suka..aku suka
    ceritanya manis. Kebayang banget dikepala… senyum2 sndiri bcanya….
    oennideul, lanjutkan!!!

  13. kyaaaaaaaa,,,akhirnya keluar juga nih udh lama nunggunya,,,eh si boram sama soohyun kirain mau sama yesung/sungmin gitu….enaknya boram udah pnya pacar aku mau juga dong pnya pacar nihhh…akhirnya boram udah gak ngejombol lagi walau diriku masih,,,hehehehehe…
    selamat menunaikan ibadah puasa semuanya,,,,

  14. Asikkkkkkkkk ……. Chukae boram . Esa eoni knapa selalu namja q yng kau buat T.T sohyun oppa ini namja q huaaaaa

  15. uwa… kisah cinta boram manis banget,,,

    iyhh g kebayang deh sohyun pake baju ala2 patissie gitu,, “>,<"
    pasti setampan hae oppa,,
    *ya iyalah*

    oen,, baca ini jadi ngebayangin cakenya…
    *astagfurullahingetpuasa*

  16. Aaakkkkhhh sumpah ini Ff manis bgt ><
    *tarik kolor kyuhyun :p

    ngakak deh sma kyura. Dasar pasangan koplak. Wahaha…

    Cecunguk ga ngerusuh nih. Wadaw. Crita'a mreka lg puasa bwt ngrusuh. Hohoho…
    Kpn mereka comeback? *siapin banner(?)

    ccciiiyyeee Bo, akhr'a punya pasangan jg. Ciihyyuuiiii *pesta strawbery chees cake.
    chukkae bo ^^

    eh eh eh udah pda punya pasangan masing2 nieh. Syp ya yg bakalan nyusul kyura duluan? Dan dpt jatah dr cecunguk genk? Wkwkwk…
    Okelah lah thor, ane tunggu karya hebat mu yg lain. SEMANGAT BERKARYA ^^

  17. akhirnya eonni post juga.. eh eon..eon..aku udah return lhoo.. cuma stengah hari bisa nikmatin tu negara *mangkel*
    tinggalin jejak dulu ya eon, ntar aku baca.. >///<
    paipai~ ^^

  18. chukae boram ah…
    akhirnya dpt pcr juga hha.
    padahal sedikit lgi, ovennya pengganggu nih hhe
    wah syip, kite sama2 saling doain aja yach moga2 cepet dapet pcr hhe

  19. Omooo~ akhirnya keluar juga… Woaaah..
    (^▽^/).. Ini sangat menarik aku sangat menyukainya.. Joha.. Ani, neomu neomu joha.. Critanya sangat manis… Aku benar-benar menyukainya… jika adegan di atas cast kyura couple, maka aku akan mual.. Itu benar-benar menjijikan jika untuk kyura.. Tp, sangat manis untuk hyunram… Aaaah~ unni daebak!! Awalnya aku merasa bosan… Tp, di tengah-tenganya itu looh… Aaaah~ kim soohyun.. Park Boram…
    ~(‾▿‾~) (~‾▿‾)~ masih bnyak yg mau di bilang.. Tapi males ngetik… -___-“

  20. Hahahh tebakan gw salah *tettot!!*

    Uz yesung’a ma cyp??
    Akh jgn” ma dr.hewan yg nolongin si boram y??
    Btw nt dr.hewan adek’a cyp yekh??

  21. esaeeeeeemmmm…
    kirain si sungmin nya jadian sm si boram..
    akrab bener abisannya..

    keren ff nya puanjaaaaaaang bgt..mayan bwt temen didalem bis…xD

    ditunggu karya emas selanjutnya dari kalian..xD

  22. aaaaaa ~ baru baca dan … eoniii ~ cerita nya maniis banged banged banged (≧▽≦)づ♥°♡♡°
    bikin envy aja deh hyunram couple ini .. (⌣́_⌣̀)
    Malu-malu kucing gtu sprti dlu wktu 1st lope aja =Dº°˚нåнåнå˚°º=))нå˚°º=D =Dº°˚нåнåнå˚°º=))нå˚°º=D =Dº°˚нåнåнå˚°º=))нå˚°º=D
    nga mengecewakan ff hyunram ini .. And pastiny cerita ny panjang ..
    daebak esa eon n syifa eon .. Нå◦нä◦нã

  23. akhirnya,,,boram dpt couple jg, ga kan sendirian lg deh dia…

    pas pertama liat judulnya SOS jd inget J-drama yg dimainin sama hideaki takizawa (strawbery on the shortcake)….jd aja pengen nntn lg dramanya..

    KIM SOO HYUNNNNNNNNN,,saya lg suka sama ccowo 1 ini, apalg pas liat di TMTETS…KERENNN

    cocokkkkkk sama Borammmm,,,lnjtin lg ya cerita merekanya

  24. sesuai perkiraan aku tmn kyu sm eunhyuk yg dtng pasti sungmin sm yesung
    tdnya aku pikir sm salah satu dr mreka seenggaknya sm personil suju jg
    eeh trnyata meleset jauh
    ceritanya so sweet
    ceritanya puanjaaang kok thor jd tenang aja ga kependekan

  25. HUAAHHHHHH~ SUKA SUKA AKU SUKA BGT SAMA FF INI~
    BORAM DAPAT KAPEL WOYYYYY~
    Kkkkk~
    Entah knapa aq ngerasa boram & soohyun unyu2 gituuuu Ҩ( > ̯ < )Ҩ
    Unyu unyu minyi minyi cimit cimittt *gemes*
    Dan ya, lagi puasa juga, aq langsung ngebayangin Straw cheese cake *slurrpp* *yawwllaahh batal* #plak
    Aq jga jadi pingin cake nyaaaaa u,u

    Ohh, jadi sebelum Soohyun yg kepilih sempat Yoo Seungho :O
    Tp gak apa lah~ Soohyun sama Seungho perasaanku muka nya 11:12 juga kok wks~

    HyunRam HyunRam~ unn, kapan2 dibikin story nya mreka lagi ya unn😄😄

  26. Daebaaaaak as usual!!!! Ga kependekan ko eon;;) seneng banget huaaaaa romantis tapi kata-katanya NGGA menjijikan dibaca hahaha suka banget penyajian ceritanyaa. Aaaah eon kenapa ga bikin buku ajaa *plak* hehe

  27. hoo..
    akhirnya boram dpt pcr jg..hehe..
    daebak!!
    jd klo ngumpul bareng si boram gk bkal kesepian lg tuh..
    wah.penasaran klo ad ff kyura dgn para cecunguk serta couplenya msg2..mw liat keadaannya gmn..huahua..

  28. ringan … sweet banget , kata aku sih eonn aga terlalu panjang-panjang percakapanya
    tapi keren banget banget banget ahhhhh new couple nya nge gemesin banget ^^

  29. setelah sekian lama tdk mampir kesini ternyata mendapat kejutan….
    akhirnya boram dpt couple jg….

    yeeiy!!!
    chukkae-yo boram-ah

  30. Cie2 udah pada punya pacar ni ye!tp knpa ak blum y!#jderr kgak ada yg nanya
    ah kisahny boram manis amit jdi kepingin!eh jongjin blum ada pasangan kan?#siap2 daftar

  31. So sweet bgt !!!! Kya kya kyaaaa … Akhirnya boram punya namjachingu juga😄 ayo buat cerita yang mereka semua ngedate bareng. Pasti rame kekekeke … Semangat ya author elftodie21 sama syipoh … Ditunggu lho kelanjutan kyura and the LOLOL *berasa running man kekekeke …

  32. simpel, tapi aaaah sweet bangeeeet >__<
    Pemilihan cast yang tepat bgt, soohyun-ah, bikin kelepekan bangeeet.
    Ditunggu cerita HyunRam berikutnyaaaa *jatuh cinta dengan couple sweet ini*

  33. Cute cute cute Boram & Soohyun …. Suka suka suka ….:) akhirnya tuh boram dpt namja chingu jg .. Happy long lasting ya HyunRam couple

  34. Kirain sma yeye!!! Hahhaa pdhl titel’nya udh ada ditulis (hyunram) hahahaha
    Woalahhhh jdi yng jomblo terakhir tpi dpet pacarnya soohyun sih saya jga mau!! Hahahaha
    Ahhh kangen couple monyet dan ikan mokpo!! (Pacar masing2 ditinggal) ^^

  35. aaaaa sweet banget. Selamat boraaam akhirnya kamu tidak menjomblo lagi wihiw aku turut bahagiaaa. Aduh aduh makin pinter aja nih eonni2 bikin cerita, aku makin ketagihan baca wkwk. Semangat ya eon bikin ffnya terus, sukses juga buat kesibukannyaaa😄

  36. Akhrnya kelar juga bcnya setelah beberapa x cncel k’na ngajak buat tgs pas lagi inet.
    Soal kim soohyun, aku jdi inget adegan close up d Running man 102, bikin gergetan🙂
    keren abis ni ff, byangin senyum soohyun aja bisa buat puasa lbh kuat.
    Apalagi adegan dia ama boram, huhuhu
    bikin ngiri #andaikanAku (dtabokeunhyuk)

    buat kyura, aku tggu kpan publish aja. Klo kngen ama mereka ngulg bc ff mereka aja, biar tmbh blushing😀

  37. Akhrnya kelar juga bcnya setelah beberapa x cncel k’na ngajak buat tgs pas lagi inet.
    Soal kim soohyun, aku jdi inget adegan close up d Running man 102, bikin gergetan🙂
    keren abis ni ff, byangin senyum soohyun aja bisa buat puasa lbh kuat.
    Apalagi adegan dia ama boram, huhuhu
    bikin ngiri #andaikanAku (dtabokeunhyuk)

    buat kyura, aku tggu kpan publish aja. Klo kngen ama mereka ngulg bc ff mereka aja, biar tmbh blushing😀

    syipoh + esa eonnie fighting \^-^/

  38. waa.. boram ama soohyun oppa th. wkwk
    strowberry, aq jg suka.. wkwk jd klo kyura myongjjang-jjangmyeon paggilan sayang ny.. klo HyunRam apa nie?

  39. horeeeeeee akhirnya boram pny namchingu!!
    aku sukaa bgt ama bagian inii,so swiiit bikin mupeng,,top bgt dah authornyaa!!!
    Lanjutkan!!
    slmt puasa author unyu :p

  40. boraaaaam, Q sungguh iri padamuuu….
    huaaa, dpt pacarx kim soohyun. Q maauuuuuuu ><
    so sweet bgt soohyun d sni, palagi wktu bkin kue ber2 n blg "Baiklah… aku akan bersikap
    manis kali ini"
    kyaaaaaaaaaa~ g nahaaaaan~ ♥
    tpi selamat ya akhirx boram pnya pacar.hohoho
    btw kai ma spa??? ma Q ja #plak

  41. hoho.
    So sweet de soohyun ini*mau jd boram
    Pas bca awal2 kirain boram mau d jdohin ma sungmin,tau.a sungmin ada pasngan sndiri.
    Minho ma taem iktan jg d sni,jd brandalan pula.
    Ckckck.
    Eh,ntar klo ada crita kyura lg munculin jg psngan ini ya.
    Ak ska ma couple ini.
    Hehehe.

  42. Akhrnya boram dapat pacar juga yee \(^.^)/
    kyaa ada pangeran imutku n0ngol . .>.< #plaakabaikan
    lanjutanya jgn lama ya eon, ,hwaithing

  43. Sempet bingung sama judulnya mikir sypvyg kf couple boram nanti.
    awl dicerita smpet mikir sama yesung tp gak mungkin scr hyun terus smpe akhirny sungmin dtg tp gak mingkin juga.
    tp mungkin jg itu sebutavinta mrk. terus smpt mikir juga wahh seru nih cinta segta tp kejwb pas ungmin blg udh jadian..
    wuahh beearti boram bakal sama yesung ehh tiba” muncul shk sambil baca sambil puteelr otak siapa pemilik nama itu haha*lohkokjdcurhat

    sumpah ya keeen bgt jd bisa mainin alur pembaca smpe bisa nebak”*padahaltebakannya salahsmua kkkk
    hahaha kasian boram gantian diecilin sama kyura..
    tp knpvcuma segitu aja mrk jd evil kan lucu kalo mrk jd evil buat pasangan ini.
    oiaa teman sevilanny jg belum tau*bacaeunhara* kalo dongsaeng evilnya udah ya pacar gmn y reaksinya??

  44. waaaaaaaaa akhirnya boram punya pasangan😀 haha
    kasian juga ini boram kalo lagi ngumpul cuma sendirian ya.. tadinya aku pikir yang punya anjing itu si soohyun. walah ternyata yesung -_-
    tapi tapi tapi hyunram johaaaaaaa😀 manis banget, gakalah sama kyura manis nya😀
    buat cerita lain tentang hyunram nyaya eonnie😀 cerita mereka aku suka haha
    sekarang semua udah punya couple ya..
    johaaaaaaaaaa :))

  45. Kirain yg bawa anjing itu heechul, fiuh sempat kepikir yg jadi pacarnya boram heechul, kan lucu ahahahah.
    Tapi ternyata c’cool soohyun hoaaaahhh, dia ganteng sekali…. Chukae boram~aa akhirnya punya pacar juga…. ~(˘▾˘~) ~(˘▾˘)~ (~˘▾˘)~ . Ahkk unyuuu unyuu ♥(>̯┌┐ Aigoo… Aku tahu. Kau pasti mau memukulnya di tempat tertentu, ya?” godaku. (o,O)” gyahahaha,

    Kyaaaaaa oennii, oenni trnyata suka sama DBSK? Hoahhh, aku juga, aku juga! Terutama dgn yg namanya kim jaejoong kyaaaaaaaaa c’cowok cantik. DBSK (5) akuu padamuuuuu #teriak histeris keg org gila,… #plakk, d’geplak author, brisik.
    Ahahahah. Komen g penting. Abaikan.
    Hehehehe.

    D’tgu karya karya selanjutnya oenn…
    Hwaiting…. (ʃƪ˘˘ﻬ)~♥

    • *ketinggalan😀
      Gak berhenti ngakak saat bagian hyora dan boram berbicara.. –> Aigoo… Aku tahu. Kau pasti mau memukulnya di tempat tertentu, ya?” .
      Huahahahahhah (o,O)

  46. Oh mai gad….. #alay
    akhirnya genk perusuh dah lulus smua dari dunia perjombloan!! *apaan deh ni*
    Aku pikir bpaknya si kkoming yg bkal jd psagan idupnya boram ato si king of aegyo.ternyata cast gak terduga muncul. Tapi sukaaaaa!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! image polos Soohyun di DH1 jadi kebawa lagi.hihi… DAE to the BAK!!! Dah gitu support cast-nya dedek Taem ma Minho lgi. lumayan lah, buat nyegerin mata #gaknyambung.
    sekian dulu komen ini. takut kepanjangn nyaingin sinetron.

  47. Wuuaaahh akhirnya boram dpt pacar jg,, jd g kesepian lg deh.. Kirain boram jd sama ming atw yeppa, ternyata jdnya sama seohyun.. Boram pake strawberry tuk pelet y,, bikin seohyun terbayang2 klo liat ma nyium aroma tu buah.. ^^V.. D tunggu kisah selanjutnya y..

  48. Buehehehe. .
    keren keren. .
    aq smpat suudzon sm boram, q pkir sm sungmin, trus q pkir lg sm yesung. . dn stelah kbaxkan mikir trxta sm soohyun. . #uggh mau😀

    nih si boram, enak2 d godain mlah galak, knp ga lempar minmin ke aq aja ? buehehehe
    mestix Bang hyun jgn d tendang, klau aq mah lgsg q pluk dn tggelam dlm dada bidangx kkk #amiin, mudah2.an kesampe.an. .

    at last, kyura couple n the genk bener2 bkin mlut lelah,perut mules sm ibuk marah😀
    kata2 pengantar dr esa dan syipoh eonni juga bkin perut kembung tnpa minum😀 #piss eon. ,

    maju terus kyura !

  49. AH,,,, Chinca.
    awalnya waktu bca rendezvous nebaknya si Sungmin Oppa,
    ternyata gak keduga si Kim Soo Hyun. Daebak nich pacarnya si Boram………..
    Akhirnya,, boram px pcr juga gra gra smell of Strowbery…..

  50. Pas tau soohyun langsung girangggg~~ *joget ubur-ubur*

    aaaa boram, kau manis sekaliiiii yaaaaa >////<

    esa eonni & syipoh eonni!! Tanggung jawab! Aku jadi kepengen Strawberry Cheese Cake x9 *puasa woy*

    hehhh itu kyura padahal lg moment yg berdebar tapi malah merusak(?)
    dan itu oven nya…. Arrrrggghhh *jambak rambut kyu*

    boram eonni, soohyun oppa. Langgeng yaaaa u.u~ sampe nikah kaya kyura! Xx

  51. annyeong chinggu salam kenal. aku readrs lama tp baru ini komen. aku nungguin cerita tentang boram dan tau tau pasangan boram muncul walau kukira pasangannya bakal sungmin atau yesung ya agak kecewa sih tp setelah baca baru bisa nerima. salut chinggu

  52. Sumpah sesumpah-sumpahnya salah banget baru baca cerita ini sekarang. OMAIGAT! Aku bisa suka setengah mati sama Soohyun kalo kaya gini caranyaaaaa. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA HE’S MY DREAM GUY. Doh! Ciloko iki. Dan kenapa aku harus bacaaaaaaaaaaaaaaaaa????? AAAAAAAA SEMUA INI KARENA JUDULNYA. SEMUA INI KARENA POSTERNYA. SEMUA INI KARENA STRAWBERRY CAKENYA. SEMUA INI KARENA MACARONNYA.
    Astaga! Kenapa harus strawberry cheese cake? That’s my favorite. Kenapa harus strawberry? That’s my lovely. Kenapa harus patissier? AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA AKU BISA GILAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!
    Tapi, ceritanya keren sumpah, eonni. Itu persis seperti angan-angan aku yang pegin punya suami seorang pattisier dan punya patisserie sendiri. AAAAAAAAAAAAAAAAAAA MAU MAU MAU MAU. MAU PAKAI BANGET.
    Love banget deh sama cerita ini, apalagi karena eonni bisa mengaitkan rasa strawberry sama kisah cinta soohyun dan boram. uw :3 bahasa penulisannya juga enak dibaca, gak ribet. so simple, tapi tetep rapi. alurnya juga dan deskripsi tiap kejadiannya aku suka banget. penggambaran ekspresi tokohnya juga kegambar dengan jelas di otak aku. daebak banget deh pokonya. oya, ini permintaan pribadi buatin cerita yang lebih banyak soal strawberry dan patissier ganteng satu ini dong! aqaqaqaqaqaqa

  53. woaaaaa daebak bo~ya finally dapetnamjachingu juga^^ hilang satu teman jomblo saya-__-but CHUKHAMNIDA!!!langgeng terusss sama bang soohyun :3 nama couple nya apa “sooram?hyunbo?”whateverlahhh yg penting keep romantic yaa muaaaahhh :* #bawakyuhyunkabur

  54. raaalaattt mian main baca ff nya aja tanpa liat judulnya dgn jelas…jelasjelas hyunrams scent jadi ya ketauan lah nama couple nya hunram*BABO* #~SHY~kaburbawakolorkyu .___.V

  55. Kyyyaaaa.. boram~ah.. chukaeyoo.. ahirnya kau dpt pasangan… hihihi
    aiisshh soohyunnnn.. diawal cerita udh penasaran siapa pasangannya boram.. sempet nebak sungmin atw yesung oppa.. keundeeee ahirnya timbul si pria yg ketinggalan bis n tdr ngorok menyerupai kyu*dptlirikantajem dari kyu..
    Hihihi.. untung soohyun ga ileran jg kaya kyu *lirikan membunuh dari kyuuu..
    Hihihi…
    Sekali lg chukaeyoooo boraaam… hahahaha

  56. Mantab author ff nya, akhirnya Boram punya pacar juga.. Tdk menyangka ternyata Kim Songhyun yg jadi pacarnya.. So sweet lagi proses bersatunya cinta mereka.. Really like this

  57. Wuahh ceritanya daebak … sweet banget .. Alur ceritanya jg menarik, seneng akhirnya boram jg pnya pasangan ,, abis kasian liat dia jadi obat nyamuk diantara 4 pasangan itu😀
    Dan ff x ini kayanya longshoot ya,, abis di baca2 panjang bgt hehehe ..

    Wkwk tumben jg yeppa piara nya guk guk ,, biasanya jg dangkoma si kura” :p

    Oya mau nanya ,, bulgogi itu makanan sejenis apa sih? .. Gomawo ^^

  58. Saya jd ngidam strawberry cake,… Author tanggung jawabb,..!!!!!

    ,..Se’masam apapun strawberry.ny klu makan.ny dpn KIM SOOHYUN udh psti manis kok,.,….

    “Aku tdk menyukainya,tapi aku mencintainya,…tak peduli saat dia manis ataupun masam,”,.. Strawberry lovers^^

  59. ya Allah.. ffnya bikin greget ih…
    ditambah castnya soohyun… cocok… >.<
    sempet stres, waktu awal… kapan si soohyun muncul!!!!!!
    tapi waktu muncul, langsung senyum" gaje…

    kyuhyun: kesambet ya?
    me: *lempar kyuhyun pke psp

    ceritanya emg sesuai tema "strawberry" alias asem manis… lucuuu banget bayangin ekspresi mereka…
    emang tadi aku nemu typo… tapi gpp lah.. santai…
    intinya. saya suka ceritanya… buakakkaka…
    eonnideul daebak!! d^.^b

  60. hilang sudah rasa penasaran saya!!!! *senyum lebar*

    euum jadi pengen makan cheese cake,
    awalnya aku kira SOS itu apa, ternyata eh ternyata,,,😀

    baca ff ini yang ada di kepalaku adalah ngebayangin rasa cheese cake sama SOSnya!

    Finally!!!! chukae Boram-ah, akhirnya kau tidak menjomblo lagi eonniya~~~~~

  61. huwaaaa… boram ma soohyun…
    ahh.. mas itu imut2 sekali…
    ihh, cerita mereka berdua ini sweet banget ya.. asem manis ngegemesin.
    yeahh.. aku jg ma seungho sebenernya, kalo gitu seungho buat aku aja deh.

  62. Gilaaaaa! Bru baca inii!! Telat bgt! Zzz -___-
    LOL
    Mian eonni~ ak bru tau ada FFny si boram dsni~ LOL

    Cieee boram akhirny pny pacar! Hahahahah!! :p
    Kyuhyun sma hyora~~ zzz
    Hahahaahaha ^o^

    Boram aaahh~ hwaitingggg!! Langgeng yaakk~ LOL
    Wkwkwkwkw ^o^

    Eonnideul!, hwaitingg!! ^o^9 (ง’̀⌣’́)ง !!

  63. So sweet….. akhirnya boram punya kople… lengkap deh geng cecunguk yg ajaib… kapan2 bisa date bareng tuh pasti heeboh… ㅋㅋㅋㅋㅋ
    Chukae boram…. ^^

  64. aahhh… suka bgd…
    feelnya dapet, bcanya pke senyum2…
    buat dua authornya…
    daebakkkk….
    bagus bgd…..
    ttp semangadddd….

  65. Yah,knpa dy ma opPaq sh?
    #dtabok boram ;>
    aish,kagak usah nabok” napa?
    #dipelototin hyunnie :@

    okeh2,kalian ber dua emang serasi bgt,eonni emang daebak bkin pasangan yg serasi.

  66. Omo sweet banget iya boram n soohyun,bikin gemes aja deh..
    Enak bgt boram dpt soohyun yg kece mana dia bisa bikin kue kesukaan boram lagi..
    Chukae boram n soohyun,semoga langgeng hehehe..

  67. akhr’y boram dpt psngan’y jg…aigooo..byngin soohyun oppa lg bkin kue psti dy ganteng bgt…kekekekekekekeke..b’untung boram dpt soohyun oppa..🙂

  68. Hyunram kalian ber2 canggung sekali ><
    Hwaaaaaa onniedeul mian aku baru bisa comment pdhal udh baca berkali-kali dan dari kapan tau kekeke :p

  69. Love because strawberry cheese cake.. So sweet bangett… Untuk pasangan ini kaya nya strawberry pnya makna yg dlm bwt hubungan mereka ya.. Jinjja daebakinda..😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s